Halaman 1
SINGER® 9100 Stylist™ Manual Instruksi

Pertanyaan dan jawaban berikut diambil langsung dari isi dokumen manual ini. Klik tombol halaman untuk membuka bagian yang relevan.
FAQ ini disusun untuk membantu pengguna memahami fitur, pengoperasian dasar, dan tips keselamatan penting untuk mesin jahit Singer Stylist 9100 Anda.
Apakah konten ini membantu?
SINGER® 9100 Stylist™ Manual Instruksi
INSTRUKSI SIMBOL Angkat jarum Angkat sepatu penindas Turunkan sepatu penindas
# PETUNJUK KESELAMATAN PENTING Saat menggunakan peralatan listrik, tindakan keselamatan dasar harus selalu dijalankan, termasuk berikut ini. Bacalah semua petunjuk sebelum mengoperasikan mesin jahit ini. ## BAHAYA - Untuk mengurangi risiko kejutan listrik: 1. Sebuah peralatan listrik tidak boleh ditinggalkan ketika masih dalam kondisi tersambung aliran listrik. 2. Cabut steker/colokan listrik mesin jahit ini dari stop-kontak listrik dengan segera setelah selesai digunakan dan sebelum dibersihkan. ## PERINGATAN - Untuk mengurangi risiko luka bakar, kebakaran, kejutan listrik, atau cedera pada pengguna: 1. Jangan biarkan mesin jahit digunakan sebagai mainan. Tingkatkan kewaspadaan ketika digunakan oleh dan/atau di dekat anak-anak. 2. Gunakan mesin jahit hanya untuk keperluan sebagaimana dijelaskan dalam pada buku petunjuk. Gunakan perangkat tambahan yang direkomendasikan oleh produsen sesuai dengan petunjuk di buku ini. 3. Jangan operasikan mesin jahit apabila terdapat kabel atau steker/colokan yang rusak, juga bila mesin jahit tidak berfungsi dengan semestinya, dan jika mesin jahit pernah jatuh atau rusak, atau terjatuh ke dalam air. Bawa dan kembalikan mesin jahit kepada dealer resmi atau pusat servis agar diperiksa, diperbaiki, atau disesuaikan baik dari segi kelistrikan maupun mekanikal. 4. Jangan operasikan mesin jahit bila ada saluran udara yang tersumbat. Jaga saluran udara yang ada pada mesin jahit dan pedal/trap (injak an dynamo) bebas dari timbunan kain tiras (sisa kain), debu dan kain lepas. 5. Jauhkan jari dari semua bagian mesin yang bergerak. Hati-hati ketika di dekat jarum mesin jahit. 6. Gunakan plat jarum yang sesuai. Penggunaan plat jarum yang salah dapat menyebabkan jarum patah. 7. Jangan gunakan jarum yang bengkok. 8. Jangan tarik atau dorong kain saat menjahit, karena dapat menyebabkan jarum bengkok dan kemudian patah. 9. Matikan mesin jahit ("O") saat melakukan penyesuaian di bagian jarum, misalnya: memasukkan benang ke jarum, mengganti jarum, memasang benang pada spul, mengganti sepatu penindas, dan lain lain. 10. Putus arus listrik mesin jahit dengan mencabut steker/colokan pada stop-kontak saat membuka penutup, melumasi, atau saat menyetel mesin (sendiri) seperti yang ditunjukkan dalam buku petunjuk. 11. Jangan jatuhkan atau taruh benda apapun ke dalam lubang apapun di mesin jahit. 12. Jangan operasikan mesin jahit di luar ruangan. 13. Jangan operasikan mesin jahit di dekat pengunaan produk aerosol (semprot) atau saat oksigen sedang disalurkan. 14. Untuk mematikan mesin, putar semua saklar ke posisi off ("O"), kemudian cabut steker/colokan dari stop-kontak. 15. Saat memutus sambungan kelistrikan, jangan cabut steker/colokan melalui kabelnya. Untuk mencabut dengan benar, tarik steker/colokannya, bukan kabelnya. 16. Tingkat tekanan (kebisingan) suara mesin jahit pada kondisi pengoperasian normal adalah 75dB(A). 17. Harap matikan mesin jahit atau cabut steker/colokannya saat mesin mengalami masalah (tidak berfungsi sebagaimana mestinya). 18. Jangan taruh apapun di atas pedal/trap (injak an dynamo). 19. Jika kabel pedal/trap (injak an dynamo) rusak, harus segera diganti. Penggantian dilakukan oleh produsen atau petugas servis atau pihak yang berpengalaman agar terhindar dari bahaya. 20. Mesin jahit ini tidak diperuntukkan untuk digunakan oleh mereka (termasuk anak-anak) dengan keterbatasan fisik, cacat tubuh atau mental, juga yang kurang pengalaman, kecuali mereka telah dilatih tata cara pengoperasian mesin jahit terlebih dahulu oleh pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan mereka. 21. Anak-anak harus tetap diawasi agar tidak bermain-main dengan mesin jahit. ## SIMPAN PETUNJUK INI Mesin jahit ini diperuntukkan hanya untuk penggunaan rumah tangga. SINGER adalah merek paten The Singer Company Limited S.à.r.l. atau Pihak Afiliasinya. ©2012 The Singer Company Limited S.à.r.l. atau Pihak Afiliasinya. Hak cipta dilindungi. I
# DAFTAR ISI ## BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN ......................................1 ## TOMBOL-TOMBOL KONTROL MESIN ......................................2-3 * Tombol-tombol operasi (lihat halaman 24/25) .......................2 * Tombol-tombol fungsi (lihat halaman 26/27/28) .........................2 * Tombol-tombol seleksi cepat (lihat halaman 29/30) ......................3 ## LAYAR LCD ..................................................4-5 ## TABEL POLA ..................................................6-7 ## AKSESORIS ....................................................8 ## MENGHUBUNGKAN MESIN JAHIT KE ARUS LISTRIK .............................9 * Menyambungkan mesin ........................................9 ## MENGGULUNG BENANG PADA SPUL ......................................10-11 * Menggulung spul .......................................10-11 ## MEMASANG SPUL ...................................................12 ## MEMASANG BENANG ATAS ................................................13-14 ## MENGGUNAKAN PEMASANG BENANG .....................................15 ## MEMASANG BENANG BAWAH ..........................................16 ## MEMOTONG BENANG ...............................................16 ## TUAS SEPATU PENINDAS DUA LANGKAH ..................................17 ## MULAI MENJAHIT ................................................18 * Tombol start/stop ..........................................18 * Pedal/trap (injakan dynamo) ..................................18 ## KEKETATAN BENANG ...............................................19 ## MENGGANTI SEPATU PENINDAS .......................................20 ## TABEL SEPATU PENINDAS ...........................................21 ## MENYESUAIKAN JARUM/KAIN/BENANG .....................................22 ## MENGGANTI JARUM ...............................................23 ## MENAIKKAN ATAU MENURUNKAN GIGI .....................................23 ## TOMBOL-TOMBOL OPERASI ...........................................24-25 * Tombol start/stop ..........................................24 * Tombol menjahit mundur ......................................24 * Tombol pengunci otomatis .....................................25 * Tombol posisi jarum naik/turun ..................................25 ## TOMBOL-TOMBOL FUNGSI ...........................................26-28 * Tombol pengatur lebar jahitan ...................................26 * Tombol pengatur langkah jahitan .................................27 * Tombol seleksi MODE ......................................27 * Tombol elongasi/pembesar pola jahitan (lihat halaman 59) .........27 * Tombol jahitan mirror/pantulan (lihat halaman 60) ................28 * Tombol jarum kembar (lihat halaman 61) .........................28 ## TOMBOL-TOMBOL SELEKSI ...........................................29-30 * Tombol nomor dan seleksi pola langsung/cepat ....................29 * Tombol edit ............................................30 * Tombol memory .........................................30 * Tombol clear ...........................................30 ## TIPS MENJAHIT ................................................31-32 * Menjahit pojok kain .......................................31 * Menjahit mundur .........................................31 * Menjahit lengan bebas .......................................31 * Memasang meja perpanjangan ...................................32 * Menjahit kain berat .........................................32 ## POSISI JARUM DAN LANGKAH JAHITAN ...................................33 ## JAHITAN ZIG-ZAG ...............................................33 ## JAHITAN STRETCH ...............................................34 II
## DAFTAR ISI * **JAHITAN SEMI OBRAS**..............................................35 * Menggunakan sepatu semi obras.....................................35 * Menggunakan sepatu serba guna.....................................35 * **OBRAS BUTA**......................................................36 * **MENJAHIT KANCING**................................................37 * **MENJAHIT LUBANG KANCING BERTALI**...............................38-41 * Membuat lubang kancing pada kain stretch..........................41 * **JAHITAN PENGUAT KISI-KISI**.......................................42 * **JAHITAN MATA AYAM**...............................................43 * **JAHITAN TISIK**.................................................44-45 * **MEMASANG RESLETING**............................................46-47 * Memasang resleting model biasa....................................46 * Memasang resleting jepang.......................................47 * **MENJAHIT KELIMAN RAPAT**..........................................48 * **MENJAHIT JAHITAN TALI KOR (CORDING)**.............................49 * Jahitan tali kor tunggal..........................................49 * Jahitan tali kor rangkap tiga.....................................49 * **MENJAHIT JAHITAN SATIN**..........................................50 * **PENGANTAR PINGGIRAN/QUILTING**....................................51 * **MENJAHIT KERUTAN (GATHERING)**....................................52 * **MENJAHIT KERUTAN DEKORATIF (SMOCKING)**...........................53 * **MENJAHIT BEBAS**................................................54-55 * Menisik.......................................................54 * Bordir........................................................55 * Monogramming..................................................55 * **SEPATU TAPAK (WALKING)**..........................................56 * **JAHITAN IKATAN (FAGOTING)**.......................................57 * **JAHITAN ATAS DEKORATIF**..........................................57 * **JAHITAN BERGIGI (SCALLOP)**.......................................58 * Keliman bergigi (Scallop).......................................58 * Pinggiran bergigi (Scallop).....................................58 * **ELONGASI (PEMBESARAN)**...........................................59 * **PANTULAN POLA (MIRROR)**..........................................60 * **MENGGUNAKAN JARUM KEMBAR**........................................61 * **MEMORY**........................................................62-65 * Memadukan pola atau huruf.....................................62-63 * Menambah pola atau huruf........................................63 * Mengedit pola...................................................64 * Menghapus pola atau motif huruf...................................64 * Membuka dan menjahit pola jahitan yang tersimpan pada memori.......65 * **FUNGSI PERINGATAN**.............................................66-67 * Tampilan pesan peringatan........................................66 * Tampilan pesan instruksi.........................................66 * Bunyi peringatan................................................67 * **FITUR BUNYI INDIKATOR**...........................................68 * **PERAWATAN**.....................................................69-70 * Membersihkan layar..............................................69 * Membersihkan permukaan mesin jahit................................69 * Membersihkan pengait..........................................69-70 * **PANDUAN TROUBLESHOOTING**.......................................71-72 * **TABEL REFERENSI PENGATURAN JAHITAN**............................73-78 <br> <br> <div align="center">III</div>
Halaman 6
# BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN * Tombol pengatur keketatan bengang * Gagang penggulung spul * Plat penutup muka * Tuas pengatur kecepatan * Layar LCD * Tombol operasi A * B Tombol fungsi * Pemotong bengang * C Tombol seleksi * Tuas luang kancing * B Tombol fungsi * Pemasang benang otomatis * Penutup plat jarum * Plat pola * Meja jahit dan kotak aksesoris * Lubang pasak spul kedua * Pasak spul (tiang benang) horizontal * Roda tangan * Pegangan * Saklar power * Tuas sepatu penindas * Soket kabel power * Konektor pedal/trap * Tuas gigi 1
Halaman 7
# TOMBOL KONTROL MESIN * **A. Tombol-tombol operasi** (lihat halaman 24/25) 1. **Tombol start/stop** Tekan tombol ini ini untuk menyalakan atau mematikan mesin. 2. **Tombol menjahit mundur** Tekan dan tahan tombol ini untuk menjahit mundur atau menjahit jahitan pengaman dengan kecepatan rendah. 3. **Tombol pengunci otomatis** Tekan dan tahan tombol ini untuk mengunci sebuah pola jahitan dan nantinya berhenti secara otomatis. 4. **Tombol posisi jarum naik/turun** Tekan tombol ini untuk menggerakkan jarum ke atas atau ke bawah. Jarum akan secara terptogram untuk bergerak dan berhenti sesuai dengan posisi yang diinginkan. Untuk mengubah posisi, tekan tombolnya lagi. * **B. Tombol-tombol fungsi** (lihat halaman 26/27/28) 5. **Tombol seleksi fitur** Tekan tombol ini ini untuk memilih pilihan fitur dengan cepat, utilitas dan fitur pola dekoratif, fitur motif huruf. 6. **Tombol pengatur lebar jahitan** Tekan tombol ini ini untuk menyesuaikan lebar jahitan zig-zag. 2
Halaman 8
# TOMBOL KONTROL MESIN 7. **Tombol pengatur langkah jahitan** Tekan tombol ini untuk menyesuaikan langkah jahitan. 8. **Tombol jarum kembar** Tekan tombol ini untuk mengubah lebar jahitan ketika menjahit dengan jarum kembar. 9. **Tombol jahitan reflektif /mirror (pantulan)** Tekan tombol ini untuk menjahit pantulan pola. 10. **Tombol elongasi/pembesar pola jahitan** Pola 28-51 dapat diperbesar hingga 5 kali dari ukuran aslinya hanya dengan menekan tombol ini. --- C. **Tombol-tombol seleksi** (lihat halaman 29/30) 11. **Tombol edit** Tekan tombol ini untuk mengatur pola yang ditambahkan saat menjahit kombinasi jahitan dekoratif. 12. **Tombol memory** Tekan tombol ini untuk menyimpan pola jahitan kombinasi di memori penyimpanan. 13. **Tombol clear** Tekan tombol ini untuk menghapus sebuah pola yang tidak diinginkan atau salah. 14. **Tombol nomor dan seleksi pola langsung/cepat** Tekan tombol ini untuk mendapatkan akses langsung/cepat ke pilihan pola yang diinginkan. Bisa juga langsung tekan tombol angka yang mewakili pilihan pola yang terpilih. 15. **Tuas pengatur kecepatan menjahit** Geser tuas ini untuk mengubah tingkat kecepatan menjahit. 3
Halaman 9
# LAYAR LCD ## Pola  **Fitur Tampilan:** * Mundur * Pengunci otomatis * Posisi jarum ke atas * Jarum kembar * Indikator sepatu penindas dan identifikasi huruf * Menggulung spul * Tuas lubang kancing * Suara * Pola **Pengaturan di Bawah Tampilan:** * Posisi jarum: 1 * Lebar jahitan: 3.5 * Tensi/kekekatan benang: 2.5 (3-5) ---  **Fitur Tampilan:** * Berhenti-otomatis * Pantulan * Posisi jarum ke bawah * Nomor pola: 60 * Suara mati **Pengaturan di Bawah Tampilan:** * Lebar jahitan: 7.0 * Langkah jahitan: 2.0 (3-5) ## Huruf  **Fitur Tampilan:** * Indikator sepatu penindas dan identifikasi huruf * Nomor pola: 11 A **Pengaturan di Bawah Tampilan:** * Lebar jahitan: 7.0 * Tensi/kekekatan benang: (3-5) 4
Halaman 10
O LAYAR LCD O Memori Meng-edit pola Pilihan fitur edit Lokasi penyimpanan Nomor unit Jumlah unit Pola untuk di-edit Menjahit pola yang sudah tersimpan pada lokasi penyimpanan (memori) Pilihan fitur memori (penyimpanan) O Elongasi Pilihan fitur elongasi Kapasitas pembesaran 5
Halaman 11
## TEBAL POLA Bagian ditandai warna abu-abu (pada tabel di bawah) menunjukkan unit tunggal stitch masing-masing. ### Pola Fitur pola langsung-10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 ### A Fitur pola dalam grup-100 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 ### B Fitur pola dalam grup-100 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 6
Halaman 12
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97
Halaman 13
T 006186008 I 006905008 D 006H1A0004 F 006904008 A 006172008 006914008 006099008 006016008 006917008 006008001 006084009 006015009 R60033209 020L004000 H1A1464209 0061850081 M 006813008 P 006916008 006161008 E 006907008 K 006900008 R12373209(L) TA10943209(S) 006012008 006V880010
Halaman 14
# MENGHUBUNGKAN MESIN JAHIT DENGAN ARUS LISTRIK > **Perhatian:** Saat mesin tidak sedang digunakan atau saat mengganti bagian-bagian mesin, pastikan mesin tidak tersambung ke aliran listrik. ## Menyambungkan mesin Sebelum terhubung dengan arus listrik, pastikan frekuensi dan tegangan listrik mesin sesuai dengan aliran listrik di tempat Anda. Letakkan mesin di permukaan datar. 1. Tancapkan kabel listrik ke mesin. 2. Hubungkan steker kabel mesin ke stop-kontak. 3. Tekan saklar power yang ada di mesin. 4. Lampu jahit akan menyala ketika saklar di nyalakan. Untuk mematikan dengan aman, tekan saklar power ke posisi off, kemudian cabut steker dari stop-kontak. ``` ON — O OFF ``` ### Informasi steker pin polarized Mesin jahit ini memiliki steker dengan pin polarized (pin sisi lain lebih besar dari sisi satunya), yang berfungsi untuk mengurangi risiko terjadinya kejutan listrik; dan steker jenis ini hanya bisa digunakan dengan jenis stop-kontak yang sesuai. Jika steker tidak cocok dan tidak bisa masuk ke stop-kontak, putar posisinya. Jika masih belum bisa juga, segera hubungi ahli kelistrikan. Jangan mengubah steker dalam bentuk apapun. 9
Halaman 15
# MENGGULUNG BENANG PADA SPUL --- * Menggulung spul 1. Letakkan benang dan tutup pasak pada pasang (tiang benang). Untuk benang dengan ukuran besar gunakan tutup yang besar pula, sebaliknya jika menggunakan benang ukuran kecil, gunakan tutup yang kecil. Pasang tutupnya agar benang tidak terbelit saat menggulung spul. 2. Tarik dan pasang melalui pengantar benang. 3. Gulung benang berlawanan arah jarum jam pada cakram tensi/keketatan penggulung spul. 4. Masukkan ujung benang ke dalam lubang kecil pada spul dan taruh spul kosong pada kumparan. 5. Dorong spul ke kanan. 10
Halaman 16
## MENGGULUNG BENANG PADA SPUL 6. Ketika penggulung spul terdorong ke arah kanan (posisi menggulung spul), simbol "[simbol gulungan benang]" muncul di layar LCD. Simbol ini tidak akan muncul di layar apabila penggulung spul terdorong ke arah kiri (posisi menjahit). 7. Pegang ujung jarum dengan erat. Gunakan satu tangan saja. 8. Tekan tombol start/stop atau injak pedal/trap. 9. Setelah spul setengah tergulung, matikan mesin dan potong benang di posisi dekat spul. Kemudian lanjutkan menggulung sampai spul penuh terisi dengan benang. Mesin penggulung akan berhenti secara otomatis ketika spul penuh. Matikan mesin, dorong penggulung spul ke kiri. 10. Potong benang dan ambil spul. --- **Harap perhatikan:** Ketika penggulung spul didorong ke kanan (posisi menggulung), maka mesin tidak akan dapat digunakan untuk menjahit dan roda tangan tidak akan bisa diputar. Untuk mulai menjahit, dorong penggulung spul ke kiri (posisi menjahit). 11
Halaman 17
## MEMASANG SPUL > **Perhatian:** Tekan saklar power ke posisi off ("O") sebelum memasang atau melepas spul. Ketika memasang atau melepas spul, jarum dan sepatu penindas harus diangkat ke posisi paling tinggi. **1** Masukkan spul ke dalam sekoci dengan lajur benang searah jarum jam (lihat panah). **2** Tarik benang dan masukkan ke lubang (A). **3** Pegang bagian atas spul dengan perlahan. Ambil benang pada tanda panah di gambar, dan masukkan ke pengantar plat jahitan dari titik (A) ke (B). **4** Tarik benang yang ditandai dengan tanda panah ke pengantar benang plat jahitan dari titik (B) ke (C). Untuk memotong sisa benang, tarik benang kea rah sebaliknya melalui pemotong (C). Tutup plat penutup spul. 12
Halaman 18
# MEMASANG BENANG ATAS > Harap diperhatikan: Pasang benang dengan benar agar tidak terjadi masalah ketika sedang menjahit. Mulailah dengan mengangkat jarum ke posisi paling tinggi, dan angkat juga sepatu penindas untuk melepas pengencang benang. 1. Angkat pasak spul sekali lagi. Letakkan kumparan benang di pasak (tiang benang), sehingga benang muncul dari depan spul, kemudian letakkan penutup spul di ujungnya. 2. Ambil benang dari spul dan tarik melalui pengantar benang. 13
Halaman 19
# MEMASANG BENANG ATAS 3 Tarik benang di alur pengantar benang dan per benang seperti terlihat pada gambar. 4 Bawa benang turun melewati kedua cakram berwarna silver. 5 Lalu turun dan naik mengikuti bentuk. 6 Setelah sampai di atas, bawa benang ke pengait dari kanan ke kiri kemudian bawa turun lagi. 7 Masukkan benang ke dalam lubang pengantar jarum horizontal. Kemudian terus masukkan ke lubang kecil di atas jarum. Tarik ujung benang dari depan ke belakang sekitar 10 cm. Gunakan pemasang benang untuk memasang benang. (Lihat halaman berikutnya.) 14
Halaman 20
'O' MENGGUNAKAN PEMASANG BENANG **Perhatian**: Matikan mesin terlebih dahulu ("O"). Angkat jarum ke posisi paling tinggi dan turunkan sepatu penindas. **1** Turunkan pemasang benang secara perlahan dan ambil benang melalui pengantar benang dan tarik ke kanan. **2** Pemasang benang secara otomatis akan beralih ke posisi mengambil benang dan pengaitnya mesik ke lubang jarum. **3** Bawa benang ke depan jarum. **4** Pegang benang dan kendurkan. Kemudian lepas tuas pelan-pelan. Pengait akan mulai bergerak dan memasukkan benang ke lubang jarum, dari situ langsung tarik benangnya. 15
Halaman 21
# MEMASANG BENANG BAWAH **1** Pegang benang atas dengan tangan kiri. Putar roda tangan kearah anda (berlawanan arah jarum jam), turunkan, lalu naikkan jarum. **2** Pelan-pelan tarik benang atas agar benang spul naik melewati lubang plat jarum. **3** Letakkan kedua benang ke belakang di bawah sepatu penindas. --- # MEMOTONG BENANG Angkat sepatu penindas. Ambil kain dari mesin. Tarik benang dari sisi kiri penutup mesin jahit lalu potong dengan pemotong benang. --- 16
Halaman 22
TUAS SEPATU PENINDAS DUA LANGKAH Angkat tuas sepatu penindas dan turunkan sepatunya. Ketika menjahit beberapa lapis kain atau kain yang tebal, sepatu penindas dapat diangkat ke tingkat dua dengan fungsi memudahkan pekerjaan menjahit kain keras. 17
Halaman 23
Mulai Menjahit ### Tombol start/stop Tombol start/stop dapat digunakan untuk menjalankan mesin jahit ketika pedal/trap tidak digubungkan ke mesin. Tekan tombol start untuk mulai menjahit, dan tekan sekali untuk berhenti menjahit. Pada awal menjahit, mesin akan berjalan dengan pelan. Tuas pengatur batas kecepatan menjahit mengontrol kecepatan mesin menjahit. Untuk meningkatkan kecepatan, geser tuasnya ke kanan. Untuk mengurangi, geser ke kiri. ### Pedal/trap (injakkan dinamo) Saat mesin mati, tancapkan steker pedal/trap (injakkan dinamo) ke soket power pada mesin jahit. Nyalakan mesin jahit, lalu injak pedal perlahan dan mulai menjahit. Lepas injakan untuk berhenti menjahit. 👉 **Harap diperhatikan:** Pengaturan tuas pembatas kecepatan menjahit akan membatasi kecepatan maksimum mesin jahit. ⚠️ **Perhatian:** Apabila mesin jahit sudah tidak di pakai lagi. Cabut kabel listrik ketika mesin sedang tidak digunakan. Alat harus digunakan dengan kontroler kaki C-9000. 18
Halaman 24
O KEKETATAN BENANG - Pengaturan standar tensi/keketan benang adalah pada indikator angka "4". Untuk menambah, putar ke angka yang lebih besar, sedangkan untuk mengurangi putar ke angka yang lebih kecil. - Untuk mendapatkan hasil jahitan yang bagus, tensi/keketan benang harus sesuai. Harap diperhatikan bahwa tidak ada satupun pengaturan keketan benang yang sesuai untuk semua fungsi jahitan dan kain. Namun, 90% jenis jahitan menggunakan standar indikator angka "3" dan "5". - Saat menjahit jahitan dekoratif, ketika benang atas muncul di sisi bawah kain maka jahitan Anda akan bagus hasilnya dan kain tidak mengerut terlalu banyak. 1. Permukaan kain `1` Untuk menjahit lurus, tingkat keketan benang adalah normal. Bagian belakang kain Benang atas Benang bobbin 2. Permukaan kain `2` Jika ketika menjahit lurus benang terlalu kendur, maka putar tombol pengatur keketan benang ke indikator angka yang lebih tinggi. Bagian belakang kain Benang atas Benang bobbin 3. Permukaan kain `3` Jika ketika menjahit lurus benang terlalu kencang/ketat, maka putar tombol pengatur keketan benang ke indikator angka yang lebih rendah. Bagian belakang kain Benang atas Benang bobbin 4. Permukaan kain `4` Untuk menjahit zig-zag dan dekoratif, tingkat keketan benang adalah normal. Bagian belakang kain Benang atas Benang bobbin 19
Halaman 25
## MENGGANTI SEPATU PENINDAS _ketika_mengganti_sepatu_penindas.) ### 1 Memasang penampang sepatu penindas Angkat tiang sepatu penindas dengan menaikkan tuas sepatu penindas. Pasang penampangnya (b) seperti yang terlihat pada gambar. ### 2 Memasang sepatu penindas Turunkan penampang (b) sampai sejajar dengan tiang (c). Naikkan tuas (e). Turunkan penampang (b) dan sepatu penindas (f) akan terpasang secara otomatis. ### 3 Melepas sepatu penindas Angkat sepatu penindas. Naikkan tuasnya (e) dan sepatu akan terlepas. ### 4 Memasang pengantar pinggiran/quilting Pengantar pinggiran/quilting dapan dipasang seperti yang terlihat pada gambar. Sesuaikan untuk fungsi kelim, lipatan, quilting, dan lainnya. 20
Halaman 26
# TABEL SEPATU PENINDAS Jarum kembar dapat digunakan untuk menjahit beberapa pilihan jahitan. Untuk info lebih jelas, lihat halaman : Menggunakan jarum kembar.) | Sepatu Penindas | Aplikasi | Jarum | Sepatu Penindas | Aplikasi | Jarum | | :------------------------------------------------------- | :----------------------------------------------------------------------------------- | :---------- | :------------------------------------------------------- | :------------------------------------------------------------------ | :---------- | | (Image: Sepatu serba guna) Sepatu serba guna (T) | Menjahit umum, jahitan patch, jahitan dekoratif, smocking, fagoting, dan lainnya. | (Image: Jarum Kembar) Jarum Kembar | (Image: Sepatu jahit satin) Sepatu jahit satin (A) | Menjahit jahitan (berbagai pola jahitan) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | | (Image: Sepatu risleting) Sepatu risleting (I) | Memasang resleting (pola garis putus-putus) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | (Image: Sepatu jahit lurus) Sepatu jahit lurus (P) (opsional) | Quilting (pola garis putus-putus) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | | (Image: Sepatu lubang kancing) Sepatu lubang kancing (D) | Jahit lubang kancing jahit tisik (berbagai pola lubang kancing) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | (Image: Sepatu tisik/bordir) Sepatu tisik/bordir | Menisik bebas, membordir, monogramming (pola garis putus-putus) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | | (Image: Sepatu cording) Sepatu cording (M) (opsional) | Cording (berbagai pola jahitan) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | | | | | (Image: Sepatu semi obras) Sepatu semi obras (E) | Semi obras (berbagai pola jahitan) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | (Image: Sepatu gathering) Sepatu gathering | Gathering (pola garis putus-putus) | (Image: Jarum Kembar) Jarum Kembar | | (Image: Sepatu obras buta) Sepatu obras buta (F) | Meng-obras buta (pola jahitan) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | (Image: Sepatu pasang kancing) Sepatu pasang kancing | Memasang kancing (pola jahitan) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | | (Image: Sepatu kelim) Sepatu kelim (K) | Mengelim rapat (pola garis putus-putus) | (Image: Jarum Tunggal) Jarum Tunggal | (Image: Sepatu walking) Sepatu walking (opsional) | Septu ini membantu mengerjakan jahitan yang rumit. | (Image: Jarum Kembar) Jarum Kembar | 21
Halaman 27
MENYESUAIKAN JARUM/KAIN/BENANG PANDUAN SELEKSI JARUM/KAIN/BENANG | UKURAN | KAIN | BENANG | | :--------- | :-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- | :----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- | | 9-11 (70-80) | Kain ringan-katun tipis, voile, segre, sutra, muslin, interlocks, rajutan katun, tricot, jerseys, crepes, tenun polyester, kain kemeja dan blouse. | Benang tipis katun, nylon, polyester atau katun polyester. | | 11-14 (80-90) | Kain medium-katun, satin, sailcloth, rajutan ganda, wol tipis. | Jenis kain ini membutuhkan benang besar. Gunakan benang polyester pada bahan sintesis dan katun pada tenun alami untuk hasil terbaik. Gunakan benang atas dan bawah yang sama. | | 14 (90) | Kain medium-katun duck, wol, rajutan tebal, terrycloth, kain dril. | | | 16 (100) | Kain tebal-kanvas, wol, bahan terpal dan kain quilted, kain dril, bahan upholstery (tipis ke berat). | | | 18 (110) | Wol tebal, kain mantel, kain upholstery, beberapa jenis kulit dan vinyl. | Benang berat, benang karpet. | Harap perhatikan: - Umumnya, jarum dan benang kecil digunakan untuk menjahit kain tipis, sedangkan benang besar digunakan untuk menjahit kain berat/tebal. - Lakukan uji coba jarum dan benang pada kain yang akan digunakan. - Gunakan benang yang sama pada jarum dan spul. 22
Halaman 28
# MENGGANTI JARUM ⚠ Perhatian: Putar saklar power ke posisi off ("O") ketika mengganti jarum. Ganti jarum secara rutin, terutama jika sudah terlalu lama digunakan dan menyebabkan munculnya masalah saat menjahit. Pasang jarum seperti yang terlihat pada gambar. A. Kendurkan sekrup penjeput dan kencangkan lagi ketika jarum sudah terpasang. Sisi rata harus berada di belakang. B. Masukkan jarum dan dorong ke atas. Jarum harus selalu dalam kondisi prima. Masalah dapat muncul apabila: - Jarum bengkok - Jarum tumpul - Ujung jarum rusak # MENAIKKAN ATAU MENURUNKAN GIGI Lepas meja jahit, maka tuas pengaturan gigi dapat dilihat di bagian belakang bawah mesin. Geser tuas ke posisi "▼▼" (b) akan menurunkan gigi, misalnya ketika memasang kancing. Jika ingin menjahit normal, geser tuasnya ke posisi "▲▲" (a) untuk menaikkan gigi. Gigi tidak akan naik jika roda tangan tidak diputar, bahkan jika tuas gigi telah digeser ke kanan. Putar roda tangan 360 derajat (putaran penuh) untuk menaikkan gigi. 23
Halaman 29
# TOMBOL OPERASI * **Tombol posisi jarum naik/turun** * **Tombol pengunci otomatis** * **Tombol menjahit mundur** * **Tombol start/stop** --- ### ● Tombol start/stop Mesin akan mulai menjahit saat tombol ini ditekan dan mesin akan berhenti menjahit ketika tombol ini kembali ditekan. Pada awal pemakaian, mesin akan berjalan pelan. Kecepatan menjahit secara perlahan akan bertambah sesuai dengan pengaturan batas kecepatan menjahit. Pedal/trap (injakan dinamo) harus dilepas untuk menyelesaikan tahapan ini. --- ### ● Tombol menjahit mundur Pilih pola langsung/cepat 1-5, atau pola grup A-00 dan mesin akan menjahit mundur. Sebuah tampilan panah " ↶ " akan muncul di layar LCD, itulah tanda bahwa jahitan mundur sedang dilakukan. Apabila tombol tersebut ditekan saat sebelum menjahit maka mesin nakan menjahit mundur secara permanen. Tekan sekali lagi untuk membatalkannya. Pilih pola langsung/cepat 6-9, pola grup A 01-13, 28-99, dan pola grup B 00-99, makan mesin akan menjahit sebuah jahitan pengaman secara perlahan dan mesin akan berhenti secara otomatis saat tombol menjahit mundur kembali ditekan. --- <p align="center">24</p>
Halaman 30
## TOMBOL OPERASI ### Tombol pengunci otomatis Ketika pola langsung/cepat 1-4, dan pola grup A 00 dipilih, mesin dengan segera menjahit 3 jahitan pengunci ketika tombol ini ditekan, dan setelah itu secara otomatis berhenti. Layar LCD akan menampilkan simbol "⊙" sampai mesin berhenti. Ketika pola langsung/cepat 5-9, pola grup A 01-13, 28-99, dan pola grup B 00-99 dipilih, tekan tombol pengunci otomatis, mesin akan menjahit 3 jahitan pengunci pada akhir pola tersebut dan secara otomatis berhenti. Apabila tombol sekali lagi ditekan, maka akan membatalkan fungsi di atas. Layar LCD akan menampilkan simbol "◀ɪ" sampai mesin berhenti. ### Tombol posisi jarum naik / turun Tombol ini berfungsi untuk menentukan apakah jarum mau dihentikan di atas atau di dalam kain pada saat sedang menjahit. Ketika tombol ini ditekan, sebuah simbol panah tepat di sebelah simbol jarum akan muncul di layar LCD, dengan posisi mata panah ke atas, maka jarum akan berhenti di posisi paling atas. Ketika tombol ini ditekan, sebuah simbol panah tepat di sebelah simbol jarum akan muncul di layar LCD, dengan posisi mata panah ke bawah, maka jarum akan berhenti di posisi paling bawah. 25
Halaman 31
# TOMBOL FUNGSI Tombol seleksi mode Tombol pengaturan lebar jahitan Tombol pengaturan langkah jahitan Tombol jarum kembar Tombol mirror/pantulan Tombol elongasi ## Tombol pengaturan lebar jahitan Ketika sebuah jenis jahitan dipilih, maka mesin secara otomatis merekomendasikan lebar jahitan yang tertampil pada layar LCD dengan indikator angka. Ukuran dapat diubah dengan menggunakan tombol ini. Untuk beberapa jahitan tertentu memiliki lebar jahitan terbatas. Untuk jahitan yang lebih rapat, tekan tombol "—" di sebelah kiri. Untuk jahitan yang lebih lebar, tekan tombol "+" di sebelah kanan. Lebar jahitan dapat disesuaikan antara "0.0- 7.0" Beberapa jahitan tertentu memiliki lebar jahitan terbatas. Ketika pola langsung/cepat 1-4, dan pola grup A 00 dipilih, maka posisi jarum dalap diatur dengan tombol pengatur lebar jahitan juga. Tekan "—" di sebelah kiri untuk menggeser jarum ke kiri, tekan maka jarum akan bergeser ke kanan. Indikator angka akan diubah dari posisi kiri "0.0" hingga ke posisi kanan terjauh "7.0". Posisi tengah jahitan secara default terletak pada indikator angka "3.5". 26
Halaman 32
# TOMBOL FUNGSI ### Tombol pengaturan langkah jahitan Ketika sebuah jenis jahitan dipilih, maka mesin secara otomatis merekomendasikan langkah jahitan yang tertampil pada layar LCD dengan indikator angka. Ukuran dapat diubah dengan menggunakan tombol ini. Untuk mengurangi panjang langkah jahitan, tekan tombol " – " di sebelah kiri, sedangkan untuk menambah tekan tombol " + " di sebelah kanan. Langkah jahitan dapat diubah sesuaikan dengan indikator angka antara "0.0-4.5". Beberapa jahitan tertentu memiliki langkah jahitan terbatas. ### Tombol seleksi mode Saat mesin dinyalakan, lampu LED akan dipasang pada mode langsung " ". Dengan menekan tombol tersebut, lampu LED akan bergerak berurutan dengan fungsi memilih jenis jahitan, yakni: * (Stitch Icon) Seleksi jahitan mode langsung * (Dot Pattern Icon) Mode pola satin dan utilitas: Pilih jenis jahitan menggunakan tombol angka. * (Star Pattern Icon) Mode pola dekoratif: Seleksi karakter menggunakan tombol angka. * A Mode huruf gaya block: Seleksi karakter menggunakan tombol angka. * (Script A) Mode huruf gaya script: Seleksi karakter menggunakan tombol angka. ### Tombol elongasi (lihat halaman 59) Pola grup A 28-51 dapat diperbesar hingga 5 × dari ukuran aslinya hanya dengan menekan tombol "(elongation button icon)". Ketika lebar atau langkah jahitan diubah, banyak pilihan pola yang bisa dipilih. 27
Halaman 33
# TOMBOL FUNGSI --- ## ● Tombol mirror/pantulan (lihat halaman 60) | | | | :--- | :--- | | **[Ilustrasi Panel Tombol & Pola LCD]** | Pola langsung/cepat 1-9, pola grup A 00-13, 28-99, dan pola grup B 00-99 dapat dipantulkan dengan menekan tombol " ⛵ ". Mesin akan menjahit pola pantulan hingga tombolnya ditekan lagi. Bila pola berubah maka fungsi mirror/pantulan ini akan terbatalkan.<br><br>Simbol fungsi pola pantulan yang tertampil pada layar LCD. | --- ## ● Tombol jarum kembar (lihat halaman 61) | | | | :--- | :--- | | **[Ilustrasi Panel Tombol EDIT / M / C]** | Dengan menggunakan jarum kembar, pola langsung/cepat 1-9, pola grup A 00-13, 28-99, dan pola grup B 00-99 dapat dijahit menjadi 2 garis sejajar dengan pola jahitan yang sama namun benangnya berbeda.<br><br>Tekan tombol " ⏸ ", maka mesin akan mengurangi lebar jahitan jarum kembar secara otomatis. Tekan tombolnya sekali lagi untuk mengganti ke mode menjahit dengan jarum tunggal. | --- <p align="center"><b>28</b></p>
Halaman 34
# TOMBOL SELEKSI ---  * **Tombol edit** * **Tombol memori** * **Tombol clear** * **Tombol nomor/angka dan seleksi pola langsung/cepat** --- ## ● Tombol nomor/angka dan seleksi pola langsung/cepat ### Seleksi pola langsung/cepat Tekan tombolnya untuk memilih pola utilitas yang ditunjukkan di sebelah tombol angka ketika tombol mode dipasang pada pilihan mode langsung/cepat. ``` 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ---- 0 A ``` --- ### Tombol nomor/angka Untuk memilih pola yang diinginkan, tekan tombol ini. Semua mode dapat dipilih engan tombol ini kecuali mode seleksi pola langsung/cepat. Misalnya: pola 60 <br> ``` +---------------------------+ | |•| T | | | | [00] [ 60 ] E | | [3.5] xxx3-5 | +---------------------------+ | v +---------------------------+ | |v| A | | | | [60] ===> ===> | | ~W[7.0] --- [2.0] xxx3-5| +---------------------------+ ``` <br> <p>29</p>
Halaman 35
# TOMBOL SELEKSI ## Tombol edit  Jika ingin mengubah sesuaikan pengaturan pada mode memori, gunakan tombol lebar jahitan "+" atau "-" dan lampu LED akan menyala. Setelah lampu menyala maka fungsi pengaturan manual untuk lebar jahitan, langkah jahitan, mirror/pantulan, elongasi dan pengunci otomatis dapat segera digunakan. Tekan tombol " EDIT " lagi untuk meninggalkan mode edit dan kembali ke mode memori. ## Tombol memori  Tekan tombol " M " untuk memasuki mode memori dan menyimpan kombinasi karakter atau jahitan dekoratif. Gunakan tombol lebar jahitan "+" atau "-" untuk memilih pola mana yang hendak disimpan. ☞ **Harap diperhatikan:** Pola mode langsung/cepat dan pola grup A 14-27 tidak daat disimpan. ## Tombol clear  Tekan tombol jika ingin menghapus karakter yang tidak diinginkan atau salah. Satu kali tekan untuk satu jenis karakter. Tombol ini juga digunakan untuk menghapus pola yang ditambahkan ketika menjahit kombinasi karakter atau menjahit jahitan dekoratif. 30
Halaman 36
# TIPS MENJAHIT --- ## Menjahit pojok kain 1. Hentikan laju mesin jahit ketika jarum mencapai pojok kain. 2. Turunkan jarum ke dalam kain secara manual atau bisa juga dengan menekan tombol jarum naik/turun sekali. 3. Angkat sepatu penindas. 4. Gunakan jarum poros dan putar kainnya. 5. Turunkan sepatu penindas dan lanjutkan menjahit. --- ## Menjahit mundur Menjahit mundur digunakan untuk mengamankan benang di awal dan di akhir keliman. Tekan tombol menjahit mundur dan jahit sebanyak 4-5 jahitan. Mesin akan menjahit maju ketika tombol di tekan lagi. --- ## Menjahit lengan bebas Menjahit lengan bebas sangat berguna untuk menjahit keliman lubang celana dan kerah. --- <p> <center><b>31</b></center> </p>
Halaman 37
# TIPS MENJAHIT --- ## ● Memasang meja perpanjangan 1. Lepas meja jahit dan kotak aksesoris, geser ke samping. 2. Buka kaki-kaki meja perpanjangan, ikuti panah seperti yang terlihat pada gambar. 3. Pasang (A) meja perpanjangan (B) ke mesin. --- ## ● Menjahit kain berat/tebal Tombol warna hitam di sisi kiri sepatu penindas serba guna berfungsi untuk mengunci sepatu penindas pada posisi horizontal jika tombol itu ditekan sebelum menurunkan sepatu penindas. Hal ini dimaksudkan untuk membantu proses menjahit awal keliman dan juga ketika menjahit beberapa lapisan kain, misalnya keliman bahan jeans. Ketika ketebalan kain bertambah, turunkan posisi jarum dan angkat sepatu penindas. Tekan ujung sepatu dan dorong tombol hitam tadi, kemudian turunkan sepatu dan lanjutkan menjahit. Tombol hitam secara otomatis akan terlepas (kembali ke posisi awal sebelum di tekan) setelah beberapa jahitan selesai terjahit. Anda juga dapat meletakkan lagi kain dengan ketebalan yang sama di belakang keliman. Gunakan tangan untuk membantu menjahit menyusuri bagian yang dilipat. *(Keterangan gambar: Kertas tebal atau kain tipis)* --- **32**
Halaman 38
# POSISI JARUM DAN LANGKAH JAHITAN | 1 | 2 | 3 | 4 | A-00 | | :-: | :-: | :-: | :-: | :-: | | 𝄃 | 𝄃 | 𝄃 | 𝄃 | 𝄃 | --- ### Mengubah posisi jarum Pengaturan ini ditujukan hanya untuk pola langsung/cepat 1-4, atau pola grup A 00. Posisi tengah secara default adalah "3.5". Saat tombol pengaturan lebar jahitan " – " ditekan, posisi jarum akan bergeser ke kiri. Ketika tombol pengaturan lebar jahitan " + " ditekan, posisi jarum akan bergeser ke kanan. Ilustrasi titik dan angka di layar LCD menunjukkan posisi jarum. ### Mengubah langkah jahitan Untuk memangkas langkah jahitan, tekan tombol pengaturan langkah jahitan " – ". Untuk menambah panjang langkah jahitan, tekan tombol pengaturan langkah jahitan " + ". Semakin tebal kain, benang dan jarum, maka langkah jahitan pun semakin panjang. --- # JAHITAN ZIG-ZAG | 5 | 6 | | :-: | :-: | | 𝝣 | 𝝣 | --- ### Menyesuaikan lebar jahitan Lebar jahitan zig-zag maksimal adalah "7.0"; namun lebar tersebut dapat dikurangi apabila menjahit pola lainnya. Lebar jahitan bertambah ketika tombol pengaturan lebar jahitan dari "0.0-70". ### Menyesuaikan langkah jahitan Kerapatan jahitan zig-zag bertambah ketika langkah jahitan disesuaikan mencapai "0.3". Jahitan zig-zag yang rapi dapat diperoleh pada pengaturan "1.0-2.5". Jahitan zig-zag yang rapat dikenal dengan sebutan jahitan satin. <br> <p align="center"><b>33</b></p>
Halaman 39
O' JAHITAN STRETCH 3 4 Jahitan stretch Jahitan lurus Jahitan stretch sangat kuat dan fleksibel, cocok untuk digunakan saat ingin menggabungkan kain berat seperti kain dril. Jahitan ini bisa juga digunakan sebagai jahitan atas dekoratif. 3 4 Jahitan stretch digunakan untuk menambah kekuatan pada keliman. 34
Halaman 40
# JAHITAN SEMI OBRAS ## Menggunakan sepatu semi obras       1. Ganti sepatu penindas dengan sepatu semi obras. 2. Ketika menjahit, pinggiran kain harus sejajar dengan pengantar sepatu semi obras. > **Perhatian:** Sepatu semi obras harus digunakan untuk menjahit pola langsung/cepat 5 dan 8. Jangan mengatur kerapatan jahitan kurang dari "5.0", karena jarum dapat mengenai sepatu penindas dan bisa patah ketika digunakan menjahit pola dan penyesuaian lebar yang lain. ## Menggunakan sepatu serba guna       1. Ganti sepatu penindas dengan sepatu serba guna. 2. Jahit pinggiran kain dengan jahitan semi obras, agar jarum dapat tepat mengenai batas pinggiran kain. 35
Halaman 41
# OBRAS BUTA 9 A-03 A-04 2.5~4.0 1.0~2.0 9: Obras buta untuk kain tenun A-03: Obras buta untuk kain stretch A-04: Obras buta untuk kain stretch ![Diagram showing fabric folded with measurements and labels] 5mm 5mm Bagian belakang Jahitan semi obras Bagian belakang 1. Lipat kain seperti yang terlihat pada gambar. > **Harap perhatikan:** Untuk menjahit obras buta diperlukan latihan rutin. Selalu lakukan uji coba jahitan. 2. Letakkan kain di bawah sepatu. Putar roda tangan berlawanan arah jarum jam hingga jarum bergeser ke sisi kiri. Lipatan kain akan terlubangi. Jika belum, maka sesuaikan lagi lebar jahitannya. 3. Ubah sesuaikan pengantar (b) dengan memutar kenop (a) agar pengantar dapat menekan lipatan kain. 4. Jahit perlahan, bawa kain dengan hati-hati menyusuri pengantar pinggiran. 5. Balik kainnya. 36
Halaman 42
# MENJAHIT KANCING 1. Pilih pola 25 dari pola grup "A" untuk memilih tombol memasang kancing. Ganti sepatu penindas dengan sepatu menjahit/memasang kancing. Geser tuas gigi "▼▼" ke gigi yang lebih rendah. 2. Letakkan kain di bawah sepatu. Taruh kancing di posisi yang diinginkan, turunkan sepatunya. 3. Sesuaikan lebar jahitan ke dari "2.5-4.5" sesuai dengan jarak antara kedua lubang pada kancing. 4. Putar roda tangan untuk memastikan jarum dapat masuk ke dalam kedua lubang kancing tanpa kendala. 5. Sebelum menjahit, tekan tombol pengunci otomatis untuk menjahit jahitan pengaman di kedua ujung jahitan. Jika perlu palang, letakkan jarum pentul di atas kancing dan mulailah menjahit. 6. Untuk kancing 4 lubang, jahit maju 2 lubang dulu, baru kemudian jahit mundur 2 lubang lainnya. 37
Halaman 43
# MENJAHIT LUBANG KANCING BERTALI | Kode Jahitan | Lebar Jahitan ($\xi\mu$) | Panjang Jahitan ($----$) | Keterangan / Penggunaan | | :--- | :---: | :---: | :--- | | **0** | 2.5 ~ 7.0 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk kain ringan sampai medium | | **A-14** | 3.0 ~ 7.0 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk kain ringan atau medium | | **A-15** | 3.0 ~ 7.0 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk kain ringan atau medium | | **A-16** | 2.5 ~ 5.5 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk kain tebal | | **A-17** | 2.5 ~ 5.5 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk kain ringan atau medium | | **A-18** | 5.5 ~ 7.0 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk kain berat/tebal | | **A-19** | 5.5 ~ 7.0 | 0.3 ~ 1.0 | Untuk jeans atau celana kain | | **A-20** | 3.0 ~ 7.0 | 1.0 ~ 2.0 | Untuk jeans atau kain stretch kasar | | **A-21** | 3.0 ~ 7.0 | 1.0 ~ 3.0 | Untuk kain stretch | > 👉 **Harap perhatikan:** Sebelum menjahit sebuah lubang kancing pada jahitan, berlatihlah menjahitnya dengan jenis kain yang sama. --- ### Langkah-langkah: #### **1** Tandai posisi penempatan lubang kancing dengan kapur jahit pada kain. Panjang maksimal lubang kancing adalah 3 cm (1 3/16 inch). *(Total diameter = ketebalan kancing.)* #### **2** Pasang sepatu lubang kancing, lalu tarik plat penampang kancing dan masukkan kancingnya. Ukuran lubang kancing dibuat sesuai dengan ukuran kancing. Benang dimasukkan melalui lubang di sepatu penindas, lalu ditempatkan di bawah sepatu. --- **38**
Halaman 44
# MENJAHIT LUBANG KANCING BERTALI --- ### **3** **Pilih jahitan lubang kancing.** Sesuaikan lebar jahitan dan langkah jahitan sesuai dengan lebar dan kerapatan yang diinginkan. *(Titik mulai)* --- ### **4** **Letakkan kain di bawah sepatu** dan kedua tanda baik yang ada di kain dan sepatu sama-sama sejajar. **Turunkan tuas lubang kancing,** pastikan berada pada posisi di belakang braket sepatu lubang kancing. --- ☞ **Harap perhatikan:** Ketika memilih pola lubang kancing, layar LCE akan menampilkan " $\frac{\downarrow}{\text{PUSH}}$ " untuk mengingatkan agar menurunkan tuas lubang kancing. --- ### **5** **Sembari memegang ujung benang atas,** mulailah menjahit. --- <p align="center"><b>39</b></p>
Halaman 45
MENJAHIT LUBANG KANCING BERTALI 0 A-14 A-16 A-17 U U U A-15 A-18 A-19 U U U A-20 A-21 6 Lubang kancing di jahit dari depan sepatu penindas ke belakang, seperti yang terlihat pada gambar. 7 Sobek bagian tengan lubang kancing, hati-hati jangan sampai menyobek kedua bagian ujungnya. 40
Halaman 46
# MENJAHIT LUBANG KANCING BERTALI ## Membuat lubang kancing pada kain stretch Ketika menjahit lubang kancing bertali, kaitkan benang tebal atau tali di bawah sepatu lubang kancing. ### 1 Pasang sepatu lubang kancing dan kaitkan benang spiral ke sisi belakang sepatu penindas. Bawa kedua ujung benang spiral ke bagian depan sepatu dan masukkan mereka ke dalam alur dan ikat sementara. Atur lebar jahitan agar sesuai dengan diameter benang spiral. ### 2 Setelah selesai menjahit, tarik benang spiralnya untuk membuang kerutan, lalu potong ssa benang. --- ☞ **Harap perhatikan:** Disarankan untuk menggunakan alas di bawah kain. --- **41**
Halaman 47
# JAHITAN PENGUAT KISI-KISI ### Pengaturan Parameter: * **Pola:** A-22 * **Sepatu Penindas:** D (Sepatu lubang kancing) * **Lebar Jahitan:** 1.0 ~ 3.0 * **Panjang Jahitan:** 0.3 ~ 1.0 --- ### Langkah-Langkah Penggunaan: 1. **Pilih pola 22** dari pola grup "A" untuk memilih jahitan penguat. Ganti sepatu penindas dengan sepatu lubang kancing. 2. **Tarik penampang kancing** ke belakang. Atur tombol plat pengantar di sepatu lubang kancing ke ukuran yang diinginkan. 3. **Atur posisi kain** sedemikian rupa agar jarum berada pada titik 2 mm di depan batas garis jahitan, kemudian turunkan sepatu penindas. 4. **Masukkan benang** ke lubang pada sepatu penindas. Turunkan tuas lubang kancing. Tuas itu terletak di belakang braket sepatu lubang kancing. Pegang ujung benang dengan tangan kiri, baru mulai menjahit. 5. **Jahitan penguat** telah jadi. 6. **Gambar di samping** menunjukkan contoh penggunaan jahitan penguat kisi-kisi di pojok kantong. --- **42**
Halaman 48
# JAHITAN MATA AYAM | A-23 | A-24 | | | :---: | :---: | :---: | | <img src="stitch1" alt="Stitch 1" width="30"/> | <img src="stitch2" alt="Stitch 2" width="30"/> | **A** | **5.0 6.0 7.0** **A-23:** Pilih utk menjahit mata ayam pada sabuk, dll **A-24:** Pilih utk menjahit mata ayam pada sabuk, dll --- ### **1** Pilih pola 23 atau 24 dari pola grup "A" untuk memilih jahitan mata ayam. Pasang sepatu penindas "A". --- ### **2** Tekan tombol pengaturan lebar jahitan " - " atau " + " untuk memilih ukuran jahitan mata ayam. * **A. Besar:** 7.0 mm (1/4 inchi) * **B. Medium:** 6.0 mm (15/64 inchi) * **C. Kecil:** 5.0 mm (3/16 inchi) --- ### **3** Turunkan jarum ke kain pada awal menjahit, lalu turunkan tuas sepatu penindas. Setelah jahitan selesai, mesin secara otomatis menjahit jahitan penguat, kemudian berhenti. --- ### **4** Buat lubang di tengah menggunakan alat "eyelet punch" seperti yang terlihat pada gambar. *\* Eyelet punch tidak termasuk dalam paket mesin ini.* --- **43**
Halaman 49
# JAHITAN TISIK | Pola | Lebar Jahitan (mm) | Panjang Jahitan (mm) | | :---: | :---: | :---: | | **A-26**<br>**A-27**<br>Sepatu: **D** | <br> **3.5~7.0** | <br> **1.0~2.0** | --- ### **1** Pilih pola 26 atau 27 dari pola grup "A" untuk memilih jahitan tisik. Ganti sepatu penindas dengan sepatu lubang kancing. --- ### **2** Jelujuri kain atas dan kain penguat menjadi satu. Pilih lebar pola dengan menggunakan tombol lebar jahitan. Turunkan sepatu penindas tepat di atas bagian tengah sobekan. --- ### **3** Tarik penampang kancing ke belakang. Atur tombol plat pengantar pada sepatu lubang kancing ke ukuran yang diinginkan. --- ### **4** Ukuran tisikan bermacam-macam. Namun panjang langkah jahitan maksimal adalah 2,6 cm (1 inchi) dan lebar jahitan maksimalnya 7 mm (9/32 inchi). **a.** Panjang pola tisik **b.** Lebar pola tisik --- <p align="center">44</p>
Halaman 50
O' JAHITAN TISIK 5 Posisikan kain sedemikian rupa agar jarum berada 2 mm (1/16 inchi) di depan area yang akan di tisik, baru setelahnya turunkan tuas sepatu penindas. Harap perhatikan: Ketika menurunkan sepatu penindas, jangan dorong ke depan sepatu penindas, karena ukuran tisikan akan tidak tepat. 2mm 5 6 Masukkan benang ke dalam lubang pada sepatu penindas. Turunkan tuas lubang kancing. Letaknya di belakang braket pada sepatu lubang kancing. Pegang ujung benang perlahan dengan tangan kiri, lalu mulai menjahit. PUSH Harap perhatikan: Ketika memilih pola lubang kancing atau tisikan, layar LCD akan menampilkan simbol "PUSH" agar tak lupa untuk menurunkan tuas lubang 6 7 Jahitan tisik dijahit dari depan sepatu penindas ke belakang, seperti yang terlihat pada gambar. 7 8 Apabila area jahitannya luas, silahkan menjahit beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 8 45
Halaman 51
# MEMASANG RESLETING --- | Pengaturan | Lebar Jahitan | Panjang Jahitan | | :---: | :---: | :---: | | Sepatu 1 (Sepatu Resleting) | **3.5** | **1.5~3.0** | > ⚠️ **Perhatian:** Sepatu resleting digunakan dengan pengaturan jahitan lurus serta posisi jarum tengah. Karena jika tidak, jarum dapat mengenai sepatu penindas dan patah saat menjahit pola lain. --- ### Memasang resleting model biasa (centered zipper) 1. **Jelujuri resleting pada kain.** 2. **Buka keliman dan masukkan resleting ke dalamnya dalam posisi terbalik. Jelujuri pinggiran resleting.** 3. **Pasang sepatu resleting. Ketika menjahit sisi kiri resleting, pasang pasak sepatu penindas sisi kanan ke penampang.** 4. **Ketika menjahit sisi kanan resleting, pasang pasak sepatu penindas sisi kiri ke penampang.** 5. **Jahit sisi kiri resleting dari bawah ke atas.** 6. **Jahit di ujung akhir dan sisi kanan resleting. Lepas jahitan jelujurnya dan tekan.** --- <p align="center">46</p>
Halaman 52
# MEMASANG RESLETING ## Memasang resleting jepang (lapped zipper) 1. **Jelujuri resleting pada kain.** *(Keterangan gambar 1: Jarak dari atas adalah 2 inchi / 5 cm)* 2. **Lipat keliman ke sisi kiri.** Kemudian lipat ke kanan untuk menghasilkan lipatan sepanjang 3 mm (1/8 inchi). 3. **Pasang sepatu resleting.** Ketika menjahit sisi kiri resleting, pasang pasak sepatu penindas sisi kanan ke penampang. Dan ketika menjahit sisi kanan resleting, pasang pasak sepatu penindas sisi kiri ke penampang. 4. **Jahit sisi kiri resleting dari bawah ke atas.** 5. **Buka sisi kanan kain**, jahit ujung bawah dan sisi kanan resleting. 6. **Hentikan jahitan pada jarak 5 cm (2 inchi)** dari bagian atas resleting. Lepas jelujurnya dan buka resleting. Jahit keliman yang masih terbuka. *** <p align="center"><b>47</b></p>
Halaman 53
# MENJAHIT KELIMAN RAPAT ### PENGATURAN JAHITAN * **Pola Jahitan**: 1 * **Sepatu Penindas**: K * **Lebar Jahitan**: 3.5 * **Panjang Jahitan**: 1.5 ~ 3.0 --- ### LANGKAH JAHIT 1. **Lipat pinggiran kain** sekitar 3 mm (1/8 inchi), lalu lipat sekali lagi sepanjang 3 mm (1/8 inchi) dan tarik sepanjang 5 cm (2 inchi) sepanjang pinggiran kain. 2. **Kenakan jarum** pada lipatan dengan memutar roda tangan berlawanan arah jarum jam, dan turunkan sepatu penindas. Jahit beberapa jahitan dan angkat sepatu penindas. Sisipkan lipatan kain ke ujung sepatu kelim. Geser kain maju mundur sampai lipatan kuat. 3. **Turunkan sepatu penindas** dan mulai menjahit, pandu pinggiran kain dengan sepatu kelim. --- **48**
Halaman 54
# MENJAHIT JAHITAN TALI KOR (CORDING) Jahit satu, dua atau tiga alur jahitan tali kor untuk memperkuat atau menghias kain. Benang katun, sutera bordir atau serat wol bisa digunakan untuk menjahit tali kor. --- ### ● Menjahit tali kor 1 alur **Pilihan Pola & Sepatu:** * **Pola:** 5 * **Sepatu:** M \* Sepatu jahit tali kor (cording) adalah aksesoris opsional. Beri tanda pada kain. Masukkan tali benang ke alur sepatu cording dari sisi kanan. Tarik tali benang sepanjang 5 cm di belakang sepatu. Alur pada sepatu akan menjaga bentuk jahitan saat tali sedang dijahit. Pilih jenis jahitan dan atur lebar jahitan sehingga jahitan hanya akan menutupi tali benang. Turunkan sepatu dan jahit perlahan, sesuia dengan desain. --- ### ● Menjahit tali kor 3 alur **Pilihan Pola & Sepatu:** * **Pola:** 6, A-10, A-43 * **Sepatu:** M Geser benang jahitan ke kiri dan masukkan tiga tali benang ke dalam alur sepatu dan tarik sepanjang kira-kira 5 cm (2 inchi) si belakang sepatu. Pilih pola yang diinginkan dan sesuaikan lebar jahitan sehingga jahitan hanya akan menutupi tali benang. Turunkan sepatu dan jahin perlahan sesuai dengan desain. --- <p align="center">49</p>
Halaman 55
# MENJAHIT JAHITAN SATIN 5 A-28 A-29 A-30 A-31 A-32 A-33 A-34 A-35 A-36 A-37 A-38 A-39 A-40 A-41 A-42 A-43 A-44 A-45 A-46 A-47 A-48 A-49 A-50 A-51 A-52 A-53 A-54 A-55 A-56 A-57 A-58 A-59 A-60 | | | | :--------- | :------- | | 3.5~7.0 | 0.5~2.0 | Gunakan sepatu jahitan satin saat menjahit satin dan jahitan dekoratif. Sepatu ini memiliki alur di bagian bawah yang bisa memungkinkan sepatu bergerak bebas saat menjahit jahitan tebal. Untuk mengganti pola jahitan satin atau dekoratif, tekan tombol pengatur lebar dan langkah jahitan, setelah itu pilih polanya. Lakukan uji coba terlebih dahulu sampai menemukan lebar dan langkah jahitan yang diinginkan. Harap perhatikan: Ketika menjahit kain yang sangat tipis, disarankan untuk menggunakan stabilizer (kain keras) sebagai alas kain. 50
Halaman 56
# PENGANTAR PINGGIRAN/QUILTING | Pola Jahitan | Sepatu Penindas | Lebar Jahitan | Panjang Jahitan | | :---: | :---: | :---: | :---: | | **1** <br> ╎ | **P** | **3.5** | **1.0~3.0** | \* Sepatu jahitan lurus adalah aksesoris opsional. Masukkan pengantar pinggiran/quilting pada penampang sepatu penindas dan tentukan jarak sisa sesuai yang diinginan, seperti yang terlihat pada gambar. Jahit baris pertama dan setelah itu geser kainnya dan lakukan jahitan yang sama seperti sebelumnya. --- **51**
Halaman 57
# MENJAHIT KERUTAN (GATHERING) --- ### PENGATURAN MESIN * **Posisi Jarum:** Tengah (1) * **Sepatu:** Sepatu Menjahit Kerutan (Gathering Foot) * **Tegangan Benang:** 1.0 * **Panjang Jahitan:** 4.5 --- ### Membuat kerutan pada kain Lepas penampang sepatu penindas dan pasang sepatu menjahit kerutan (gathering). Letakkan kain yang akan digabungkan (diberi kerutan) di bawah sepatu penindas. Jahit satu baris jahitan. Jahitan tersebut secara otomatis akan membuat kerutan pada kain sehinga menumpuk. Putar tombol keketatan benang atas untuk menentukan jumlah kerutan. Benang longgar maka kerutan tidak banyak, benang ketat, maka kerutannya banyak. Tombol langkah jahitan juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah kerutan. Semakin panjang langkahnya, maka semakin banyak kerutan yang dihasilkan. --- ### Menggabungkan kain dan membuat kerutan dalam 1 langkah Perhatikan seksama pada slot (lubang) di bawah sepatu gathering. Ketika menggunakan slot, bagian bawah lapisan-lapisan kain dapat digabungkan selagi memasangnya di bagian kain yang rata (tidak berkerut). * Lepas penampang sepatu penindas dan pasang sepatu menjahit kerutan (gathering). * Letakkan kain yang akan digabung di sisi kanan atas di bawah sepatu. * Letakkan lapisan atas kain di sisi kanan bawah di dalam slot. * Geser kedua lapisan kain seperti yang terlihat pada gambar. --- 👉 **Catatan:** Ketika melakukan uji coba dan pengaturan, sediakan kain yang beragam agar lebih mudah menentukan penyesuaian pada mesin. 👉 **Catatan:** Jahit dengan kecepatan rendah medium untuk kendali kain yang lebih bagus. --- **52**
Halaman 58
A-09 A-10 T A 1 2 3 4 1 2 3 4
Halaman 59
1 5 a b b a b a
Halaman 60
Halaman 61
1 1 2 3 4 ª 1 2 3 4
Halaman 62
A-08 A-06 T A 1 2 3 A-08 A-09 A-86 A-10 A-61 T A 2 1 3 1 2 3 1 2 3
Halaman 63
A-12 T Sisi belakang dari kain 1 2 3 A-13 A-35 T A 1 2 1 2 3 1 2
Halaman 64
A-28 A-29 A-30 A-31 A-32 A-33 A-34 A-35 A-36 A-37 A-38 A-40 A-41 A-42 A-43 A-44 A-45 A-46 A-47 A-48 A-49 A-50 1 2 ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ 3 A-39 A A-51 1 2 3
Halaman 65
1 2 3 1 2 3
Halaman 66
T 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 6
Halaman 67
1 1 2 M 2 3 M 3 4 M 4
Halaman 68
5 M 5 6 M 6 7 M 7 M 8 9 9 1 M 1 2 M 2
Halaman 69
1 M 1 2 M EDIT 2 M EDIT 3 4 M 4 1 M 1 2 M 2
Halaman 70
1 M 1 2 M 2 3 § ¦ M 3 4 4 5 M 5 6 6
Halaman 71
Halaman 72
¨ ¨ ¨
Halaman 73
ON OFF 1 2 3 1 2 § ¦ 3
Halaman 74
1 1
Halaman 75
2 3 2 3
Halaman 76
Halaman 77
--
Halaman 78
® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ¤ ¤ ¤
Halaman 79
® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ®
Halaman 80
® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ®
Halaman 81
® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ®
Halaman 82
® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ®
Halaman 83
® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ® ®
Halaman 84
021H5A4001(ID) PT. Wijaya Mapan Abadi JL. Jemursari No. 109, Surabaya IMKG.214.01.2021