Service Manual Suzuki Satria F150 — Isi Lengkap 197 Halaman
Halaman 1
**PETUNJUK**
Buku petunjuk ini berisi rincian keterangan
tentang Suzuki SATRIA F150 dan prosedur
pemeriksaan/perawatan
dan
cara
bongkar
pasang pada komponen-komponen penting.
lain
yang
sifatnya
umum
tidak
termasuk dalam buku ini.
Bacalah
informasi
umum,
agar
lebih
memahami garis besar tentang kendaraan dan
perawatan atau bagian penting lainnya yang
mana dapat dipergunakan sebagai panduan
yang benar saat pemeriksaan dan perawatan.
Buku
ini
akan
menolong
anda
untuk
mengetahui lebih jauh tentang kendaraan
, dengan demikian anda dapat
meyakinkan pelanggan anda bahwa anda
mampu
menangani
secara
maksimal
dan
cepat.
SATRIA F150
* Buku panduan ini disiapkan berdasarkan
spesifikasi akhir saat diterbitkan.
Bila kemudian ada perubahan, jelas ada
ketidaksamaan
antara
buku
dengan
kendaraan sebenarnya.
*
Gambar-gambar
yang
digunakan
menunjukkan prinsip dasar dari fungsi
dan prosedur kerja.
* Buku panduan ini diperuntukkan bagi
mereka yang telah memiliki pengetahuan
dan
keterampilan
dalam
menangani
sepedamotor Suzuki. Tanpa pengetahuan
dan keterampilan termaksud, anda tidak
akan
mampu
menangani
hanya
berdasarkan isi buku petunjuk ini.
Untuk
itu,
kami
persilahkan
anda
menghubungi jaringan perwakilan resmi
Suzuki yang terdekat.
****
**Mekanik** **tak** **berpengalaman** **atau** **tanpa**
**peralatan** **yang** **memadai,** **tidak** **akan**
**dapat melakukan service dengan benar.**
**Kesalahan**
**penanganan/perawatan**
**kendaraan**
**bisa**
**mengakibatkan**
**kecelakaan**
**kerja**
**bagi**
**mekanik**
**dan**
**dapat**
**mengakibatkan**
**sepedamotor**
**tidak aman untuk dikendarai.**
**PT.** **INDOMOBIL SUZUKI **
SERVICE & QA
SERVICE RODA DUA
##
## GROUP INDEX
##
## 1
##
## 2
##
## ⚠
##
## 4
**SISTEM** **PELUMASAN DAN**
**BAHAN BAKAR**
##
## 5
##
## 6
##
## 7
Halaman 2
** BUKU PETUNJUK INI**
**MENEMUKAN **
1. Isi buku ini dibagi menjadi beberapa bab.
2. N a m a - n a m a
b a b
t e r c a n t u m
d a l a m
daftar
dihalaman sebelum ini,
pilih bab yang memuat bagian yang anda cari.
3. Dengan cara memegang buku petunjuk seperti
pada gambar disebelah kanan ini, anda akan
segera dapat menemukan halaman pertama
dari
bab
yang
anda
cari
dengan
mudah.
4. Halaman pertama dari masing-masing bab,
memuat daftar isi dari bab tersebut. Carilah
bagian dan halaman sesuai dengan kebutuhan
anda.
**GROUP** **INDEX**
** KOMPONEN DAN HARUS DILAKUKAN**
Dibawah nama masing-masing sistem atau unit, disajikan gambar terurai berikut instruksi
pekerjaan dan Petunjuk Perawatan lainnya seperti batas kekencangan, bagian-bagian yang
harus dilumasi dan bagian-bagian yang harus dikunci.
**Contoh** **: Roda Depan**
Halaman 3
**SIMBOL**
Daftar pada tabel dibawah ini adalah simbol-simbol yang menunjukkan tentang instruksi kerja
dan informasi yang dibutuhkan dalam perawatan dan simbol-simbol ini adalah untuk
memudahkan dalam pelaksanaannya
Pemeriksaan
pengencangan
t e r l e t a k
d i s a m p i n g
d a t a
pengencangan
Berikan oli : Gunakan oli mesin
jangan melampaui petunjuk.
Berikan SUZUKI SUPER GREASE
“A”
B e r i k a n
S U Z U K I
S I L I C O N
GREASE
Berikan
SUZUKI
MOLY
PASTE
Berikan
SUZUKI
BOND
“1215”
BerikanTHREAD LOCK “1207B”
Berikan THREAD LOCK SUPER
“1303”
BerikanTHREAD LOCK “1342”
Berikan THREAD LOCK SUPER
“1360”
Berikan atau gunakan cairan rem
Ukur pada skala tegangan
Ukur pada skala tahanan
Ukur pada skala kuat arus
Gunakan alat khusus
Gunakan oli suspensi
Halaman 4
##
## INFORMASI
##
## UMUM
##
## DAFTAR
##
## ISI
##
## 1
/PERHATIAN/CATATAN ...................................................... 1 - 1
SECARA UMUM ............................................................... 1 - 1
SUZUKI FU 150 SC .................................................................................. 1 - 3
LOKASI NOMOR SERIE ........................................................................... 1 - 3
BAHAN BAKAR DAN OLI YANG ...................................... 1 - 4
BAHAN BAKAR ..............................................................................1 - 4
OLI MESIN ....................................................................................... 1 - 4
CAIRAN REM .................................................................................1 - 4
OLI SUSPENSI DEPAN .................................................................. 1 - 4
PROSEDUR PEMAKAIAN PERTAMA ....................................................... 1 - 4
............................................................................................. 1 - 5
Halaman 5
- 1 INFORMASI UMUM
##
## /PERHATIAN/CATATAN
Silahkan membaca petunjuk-petunjuk berikut :
****
Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan kecelakaan dan kematian.
**PERHATIAN**
Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.
**CATATAN** **:**
Hal ini menunjukkan informasi khusus untuk perawatan atau petunjuk yang tepat.
Bagaimanapun, di dalam menjalankan/mematuhi tanda-tanda peringatan atau perhatian,
tidak mungkin dapat mendeteksi semua kemungkinan terjadinya kecelakaan saat
melakukan perawatan/perbaikan.
Anda harus mengetahui prinsip dasar keselamatan kerja, sehingga dapat membuat
keputusan yang benar dalam menangani sepedamotor. Bila anda ragu-ragu, mintalah saran
dari mekanik yang lebih berpengalaman.
##
##
##
## SECARA UMUM
****
***** **Service** **dan** **cara** **perbaikan** **yang** **baik** **sangat** **penting** **untuk** **keselamatan**
**mekanik** **dan keamanan serta kenyamanan pengendara.**
***** **Bila** **pekerjaan** **dikerjakan** **oleh** **2** **(dua)** **orang** **atau** **lebih,** **agar** **masing-masing**
**memperhatikan keselamatannya.**
***** **Bilamana** **menghidupkan** **mesin** **di** **dalam** **ruangan,** **pastikan** **gas** **buang** **dapat**
**keluar ruangan.**
***** **Bilamana** **mengerjakan** **bahan** **yang** **mengandung** **racun** **dan** **mudah** **terbakar,**
**pastikan tempat anda bekerja mempunyai ventilasi yang baik dan ikuti petunjuk**
**yang dianjurkan.**
***** **Jangan menggunakan bensin sebagai cairan pembersih.**
***** **Hindari menyentuh mesin, oli mesin atau knalpot setelah beberapa saat mesin**
**dihidupkan/dijalankan.**
***** **Setelah melaksanakan service, periksa semua jalur dan ketepatan pemasangan**
**Dari kemungkinan bocornya bahan bakar, oli, knalpot dan sistem rem.**
Halaman 6
****
* Bila perlu mengganti suku cadang, gantilah dengan suku cadang asli Suzuki.
* Saat melepas suku cadang kemudian menggunakan lagi, pastikan suku cadang
tersebut masih bagus.
* Gunakan SpecialTools sesuai petunjuk.
* Pastikan semua suku cadang yang dipergunakan dan ketika dipasang kembali
harus bersih serta perhatikan juga spesifikasi pelumasan.
* Pergunakanlah pelumas, bond atau sealant, sesuai penggantiannya/petunjuk.
* Pada waktu melepas batere, lepaskan terlebih dahulu kabel negatip dan kemudian
kabel positip.
* Bilamana memasang kembali batere, pasanglah kabel positip dahulu dan kemudian
kabel negatip dan ganti tutup terminal positip.
* Bilamana mengerjakan komponen listrik, lepas kabel negatip batere.
* Kencangkan baut-baut dan mur Cylinder Head, mulailah dengan diameter yang besar
dan selanjutnya dengan diameter yang kecil, dari dalam keluar secara menyilang.
* Bilamana anda membuka suku cadang seperti oil seal, gasket, packing, O-ring,
Washer pengunci, Cotter pin, Circlip dan suku cadang lain, pastikan agar diganti
dengan yang baru.
Sebelum memasang suku cadang baru, bahan pelapisnya harus dilepaskan/dibuang.
* Jangan pergunakan Circlip bekas. Pada saat memasang Circlip baru jangan
memperbesar jarak ujung Circlip, karena Circlip akan mudah terlepas. Setelah
memasang Circlip, pastikan bahwa Circlip telah masuk dengan benar pada alurnya.
* Jangan menggunakan mur Self-lock yang telah dibuka berkali-kali.
* Pergunakan kunci momen untuk ketepatan pengencangan sesuai spesifikasi yang
dianjurkan.
Bersihkan oli atau gemuk yang mungkin menempel pada drat/ulir.
* Setelah pemasangan, periksa semua kekencangannya dan pastikan komponennya
dapat berfungsi dengan baik.
* Untuk menjaga lingkungan, buanglah barang-barang bekas seperti oli, batere dan
ban pada tempatnya.
INFORMASI UMUM 1 - 2
Halaman 7
- 3 INFORMASI UMUM
##
## SUZUKI
##
## SATRIA F 150
**TAMPAK** **KANAN TAMPAK KIRI**
* Perbedaan antara gambar ilustrasi dengan keadaan fisik kendaraan sebenarnya,
tergantung pada pasar.
##
## LOKASI NOMOR SERIE
Nomor seri rangka atau V.I.N (Vehicle Identification Number) 1 terletak pada bagian kanan
pipa kemudi. Nomor seri mesin
2
terletak di bagian bawah crankcase. Nomor-nomor ini
berguna untuk pendaftaran dan pemesanan suku cadang.
##
## BAHAN
##
## BAKAR DAN OLI YANG
**BAHAN** **BAKAR**
Pergunakan bensin yang berkadar oktan 91 - 95 (Metoda Riset) atau lebih.
Dianjurkan untuk menggunakan jenis bensin tanpa timbal.
Halaman 8
**OLI** **MESIN**
Pergunakan oli mesin dengan klasifikasi, SF
atau SG dan tingkat kekentalannya SAE
20W/50. Bila SAE 20W/50 tidak ada, pilihlah
alternatif seperti tercantum pada tabel di
sebelah kanan ini.
**CAIRAN** **REM**
Spesifikasi dan klasifikasi : DOT 4
****
Rem sepedamotor ini diisi dengan cairan rem jenis glycol-based, jangan menggunakan
atau mencampur bermacam-macam jenis cairan rem seperti silicon-based atau
petroleum-based untuk mengisi ulang, karena dapat menimbulkan kerusakan yang
serius.
Jangan menggunakan cairan rem yang sudah lama atau bekas atau yang telah terbuka
lama.
Jangan menggunakan cairan rem yang sudah kadaluarsa
**OLI** **SUSPENSI/GARPU DEPAN**
Pergunakan oli garpu depan
## 10.
**PROSEDUR** **PEMAKAIAN PERTAMA**
Dalam proses pabrikasi senantiasa hanya menggunakan material pilihan dan semua parts
dibuat dengan standar kwalitas yang tinggi, namun perlu dilakukan “UJI COBA” untuk
komponen-komponen yang bergerak sebelum menggunakannya secara maksimum.
Kemampuan dan ketahanan mesin tergantung pada perawatan dan cara penggunaan
selama awal pemakaian.
Berikut adalah cara penggunaan kendaraan dengan posisi gas yang dianjurkan :
**Pemakaian sampai 800 km pertama**
**: Kurang dari ½ putaran gas**
**Sampai dengan 1.600 km**
**: Kurang dari 3/4 putaran gas.**
Setelah menempuh jarak 1.600 km, sepedamotor sudah dapat dipergunakan dengan
tarikan gas sepenuhnya.
INFORMASI UMUM 1 - 4
Halaman 9
- 5 INFORMASI UMUM
##
##
**DIMENSI DAN BERAT KERING**
Panjang keseluruhan
..................................................
1.940 mm
Lebar keseluruhan
..................................................
652 mm
Tinggi keseluruhan
.................................................
941 mm
Jarak antara roda
..................................................
1.280 mm
Ketinggian tempat duduk
..................................................
764 mm
Jarak terendah ke tanah
.................................................
140 mm
Berat kering
.................................................
95 kg
**MESIN**
Jenis
..................................................
4 langkah, DOHC,
Pendingin udara.
Jumlah cylinder
.................................................
1
Diameter cylinder
.................................................
62,0 mm
Langkah piston
.................................................
48,8 mm
Isi cylinder
.................................................
147,3 cm
Perbandingan kompresi
.................................................
10,2 : 1
Karburator
.................................................
MIKUNI BS 26-187
Saringan udara
.................................................
Jenis Kertas
Sistem starter
.................................................
Engkol
Sistem Pelumasan
.................................................
Wet sump
**TRANSMISI**
Kopling
.................................................
Plat majemuk tipe Basah
Transmisi
.................................................
6 kecepatan constant mesh
Pola perpindahan gigi
.................................................
1-ke bawah, 5-ke atas
Reduksi awal
.................................................
3,500 (70/20)
Reduksi akhir
.................................................
3,071 (43/14)
Perbandingan gigi, Rendah.................................................
2,750 (33/12)
Kedua .................................................
1,785 (25/14)
Ketiga .................................................
1,368 (26/19)
Keempat ...............................................
1,095 (23/21)
Kelima
...............................................
0,913 (21/23)
Top
...............................................
0,800 (20/25)
Rantai penggerak
...............................................
DAIDO DID428DS, 122 mata
⚠
Halaman 10
**RANGKA**
Suspensi depan
..................................................
Teleskopik, pegas lingkar,
bantalan oli
Suspensi belakang
..................................................
Lengan ayun, pegas lingkar,
coil spring, bantalan oli
Sudut kemudi
.................................................
45 (Kanan dan Kiri)
Caster
..................................................
25
Trail
..................................................
96 mm
Radius putar
.................................................
2,0 m
Rem depan
.................................................
Disc brake (Rem Cakram)
Rem belakang
.................................................
Disc brake (Rem Cakram)
Ukuran ban depan
.................................................
70/90-17 38S
Ukuran ban belakang
.................................................
80/90-17 44S
Panjang langkah garpu depan ............................................
90 mm
Jarak main roda belakang
.................................................
100 mm
****
Jenis pengapian
..................................................
Pengapian elektronik (CDI)
Timing pengapian
.................................................
5 TMApada 1.500 rpm
Busi
.................................................
NGK CR8E atau DENSO
U24ESR-N
Batere
.................................................
12V 2,5Ah 10 HR
Magnet
.................................................
A.C. Generator
Sekering
.................................................
10A
Lampu utama
.................................................
12V 32/32+18/18W
Lampu sein
.................................................
12V 10W
Lampu rem / lampu belakang
............................................
12V 18/5W
Lampu speedometer
.................................................
LED (KUNING)
Lampu indikator posisi gigi netral ........................................
LED (HIJAU)
Lampu indikator posisi gigi top ............................................
LED (KUNING)
Lampu indikator lampu jauh ................................................
LED (BIRU)
Lampu indikator lampu sein ................................................
LED (KUNING)
**KAPASITAS**
Tangki bensin
.................................................
4,9 L
Oli mesin, penggantian oli
.................................................
1.000 ml
Berikut penggantian saringan ...........................
1.100 ml
Bongkar mesin
.................................................
1.200 ml
Oli suspensi depan
.................................................
103,5 ml
**CATATAN :**
**Spesifikasi dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.**
INFORMASI UMUM 1 - 6
°
°
Halaman 11
##
## PERAWATAN
##
## BERKALA
##
## DAFTAR
##
## ISI
##
## 2
JADUAL PERAWATAN BERKALA ............................................................ 2 - 1
TABEL PERAWATAN BERKALA ..................................................... 2 - 1
YANG PERLU DILUMASI ................................ 2 - 2
PROSEDUR PERAWATAN DAN ..................................... 2 - 3
BATERE .......................................................................................... 2 - 3
BAUT-BAUT PIPA KNALPOT
....................................................... 2 - 3
SARINGAN UDARA ........................................................................ 2 - 3
KATUP
........................................................... 2 - 5
BUSI ............................................................................................... 2 - 10
OLI MESIN DAN SARINGAN OLI .................................................. 2 - 11
SALURAN BENSIN ........................................................................ 2 - 12
KOPLING ...................................................................................... 2 - 12
............................................................................. 2 - 12
JARAK MAIN KABEL GAS ........................................................... 2 - 13
SISTEM PAIR (PASOKAN UDARA) .............................................. 2 - 13
RANTAI PENGGERAK .................................................................. 2 - 14
REM .............................................................................................. 2 - 15
BAN ............................................................................................... 2 - 18
KEMUDI ........................................................................................ 2 - 18
SUSPENSI DEPAN ....................................................................... 2 - 19
SUSPENSI BELAKANG ................................................................ 2 - 19
MUR-MUR DAN BAUT-BAUT RANGKA ........................................ 2 - 19
TEKANAN OLI
.............................................................. 2 - 21
Halaman 12
- 1 PERAWATAN BERKALA
##
## JADUAL PERAWATAN
##
## BERKALA
Tabel dibawah ini menunjukkan jadual perawatan yang harus dilaksanakan secara berkala
agar sepedamotor selalu dalam kondisi prima dan ekonomis.
Pelaksanaannya diatur berdasarkan jarak tempuh atau waktu, dipilih mana yang lebih dulu
dicapai demi kenyamanan anda.
**CATATAN :**
Sepedamotor harus lebih sering di service bila digunakan pada kondisi jalan yang berat.
**TABEL PERAWATAN** **BERKALA**
Ganti pada 500 Km. Pertama, Periksa setiap 2.500 Km.
Ganti setiap 7.500 Km.
**CATATAN** **:**
P = Periksa dan setel, bersihkan, lumasi atau ganti bila perlu
B = Bersihkan G = Ganti K = Kencangkan
Periksa setiap 12.500 Km.
Halaman 13
##
## YANG
##
## PERLU DILUMASI
Pelumasan yang benar adalah penting agar komponen-komponen yang bergerak dapat
berfungsi dengan baik dan awet.
Bagian-bagian yang harus dilumasi ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
: GEMUK
: OLI
Kabel gas
Dudukan tuas rem
As pedal rem
Dudukan tuas kopling
Kabel kopling
As roda belakang
As penyangga tengah
dan pengait pegas
As penyangga samping
dan pengait pegas
**CATATAN :**
*
Sebelum pelumasan, bersihkan bagian-bagian yang akan dilumasi dari noda karat, sisa-
sisa gemuk, oli atau kotoran lainnya.
*
Lumasi bagian yang mudah berkarat dengan pelumas anti karat bila motor sering
digunakan pada kondisi basah atau hujan.
PERAWATAN BERKALA 2 - 2
Bearing batang kemudi
As roda depan
As tuas kick starter
Rantai penggerak
Halaman 14
- 3 PERAWATAN BERKALA
**PROSEDUR PERAWATAN DAN **
Pada
bagian
ini
dijelaskan
tentang
prosedur
perawatan
untuk
masing-masing
bagian
yang
dibutuhkan pada perawatan berkala.
**BATERE**
Periksa pada 500 km (1bulan) pertama dan
setiap 2.500 km (3 bulan) sesudahnya.
Tegangan batere harus diperiksa.
Buka tempat duduk.
Periksa tegangan batere dengan mengukurnya
diantara terminal
+
dan terminal
-
batere
seperti pada gambar.
Bila tegangannya kurang dari 12,4 Volt, batere
harus diisi kembali / charge.
•
****
•
Ketika melepas batere, cabut kabel negatip -
terlebih dahulu, kemudian kabel positip
+
.
Saat memasang batere, sambungkan kabel
positip
+
terlebih dahulu, kemudian pasang
kabel negatip - .
•
**BAUT-BAUT **
Kencangkan pada 500 km (1 bulan) pertama
dan
periksa
setiap
2.500
km
(3
bulan
sesudahnya).
•
Kencangkan baut-baut pipa knalpot, baut dan
mur dudukan muffler sesuai batas kekencangan
Yang diijinkan.
**Baut** **pipa knalpot : 11 N-m (1,1 Kg-m)**
**Mur dan baut dudukan muffler : (26 N-m (2,6 Kg-m)**
-
Halaman 15
**SARINGAN UDARA**
Bersihkan setiap 2.500 km (3 bulan)
Bila saringan udara tersumbat debu, maka akan
menghambat pemasukan udara sehingga tenaga
mesin akan berkurang dan bahan bakar boros.
Periksa dan bersihkan elemen saringan udara
sesuai langkah-langkah berikut :
•
Lepaskan penutup rangka. (Lihat hal. 5 - 2)
Lepaskan
elemen
saringan
udara
dengan
melepas sekerup 1 .
•
Keluarkan elemen saringan udara.
•
Tiuplah
dengan
selang
angin
untuk
menghilangkan
debu
dari
elemen
saringan
udara.
**PERHATIAN**
•
Arahkan
udara
bertekanan
dari
sisi
lembaran kerja.
Bila sepedamotor sering digunakan pada
kondisi jalan berdebu, elemen saringan
udara harus lebih sering dibersihkan.
Cara yang paling baik untuk mempercepat
umur
pakai
mesin
adalah
dengan
menggunakan mesin tanpa saringan udara
atau menggunakan saringan udara yang
sudah rusak.
Pastikan,
saringan
udara
selalu
dalam
kondisi yang baik setiap waktu.
Keawetan mesin, banyak tergantung dari
komponen ini.
•
PERAWATAN BERKALA 2 - 4
Halaman 16
- 5 PERAWATAN BERKALA
** KATUP**
Periksa setiap 12.500 km.
•
Lepas penutup rangka bagian tengah, kanan dan
kiri (lihat hal. 5 - 2 )
Cabut cap busi dan lepaskan busi.
Lepaskan penutup cylinder head.
•
Spesifikasi kerenggangan katup intake dan exhaust
berbeda.
Setelan, kerenggangan katup harus diperiksa dan di
setel.
1). Sesuai pemeriksaan berkala.
2). Saat perbaikan mekanisme katup dan
3). Saat perbaikan camshaft.
**Kerenggangan katup (saat dingin)**
**IN** **= 0,10 - 0,20 mm**
**EX = 0,20 - 0,30 mm**
**CATATAN :**
*****
Saat memeriksa atau menyetel kerenggangan
katup, piston harus berada pada Titik Mati Atas
(TMA) pada langkah kompresi.
*
Spesifikasi kerenggangan katup dihitung saat
mesin dingin.
Halaman 17
•
Lepas cap penutup magnet 1 dan penutup
Lubang periksa timing katup 2 .
•
Putar rotor magnet dengan kunci “T” untuk
menyetel posisi piston pada TMA pada langkah
kompresi.
(Putar rotor hingga garis “T” segaris dengan garis
tengah lubang pada penutup magnet)
•
Masukkan thickness gauge diantara tappet dan
cam.
Bila
kerenggangannya
tidak
sesuai
dengan
spesifikasi, setel-lah hingga sesuai spesifikasi
yang diijinkan.
**09900** **- 20803 : Thickness gauge**
PERAWATAN BERKALA 2 - 6
Halaman 18
- 7 PERAWATAN BERKALA
** KATUP**
Kerenggangan katup diatur dengan cara mengganti
shim tappet dengan yang lebih tebal atau lebih tipis.
Lepaskan camshaft intake atau exhaust (lihat
halaman 3 - 7)
Lepaskan tappet dan shim dengan jari tangan
atau tangkai magnet (lihat hal. 3 - 16)
Periksa tulisan yang tercetak pada shim.
Tulisan ini menunjukkan ketebalan shim, seperti
pada gambar samping.
Pilihlah shim yang sesuai hingga kerenggangan
katupnya memenuhi spesifikasi yang diijinkan.
Untuk keperluan tersebut, tersedia 21 ukuran
shim tappet yang berbeda antara 1,20 mm
sampai 2,20 mm dengan interval 0,05 mm.
Pasang shim yang sesuai pada bagian ujung
batang katup dengan posisi shim yang bernomor
mengarah ke tappet.
Ukurlah ketebalan shim dengan micrometer
untuk memastikan shim yang akan dipakai.
Lihat tabel pilihan shim tappet.
•
•
•
•
**CATATAN :**
*****
Saat memeriksa atau menyetel kerenggangan
katup, piston harus berada pada Titik Mati Atas
(TMA) pada langkah kompresi.
*
Spesifikasi kerenggangan katup dihitung saat
mesin dingin.
**PERHATIAN**
Pasang
kembali
camshaft
sesuai
spesifikasi (lihat hal. 3 - 48 dan 3 - 49)
•
Setelah mengganti shim tappet dan camshaft,
putar
mesin
hingga
tappet
terdorong
Sepenuhnya.
Oli yang terjebak diantara shim dan tappet akan
keluar yang dapat menyebabkan kesalahan
pengukuran,
kemudian
periksa
kereng-
gangannya
sekali
lagi
untuk
memastikan
apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang
ditentukan.
Saat memasang penutup cylinder head, oleskan
SUZUKI BOND No. 1207B pada cap ujung cam
dari gasket penutup cylinder head (lihat hal.
⚠ -51).
Kencangkan baut-baut penutup cylinder head
sesuai batas kekencangan yang diijinkan (lihat
hal. 3 - 51)
•
•
Halaman 19
PERAWATAN BERKALA 2 - 8
** TABEL**
I. Ukur kerenggangan katup/tappet “SUHU MESIN DINGIN”.
II. Ukur ketebalan shim yang terpasang.
III. Cocokkan kerenggangan katup pada kolom vertikal dengan
ketebalan shim yang terpasang pada kolom horisontal.
Kerenggangan katup/tappet
: 0,23 mm
Ketebalan shim yang terpasang : 1,70 mm
Ukuran shim yang dipakai
: 1,80 mm
**CONTOH :**
Halaman 20
- 9 PERAWATAN BERKALA
I. Ukur kerenggangan katup/tappet “SUHU MESIN DINGIN”.
II. Ukur ketebalan shim yang terpasang.
III. Cocokkan kerenggangan katup pada kolom vertikal dengan
ketebalan shim yang terpasang pada kolom horisontal.
** TABEL**
Kerenggangan katup/tappet
: 0,33 mm
Ketebalan shim yang terpasang : 1,70 mm
Ukuran shim yang dipakai
: 1,80 mm
**CONTOH :**
Halaman 21
**BUSI**
Periksa setiap 2.500 km (3 bulan)
Ganti setiap 7.500 km (9 bulan)
Bila
perawatan
busi
diabaikan,
maka
akan
mengakibatkan
mesin
sulit
dihidupkan
dan
berkurangnya tenaga mesin. Bila busi digunakan
dalam
jangka waktu lama, elektrodanya sedikit
demi
sedikit
akan
aus
terbakar
dan
timbul
endapan karbon dibagian dalam busi.
Sesuai
jadual
perawatan
berkala,
busi
harus
diperiksa, dibersihkan dan diatur celah businya.
Endapan karbon pada busi akan menghambat
pengapian
sehingga
pembakaran
tidak
sempurna.
Pastikan untuk membersihkan karbon secara
berkala.
Bila bagian tengah elektroda sudah aus, ganti
busi dengan yang baru dan setel celah busi
sesuai
spesifikasi
yang
diijinkan
dengan
thickness gauge.
!
!
**09900** **- 20803 : Thickness gauge**
**Ukuran celah busi : 0,7 - 0,8 mm.**
Periksalah kondisi pembakaran busi. Bila tidak
normal, ganti busi sesuai petunjuk berikut :
!
Kencangkan busi pada cylinder head sesuai
batas kekencangan yang diijinkan dengan alat
khusus.
**Busi** **: 11 N.m (1,1 Kg-m)**
**09930 - 10121 : Spark plug socket wrench set**
**PERHATIAN**
Periksa ukuran ulir dan panjangnya saat mengganti
busi. Bila busi terlalu pendek, akan timbul endapan
karbon/arang disekeliling dinding ulir lubang busi dan
dapat merusak mesin.
PERAWATAN BERKALA 2 - 10
Halaman 22
- 11 PERAWATAN BERKALA
**OLI MESIN DAN SARINGAN OLI**
**(OLI MESIN)**
Ganti pada 500 km (1 bulan) pertama dan setiap
2.500 km (3 bulan) sesudahnya.
**(SARINGAN OLI)**
Ganti pada 500 km (1 bulan) pertama / periksa setiap
2.500 km.(3 bulan) dan ganti setiap 7.500 km.
(9 bulan) sesudahnya.
Penggantian oli mesin harus dilakukan saat temperatur
mesin
panas.
Penggantian
saringan
oli
harus
bersamaan dengan jadual penggantian oli mesin.
Letakkan sepedamotor pada posisi tegak dengan
penyangga tengah.
Letakkan sebuah bak penampung oli di bawah
mesin.
Lepas penutup lubang pembuangan oli mesin 1 dan
cap lubang pengisian oli 2 untuk mengeluarkan oli
mesin.
Lepas cap saringan oli ⚠ dengan melepas mur dan
baut-bautnya.
Keluarkan saringan oli
4 dan pasang saringan oli
yang baru.
Pasang kembali cap saringan oli
⚠
, kemudian
kencangkan mur dan baut-bautnya.
!
!
!
!
!
!
**CATATAN :**
Sebelum memasang saringan oli baru dan cap saringan
oli, pastikan pegas
5
dan O-ring baru
6
,
7
telah
terpasang dengan benar.
!
Kencangkan penutup lubang pembuangan oli
1
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
**Oil** **drain plug : 18 N.m (1,8 Kg-m)**
!
Pergunakan oli mesin multi grade berkualitas baik.
Kencangkan cap saringan oli 2 .
Hidupkan mesin dan biarkan selama beberapa menit
pada putaran langsam / idle.
Matikan mesin dan tunggu kira-kira 1 menit.
Periksa ketinggian oli mesin pada jendela periksa.
Bila permukaan oli berada di bawah tanda “F”.
Viskositas dan klasifikasi oli : SAE 20W/50, SF atau
SG
!
**JUMLAH OLI MESINYANG **
Penggantian oli
: 1.000 ml
Penggantian oli berikut saringan
: 1.100 ml
Pembongkaran
: 1.200 ml
-
Halaman 23
**SELANG BENSIN**
Periksa setiap 2.500 km (3 bulan), ganti setiap
4 tahun
**KOPLING**
Periksa pada 500 km (1 bulan) pertama dan
setiap 2.500 km (3 bulan)
!
Kendorkan mur pengunci 1 dan putar ke dalam
penyetel 2 sepenuhnya.
Kendorkan mur pengunci
⚠
dan setel jarak
main tuas kopling A dengan menyetel 4 sesuai
spesifikasi.
!
Jarak main tuas kopling A : 10 - 15 mm
!
Kencangkan mur-mur pengunci 1 , ⚠ .
****
Periksa pada 500 km (1 bulan) pertama dan
setiap 2.500 km (3 bulan) sesudahnya.
**IDLE RPM (Penyetelan putaran mesin langsam)**
!
Setel jarak main kabel gas (lihat hal. 2 - 13).
Hangatkan mesin.
**CATATAN :**
Lakukan penyetelan pada saat temperatur mesin
panas.
!
Pasang tachometer elektrik.
Hidupkan mesin dan setel pada putaran mesin
antara 1.300 sampai 1.500 rpm dengan cara
memutar sekerup penyetel gas.
Putaran mesin langsam : 1.400
100 r/min.
!
±
**09900** **- 26006 : Tachometer**
PERAWATAN BERKALA 2 - 12
Halaman 24
- 13 PERAWATAN BERKALA
**JARAK MAIN KABELGAS**
Jarak main kabel gas standar adalah 2 - 4 mm yang
diukur pada tuas gas ketika diputar secara perlahan.
Bila jarak main A pada kabel gas tidak tepat, setel-
lah seperti berikut ini :
Kendorkan mur pengunci 1 dan putar penyetel
2 ke dalam atau keluar hingga jarak main kabel
sesuai spesifikasi.
Kencangkan mur pengunci
1
saat menahan
penyetel 2 .
!
-
!
**Jarak main kabel gas** **A** **: 2 - 4 mm**
****
Setelah penyetelan, periksa gerakan kemudi,
apakah membuat putaran mesin bertambah dan
apakah tuas gas dapat kembali ke posisi awal
dengan lancar dan otomatis.
**SISTEM PAIR (PASOKAN UDARA)**
Periksa pada 15.500 km pertama
!
Lepaskan penutup rangka bagian tengah.
Lepaskan penutup rangka bagian depan, kiri dan
kanan.
Periksa selang vacuum 1 dan selang udara 2
dari kerusakan.
Periksa PAIR dari kerusakan.
Periksa PAIR REEDVALVE dari endapan arang.
Bila pada reedvalve terdapat endapan arang,
ganti katup pengontrol PAIR dengan yang baru.
!
!
**CATATAN :**
PAIR = Pulsed- secondaryAIR- injection
-
Halaman 25
**RANTAI PENGGERAK**
Periksa pada 500 km (1 bulan) pertama dan setiap
2.500 km (3 bulan) sesudahnya.
Bersihkan dan lumasi setiap 1.000 km
Periksa
rantai
penggerak
dari
kemungkinan-
kemungkinan sebagai berikut :
* Pin kendor
* Roller rusak
* Mata rantai berkarat
* Rantai mulur
* Kadaluarsa
Bila ditemukan kerusakan, rantai penggerak harus
diganti.
**PERHATIAN**
Rantai standar DAIDO DID428DS.
Suzuki menganjurkan untuk selalu menggunakan
rantai standar saat penggantian.
****
!
Kendorkan mur as 1 .
Tegangkan
rantai
sepenuhnya
dengan
cara
menyetel mur penyetel 2 .
Hitung sebanyak 21 pin (20 pitch) kemudian ukur
panjangnya. Bila panjangnya melebihi batas yang
diijinkan, rantai harus diganti.
!
Panjang rantai 20 pitch = 259,0 mm
**CATATAN :**
Apabila mengganti rantai, gantilah bersamaan dengan
sprocketnya.
****
!
Kendorkan mur penyetel
2
hingga kekendoran
rantai mencapai 15 - 25 mm (Diukur tepat ditengah-
tengah
antara
engine
sprocket
dengan
rear
sprocket).
Tanda penunjuk ⚠ di kedua buah penyetel rantai kiri
dan kanan posisinya harus sama untuk memastikan
kelurusan roda depan dengan roda belakang.
Kencangkan mur as 1 setelah penyetelan rantai dan
kencangkan mur penyetel 2 .
!
**Mur** **as roda belakang : 54 N.m (5,4 Kg-m)**
** DAN MELUMASI**
Cucilah rantai penggerak dengan cairan pembersih dan
lumasi dengan pelumas khusus rantai atau oli mesin.
Bila sepedamotor sering digunakan pada kondisi jalan
yang berdebu atau sering dipakai pada kecepatan tinggi,
rantai penggerak harus lebih sering dibersihkan dan di
lumasi.
PERAWATAN BERKALA 2 - 14
Halaman 26
- 15 PERAWATAN BERKALA
**REM**
**(REM)**
Periksa pada 500 km (1 bulan) pertama dan setiap
2.500 km (3 bulan) sesudahnya.
**(SELANG REM DAN CAIRAN REM)**
Periksa setiap 2.500 km (3 bulan).
Ganti selang rem setiap 4 tahun.
Ganti cairan rem setiap 2 tahun.
** PERMUKAAN CAIRAN REM DEPAN**
!
Letakkan sepedamotor pada posisi tegak dan luruskan
kemudi.
Periksa ketinggian permukaan cairan rem dengan cara
mengamati garis batas lower pada tabung reservoir cairan
rem depan.
Bila permukaan cairan rem berada di bawah garis batas
lower, isilah dengan cairan rem sesuai spesifikasi berikut.
!
!
**Spesifikasi** **dan klasifikasi : DOT 4**
****
Sistem rem pada sepedamotor ini menggunakan cairan
rem jenis glycol-based. Jangan menggunakan atau
dicampur dengan jenis cairan rem yang berbeda seperti
silicone-based atau petroleum-based.
Jangan menggunakan cairan rem bekas atau dari kaleng
yang sudah terbuka.
Jangan
menggunakan
cairan
rem
sisa
atau
persediaan/stock lama
****
Jika
cairan
rem
bocor,
keamanan
berkendara
akan
terganggu dan cecerannya akan merusak permukaan cat.
Periksa keretakan atau kebocoran pada selang rem dan
sambungan-sambungan selang sebelum berkendara.
** PERMUKAAN CAIRAN REM BELAKANG**
!
Letakkan sepedamotor pada posisi tegak dan luruskan
kemudi.
Periksa ketinggian permukaan cairan rem dengan cara
mengamati garis batas lower pada tabung reservoir cairan
rem depan.
Bila permukaan cairan rem berada di bawah garis batas
lower, isilah dengan cairan rem sesuai spesifikasi berikut.
!
!
**Spesifikasi** **dan klasifikasi : DOT 4**
Halaman 27
**KANVAS REM**
!
Lepas kaliper rem
Pemakaian kanvas rem dapat dilihat pada garis batas 1
pada alur kanvas rem. Bila telah melebihi batas yang
ditentukan, ganti kanvas rem dengan yang baru. (Lihat
hal. 5 - 10)
**PERHATIAN**
Gantilah kanvas rem sekaligus satu set karena
akan mempengaruhi unjuk kerja pengereman
**** **UDARA** **DARI** **SALURAN** **CAIRAN**
**REM**
Udara yang terkurung pada cairan rem dapat menjadi
penghalang yang menyerap sebagian besar tekanan yang
berasal
dari
master
cylinder,
berarti
mengganggu
kemampuan pengereman dari kaliper rem. Keberadaan
udara ditandai dengan “kekosongan” pada saat menarik
tuas rem dan juga lemahnya daya pengereman. Mengingat
bahaya
yang
mungkin
terjadi
terhadap
mesin
dan
pengemudi akibat udara yang terkurung tersebut, sangat
diperlukan mengeluarkan udara dari saluran minyak rem
setelah pemasangan kembali sistem rem dengan cara
sebagai breikut :
Isi reservoir master cylinder hingga mencapai tepi atas
lubang pemeriksaan. Ganti cap reservoir agar tidak
kemasukan kotoran.
Pasang selang pada katup pembuangan udara, dan
masukan
bagian
ujung
selang
lainnya
ke
bak
penampungan .
Keluarkan udara dari sistem rem.
Remas dan lepas tuas rem beberapa kali dengan cepat
dan kemudian tarik dan jangan dilepas. Kendorkan
katup pembuangan udara dengan memutar mur agar
cairan rem mengalir ke tempat penampungan ; hal ini
akan
menghilangkan
ketegangan
pada
tuas
rem
sehingga
tuas
rem
dapat
menyentuh
tuas
gas.
Kemudian kencangkan kembali katup pembuangan
udara, pompa dan mainkan tuas rem.
Ulangi proses ini beberapa kali sampai kemudian cairan
rem mengalir dengan gelembung-gelembung udara ke
tempat penampungan.
!
!
!
**CATATAN :**
Setelah membuang udara pada sistem rem, isi cairan rem
pada tabung reservoir dengan cairan rem sampai batas
“UPPER” pada pemeriksaan penuh.
!
Kencangkan katup pembuangan, dan lepas selangnya.
Isi tabung reservoir dengan cairan rem sampai batas
“UPPER” pada jendela pemeriksaan penuh.
**Katup** **pembuangan udara : 8,0 N.m (0,8 Kg-m)**
**PERHATIAN**
Hati-hati dengan cairan rem ; cairan ini bereaksi
kimia terhadap bahan-bahan cat, plastik dan
karet
PERAWATAN BERKALA 2 - 16
Halaman 28
- 17 PERAWATAN BERKALA
** PEDALREM BELAKANG**
!
Kendorkan mur pengunci
1 , kemudian putar
penyetel 2 agar ketinggian pedal rem A (26
mm) di bawah permukaan pijakan kaki.
Kencangkan mur pengunci 1 .
!
Halaman 29
**BAN**
Periksa setiap 2.500 km (3 bulan)
**KONDISI GURAT BAN**
Menggunakan sepedamotor dengan ban yang sudah
aus,
akan
mengurangi
stabilitas
pengendara
dan
konsekuensinya dapat mengundang bahaya. Sangat
disarankan agar mengganti ban bila kedalaman gurat
ban telah melebihi batas yang diijinkan.
**Batas kedalaman gurat ban (depan)**
**: 1,6 mm**
**(Belakang)**
**: 1,6 mm**
**09900** **- 20805 : Tire depth gauge**
**TEKANAN BAN**
Jika tekanan ban terlalu tinggi atau terlalu rendah akan
mempengaruhi kemudi dan mempercepat keausan ban.
Oleh karena itu aturlah tekanan ban yang tepat untuk
dipakai jalan agar ban tidak cepat habis.
Tekanan ban yang tepat adalah sebagai berikut :
**PERHATIAN**
Ban
standar
yang
dipergunakan
pada
sepedamotor ini adalah 70/90 - 17 38S untuk
ban depan dan 80/90 - 17 44S untuk ban
belakang. Penggunaan ban yang lain dari
standar dapat menyebabkan ketidak stabilan.
Sangat dianjurkan agar memakai ban sesuai
spesifikasi yang ditentukan.
**KEMUDI**
Periksa pada 500 km pertama dan setiap 7.500
km (9 bulan) sesudahnya.
Setel
kemudi
dengan
benar
sehingga
pergerakan
kemudi terasa lancar dan ringan serta untuk menjaga
keselamatan.
Hindari pemakaian kemudi yang terlalu kencang atau
terlalu longgar yang akan menyebabkan ketidak stabilan.
Periksa apakah ada kelonggaran suspensi depan,
dengan cara menopang kendaraan sehingga roda depan
tergantung. Pegang suspensi depan bagian bawah
dekat
as
dan
tarik
ke
depan.
Jika
ditemukan
kelonggaran, lakukan penyetelan kemudi seperti yang
dijelaskan pada hal. 5 - 27.
PERAWATAN BERKALA 2 - 18
.
Halaman 30
- 19 PERAWATAN BERKALA
**SUSPENSI DEPAN**
Periksa setiap 7.500 km (9 bulan)
Periksalah apakah ada oli bocor pada suspensi
depan, cacat atau tergores pada permukaan bagian
luar inner tube.
Ganti bagian-bagian yang rusak bila, perlu.
**SUSPENSI BELAKANG**
Periksa setiap 7.500 km (9 bulan)
Periksa suspensi belakang apakah bocor dan rusak.
Ganti bagian-bagian yang rusak bila perlu.
**MUR-MUR DAN BAUT-BAUT RANGKA**
Kencangkan pada 500 km (1 bulan) pertama
dan setiap 2.500 km (3 bulan) berikutnya.
Periksa kekencangan mur dan baut-baut sesuai batas pengencangan. (Lihat pada hal. 2 - 20
untuk lokasi-lokasi mur dan baut-baut pada sepedamotor)
Halaman 31
PERAWATAN BERKALA 2 - 20
---
### Daftar Komponen dan Lokasi Pengencangan (Gambar 1 - 10)
| Posisi Gambar | Deskripsi Area / Komponen | Nomor Label / Indeks |
| :--- | :--- | :--- |
| **Baris 1 - Kiri** | Poros roda depan (Front axle) | ① |
| **Baris 1 - Kanan** | Stang kemudi dan area segitiga atas (Handlebar & Steering stem) | ②, ③, ④, ⑥ |
| **Baris 2 - Kiri** | Master silinder rem depan (Front brake master cylinder) | ⑦, ⑧ |
| **Baris 2 - Kanan** | Kaliper rem depan dan piringan cakram (Front brake caliper & Disc) | ⑧, ⑨, ⑩ |
| **Baris 3 - Kiri** | Poros roda belakang dan penyetel rantai (Rear axle & Chain adjuster) | ⑪ |
| **Baris 3 - Kanan** | Area mesin, bak transmisi, dan kepala silinder (Engine & Cylinder head) | ⑫, ⑬ |
| **Baris 4 - Kiri** | Dudukan atas suspensi belakang (Rear shock absorber upper mount) | ⑰ |
| **Baris 4 - Kanan** | Pedal rem belakang dan dudukan pijakan kaki kanan (Rear brake pedal & Right footrest) | ⑭, ⑮ |
| **Baris 5 - Kiri** | Poros lengan ayun (Swingarm pivot) | ⑯ |
| **Baris 5 - Kanan** | Standar samping dan dudukan pijakan kaki kiri (Side stand & Left footrest) | ⑭, ⑱ |
Halaman 32
- 21 PERAWATAN BERKALA
##
## TEKANAN OLI
Periksa
tekanan
oli
secara
berkala,
untuk
memperkirakan
kondisi
komponen-
komponen/part yang bergerak.
OLI
2
Di atas 30 kpa (0,3 kg/cm )
Di bawah 50 kpa (0,5 kg/cm )
2
Pada 3.000 rpm, temperatur oli 60 C
°
Bila tekanan oli lebih rendah atau lebih tinggi dari spesifikasi yang telah ditentukan, dapat
disebabkan oleh, antara lain :
**TEKANAN OLI RENDAH**
* Saringan oli tersumbat.
* Oli bocor dari saluran oli.
* O-ring rusak.
* Pompa oli rusak.
* Kombinasi dari bagian-bagian tersebut diatas.
**TEKANAN OLI TINGGI**
* Viskositas oli mesin yang digunakan terlalu tinggi.
* Saluran oli tersumbat.
* Kombinasi dari bagian-bagian tersebut diatas.
**PROSEDUR TEKANAN OLI**
Periksa tekanan oli sesuai langkah berikut :
!
Letakkan
sepedamotor
pada
penyangga
tengah.
Lepaskan baut pada bagian samping penutup
kopling
untuk
memeriksa
prosedur
pemeriksaan tekanan oli.
Pasang oil pressure gauge berikut adaptor
dengan posisi seperti pada gambar samping.
Pasang tachometer elektrik.
Hangatkan mesin sebagai berikut :
- Cuaca panas = 10 menit pada 2.000 rpm
- Cuaca dingin = 20 menit pada 2.000 rpm
Setelah pemanasan, naikkan putaran mesin
hingga 3.000 rpm dan lihat hasil pemeriksaan
pada oil pressure gauge.
!
!
!
!
**09915** **- 74510 : Oil pressure gauge**
**09915 - 72410 : Adaptor**
**09900 - 26006 : Tachometer**
Halaman 33
** TEKANAN KOMPRESI**
Kompresi di dalam cylinder adalah petunjuk yang baik tentang kondisi bagian dalam cylinder.
Keputusan penggantian cylinder dan piston set sering didasari oleh hasil pemeriksaan
tekanan kompresi.
Perawatan berkala sebaiknya dilaksanakan di bengkel resmi, termasuk pemeriksaan
kompresi setiap kali melakukan service.
TEKANAN KOMPRESI
**Tekanan** **kompresi** **rendah,** **dapat** **disebabkan**
**oleh :**
!
Dinding cylinder aus.
Piston dan ring piston aus/lemah.
Ring piston macet.
Dudukan katup rusak.
Gasket cylinder head rusak.
**PROSEDUR KOMPRESI**
**CATATAN :**
* Sebelum melaksanakan pemeriksaan kompresi mesin, pastikan baut dan mur cylinder
head sudah dikencangkan dan setelan katup sesuai ukuran standar.
* Panaskan mesin sebelum melakukan tes.
* Pastikan kondisi batere terisi penuh saat dipergunakan.
Lepaskan bagian-bagian yang terkait dan lakukan
pemeriksaan
tekanan
kompresi
seperti
pada
petunjuk berikut :
Letakkan
sepedamotor
pada
penyangga
tengah.
Lepaskan busi.
Pasang compression gauge beserta adaptornya
di lubang busi.
Buka gas secara penuh.
Tekan tombol starter beberapa saat. Lihatlah
hasil tekanan kompresi yang paling tinggi pada
cylinder tersebut.
!
!
!
**09915** **- 64510 : Compression gauge**
**09915 - 63310 : Adaptor**
PERAWATAN BERKALA 2 - 22
Halaman 34
##
## M
##
## E S I N
##
## DAFTAR
##
## ISI
MELEPAS KOMPONEN MESIN TANPA MESIN .............. 3 - 1
MELEPAS MESIN DAN MEMASANG KEMBALI ....................................... 3 - 2
MELEPAS MESIN ........................................................................
3 - 2
MESIN KEMBALI .................................................. 3 - 4
MESIN ............................................................................ 3 - 6
DAN PERBAIKAN KOMPONEN MESIN ......................... 3 - 14
BEARING DAN SEAL OLI CRANKCASE ........................................3 - 14
CYLINDER HEAD .......................................................................... 3 - 15
CAMSHAFT .....................................................................................3 - 22
CYLINDER ..................................................................................... 3 - 25
PISTON DAN PIN PISTON ............................................................. 3 - 26
DAN CONROD .......................................................3 - 28
DAN GEAR .............................3 - 30
TRANSMISI .....................................................................................3 - 31
PRIMARY DRIVE GEAR ................................................................ 3 - 34
KOPLING .........................................................................................3 - 35
MERAKIT MESIN ...................................................................................... 3 - 36
##
## ⚠
Halaman 35
- 1 MESIN
**MELEPAS** **KOMPONEN MESIN TANPA MESIN**
Daftar komponen dibawah ini dapat dilepas dan di pasang kembali tanpa menurunkan
mesin dari rangkanya.
Petunjuk pelepasan dan pemasangan kembali dapat dilihat pada masing-masing bagian
seperti tertera pada daftar isi.
**BAGIAN** **TENGAH MESIN**
Knalpot
Karburator
Cam chain tensioner adjuster
Penutup cylinder head
Camshaft
Cylinder head
Cylinder
Piston
**BAGIAN** **KIRI MESIN**
Engine sprocket
Penutup Generator
Rotor Generator
Rantai penggerak cam
Saklar posisi gigi
**BAGIAN** **KANAN MESIN**
Penutup kopling
Kopling
Primary drive gear
Pompa oli
Halaman 36
**MELEPAS** **MESIN DAN MEMASANG KEMBALI**
**MELEPAS** **MESIN**
Sebelum mesin diturunkan dari rangka, bersihkan
mesin terlebih dahulu dengan air panas.
Cara melepas mesin masing-masing dijelaskan
sesuai langkah sebagai berikut :
Letakkan
sepedamotor
dengan
penyangga
tengah.
Lepaskan
penutup
lubang
pembuangan
oli
untuk mengeluarkan oli dari mesin.
( lihat hal 2 - 11 )
Buka tempat duduk dan lepaskan kabel batere
- , ( lihat halaman 5 - 2 dan 6 - 2 ).
Lepaskan penutup rangka dan leg shields
( lihat hal 5 - 2 ).
Lepaskan pijakan kaki kiri
1
, tuas pemindah
gigi pijakan kaki kanan
2
.
Lepaskan penutup mesin bagian bawah.
Lepaskan baut-baut knalpot
⚠
dan baut-baut
dudukan knalpot
4
.
!
!
!
- --
!
!
!
Lepaskan baut-baut pendingin oli 6 .
MESIN 3 - 2
Halaman 37
- 3 MESIN
!
Lepaskan tuas dan kabel kopling 1 .
Cabut selang pernafasan crankcase 2 .
Cabut selang udara
⚠ dan selang vacuum
4
sistem PAIR ( pasokan udara ).
!
Cabut beberapa kabel dan tutup busi.
⚠
= Sambungan kabel magnit
4
= Sambungan kabel saklar posisi gigi
5
= Sambungan kabel massa mesin.
6
= Sambungan kabel speed sensor.
!
Lepaskan karburator dengan
cara melepas
sekerup-sekerup dudukan karburator.
****
Bensin adalah bahan yang mudah meledak.
Berhati-hatilah dalam hal penanganannya.
!
Lepaskan penutup engine sprocket.
!
Lepaskan gigi speed sensor 7 .
Lepaskan baut-baut engine sprocket 8 .
**CATATAN** **:**
Saat melepas mur engine sprocket, tekan pedal rem
belakang.
!
Lepaskan engine sprocket dan rantai penggerak.
Halaman 38
!
Lepaskan
baut-baut
dudukan
mesin
dan
turunkan mesin.
** MESIN KEMBALI**
Memasang mesin kembali adalah kebalikan dari
cara melepasnya.
Masukan baut-baut dudukan mesin dan oleskan
THREAD LOCK SUPER “1303” pada ulir-
ulirnya.
Kencangkan baut dan mur-murnya sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
!
!
**99000** **- 32030 : THREAD LOCK SUPER “1303”**
**Dudukan mesin**
**Mur 1 : 66 N-m (6,6 Kg-m)**
**Baut 2 : 31 N-m (3,1 Kg-m)**
!
Lepaskan mur as roda belakang
dan mur
penyetel rantai penggerak.
Saat memasang engine sprocket, bagian runcing
penahan engine sprocket harus menghadap ke
crankcase.
Pasang rantai penggerak.
!
!
**PERHATIAN**
Ujung klip pengunci sambungan rantai yang
terbuka,
harus
menghadap
ke
belakang,
berlawanan arah dengan arah putaran mesin.
MESIN 3 - 4
Arah Putaran
Halaman 39
- 5 MESIN
!
Kencangkan mur engine sprocket sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
**Mur** **engine sprocket : 10 N-m (1,0 Kg-m)**
!
Pasang speed sensor pada engine sprocket.
Kencangkan baut speed sensor sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **speed sensor : 20 N-m (2,0 Kg-m)**
**CATATAN** **:**
Saat mengencangkan mur engine sprocket,
tekan pedal rem belakang.
!
Kencangkan baut-baut pipa pembuangan, mur
dan baut dudukan knalpot sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **pipa pembuangan** **: 11 N-m (1,1 Kg-m)**
**Mur dan baut knalpot**
**: 26 N-m (2,6 Kg-m)**
**PERHATIAN**
Periksa jalur selang dan kabel
kelistrikan ( lihat hal. 7 - 12 )
!
Setelah pemasangan mesin, perlu dilakukan
penyetelan :
* Jarak main kabel gas .................... Hal 2 - 13
* Putaran langsam/idle ...................
Hal 2 - 12
* Rantai penggerak ........................
Hal 2 - 14
* Jarak main dan ketinggian posisi pedal
Rem belakang .............................
Hal 2 - 17
!
Setelah membongkar mesin, masukan oli mesin
SAE 20W/50 klasifikasi SF atau SG sebanyak
1.200 ml. Hidupkan mesin dan biarkan selama
beberapa detik pada putaran langsam.
1 ( satu ) menit setelah mesin dimatikan, periksa
ketinggian oli mesin. Bila permukaan oli berada
di bawah garis LOWER, tambahkan oli hingga
mencapai garis “F”. (Lihat hal 2 - 11 )
!
Halaman 40
**** **MESIN**
Prosedur pembongkaran mesin masing-masing
dijelaskan pada langkah berikut :
Lepaskan tuas pemindah gigi.
Lepaskan pipa pendingin oli
!
!
Lepaskan penutup cylinder head.
Lepaskan busi.
!
Lepaskan penutup lubang pemeriksaan valve
timing dan penutup magnit.
Putar crankshaft hingga tanda “T” pada rotor
magnit berada di tengah-tengah lubang.
!
**CATATAN :**
Saat melepas camshaft, posisi piston harus di titik
mati atas (TMA) pada langkah kompresi.
!
Lepaskan penutup lubang slot cam chain tension
adjuster, masukan obeng -
, dan putar searah
jarum jam untuk mengunci tegangan pegas.
Lepaskan cam chain tension adjuster.
!
!
Lepaskan pengikat camshaft.
MESIN 3 - 6
Halaman 41
- 7 MESIN
!
Lepaskan camshaft, intake 1 dan exhaust 2
Lepaskan pengarah rantai cam ⚠ .
!
Lepaskan baut-baut dan washer saluran oli
mesin.
!
Lepaskan mur-mur cylinder head.
!
Lepaskan cylinder head dengan melepas baut-
bautnya.
!
Lepaskan
cylinder
dengan
melepas
mur-
murnya.
Halaman 42
!
Lepaskan gasket cylinder.
Letakkan kain lap bersih pada lubang cylinder
untuk mencegah jatuhnya circlip pin piston ke
dalam crankcase, kemudian lepaskan circlip pin
piston dengan menggunakan tang lancip.
!
Lepaskan pin piston dengan menggunakan alat
khusus / special tools.
**09910** **- 34510 : Piston pin puller**
!
Lepaskan piston.
!
Lepaskan penutup crankcase.
**MERAKIT KOPLING**
**(Lihat hal 3 - 8 dan 3 - 9)**
!
Lepaskan penutup kopling
!
Lepaskan baut-baut dudukan pegas kopling
secara menyilang, kemudian lepas pegas dan
plat penekan.
MESIN 3 - 8
Halaman 43
- 9 MESIN
!
Lepaskan kopling penggerak dan plat driven.
!
Ratakan washer pengunci dan lepaskan mur
clutch sleeve hub dengan menggunakan alat
khusus. / special tools.
**09920** **- 53740 : Clutch sleeve hub holder**
!
Lepaskan washer
1
dan susunan primary
driven gear 2 .
!
Lepaskan spacer ⚠ dan washer 4 .
!
Lepaskan as pemindah gigi 5 .
Lepaskan plat cam pemindah gigi
6
dengan
melepas baut
7 .
Lepaskan tuas stopper cam pemindah gigi 8 .
!
Halaman 44
!
Lepaskan mur penggerak primer / primary driven
gear dengan alat khusus.
**09910** **- 20115 : Conrod holder**
**PERHATIAN**
Mur primary drive gear 1 berulir kiri
!
Lepaskan primary drive gear
1 , gigi pompa oli
2 dengan melepas circlip dan pasak ⚠ .
..
!
Lepaskan gigi pompa oli
5
.
!
Lepaskan pompa oli bersama pin
6
.
Lepaskan baut dan washer as balancer.
!
**09910** **- 20115 : Conrod holder**
MESIN 3 - 10
Halaman 45
- 11 MESIN
!
Lepaskan penutup magnet
!
Lepaskan
mur
rotor
magnet
dengan
alat
khusus.
**09930** **- 44550 : Rotor holder**
!
Lepaskan rotor magnet dengan alat khusus.
**09930** **- 34951 : Rotor remover**
!
Lepaskan rantai penggerak cam 1
Lepaskan pengarah cam chain tensioner 2
Lepaskan pasak rotor magnet ⚠
Halaman 46
!
Lepaskan saringan oli sump 1
Lepaskan saklar posisi gigi 2
Lepaskan penahan seal oli
⚠
!
Lepaskan saklar posisi gigi 4 , pegas 5 dan
O-ring
6 .
Lepaskan spacer
7
!
!
Lepaskan baut-baut crankcase.
!
Pisahkan crankcase bagian kiri dan kanan
dengan alat khusus.
**09920** **- 13120 : Crankcase separator**
**CATATAN :**
Saat menggunakan alat khusus, gunakan socket
dan mur primary drive gear
8
untuk mencegah
pancaran oli pada crankshaft.
!
Lepaskan as-as garpu pemindah gigi 9 , 10 ,
garpu-garpu pemindah gigi
11 ,
12
dan cam
pemindah gigi 13 .
!
MESIN 3 - 12
Halaman 47
- 13 MESIN
!
Lepaskan susunan transmisi.
!
Lepaskan as kick starter bersamaan dengan gigi
penggerak kick starter dengan cara memutar
berlawanan arah jarum jam as kick starter.
**PERHATIAN**
Gunakan tuas kick starter hanya pada
as kick starter
!
Lepaskan
gigi
crankshaft
balancer
driven
bersama dengan as-nya
!
Lepaskan crankshaft dengan menggunakan
alat khusus.
**09920** **- 13120 : Crankshaft remover**
**(crankcase remover)**
Halaman 48
**** **DAN PERBAIKAN KOMPONEN MESIN**
** CRANKCASE DAN SEAL OLI**
Putar
bearing
inner
race
dengan
jari
untuk
memeriksa ketidak sesuaian jarak main, bunyi tidak
normal dan kehalusan putaran saat bearing-bearing
tersebut terpasang pada crankcase.
Bila ditemukan kelainan, ganti bearing sesuai
prosedur berikut :
Lepaskan penahan bearing
!
**09913** **- 50121 : Oil seal remover**
**PERHATIAN**
Seal-seal oli bekas pakai, harus diganti
dengan yang baru
!
Lepaskan seal-seal oli dengan menggunakan
alat khusus
!
Lepaskan washer 1
.
Lepaskan bearing-bearing berikut ini dengan
alat khusus :
**09913** **- 75520 : Bearing remover (Bearing Installer)**
**09913 - 75810 : Bearing remover (Bearing Installer)**
**09913 - 75821 : Bearing remover (Bearing Installer)**
**09922 - 55131 : Bearing remover (Bearing Installer)**
**09943 - 88211 : Bearing remover (Bearing Installer)**
**PERHATIAN**
Bearing-bearing
bekas
pakai,
harus
diganti dengan yang baru.
MESIN 3 - 14
Halaman 49
- 15 MESIN
!
Pasang bearing baru pada bagian kiri dan kanan
crankcase dengan menggunakan alat khusus.
**09913** **- 75510 : Bearing Installer**
**09913 - 75821 : Bearing Installer**
**09913 - 76010 : Bearing Installer**
!
Kencangkan sekerup-sekerup penahan bearing
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
**Screw** **: 8,5 N.m (0,85 Kg-m)**
!
Oleskan sedikit SUZUKI SUPER GREASE “A”
pada bibir seal oli.
.
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
!
Pasang seal-seal oli baru pada crankcase.
**09913** **- 75821 : Bearing Installer**
Lepaskan pipa Intake.
**CYLINDER HEAD**
!
**PERHATIAN**
O-ring bekas pakai harus diganti dengan yang
baru.
Halaman 50
!
Lepaskan tappet-tappet dan shim-shim
1
dengan jari tangan atau magnit pengait.
!
Tekan pegas katup dan lepaskan kedua buah
cotter bercabang dua
2
dari tangkai katup
dengan menggunakan alat khusus.
.
**09916** **- 14510 : Valve lifter**
**09916 - 14530 : Valve lifter attachment**
**09916 - 84511 : Tweezers**
!
Lepaskan penahan pegas katup, pegas katup
dan dudukan pegas katup.
!
Tarik keluar katupnya dari sisi lain.
MESIN 3 - 16
Halaman 51
- 17 MESIN
**** **CYLINDER HEAD**
Bersihkan arang pada ruang bakar.
Periksa permukaan cylinder head yang diberi
gasket dengan mengukur kerataan dan thickness
gauge.
Lihat penyimpangan kerataannya pada beberapa
tempat. Bila penyimpangannya melebihi batas
pemakaian, ganti cylinder head.
**Batas pemakaian** **: 0,05 mm**
**09900** **- 20803 : Thickness Gauge**
**KEAUSAN PERMUKAAN KATUP**
Ukurlah ketebalan T dan bila ketebalan melampaui
batas pemakaian, ganti katup.
**CATATAN :**
Periksalah permukaan dudukan tiap katup. Ganti
katup apabila permukaan aus.
**Batas pemakaian : 0,5 mm**
** TANGKAI KATUP**
Letakkan katup di atas “V” blok, seperti pada
gambar, dan periksa penyimpangannya dengan dial
gauge.
Ganti katup bila penyimpangannya melebihi batas
pemakaiannya.
**Batas pemakaian : 0,05 mm**
**09900** **- 20701 : Magnetic Stand**
**09900 - 20606 : Dial Gauge (1/100 mm)**
**09900 - 21304 : V-Blok (100mm)**
** KEPALA** **KATUP**
Letakkan dial gauge pada sudut sebelah kanan
kepala katup dan periksa penyimpangan.
Bila ukurannya melebihi batas, ganti katupnya.
**Batas** **pemakaian : 0,03 mm**
** TANGKAI KATUP**
Angkat katup sampai 10 mm dari dudukannya. Ukur
penyimpangan tangkai katup pada dua bagian “X”
dan “Y”, tegak lurus satu sama lain, dengan posisi
dial gauge seperti gambar.
Bila
ukuran
penyimpangannya
melebihi
batas
pemakaian (lihat sebelumnya) katup atau pengarah
harus diganti dengan yang baru.
**Batas pemakaian.**
**Katup masuk dan buang : 0,35 mm.**
Halaman 52
**KEAUSAN TANGKAI KATUP**
Pergunakan
micrometer
untuk
mengetahui
keausan tangkai katup, dan apabila kerenggangan
antara tangkai dan bos katup melebihi batas, ganti
katup. Tetapi apabila tangkai katup bagus, gantilah
bosnya.
Setelah
mengganti
katup
atau
bos,
periksalah kerenggangannya.
**Diameter luar tangkai katup.**
**IN** **: 4,475 - 4,490 mm**
**EX : 4,455 - 4,470 mm**
**Standar**
**09900** **- 20205 : Micrometer (0 - 25 mm)**
**CATATAN :**
Bila
bos
katup
dilepas
untuk
diganti
setelah
memeriksa
komponen-komponen
lain
yang
berkaitan, ikuti petunjuk tahapan perbaikan bos
katup dibawah ini.
**PERBAIKAN BOS KATUP**
!
Lepaskan
bos
katup
dengan
valve
guide
remover.
**09916** **- 44310 : Valve guide remover**
**CATATAN :**
Buang bos katup bekas pakai.
* Hanya tersedia parts oversize untuk penggantian
bos katup baru.
*****
!
Perbaiki lubang-lubang bos katup pada cylinder
head dengan reamer dan handle.
**09916** **- 34580 : Valve guide reamer (10,8 mm)**
**09916 - 34542 : Handle**
**CATATAN** **:**
Masukan reamer dari ruang bakar dan putar tangkai
reamer searah jarum jam.
**09916** **- 44310 : Valve guide Installer**
!
Pasang ring pada tiap bos katup.
Lumasi tiap bos katup dengan oli dan masukkan
pengarah
ke
dalam
lubang
dengan
menggunakan valve guide installer.
**PERHATIAN**
Pastikan menggunakan ring bos katup dan
bos katup baru
MESIN 3 - 18
Halaman 53
- 19 MESIN
!
Setelah
pemasangan
bos
katup,
perbaiki
lubangnya dengan reamer dan handle. Setelah
perbaikan, bersihkan dan lumasi bos katup.
**09916** **- 33210 : Valve guide reamer (4,5 mm)**
**09916 - 34542 : Handle**
**LEBAR DUDUKAN KATUP**
!
Oleskan
prussian
blue
secukupnya
pada
dudukan katup. Pasang katup dan ketukkan
sambil diputar pada dudukan katup tadi untuk
mengetahui lebar bidang kontaknya. Gunakan
tangkai sambungan untuk memegang kepala
katup.
!
Lingkaran bidang kontak yang membekas pada
permukaan katup yang ditekan tadi harus merata
sebagai tambahan, lebar bidang kontak yang
menunjukkan lebar bidang dudukan katup harus
sesuai dengan spesifikasi berikut :
**Standar**
**Lebar dudukan katup** **W** **: 0,9 - 1,1 mm.**
Bila tidak sesuai spesifikasi yang diijinkan, lakukan
perbaikan dudukan katup sebagai berikut :
**** **DUDUKAN KATUP**
Dudukan katup pada katup intake dan exhaust
mempunyai empat sudut yang berbeda.
(Sudut permukaan bidang kontak dudukan katup
adalah 45 ).
°
**BAGIAN** **INTAKE BAGIAN EXHAUST**
**09916** **- 21110 : Valve seat cutter set**
**09916 - 24410 : Valve seat cutter (N - 111)**
**09916 - 24460 : Valve seat cutter (N - 130)**
**09916 - 24470 : Valve seat cutter seat (N - 131)**
**09916 - 20630 : valve seat cutter (N - 126)**
**09916 - 20640 : Solid pilot (N - 100 - 4,5)**
**CATATAN :**
Bidang kontak dudukan katup harus diperiksa setiap
melakukan pemotongan.
Halaman 54
!
Masukkan solid
1
dengan diputar perlahan
sampai
duduk
tepat.
Masukan
Cutter
45 ,
perlengkapan gagangT.
Pergunakan Cutter 45 , putar dan bersihkan
dengan satu atau dua putaran.
Periksalah
lebar
dudukan
katup
dengan
mengukur sesuai prosedur. Bila dudukan katup
cacat atau aus potonglah dengan menggunakan
Cutter 45 .
!
°
!
°
**CATATAN :**
Potonglah dudukan katup sesediki mungkin untuk
mencegah kemungkinan penggantian shim tappet..
Bila bagian yang bersentuhan pada katup terlalu
tinggi atau terlalu lebar potonglah dengan Cutter
15 (Untuk bagian pembuangan) dan 30 /60
(pada
bagian pemasukan) pada bagian bawah dan bagian
yang bersentuhan akan mengecil (menyempit).
°
Bila bagian yang bersentuhan terlalu rendah/kecil,
gunakan Cutter 45 untuk memperlebar bagian yang
bersentuhan.
Setelah
posisi
tepat
dan
lebarnya
cukup,
pergunakan Cutter 45
untuk menghaluskan
hasil pemotongan.
°
!
°
**PERHATIAN**
Jangan
mempergunakan
amplas
untuk
menghaluskan
permukaan
dudukan
katup
harus halus tapi tidak mengkilap, agar saat
mesin
mulai
dihidupkan
beberapa
detik,
dudukan katup dengan katup dapat saling
bersesuaian dengan baik.
!
Bersihkan dan rakit komponen-komponen katup
dan cylinder head. Masukan bensin ke lubang-
lubang pemasukan dan pembuangan untuk
mengetahui bocor/tidak. Bila terdapat bocor
periksa celah dudukan katup dan permukaannya
atau hal lain yang mengganjal.
****
Ketika bekerja dengan menggunakan bensin,
harus ekstra hati-hati
**CATATAN :**
Setelah memperbaiki dudukan katup, periksalah
kerenggangan
katupnya
setelah
cylinder
terpasang. (Lihat hal 2 - 5)
MESIN 3 - 20
°
Halaman 55
- 21 MESIN
**PEGAS KATUP**
Periksalah kekuatan pegas dengan mengukur
panjang saat bebas dan jangan saat ditekan. Bila
saat pengukuran panjang saat bebas lebih pendek
atau hasil pengukuran saat ditekan kurang juga dari
spesifikasi, ganti pegas.
**PANJANG PEGAS KATUPSAAT BEBAS.**
**Batas pemakaian : 38,69 mm**
**09900** **- 20201 : Vernier calipers**
**Tegangan pegas katup**
**Standar : 12,1 - 13,9 Kg/33,7 mm**
**MERAKIT KEMBALI**
!
Pasang masing-masing dudukan pegas katup.
!
Lumasi seal tangkai katup dengan oli dan tekan
seal dengan jari tangan masuk ke posisinya.
**PERHATIAN**
Jangan menggunakan seal tangkai katup
bekas pakai.
!
Lapisi seluruh permukaan tangkai katup
dengan SUZUKI MOLY PASTE secara merata,
kemudian masukkan katup-katupnya. Lumasi
juga bagian bibir seal tangkai katup.
**09900** **- 25140 : SUZUKI MOLY PASTE**
**PERHATIAN**
Saat memasukkan masing-masing katup,
hati-hati jangan sampai merusak bibir seal
tangkai katup.
Halaman 56
!
Pasang pegas-pegas katup, pastikan ujung
pegas yang tertutup
A
menghadap ke
cylinder head.
!
Letakkan penahan pegas katup 1 dan dengan
menggunakan
valve
lifter,
tekan
pegas
ke
bawah, dan lepaskan valve lifter agar cotter
2
masuk tepat diantara penahan dan tangkai.
Pastikan seluruh permukaan bibir cotter
⚠
masuk dengan tepat ke dalam alurnya 4 (pada
ujung tangkai).
**09916** **- 14510 : Valve lifter**
**09916 - 14530 : Valve lifter attachment**
**09916 - 84511 : Tweezers**
**PERHATIAN**
Pastikan
untuk
mengembalikan
masing-
masing pegas, katup, shim dan tappet pada
posisi semula
**CATATAN** **:**
Oleskan oli mesin pada shim dan tappet sebelum
pemasangan
**CAMSHAFT**
Kedua buah camshaft harus diperiksa kelurusan
dan keausannya bila bunyi mesin tidak normal,
bergetar atau berkurang tenaganya.
Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh camshaft
yang
sudah
aus
atau
telah
melebihi
batas
pemakaian yang diijinkan.
Camshaft exhaust dan intake dapat dibedakan
dengan tanda huruf “EX” (untuk bagian EXHAUST)
dan tanda huruf “IN” (untuk INTAKE).
**CATATAN :**
Camshaft exhaust dilengkapi dengan automatic de-
comp (dekompresi otomatis).
MESIN 3 - 22
-
-
Halaman 57
- 23 MESIN
**BATAS** **PEMAKAIAN CAM**
Cam-cam yang sudah aus sering mengakibatkan
berkurangnya unjuk kerja katup sehingga tenaga
mesin akan berkurang.
Batas
pemakaian
Cam
ditunjukkan
dengan
ketinggian cam
H
yang diukur dengan
micrometer.
Gantilah camshaft yang sudah melebihi batas
pemakaian yang diijinkan.
**Tinggi cam** **H**
**Batas pemakaian : Intake : 34,660 mm**
**Exhaust : 34,377 mm**
**09900** **- 20202 : Micrometer (25 - 50 mm)**
**BATAS PEMAKAIAN JURNALCAM**
Keausan masing-masing jurnal camshaft dapat
dilihat dari seberapa besar celah oli ketika camshaft
terpasang pada tempatnya.
Gunakan plasti gauge 1
untuk memeriksa celah
oli yang paling lebar apakah masih dalam batas
pemakaian sebagai berikut :
Celah oli jurnal camshaft (IN &EX)
**Batas pemakaian : 0,150 mm**
**09900** **- 22301 : Plasti gauge**
**CATATAN :**
Pasanglah masing-masing dudukan pada posisi
semula.
!
Kencangkan
baut-baut
dudukan
camshaft
secara menyilang sesuai batas kekencangan
yang diijinkan.
**Camshaft** **holder bolt : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**CATATAN :**
Jangan memutar camshaft bila plasti gauge masih
terpasang.
!
Lepaskan dudukan camshaft dan lihat seberapa
lebar plasti gauge yang tertekan dengan skala
ukur. Pengukuran dilakukan pada bagian yang
paling lebar.
Halaman 58
Bila celah oli pada jurnal camshaft melebihi batas
yang diijinkan, ukur diameter dalam dudukan jurnal
camshaft dan diameter dalam jurnal camshaft.
Gantilah camshaft pada cylinder head bila salah
satu bagian dari hasil pengukuran tersebut, telah
melebihi batas pemakaian yang diijinkan.
**Standar**
**Diameter** **dalam** **dudukan** **jurnal** **(IN** **&** **EX)** **:**
**22,012 - 22,025 mm.**
**Standar**
**Diameter** **luar** **jurnal** **camshaft** **(IN** **&** **EX)** **:**
**21,959 - 21,980 mm**
**KELURUSAN CAMSHAFT**
Ukur
kelurusannya
dengan
dial
gauge.
Ganti
camshaft bila kelurusannya melebihi batas yang
diijinkan.
**Kelurusan camshaft (IN &EX)**
**Batas pemakaian** **: 0,10 mm**
**09900** **- 20606 : Dial gauge (1/100 mm, 10 mm)**
**09900 - 20701 : Magnetic stand**
**09900 - 21304 : V-Block (100mm)**
**EXHAUST**
**CAMSHAFT**
**/**
****
**OTOMATIS**
**PERAKITAN**
Gerakan de kompresi otomatis, tekan dengan jari
tangan untuk memeriksa kelancaran dan kehalusan
gerakannya, ganti exhaust camshaft / dekompresi
otomatis dengan yang baru.
**PERHATIAN**
Jangan membongkar susunan dekompresi
otomatis, karena tidak dapat diperbaiki lagi.
MESIN 3 - 24
Halaman 59
- 25 MESIN
**CAM** **SPROCKET**
Pada saat memasang cam sprocket pada masing-
masing camshaft, luruskan takikan
1
dengan
tanda panah no. 2
2
pada INTAKE camshaft,
atau takikan ⚠
dan tanda panah No.1 dan ⚠
4
pada EXHAUSTcamshaft.
Oleskan THREAD LOCK SUPER “1303” pada ulir
baut-baut cam sprocket
dan kencangkan sesuai
batas kekencangan yang diijinkan.
**99000** **- 32030 : THREAD LOCK SUPER “1303”**
**Baut Sprocket : 11 N.m (1,1 Kg-m)**
**CAM CHAIN **
**(Penyetel tegangan rantai cam)**
Penyetel
tegangan
rantai
cam
diatur
sesuai
tegangan yang diperlukan secara otomatis.
Masukkan obeng -
kedalam celah pada penyetel
tegangan rantai cam dan putarlah searah jarum jam
untuk mengendorkan tegangan kemudian lepas
obeng -
.
Untuk memastikan gerakan batang penekannya,
bila batang penekannya macet atau mekanisme
pegasnya rusak, ganti penyetel tegangan rantai
cam dengan yang baru.
##
## CYLINDER
****
Periksa kerataan permukaan cylinder yang diberi
gasket dengan pisau kerataan dan thickness
gauge, amati celah-celahnya di beberapa tempat.
Bila ada bagian permukaan yang celahnya telah
melebihi batas yang diijinkan, ganti cylinder dengan
yang baru.
**Batas pemakaian : 0,05 mm**
**09900** **- 22301 : Thickness gauge**
**LUBANG CYLINDER**
Ukur diameter dalam lubang cylinder pada enam
tempat.
Bila salah satunya telah melebihi batas yang
diijinkan, bongkar cylinder dan ganti piston dengan
ukuran oversize atau bila perlu ganti cylinder
**Batas pemakaian : 62,065 mm**
**09900** **- 20508 : Cylinder bore gauge set**
-
Halaman 60
**PISTON** **DAN PIN PISTON**
**DIAMETER**
Dengan menggunakan micrometer, ukur diameter
luar piston pada lokasi 15 mm dari ujung piston
bagian bawah seperti pada gambar disamping ini.
Bila hasilnya kurang dari batas yang diijinkan ganti
piston dengan yang baru.
**Batas pemakaian : 0,5** **,** **1,0 mm**
**09900** **- 20203 : Micrometer (50 - 75 mm)**
**** **ANTARA** **PISTON** **DENGAN**
**CYLINDER**
Sesuai hasil pengukuran diatas, bila kerenggangan
diijinkan, bongkar cylinder dan gunakan piston
dengan ukuran oversize atau ganti kedua-duanya
(cylinder dan piston).
**Batas pemakaian : 0,120 mm**
****
**ANTARA**
**RING**
**PISTON**
****
Gunakan thickness gauge, ukur celah bagian
samping ring pertama dan ring kedua.
Bila salah satu celahnya telah melebihi batas yang
diijinkan, ganti piston dan ring-ringnya.
**Celah antara ring piston dengan alurnya.**
**Batas pemakaian : Ring pertama : 0,18 mm**
**Ring kedua : 0,15 mm**
**Lebar alur ring piston**
Standar :Alur pertama : 1,01 - 1,03 mm
Alur kedua
: 1,01 - 1,03 mm
Alur Oli
: 2,01 - 2,03 mm
**Ketebalan ring piston**
Ring piston standar, pertama dan kedua : 0,97 - 0,99
mm
**09900** **- 20803 : Thickness gauge**
**09900 - 20205 : Micrometer (0 - 25mm)**
**CATATAN :**
Dengan
menggunakan
alat
penggosok
lunak,
batang endapan karbon yang menempel pada
kepala piston begitu juga pada alur ring piston.
**CELAH RING PISTON**
Masukan ring piston ke dalam cylinder dan ukur
masing-masing celah ujung ring piston dengan
thickness gauge.
Bila ukurannya melebihi batas yang diijinkan, ganti
ring piston.
**Celah ring piston**
Batas pemakaian ring piston pertama dan kedua :
0,34 mm
**09900 - 20803 : Thickness gauge**
MESIN 3 - 26
Halaman 61
**LUBANG** **PIN PISTON**
Dengan
menggunakan
caliper
gauge,
ukur
diameter dalam lubang pin piston dan gunakan
micrometer untuk mengukur diameter luar pin
piston.
Bila perbedaan ukuran antara keduanya telah
melebihi batas ukuran yang diijinkan ganti pin dan
pistonnya.
**Lubang pin piston**
**Batas pemakaian : 16,030 mm**
**Diameter luar pin piston**
**Batas pemakaian : 15,980 mm**
**09900** **- 20605 : Dial calipers**
**09900 - 20205 : micrometer (0-25mm)**
- 27 MESIN
Halaman 62
**** **DAN CONROD**
** CONROD**
**DIAMETER DALAM UJUNG **
!
Untuk mengukur diameter dalam ujung kecil
conrod, gunakan caliper gauge.
**Batas pemakaian : 16,040 mm**
**09900** **- 20605 : Dial calipers**
Bila diameternya telah melebihi batas yang
diijinkan, ganti conrod dengan yang baru.
MESIN 3 - 28
Halaman 63
- 29 MESIN
****
**CONROD**
**DAN**
**CELAH**
**ANTARA** **BAGIAN** **SAMPING** **UJUNG** **BESAR**
**CONROD**
Batas pemakaian ujung besar conrod dapat dilihat
dari gerakan ujung kecil conrod.
Metoda ini dapat dipakai pula untuk memeriksa
keausan komponen-komponen yang berhubungan
dengan ujung besar conrod.
**Batas pemakaian : 3,0 mm**
**09900** **- 20701 : Magnetic stand**
**09900 - 20606 : Dial gauge (1/100mm)**
**09900 - 21304 : V-Block**
Tekan bagian ujung besar conrod ke satu sisi dan
ukur
celah
antara
bagian
samping
dengan
thickness gauge.
**Standar : 0,10 - 0,45 mm**
**Batas pemakaian : 1,00 mm**
**09900** **- 20803 : Thickness gauge**
Bila telah melebihi batas yang diijinkan, ganti
rangkaian crankshaft atau kurangi kelengkungan
dan celah antara bagian samping sampai batas
pemakaian yang diijinkan dengan cara mengganti
komponen-komponen conrod yang sudah aus /
rusak, bearing ujung besar conrod, pin crank dan
lain-lain.
** **
**KELURUSAN **
Letakkan crankshaft pada blok “V” seperti pada
gambar dengan kedua buah jurnalnya berada pada
masing-masing blok “V”.
Letakkan
dial
gauge
seperti
pada
gambar,
kemudian putar perlahan crankshaft untuk melihat
kelurusannya.
P e r b a i k i
a t a u
g a n t i
c r a n k s h a f t
b i l a
kelengkungannya lebih besar dari batas yang
diijinkan.
**Batas pemakaian : 0,08 mm**
**MERAKIT KEMBALI**
Pada saat merakit kembali crankshaft, tentukan
lebar bandul seperti pada gambar.
!
**Standar lebar bandul : 53,0 + 0,1 mm**
Halaman 64
**CRANK** ** DAN GEAR**
**(As penyeimbang crank dan gigi)**
****
!
Lepaskan balancer dari crankcase.
!
Lepaskan circlip 1
.
!
Pisahkan driven gear 4 , balancer damper
2 , pegas ⚠ dan wave washer
5 .
..
MESIN 3 - 30
Halaman 65
- 31 MESIN
!
Periksa kerusakan balancershaft dan pasaknya.
**MERAKIT KEMBALI**
!
Pasang wave washer
1
, driven gear
2
,
pegas
⚠
dan Balancer damper 4
.
Cara merakitnya adalah kebalikan dari cara
membongkarnya.
!
**TRANSMISI**
****
!
Bongkarlah gigi-gigi transmisi seperti yang diperlihatkan pada ilustrasi berikut :
**CATATAN :**
Saat melepas drive gear ke 2, gunakan penarik gigi dengan sambungan yang sesuai.
Halaman 66
**** **DAN **
**MERAKIT KEMBALI**
Cara merakit countershaft dan driveshaft adalah kebalikan dari cara membongkarnya.
Perhatikan hal-hal berikut ini.
**CATATAN :**
Sebelum memasang gigi-giginya, oleskan sedikit MOLY PASTE atau oli mesin pada
driveshaft dan countershaft.
**99000** **- 25140 : SUZUKI MOLY PASTE**
**PERHATIAN**
* Jangan menggunakan circlip bekas pakai. Setelah circlip dilepas dari as-nya, circlip ini
harus dibuang dan diganti dengan yang baru.
* Pada saat memasang circlip baru, jangan merenggangkan ujung circlip secara
berlebihan ketika memasang pada as-nya.
* Setelah circlip dipasang, pastikan posisinya sudah tepat dan pas pada alurnya.
!
Saat memasang circlip baru, perhatikan arah
circlip. Pasanglah di bagian yang tepat sesuai
arah yang ditunjukkan pada gambar.
**DRIVE GEAR KEDUA**
!
Masukkan drive gear ke dua pada countershaft
sebelum pemasangan, oleskan THREAD LOCK
SUPER “1303” pada bagian dalam drive gear ke
dua dan pasanglah sedemikian rupa hingga
lebarAseperti yang ditunjukkan pada gambar.
0,1
0
Panjang countershaft A : 88,0
(Dari gigi rendah ke gigi ke dua)
±
mm
**99000** **- 32030 : THREAD LOCK SUPER “1303”**
**CATATAN** **:**
!
Perhatian, jangan mengoleskan THREAD LOCK SUPER “1303” pada TOP drive gear.
Prosedur diatas hanya berlaku sebanyak dua kali sebelum dibutuhkan penggantian
as.
MESIN 3 - 32
Halaman 67
3 - 33 MESIN
2 nd
6 th
3 nd
4 th
5 th
1 st
Halaman 68
**GARPU** **PEMINDAH GIGI**
Gunakan thickness gauge untuk memeriksa celah
antara tuas pemindah gigi dengan alurnya yang
terdapat pada gigi transmisi.
Besaran celah kedua garpu pemindah gigi ini
memainkan peran yang penting pada kehalusan
dan ketepatan pemindahan gigi transmisi.
Cara kerjanya adalah, garpu menggeser gigi
transmisi
dan
ketika
pemindahan
gigi,
garpu
tersebut mendorong gigi transmisi secara axial.
Celah
antara
yang
terlalu
besar
dapat
mengakibatkan gigi-giginya slip.
Bila celah antaranya melebihi batas yang diijinkan,
ganti garpunya atau giginya atau kedua-duanya.
**09900** **- 20803 : Thickness gauge**
**Celah antara alur garpu pemindah gigi :**
Batas pemakaian : 0,5 mm
**Lebar alur garpu pemindah gigi**
Standar, No. 1 : 5,0 - 5,1 mm
No. 2 : 5,5 - 5,6 mm
**Ketebalan garpu pemindah gigi**
Standar, No. 1 : 4,8 - 4,8 mm
No. 2 : 5,3 - 5,4 mm
##
## GIGI PENGGERAK PRIMER
****
!
Lepaskan gigi penggerak primer dari as primer.
Pasang pasak, gigi primer, washer, pegas
washer dan mur.
MESIN 3 - 34
Halaman 69
- 35 MESIN
##
## KOPLING
**PLAT** **KOPLING PENGGERAK**
Ukur
ketebalan
masing-masing
plat
kopling
penggerak dengan vernier caliper.
Ganti bila ukurannya melebihi batas yang diijinkan
**Batas pemakaian**
**Ketebalan : 2,6 mm**
**Lebar lidah plat kopling : 11,0 mm**
**09900** **- 20102 : Vernier caliper**
**PLAT **
Ukur masing-masing kelengkungan plat kopling
yang digerakkan dengan thickness gauge.
Ganti bila telah melebihi batas.
**Batas pemakaian : 0,15 mm**
**09900** **- 20803 : Thickness gauge**
**PANJANG PEGAS KOPLING SAAT BEBAS.**
Ukur masing-masing pegas lingkar saat bebas
dengan vernier caliper dan tentukan elastisitas
tegangannya.
Ganti pegas bila telah melebihi batas yang diijinkan.
**Batas pemakaian : 31,0 mm**
**09900** **- 20102 : Vernier caliper**
**BEARING PELEPAS KOPLING**
Periksa bearing pelepas dari ketidak normalan,
keretakan, untuk menentukan apakah masih dapat
dipergunakan lagi atau harus diganti.
Kehalusan dan kelancaran penggabungan dan
pelepasan kopling sangat tergantung dari kondisi
bearing ini
Halaman 70
##
## MERAKIT
##
## MESIN
Merakit mesin adalah kebalikan dari cara membongkarnya.
Langkah-langkah berikut memerlukan perhatian khusus.
**CATATAN :**
Oleskan oli mesin pada bagian-bagian yang berputar atau bergesekan sebelum perakitan.
!
Saat memasang crankshaft pada crankcase,
bagian kiri harus ditarik ke bagian kiri
crankcase dengan menggunakan alat khusus.
!
Oleskan oli mesin pada bearing-bearing
crankshaft.
**09910** **- 32812 : Crankshaft Installer**
**09910 - 20116 : Conrod Holder**
**09911 - 11310 : Attachment.**
**PERHATIAN**
Jangan
menggunakan
palu
plastik
saat
memasang crankshaft ke crankcase.
Untuk
menjaga
kelurusan
dan
ketepatan
crankshaft gunakan selalu alat khusus.
**CRANK** ****
!
Luruskan tanda 1 di gigi penggerak dengan
tanda 2 pada gigi yang digerakkan.
##
## KICK
##
## STARTER
MESIN 3 - 36
Halaman 71
- 37 MESIN
!
Luruskan tanda 1
pada kick starter dengan
tanda 2 pada as kick starter.
!
Putar as kick starter berlawanan arah jarum
jam kemudian kuncilah kick starter dengan
pengarah kick starter.
!
Pasang gigi penggerak kick starter
⚠
,
wave washer
4
dan washer
5
pada as
kick starter.
**CAM DAN PEMINDAH GIGI**
!
Pasang susunan transmisi.
Pasang garpu-garpu dan cam pemindah
gigi.
1 : Garpu pemindah gigi No. 1
2 : Garpu pemindah gigi No. 2
!
Pasang as-as garpu pemindah gigi ( ⚠ , 4 )
Halaman 72
!
Bersihkan kedua permukaan crankcase yang
saling berhubungan dengan cairan pembersih.
Oleskan
SUZUKI
BOND
NO.
1215
pada
permukaan crankcase bagian kanan.
!
!
Pasang pin-pin dowel 1 dibagian crankcase
sebelah kiri.
Oleskan oli mesin pada ujung besar conrod dan
gigi-gigi transmisi.
!
!
Rakitlah crankcase dalam beberapa menit.
Kencangkan baut-baut crankcase sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **crankcase : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**CATATAN** **:**
***** Setelah baut-baut crankcase dikencangkan,
periksa kelancaran putaran crankshaft.
* Bila putarannya terasa berat , cobalah untuk
mengetuk drive shaft atau countershaft dengan
palu plastik.
MESIN 3 - 38
Halaman 73
- 39 MESIN
**SPACER** **ENGINE SPROCKET**
!
Oleskan SUZUKI SUPER GREASE “A” pada O-
ring
1
dan bibir seal oli
2
, kemudian
pasang
spacer
engine
sprocket
ke
dalam
driveshaft.
**PERHATIAN**
Gunakan O-ring 1 baru.
!
Pasang penahan seal oli.
**SAKLAR** **POSISI GIGI**
!
Pasang pegas 3 dan penghubung 4
serta O-ring baru 5 .
Pasang saklar posisi gigi.
!
##
## RANTAI
##
## CAM, PENEGANG RANTAI CAM
##
## DAN ROTOR MAGNIT
!
Masukkan rantai cam 1 ke cam drive
sprocket.
Pasang penegang rantai cam 2 dan
kencangkan bautnya.
!
!
Beri gemuk pada bagian runcing crankshaft
dan rotor magnit.
Masukkan pasak 3 .
!
!
Pasang rotor magnit dengan benar.
Oleskan THREAD LOCK SUPER “1303” pada
mur rotor magnit dan kencangkan sesuai batas
kekencangan yang diijinkan dengan alat
khusus.
**99000** **- 32030 : THREAD LOCK SUPER “1303”**
**09930 - 44512 : Rotor Holder**
**Mur rotor magnit : 80 N.m (8,0 Kg-m)**
Halaman 74
**OIL JET**
!
Pasang oil jet seperti pada foto disamping.
**BAUTAS BALANCER**
!
Kencangkan baut as balancer sesuai batas
kekencangan
yang
diijinkan
dengan
alat
khusus.
**09910** **- 20115 : conrod holder**
**Baut as balancer : 50 N.m (5,0 Kg-m)**
**POMPAOLI DAN GIGI PENGGERAK PRIMER**
!
Oleskan oli mesin pada bagian permukaan
wadah pompa oli yang bergesekan, rotor bagian
luar, bagian dalam rotor dan as, sebelum
menempatkan pompa oli 1
.
Oleskan sedikit THREAD LOCK “1342” pada
sekerup-sekerup dudukan pompa oli, kemudian
kencangkan.
!
**99000** **- 32050 : THREAD LOCK “1342”**
!
Pasang pin 2
.
!
Pasang gigi penggerak pompa oli
⚠
dan gigi
pompa oli yang digerakkan
4
bersama circlip
5
.
..
!
Masukkan pasak 6 dan gigi penggerak primer
7 .
-
**CATATAN :**
Gigi penggerak primer (primary drive gear)
⚠
ditunjukkan seperti pada gambar.
MESIN 3 - 40
-
Halaman 75
- 41 MESIN
!
Pasang washer
8
, washer pegas
9
dan
mur gigi penggerak primer
10
seperti pada
gambar.
**CATATAN :**
Mur gigi penggerak primer 10
berulir kiri.
!
Kencangkan murnya sesuai batas kekencangan
yang diijinkan.
**Mur** **gigi penggerak primer : 50 N.m (5,0 Kg-m)**
**AS** **PEMINDAH GIGI DAN **
Halaman 76
!
Oleskan THREAD LOCK SUPER “1303” pada
ulir
as
tuas
stopper
cam
pemindah
gigi,
kemudian
kencangkan
sesuai
batas
kekencangan yang diijinkan.
**99000** **- 32030 : THREAD LOCK SUPER “1303”**
**As tuas stopper cam pemindah gigi :**
**10 N.m (1,0 Kg-m)**
!
Luruskan lubang
1
pada plat cam pemindah
gigi dengan pin
2
pada cam pemindah gigi.
!
Kencangkan baut plat cam pemindah gigi
⚠
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
**Baut plat cam pemindah gigi : 10 N.m (1,0 Kg.m)**
**THREAD LOCK SUPER “1303”**
!
Pasang washer 4 pada as pemindah gigi.
Pasang
susunan
as
pemindah
gigi
pada
crankcase.
Masukkan pegas pemindah gigi
5
ke stopper
tuas pemindah gigi 6
dengan benar.
!
**CATATAN :**
Saat menempatkan kembali stopper tuas pemindah
gigi
6 , oleskan sedikit THREAD LOCK SUPER
“1303”
pada
bagian
yang
berulir
kemudian
kencangkan
sesuai
batas
kekencangan
yang
diijinkan.
**99000 - 32030 : THREAD LOCK SUPER “1303”**
**Stopper tuas pemindah gigi : 19 N.m (1,9 Kg-m)**
MESIN 3 - 42
Halaman 77
##
## KOPLING
!
Pasang washer
1
dan spacer
2
pada,
countershaft.
**CATATAN :**
Oleskan oli mesin pada permukaan spacer bagian
luar dan dalam.
!
Pasang
susunan
primary
driven
gear
dan
washer ⚠ dan countershaft.
**CATATAN :**
Saat merakit primary drive dan driven gears, putar
primary driven gear berlawanan arah jarum jam.
- 43 MESIN
Halaman 78
!
Pasang clutch sleeve hub dan lock washer 1
**PERHATIAN**
Masukkan lidah lock washer
2
pada
bidang rata clutch sleeve hub
!
Pasang mur clutch sleeve hub dan
kencangkan sesuai batas kekencangan yang
diijinkan dengan alat khusus.
**09920** **- 53740 : Clutch sleeve hub holder**
**Mur clutch sleeve hub : 50 N.m (5,0 Kg-m)**
!
Kuncilah mur clutch sleeve hub dengan cara
membengkokkan lidah lock washer.
Pasang clutch driven dan drive plates lainnya
satu persatu ke dalam clutch sleeve hub.
Pasang clutch release rack 4 , bearing 5
dan plat penekan 6 pada clutch sleeve hub.
!
!
**CATATAN** **:**
* Arahkan bagian roller bearing 5 pada clutch
release rack.
* Pastikan plat penekan kopling telah terpasang
dengan benar.
!
Pasang pegas-pegas kopling dan baut-bautnya
ke dalam plat penekan kopling.
Kencangkan baut-bautnya secara menyilang.
!
MESIN 3 - 44
Halaman 79
- 45 MESIN
!
Pasang kedua buah pin dowel dan gasket
baru.
!
Saat memasang penutup kopling, clutch
release rack harus menghadap ke bagian gigi
pinion.
!
Kencangkan baut-baut penutup kopling sesuai
batas kekencangan yang diijinkan
**Baut** **penutup kopling : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
Halaman 80
##
## PISTON
##
## DAN RING PISTON
!
Pasang spacer
1
di bagian bawah alur ring,
kemudian pasang kedua buah rel
2
, masing-
masing satu buah diatas spacer.Spacer dan rel
baru tidak mempunyai tanda khusus untuk
ditempatkan di atas atau di bawah.Saat merakit
kembali part bekas pakai, pasanglah pada
tempat dan arah semula.
**PERHATIAN**
Saat
memasang
spacer,
jangan
membiarkan kedua ujungnya overlap pada
alurnya.
!
Ring pertama dan ring kedua, bentuk permukaan
ringnya berbeda dan permukaan ring pertama
berlapis chrome, sedangkan ring kedua tidak
berlapis chrome.Warna ring kedua terlihat lebih
gelap daripada ring pertama.
!
Ring pertama dan ring kedua bertanda “R” dan
“RN” di atasnya. Saat memasangkan pada
piston, pastikan tanda ini menghadap ke atas.
!
Posisi celah ketiga buah ring seperti ditunjukkan
pada gambar. Sebelum memasukkan piston ke
dalam cylinder, periksa posisi celah-celah ini.
Hal-hal
penting
yang
harus
diperhatikan
saat
memasang piston.
Oleskan sedikit SUZUKI MOLY PASTE pada pin
piston.
Letakkan
secarik
kain
bersih
pada
lubang
cylinder agar circlip pin piston tidak terjatuh
kedalam crankcase. Kemudian masukkan circlip
pin piston dengan menggunakan tang lancip.
!
!
**PERHATIAN**
Gunakan circlip pin piston baru untuk
mencegah pemakaian circlip bekas yang
sudah bengkok.
Saat memasang piston, arahkan tanda pada kepala
piston ke bagian exhaust.
MESIN 3 - 46
TIDAK BENAR
BENAR
RING
PERTAMA
RING
KEDUA
R ( PERTAMA )
RN ( KEDUA)
Halaman 81
- 47 MESIN
##
## CYLINDER
Sebelum memasang blok cylinder, lumasi bagian ujung
besar dan ujung kecil conrod serta bagian permukaan
piston yang bergesekan.
Masukkan
pin-pin
dowel
pada
crankcase
dan
masukkan gasket baru
!
**PERHATIAN**
Untuk
mencegah
kebocoran
oli,
jangan
menggunakan
gasket
bekas,
gunakanlah
selalu gasket baru.
!
Peganglah ring piston pada posisi yang benar
kemudian masukkan ke dalam cylinder.
Pastikan ring-ring piston sudah masuk dengan benar
ke dalam cylinder.
Kencangkan sementara mur-mur cylinder.
!
!
**CATATAN :**
Saat memasang cylinder, rantai penggerak camshaft
harus tegang.
Saat crankshaft diputar, rantai penggerak camshaft tidak
boleh terjepit diantara cam drive chain sprocket dengan
crankcase.
**CYLINDER HEAD**
!
Pasang pin-pin dowel pada cylinder, kemudian
pasang gasket baru.
**PERHATIAN**
Untuk
mencegah
kebocoran
oli,
jangan
menggunakan
gasket
bekas,
gunakanlah
selalu gasket baru.
!
Masukkan cylinder head ke cylinder.
Kencangkan baut-baut cylinder head sesuai batas
kekencangan yang diijinkan secara bertahap.
**Baut cylinder head : Pertama 13 N.m (1,3 Kg-m)**
**Terakhir 25 N.m (2,5 Kg-m)**
**CATATAN :**
Oleskan oli mesin pada washer-washer baut cylinder
head sebelum memasang baut-baut cylinder head.
!
Setelah mengencangkan baut-baut cylinder head,
kencangkan mur-mur cylinder
1
dan mur-mur
cylinder head 2 sesuai batas kekencangan yang
diijinkan.
**Mur** **cylinder 1 : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**Mur cylinder head 2 : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
Halaman 82
##
## CAMSHAFT
!
Putar crankshaft berlawanan arah jarum jam dan
luruskan garis “T” A pada rotor magnit dengan
tanda index
B
pada crankcase agar rantai
penggerak camshaft tertarik ke atas.
**PERHATIAN**
Bila rantai penggerak camshaft tidak
dapat naik ke atas setelah crankshaft
**CATATAN :**
*****
Sebelum menempatkan camshaft pada cylinder
head oleskan, SUZUKI MOLY PASTE di seluruh
permukaan jurnalnya secara merata. Oleskan oli
mesin pada dudukan jurnal camshaft.
**99000** **- 25140 : SUZUKI MOLY PASTE**
*
Tempatkan masing-masing camshaft pada posisi
yang benar (”EX” untuk bagian exhaust dan “IN”
untuk bagian intake).
!
Saat garis “T” benar-benar tepat segaris dengan
tanda index, tahan camshaft dan tarik rantai ke
atas secara perlahan untuk menghilangkan
kekendoran rantai antara crank sprocket dengan
exhaust sprocket.
Exhaust
sprocket
mempunyai
tanda
“1”.
Putarlah
exhaust
camshaft
sehingga
tanda
panah tersebut segaris dengan permukaan
gasket cylinder head. Masukkan rantai cam
dengan sprocketnya.
Sekarang, tanda panah “2” berada diatas. Hitung
jumlah pin-pin roller rantai terhadap intake
camshaft, mulai dari pin roller tepat di atas tanda
panah “2” sampai ke pin roller ke enam belas.
Masukkan
rantai
cam
dengan
intake
sprocketnya, letakkan pin ke enam belas tepat di
atas tanda panah “3” pada intake sprocket.
!
!
**CATATAN :**
Sekarang rantai cam melingkari ke tiga buah
sprocket. Jangan menyentuh crankshaft sampai
dudukan jurnal camshaft dan cam chain tension
adjust berada pada posisi yang tepat.
MESIN 3 - 48
Halaman 83
- 49 MESIN
!
Pasang ke enam buah pin dowel.
Letakkan masing-masing dudukan camshaft
dan pengarah rantai cam pada posisi yang
benar.
**CATATAN :**
Dudukan camshaft bertanda “EX” atau “E” untuk
bagian exhaust dan “IN” atau “I” untuk bagian
intake.
!
Kencangkan baut-baut dudukan camshaft
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **dudukan camshaft : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
Halaman 84
Pasang gasket baru dan cam chain tension adjuster
pada cylinder dengan dua buah baut, kemudian
kencangkan
sesuai
batas
kekencangan
yang
diijinkan.
**Baut** **cam chain tension adjuster : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**CATATAN :**
* Sebelum memasang cam chain tension adjuster,
kuncilah pegas penegang dengan obeng
-
dan
putar searah jarum jam.
* Sebelum memasang cam chain tension adjuster,
putarlah crankshaft pada arah yang normal untuk
menghilangkan kekendoran rantai antara crank
sprocket dengan exhaust sprocket.
!
Setelah memasang cam chain tension adjuster,
putar obeng
-
berlawanan arah jarum jam.
Saat celah pada cam chain tension adjuster
berpoutar, batang penegang akan terdorong
oleh daya pegas dan menekan cam chain
tension adjuster yang selanjutnya menekan
rantai cam.
**PERHATIAN**
Setelah memasang cam chain tension
adjuster, pastikan telah berfungsi dengan
benar,
dengan
cara
memeriksa
kekendoran rantai cam.
**Baut** **pipa saluran oli : 20 N.m (2,0 Kg-m)**
!
Kencangkan baut-baut pipa saluran oli sesuai
batas kekencangan yang diijinkan.
!
Lumasi dengan oli mesin bagian-bagian dari
cylinder head yang perlu dilumasi.
**CATATAN :**
Putar
crankshaft
untuk
memeriksa
kelancaran
gerakan part-part yang berhubungan dengan cam
dan camshaft.
**PERHATIAN**
Pastikan untuk memeriksa celah tappet.
(Lihat hal 2 - 5 )
MESIN 3 - 50
Halaman 85
- 51 MESIN
!
Oleskan SUZUKI BOND NO. 1207B pada
bagian cap ujung cam yang diberi gasket seperti
pada gambar.
**99000** **- 31140 : SUZUKI BOND NO. 1207 B**
!
Letakkan penutup cylinder head pada ujung
cylinder head.
Oleskan oli mesin di kedua sisi gasket cylinder
head dan oleskan juga pada baut-baut penutup
cylinder head.
!
**PERHATIAN**
Untuk mencegah kebocoran oli, gantilah gasket-
Gasket dengan yang baru
!
Kencangkan baut-baut penutup cylinder head
sesuai
batas
kekencangan
yang
diijinkan,
secara bertahap.
**Baut** **penutup cylinder head :**
**Pertama 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**Terakhir 14 N.m (1,0 Kg-m)**
****
!
Pasang pin dowel 1 dan gasket baru 2 .
!
Kencangkan
penutup
magnit
sesuai
batas
kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **penutup magnit : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
Halaman 86
**PENDINGIN** **OLI ( OIL COOLER )**
****
!
Pasang O-ring baru.
**PERHATIAN**
Gunakan
O-ring
baru
untuk
mencegah kebocoran oli
**CATATAN** **:**
Oleskan oli mesin pada O-ring.
!
Oleskan THREAD LOCK pada baut-bautnya,
dan pasang pipa pendingin oli.
Kencangkan baut-baut pipa pendingin oli
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
!
**99000** **- 32110 : THREAD LOCK SUPER “1342”**
**Baut pipa pendingin oli : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
!
Pasang bracket pendingin oli.
!
Pasang kick starter.
MESIN 3 - 52
Halaman 87
##
## SISTEM
##
## PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
##
## DAFTAR
##
## ISI
SISTEM BAHAN BAKAR ........................................................................... 4 - 1
TANGKI, KRAN DAN PENGUKUR BAHAN BAKAR ...................................4 - 2
PELEPASAN ................................................................................... 4 - 2
KEMBALI .............................................................. 4 - 3
............................................................................................ 4 - 3
.................................................................................. 4 - 3
LOKASI NOMOR IDENTITAS .......................................................... 4 - 4
................................................................................. 4 - 4
CARA KERJA PISTON DAN .................................. 4 - 5
SISTEM LANGSAM .........................................................................4 - 6
SISTEM CEPAT ................................................................................4 - 6
SISTEM STARTER ......................................................................... 4 - 7
SISTEM PELAMPUNG ................................................................... 4 - 7
MELEPAS ................................................................ 4 - 8
.................................................... 4 - 8
JET ..............................................4 - 10
NEEDLE VALVE .................................................. 4 - 10
PELAMPUNG .................................. 4 - 11
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI ................ 4 - 11
SISTEM PENDINGIN DAN PELUMASAN ................................................. 4 - 11
TEKANAN OLI ................................................................................ 4 - 12
SARINGAN OLI SUMP ................................................................... 4 - 12
TABEL SISTEM PELUMASAN MESIN ........................................... 4 - 13
Halaman 88
- 1 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
**SISTEM** **BAHAN BAKAR**
Saat menghidupkan mesin, timbul tekanan negatif (vacuum) pada lubang pemasukan.
Tekanan negatif ini menekan diaphragma kran bensin, (melalui saluran pada pipa
pemasukan karburator) dan selang vacuum. Tekanan negatip bertambah besar menekan
diaphragma kran bensin sampai tekanannya melebihi tekanan pegas katup. Karena tekanan
tersebut, katup pada kran bensin terbuka ( sesuai prinsip diaphragma ) sehingga bensin
mengalir ke ruang pelampung pada karburator.
Tekanan negatif
Bensin
Halaman 89
**TANGKI,** **KRAN DAN PENGUKUR BAHAN BAKAR**
**PELEPASAN**
!
Lepas
tutup-tutup
rangka
dan
leg
shield
(lihat hal. 5 - 2 )
Lepas tempat duduk dengan melepas mur
1
Lepas baut-baut dudukan tangki bensin
2
!
****
Berhati-hatilah
dengan
bahan
bakar
karena mudah meledak.
!
Lepas tangki bensin dengan melepas selang
bensin ⚠ dan
Selang vacuum
4
serta sambungan kabel
pengukur bahan bakar 5 .
Lepaskan kran bensin 6 .
Lepaskan pengukur bahan bakar
7 .
!
!
**MELEPAS SARINGAN BAHAN BAKAR**
!
Lepas penutup rangka (lihat hal. 5 - 1 )
Keluarkan
bensin
dengan
melepas
selang
bensin 9 .
Lepas saringan bensin
10
dari selang bensin
9 .
!
..
SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR 4 - 2
Halaman 90
- 3 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
**** **DAN **
**SARINGAN BENSIN**
Bila saringan bensin penuh dengan endapan kotoran
atau karat, bensin tidak akan mengalir dengan lancar
dan mesin akan kehilangan tenaga.
Bersihkan saringan bensin dengan udara bertekanan .
**KRAN BENSIN**
Hubungkan pompa vacuum ke lubang vacuum pada kran
bensin seperti pada gambar.
Sedot kran bensin dan tiup lubang keluar bensin. Bila
tidak ada udara yang keluar, ganti kran bensin dengan
yang baru.
Spesifikasi vacuum : 95 mmHg
**09917** **- 47910 : Vacuum pump gauge**
**PERHATIAN**
Gunakan pompa vacuum tangan. Jangan disedot
berlebihan
untuk
mencegah
kerusakan
kran
bensin
**MELEPAS PENGUKUR BAHAN BAKAR**
!
Buka tempat duduk.
Lepaskan sambungan kabel pengukur bahan bakar
1 .
Lepas pengukur bahan bakar
2
dengan melepas
sekerup-sekerup dudukannya.
Untuk
pemeriksaan
pengukur
bahan
bakar,
lihat hal. 6 - 21 .
..
!
** KEMBALI**
!
Cara memasang kembali tangki, kran dan pengukur
bahan bakar adalah kebalikan dari cara melepasnya.
****
****
ITEM
Jenis Karburator BS26 - 187
Diameter 26 mm
No. ID 25GO
Putaran Idle 1.400
100 rpm
±
Ketinggian pelampung 10,50
0,10 mm
±
Main Jet (M.J)
## 112,5
Jet Needle (J.N) 4DG8
Needle jet (N.J) 0 - 9 (461)
Katup gear (Th.V) 120
Pilot Jet (P.J)
## 12.5
Pilot Screw (P.S) 1 3/4
Starter Jet (G.S)
## 25
Jarak main kabel gas 2 - 4 mm
Halaman 91
**LOKASI** **NO. I.D.**
Pada karburator terdapat No. I.D
A
yang terdapat
pada bagian luar karburator sesuai spesifikasinya.
****
SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR 4 - 4
Halaman 92
- 5 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
**CARA KERJA DAN** **PISTON**
Karburator yang digunakan adalah tipe Variable Venturi, dimana pada area yang bersilangan
bahan bakar akan bertambah atau berkurang secara otomatis tergantung dari katup piston
1 . Katup piston bergerak naik-turun sesuai dengan adanya tekanan balik yang dihasilkan
dari arah bawah venturi A . Tekanan balik masuk ke ruang diaphragma 2 melalui sebuah
orifice
⚠
yang terdapat pada katup piston
1 .
Naiknya tekanan balik menekan pegas
4
, mengakibatkan katup piston
1
naik ke ruang
diaphragma dan menjaga masuknya udara berlebihan. Jadi, udara di dalam saluran venturi
secara konstan mengatur atomisasi bahan bakar dan mengatur campuran udara dan bahan
bakar secara tepat.
-
POSISI KATUP PISTON
DI BAWAH
POSISI KATUP PISTON
DI ATAS
TEKANAN NEGATIF
Halaman 93
**SISTEM** **LANGSAM (SLOW SYSTEM)**
Sistem putaran rendah adalah sistem suplai bahan bakar saat piston gas tertutup atau sedikit
terbuka. Bahan bakar dari ruang pelampung diatur oleh pilot jet
⚠
dan akan bercampur
dengan udara melalui pilot air jet 4
.
Campuran bahan bakar / udara naik melalui pipa pilot ke pilot screw
5
. Sebagian
campuran dilepas ke saluran utama melalui lubang bypass. Selebihnya campuran diatur oleh
pilot screw dan disemprotkan ke luar ke dalam saluran utama melalui pilot outlet.
**SISTEM** **PUTARAN TINGGI (MAIN SYSTEM)**
Saat throttle valve
1
terbuka, putaran mesin meningkat dan tekanan negatif di venturi
meningkat, hal ini menyebabkan piston valve
2
naik ke atas. Bahan bakar pada ruang
pelampung
diatur oleh main jet
⚠
. Bahan bakar yang sudah diatur mengalir melalui
needle jet
4
bercampur dengan udara yang melalui main air jet
5
akan membentuk
suatu emulsi (kabut). Kabut bahan bakar kemudian mengalir melalui celah udara utama
yang didorong oleh mesin. Perbandingan campuran yang proporsional diselesaikan
pada needle jet
4
. Besar atau kecilnya aliran kabut bahan bakar yang melalui celah
akhirnya tergantung pada posisi throttle.
SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR 4 - 6
Udara
Campuran
Bahan bakar/udara
Bahan bakar
Udara
Campuran
Bahan bakar/udara
Bahan bakar
Halaman 94
- 7 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
**SISTEM** **STARTER ( CHOKE )**
Tuas choke menarik starting plunger 1 sehingga mendorong bahan bakar masuk ke sirkuit
starter dari ruang pelampung melalui starter jet
2
mengatur jumlah bahan bakar dan
bercampur dengan udara yang mengalir dari ruang pelampung. Campuran ini, yang kaya
akan bahan bakar, menjangkau starting plunger dan bercampur lagi dengan udara yang
mengalir melalui sebuah saluran dari ruang diaphragma.
Kedua campuran bahan bakar dan udara ini adalah campuran yang cukup untuk
disemprotkan melalui starter outlet menuju lubang utama sehingga mesin dapat dihidupkan.
Udara
Bakan bakar /
Campuran udara
Bahan bakar
**SISTEM** **PELAMPUNG**
Pelampung 1 dan needle valve 2 berada dalam
satu mekanisme yang sama dimana bila pelampung
bergerak
naik
turun,
needle
valve
juga
akan
bergerak bersamaan. Ketika permukaan bahan
bakar diatas ruang pelampung, pelampung 1 akan
naik dan needle valve
2
terdorong ke atas
menjangkau valve seat. Pada kondisi tersebut, tidak
ada
bahan
bakar
yang
mengalir
ke
ruang
pelampung.
Ketika permukaan bahan bakar turun, pelampung
1
turun dan needle valve lepas dari dudukannya
sehingga
bahan
bakar
mengalir
ke
ruang
pelampung. Pada proses tersebut diatas needle
valve
2
mengatur aliran bahan bakar yang masuk
ke ruang pelampung secara konstan.
Pelampung
Bahan
Bakar
Needle Valve
Halaman 95
**SISTEM** **PENGAYAAN (COASTING SYSTEM)**
Sistem ini termasuk dalam sistem langsam. Pada pengoperasian normal, gabungan dari
udara dari bagian atas lubang pemasukan karburator menuju ke saluran pilot air jet sehingga
didapat perbandingan campuran bahan bakar dan udara yang dikehendaki. Tapi bila tiba-tiba
katup gas ditutup, timbul tekanan balik dalam jumlah besar yang dihasilkan di dalam cylinder
yang diteruskan ke diaphragma 2 . Katup ⚠ yang berhubungan dengan diaphragma 2
menutup aliran udara, sehingga campuran bahan bakar / udara kandungan bahan bakarnya
lebih banyak. Sistem ini untuk menjaga keteraturan kondisi pembakaran melalui pengaturan
perbandingan campuran bahan bakar / udara dengan cara mengendalikan aliran udara pada
sirkuit pilot.
SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR 4 - 8
-
Udara
Campuran udara/
bahan bakar
Bahan bakar
Halaman 96
- 9 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
**MELEPAS** ****
!
Lepaskan leg shields (lihat hal 5 - 2).
Lepaskan sekerup-sekerupnya.
Lepaskan karburator.
Cabut selang bahan bakar
1
dan selang
vacuum 2 .
****
Berhati-hatilah dengan bensin karena mudah
meledak
!
Lepaskan kabel gas ⚠ dari karburator.
Lepaskan starter plunger 4 dari karburator.
** **
!
Lepaskan penutup bagian atas 5 karburator.
!
Lepaskan pegas
6
dan katup piston berikut
diaphragma 7 .
!
Lepas jet needle 8 dari katup piston.
Halaman 97
!
Lepaskan ruang pelampung
!
Lepaskan gasket 1 .
Lepaskan pelampung
2
dengan melepas
sekerup dan pin ⚠ .
!
Lepas needle valve
4
Needle valve
5
Valve seat
**PERHATIAN**
Jangan
menggunakan
kawat
untuk
membersihkan valve seat.
!
Lepas main jet 6 dan pilot jet 7 .
**PERHATIAN**
Jangan
menggunakan
kawat
untuk
membersihkan saluran dan jet.
!
Lepas needle jet 8 .
SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR 4 - 10
Halaman 98
- 11 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
!
Lepas pilot air screw 1 .
**CATATAN :**
Sebelum melepas pilot air screw
1
, perhatikan
setelannya dengan cara memutar sekerup tersebut
searah jarum jam secara perlahan dan hitung jumlah
putarannya sampai sekerup tertahan.
Jumlah putaran tersebut akan diperlukan saat merakit
kembali pilot air screw ke posisi semula.
!
Lepaskan katup gas 2 dengan melepas sekerup-
sekerupnya.
**PERHATIAN**
Kedua buah sekerup ini dikunci dengan cara
bagian ujungnya ditumpulkan.
Sekali di buka, sekerup akan rusak.
**CATATAN :**
Oleskan sedikit THREAD LOCK “1342” pada sekerup-
sekerup, saat memasang katup gas pada porosnya.
**99000** **- 32050 : THREAD LOCK “1342”**
**PERHATIAN**
Arahkan katup gas yang diberi tanda ke
bagian luar
** JET **
Periksa bagian-bagian dibawah ini dari kerusakan atau
tersumbat.
* Pilot Jet
* Float
* Main Jet
* Needle valve
* Main air jet
* Starter jet
* Pilot screw
* Gasket dan O-ring
* Needle jet air bleeding hole
* Pilot outlet dan
Bypass holes.
** NEEDLE VALVE**
Bila ada suatu benda yang mengganjal diantara valve
seat dan needle, bensin akan mengalir terus menerus
dan akan menyebabkan bensin berlebih.
Begitu juga bila seat dan needle aus melebihi batas yang
diijinkan. Sebaliknya, bila needle runcing, bensin tidak
akan mengalir ke ruang pelampung. Bersihkan ruang
pelampung dan bagian-bagian lainnya dengan bensin.
Bila needle aus seperti yang ditunjukkan pada gambar,
ganti berikut valve seatnya.
Bersihkan
saluran-saluran
bensin
dengan
udara
bertekanan.
Halaman 99
** PELAMPUNG**
Untuk memeriksa ketinggian pelampung, posisi
karburator harus dibalik dan lidah pelampung harus
dalam
keadaan
bebas.
Ukur
dengan
caliper
ketinggian
A
saat lidah pelampung menyentuh
jarum katup. Bila perlu, bengkokkan lidahnya agar
ketinggian A sesuai spesifikasi yang dianjurkan.
**Batas ketinggian** **A** **: 10,5**
**0,1 mm**
**±**
**09900** **- 20101 : Vernier calipers**
**MERAKIT**
**DAN**
**MEMASANG**
**KEMBALI**
****
Merakit dan memasang kembali karburator adalah
kebalikan dari cara melepas dan membongkarnya.
Perhatikan hal-hal berikut :
Putar sekerup penyetel gas hingga bagian ujung
bawah A lurus di depan lubang by-pass B .
Setel
bagian-bagian
di
bawah
ini,
sesuai
spesifikasi.
* Putaran langsam mesin (rpm) .......... Hal .2 - 12
* Jarak main kabel gas ...................... Hal. 2 - 13
!
!
**SISTEM PELUMASAN**
**TEKANAN OLI**
Lihat halaman 2 - 21
**SARINGAN OLI**
Lihat halaman 2 - 11
**SARINGAN OLI SUMP**
Saat mengganti oli mesin, periksa
tanda-tanda
retak
pada
saringan
oli
sump
dan
bersihkan
saringan tersebut secara berkala
.
**PERHATIAN**
Ganti gasket penutup magnit dengan
yang baru untuk mencegah kebocoran.
( Lihat halaman 3 - 12 )
SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR 4 - 12
Halaman 100
- 13 SISTEM PELUMASAN DAN BAHAN BAKAR
**TABEL SISTEM** **PELUMASAN MESIN**
Halaman 101
##
## RANGKA
##
## DAFTAR
##
## ISI
##
## 5
KOMPONEN BAGIAN LUAR .................................................................... 5 - 1
MELEPAS ...................................................................................... 5 - 2
MEMASANG KEMBALI .................................................................. 5 - 3
RODA DEPAN .......................................................................................... 5 - 4
MELEPAS DAN ................................................... 5 - 5
DAN ....................................... 5 - 5
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI .......................................... 5 - 7
REM DEPAN ............................................................................................ 5 - 9
MENGGANTI KANVAS REM .......................................................... 5 - 10
MENGGANTI CAIRAN REM .......................................................... 5 - 10
MELEPAS DAN CALIPER .................................... 5 - 11
CALIPER ............................................................. 5 - 11
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI CALIPER ......................... 5 - 12
MELEPAS DAN MASTER CYLINDER ................. 5 - 13
MASTER CYLINDER ............................................ 5 - 15
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI MASTER CYLINDER ....... 5 - 15
SUSPENSI DEPAN .................................................................................. 5 - 16
MELEPAS DAN ................................................... 5 - 16
.............................................................................. 5 - 18
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI .......................................... 5 - 19
KEMUDI ..................................................................................................... 5 - 22
MELEPAS DAN .................................................... 5 - 22
.............................................................................. 5 - 26
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI ......................................... 5 - 26
RODA DAN REM BELAKANG .................................................................. 5 - 29
MELEPAS DAN ................................................... 5 - 30
DAN ...................................... 5 - 31
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI ......................................... 5 - 32
SUSPENSI BELAKANG ............................................................................ 5 - 40
MELEPAS DAN ................................................... 5 - 40
DAN ...................................... 5 - 41
MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI .......................................... 5 - 42
Halaman 102
# 5 - 1 RANGKA
## KOMPONEN BAGIAN LUAR
Right frame cover
Center leg shield
Right leg shield
Left leg shield
Left frame cover
Bracket
Front headlight housing
Cowling
Front fender
Halaman 103
**MELEPAS**
**LEG** **SHIELD**
!
Lepas sekerup penutup rangka tengah 1 ,
sekerup leg shield kiri dan kanan 2 , 3 .
Lepas penutup rangka tengah 1 .
Lepas leg shield kiri dan kanan ( 2 , 3 )
!
!
**PENUTUP RANGKA**
Buka tempat duduk dengan kunci kontak 1 .
Buka sekerup penutup rangka 2 .
!
!
RANGKA 5 - 2
Halaman 104
- 3 RANGKA
Lepaskan sambungan kabel lampu rem /
lampu belakang.
Lepaskan penutup rangka kiri dan kanan 3 .
!
!
**MEMASANG** **KEMBALI**
Cara memasang kembali penutup-penutup
rangka dan leg shield adalah kebalikan dari
cara melepasnya.
!
Halaman 105
RANGKA 5 - 4
## RODA DEPAN
U 23 N.m. (2.3 kg.m) B
U 53 N.m.
(5.3 kg.m)
U 53 N.m.
(5.3 kg.m)
U 26 N.m.
(2.6 kg.m)
Halaman 106
- 5 RANGKA
**MELEPAS DAN **
**RODADEPAN**
!
Angkat roda depan dari lantai dengan dongkrak
atau balok kayu.
Lepas mur as roda.
!
Lepas as dan roda depan
!
Lepas cakram rem dari roda dengan melepas
baut-bautnya.
!
** DAN **
**BEARING RODA**
Untuk memeriksa kelonggarannya, putar bagian
dalam bearing dengan jari tangan.
Periksa juga bunyi dan kelancaran putarannya saat
bearing masih terpasang pada roda.
Bila ditemukan kelainan, ganti bearing sesuai
prosedur berikut .
Halaman 107
Masukkan adapter, bearing remover
1
ke
dalam bearing seperti pada gambar.
Masukkan wedge
2
ke adapter dari sisi
sebaliknya, kemudian kunci wedge-nya pada
celah adapter.
!
!
**09941** **- 50111 : Bearing remover**
Keluarkan bearing roda dengan cara memukul-
mukul wedge-nya.
Lepaskan bearing seluruhnya dengan cara yang
sama dengan alat bantu batang pipa yang
sesuai.
!
!
**PERHATIAN**
Bearing yang sudah dilepas, harus diganti
dengan yang baru.
**AS RODA**
Dengan
menggunakan
dial
gauge,
periksa
penyimpangan as roda dan ganti as roda bila
penyimpangannya melebihi batas pemakaian yang
diijinkan.
**09900** **- 20606 : Dial gauge (1/100)**
**09900 - 20701 : Magnetic stand**
**09900 - 21304 : V-block set (100 mm)**
**Batas pemakaian : 0,25 mm**
**RODA**
Periksa penyimpangan roda.
Penyimpangan bearing roda biasanya disebabkan
oleh keausan atau kekendoran bearing roda dan
dapat dikurangi dengan cara mengganti bearing.
Bila
penggantian
bearing
tidak
mengurangi
penyimpangan roda, ganti roda dengan yang baru.
**Batas pemakaian roda (Axial dan Radial) : 2,0 mm**
RANGKA - 6
Halaman 108
- 7 RANGKA
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI**
Cara merakit dan memasang kembali roda dan rem
depan adalah kebalikan dari cara melepas dan
membongkarnya. Perhatikan hal-hal berikut :
**BEARING RODA**
Oleskan SUZUKI SUPER GREASE “A” pada
bearing sebelum pemasangan.
!
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
Masukkan bearing ke dalam roda dengan alat
khusus.
**09924** **- 84521 : Bearing installer set**
**PERHATIAN**
* Pertama, pasang bearing roda bagian kiri,
kemudian bagian kanan.
* Bagian bearing yang berpelindung (seal),
harus menghadap keluar.
**BAGIAN**
**KIRI**
**BAGIAN**
**KANAN**
**BAGIAN**
**KIRI**
**BAGIAN**
**KANAN**
Bearing installer set
Bearing roda kiri
Spacer
Bearing roda kanan
**CAKRAM REM**
! Pastikan cakram rem bersih dan bebas oli /
gemuk. Kencangkan baut-baut cakram rem
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **cakram rem : 23 N.m (2,3 Kg-m)**
Halaman 109
**RODADEPAN**
!
Kencangkan
mur
as
roda
sesuai
batas
kekencangan yang diijinkan.
**Mur** **as roda : 53 N.m (5,3 Kg-m)**
RANGKA - 8
Halaman 110
- 9 RANGKA
**REM** **DEPAN**
****
* Sistem rem ini diisi dengan cairan rem DOT4 berbahan dasar ethylene glycol.
Jangan menggunakan atau mencampur dengan cairan rem dari jenis yang berbeda
misalnya silicone based atau petroleum based.
* Jangan menggunakan cairan rem lama, bekas pakai atau dari kaleng yang sudah
terbuka. Jangan menggunakan cairan rem sisa atau yang sudah disimpan terlalu
lama (kadaluarsa).
* Ketika disimpan, tutuplah kalengnya serapat mungkin dan jauhkan dari jangkauan
anak-anak.
* Saat mengisi cairan rem, jangan sampai ada debu yang masuk.
* Bila mencuci komponen-komponen rem, gunakanlah cairan rem baru. Jangan
menggunakan cairan pembersih.
* Cakram rem atau kanvas rem yang sudah ter-kontaminasi akan mengurangi kinerja
pengereman. Buanglah kanvas rem yang sudah terkontaminasi, dan bersihkan
cakram rem dengan cairan pembersih berkualitas tinggi atau cairan pencuci netral.
**PERHATIAN**
Berhati-hatilah dengan cairan rem ; cairan tersebut dapat bereaksi secara kimia
dengan bahan-bahan dari plastik, karet, cat dan lain-lain.
Halaman 111
**MENGGANTI KANVAS REM**
!
Kendorkan baut-baut dudukan kanvas rem 1 .
Lepas baut-baut dudukan caliper 2 .
!
!
Lepas baut-baut dudukan kanvas rem 1 .
Lepas kanvas rem.
!
**PERHATIAN**
* Jangan mengoperasikan tuas rem saat melepas
kanvas rem.
* Gantilah kanvas rem sekaligus satu set, untuk
menjaga unjuk kerja pengereman.
!
Pasang kembali kanvas rem baru dan baut-baut
dudukan kanvas rem.
Kencangkan baut-baut dudukan caliper rem 2 dan
baut-baut dudukan kanvas rem
1
sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
!
**Baut** **dudukan caliper rem : 26 N.m (2,6 Kg-m)**
**Baut dudukan kanvas rem : 18 N.m (1,8 Kg-m)**
**CATATAN :**
Setelah mengganti kanvas rem, pompalah dengan tuas
rem beberapa kali untuk memeriksa unjuk kerja rem dan
periksa ketinggian permukaan cairan rem.
**MENGGANTI CAIRAN REM**
!
Letakkan sepedamotor pada lantai yang rata dan
luruskan kemudinya.
Lepas penutup bak master cylinder, lembaran plastik
dan diaphragma.
Sedot cairan rem lama sebanyak mungkin.
Isilah bak master cylinder dengan cairan rem baru.
!
!
!
**Spesifikasi** **dan klasifikasi : DOT 4**
Sambungkan selang pembersih
⚠
ke katup
pembuangan udara 4 dan masukkan ujung selang
yang lainnya ke tempat pembuangan (bak / ember
plastik).
Kendorkan katup pembuangan udara dan pompa
keluar cairan rem lama hingga tidak bersisa.
Tutup katup pembuangan udara dan lepas selang
pembersihnya. Masukkan cairan rem baru ke dalam
bak master cylinder hingga batas upper (lihat pada
jendela pemeriksaan)
!
!
!
**PERHATIAN**
Buanglah udara didalam sirkuit saluran cairan rem (lihat hal. 2 - 16)
RANGKA - 10
Halaman 112
- 11 RANGKA
**MELEPAS DAN CALIPER**
!
Lepas selang rem
1
dari caliper dengan cara
melepas baut union dan salurkan cairan rem ke
sebuah tempat /bak penampungan.
Lepaskan baut-baut dudukan caliper 2 .
!
**PERHATIAN**
Jangan menggunakan cairan rem sisa atau
yang sudah tersimpan terlalu lama.
Lepas kanvas rem (Lihat hal. 5 - 10). .
Lepas pegas kanvas rem ⚠ .
Lepas bracket caliper 4 .
!
!
!
!
Letakkan
secarik
kain
lap
pada
piston
untuk
mencegah agar tidak terjatuh dan tekan keluar
piston-pistonnya dengan udara bertekanan.
**PERHATIAN**
Jangan menggunakan udara bertekanan
tinggi untuk mencegah kerusakan piston
!
Lepaskan seal pelindung debu
5
dan seal piston
6 .
!
-
**PERHATIAN**
Jangan menggunakan seal piston dan seal
pelindung
debu
bekas
pakai
untuk
mencegah kebocoran.
** CALIPER**
Periksa permukaan piston dan dinding cylinder caliper
bila ada takikan, goresan atau kerusakan lainnya.
Halaman 113
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI CALIPER**
Cara merakit kembali caliper adalah kebalikan dari cara
melepas
dan
membongkarnya.
Perhatikan
hal-hal
berikut :
Cucilah lubang caliper dan piston dengan cairan rem .
Sementara cucilah alur seal pelindung debu dan alur
seal piston.
!
**Spesifikasi** **dan klasifikasi : DOT 4**
**PERHATIAN**
!
Cucilah komponen-komponen caliper dengan
cairan rem baru sebelum perakitan.
Jangan mengeringkan komponen-komponen
dengan kain lap.
Saat
mencuci
komponen-komponen,
gunakan cairan rem sesuai spesifikasi yang
diijinkan. Jangan menggunakan cairan rem
dari jenis yang berbeda atau cairan pembersih
seperti, bensin, minyak tanah dan lain-lain.
Saat merakit kembali, gantilah seal piston dan
seal pelindung debu dengan yang baru.
Oleskan cairan rem pada seal-seal dan piston-
piston saat pemasangan.
!
!
!
!
Pasang seal piston dan seal pelindung debu baru.
Pasang piston-pistonnya.
Oleskan SUZUKI SILICONE GREASE pada as-as
caliper.
!
!
**99000** **- 25100 : SUZUKI SILICON GREASE**
!
Pasang kanvas-kanvas rem.
Kencangkan baut-baut dudukan caliper
1
sesuai
batas kekencangan yang diijinkan.
Kencangkan baut-baut dudukan kanvas rem
2
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
Setelah menempelkan baut union selang rem ke
stopper
⚠
, kencangkan baut union
4
sesuai
batas kekencangan yang diijinkan.
!
!
!
**Baut** **dudukan caliper 1 : 26 N.m (2,6 Kg-m)**
**Baut dudukan kanvas rem 2 : 18 N.m (1,8Kg-m)**
**Baut union selang rem 4 : 23 N.m (2,3 Kg-m)**
**CATATAN :**
Sebelum memasang kembali caliper, tekan piston
sampai habis hingga mencapai caliper.
Setelah pemasangan kembali caliper, buang udara
(angin palsu) dari katup pembuangan udara.(Lihat
halaman 2-16)
!
RANGKA - 12
Halaman 114
- 13 RANGKA
**CAKRAM REM**
Lepas roda depan (lihat hal. 5 - 5)
Periksa cakram rem bila terdapat kerusakan atau
retak.
Ukur ketebalannya dengan mikrometer.
Ganti cakram rem bila ketebalannya kurang dari
batas pemakaian yang diijinkan atau bila sudah
rusak.
!
**Batas pemakaian :**
**Ketebalan cakram rem : 3,0 mm**
**09900** **- 20205 : Micrometer (0 - 25 mm)**
Ukur penyimpangannya dengan dial gauge.
Ganti cakram rem bila penyimpangannya melebihi
batas pemakaian yang diijinkan.
**Batas pemakaian :**
**Penyimpangan cakram rem : 0,3 mm**
**09900** **- 20606 : Dial gauge (1/100 mm)**
**09900 - 20701 : Magnetic stand**
!
Bila hasil pengukuran melebihi batas pemakaian
yang diijinkan, ganti cakram rem (lihat hal 5 - 5
dan 5 - 6, 5 - 7)
Pasang roda depan (lihat hal 5 - 8)
!
**MELEPAS**
**DAN**
****
**MASTER**
**CYLINDER**
!
Lepas kaca spion bagian kanan 1 .
Lepas tuas rem 2 .
Lepas sambungan kabel saklar lampu rem ⚠ .
Letakkan secarik kain pada baut union master
cylinder untuk menahan ceceran cairan rem.
Lepas baut union selang rem 4 .
!
!
!
!
**PERHATIAN**
Segera
bersihkan
bagian-bagian
dari
sepedamotor yang terkena cairan rem. Cairan
rem akan bereaksi secara kimia dengan bahan-
bahan plastik, karet dan cat sehingga dapat
merusak.
Lepas unit master cylinder dengan cara melepas
baut-baut dudukannya 5 .
!
Halaman 115
Lepas penutup cylinder reservoir, seal plastik dan
diaphragma.
Keluarkan cairan rem.
!
!
Lepas saklar lampu rem.
!
Lepas seal pelindung debu 6 .
!
!
Lepas circlip 7 dengan menggunakan alat khusus.
**09900** **- 06108 : Snap ring pliers**
!
Lepas selubung piston 8 dan pegas 9 .
RANGKA - 14
Halaman 116
- 15 RANGKA
** MASTER CYLINDER**
Periksa
lubang
master
cylinder
bila
terdapat
goresan atau kerusakan lainnya.
Periksa permukaan piston bila terdapat goresan
atau kerusakan lainnya.
Periksa selubung piston dan seal pelindung
debu bila sudah aus atau rusak.
!
!
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI MASTER**
**CYLINDER**
Cara merakit master cylinder adalah kebalikan dari
cara melepas dan membongkarnya.
Perhatikan hal-hal berikut ini :
**PERHATIAN**
Sebelum
merakit,
cucilah
komponen-
komponen master cylinder dengan cairan
rem baru.
Jangan menggunakan cairan pembersih
atau bensin untuk mencuci.
Jangan
mengeringkan
komponen-
komponen dengan kain lap.
Oleskan cairan rem pada lubang cylinder
dan komponen-komponen lainnya yang
akan dimasukkan ke lubang cylinder.
!
!
!
**Spesifikasi** **dan klasifikasi : DOT 4**
**CATATAN :**
Saat memasang circlip, bagian yang runcing harus
menghadap ke luar.
Saat memasang kembali master cylinder pada
kemudi,
luruskan
permukaan
sambungan
pemegang master cylinder
A
dengan tanda
B pada kemudi.
Kencangkan baut klam bagian atas terlebih
dahulu seperti terlihat pada gambar.
!
.
**Baut master cylinder : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**CATATAN :**
Tanda “UP” pada pemegang master cylinder harus
berada di atas.
**PERHATIAN**
Setelah memasang master cylinder, udara
(angin palsu) harus dibuang melalui katup
pembuangan udara. (Lihat halaman 2-16)
Halaman 117
**SUSPENSI** **DEPAN**
**MELEPAS DAN **
Lepas roda depan (lihat hal. 5 - 5 )
!
!
Lepas front fender.
Lepas caliper rem dan klam selang rem.
!
**PERHATIAN**
Gantungkan caliper rem pada rangka
dengan kawat, dan perhatikan selang rem
jangan sampai bengkok.
RANGKA - 16
Halaman 118
- 17 RANGKA
!
Lepas baut-baut klam suspensi depan bagian
atas 1 dan bawah 2 .
Lepas suspensi depan.
!
**CATATAN :**
* Lepas mur dan baut dudukan kemudi sebelum
melepas suspensi depan.
* Kendorkan sedikit baut penutup suspensi depan
sebelum melepas baut klam bagian bawah untuk
membantu proses pembongkaran selanjutnya.
!
Lepas baut penutup ⚠ , spacer 4 , washer 5
dan pegas 6 .
Balikkan suspensi
dan kocoklah beberapa kali
untuk mengeluarkan oli suspensi.
Pegang suspensi secara terbalik beberapa menit
untuk mengeluarkan olinya.
!
!
Lepas seal pelindung debu
7
dan ring stopper
8 .
!
-
Halaman 119
!
Lepas baut batang penahan dengan alat khusus.
Lepaskan pipa bagian dalam dari pipa bagian
luar.
!
**09940** **- 34520 : T-Handle**
**09940 - 34561 : Attachment “D”**
**09900 - 00410 : Hexagon wrench set**
Lepas batang penahan dari pipa bagian dalam.
!
Lepas seal oli 1 .
!
**PERHATIAN**
Seal oli bekas pakai harus diganti dengan
yang baru.
****
**RING BATANG PENAHAN**
!
Periksa ring batang penahan
2
bila sudah aus
atau rusak.
**PEGAS SUSPENSI DEPAN**
!
Ukur panjang pegas suspensi depan saat bebas.
Bila lebih pendek dari batas pemakaian yang
diijinkan, ganti dengan yang baru.
**Batas pemakaian : 401,9 mm**
RANGKA - 18
Halaman 120
- 19 RANGKA
** DALAM DAN BAGIAN LUAR**
Periksa
bagian
permukaan
yang
saling
bergesekan baik pada pipa bagian dalam maupun
bagian luar bila ada goresan atau retak.
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI**
Cara merakit dan memasang kembali suspensi
depan adalah kebalikan dari cara melepas dan
membongkarnya. Perhatikan hal-hal berikut ini :
**PERHATIAN**
*
Cucilah
komponen-komponen
metal
dengan cairan pembersih sebelum merakit
kembali.
* Jangan menggunakan oli suspensi sisa.
* Ganti seal oli dan seal pelindung debu
dengan yang baru saat merakit kembali.
!
Oleskan THREAD LOCK ‘1342” pada baut
batang penahan dan kencangkan sesuai batas
kekencangan
yang
diijinkan
dengan
alat
khusus.
**Batang** **penahan : 23N.m (2,3 Kg-m)**
**99000** **- 32050 : THREAD LOCK “1342”**
**99000 - 00410 : Hexagon wrench set**
**09940 - 34520 : T-Handle**
**09940 - 34561 : Attachment “D”**
!
Pasang seal oli
1 dengan alat khusus.
**CATATAN :**
Sebelum memasang seal oli
1
dan seal
pelindung debu
⚠
, oleskan sedikit SUZUKI
“A” pada bagian bibir seal-seal
tersebut.
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
**09940 - 52860 : Front fork oil seal installer.**
Pasang ring stopper
2
dan seal pelindung
debu ⚠ .
!
**PERHATIAN**
Pastikan ring stopper
2
telah terpasang
dengan benar.
Halaman 121
!
Masukkan oli khusus suspensi ke dalam pipa
bagian dalam.
**Tipe** **oli suspensi : oli suspensi
## 10**
**99000 - 99044 - 106 : SUZUKI FORK OIL
## 10**
**Kapasitas (per-kaki): 103,5 ml**
!
Pegang suspensi depan tegak lurus dan atur
jumlah oli yang akan dimasukkan dengan alat
khusus.
**09943** **- 74111 : Fork oil level gauge**
**Batas ketinggian oli : 160 mm**
**CATATAN :**
Saat mengatur ketinggian oli, lepas pegasnya dan
tekan tabung bagian dalam sepenuhnya.
Pastikan bagian ujung pegas yang berdiameter
kecil, mengarah ke bawah.
!
Pasang baut penutup suspensi depan pada
tabung bagian luar.
Pasang suspensi depan pada sepedamotor.
Setel-lah ketinggian A permukaan bagian atas
pipa bagian dalam, pada jarak 35 mm dari
bracket bagian atas kemudi.
!
!
!
!
Kencangkan
baut-baut
klam
bagian
bawah
suspensi depan
1
dan baut-baut penutup
suspensi depan
2
sesuai batas kekencangan
yang diijinkan.
Kencangkan
baut-baut
klam
bagian
atas
suspensi depan
⚠
sesuai batas kekencangan
yang diijinkan.
!
**Baut** **klam suspensi depan : 23 N.m (2,3 Kg-m)**
**(Batas atas dan bawah)**
**Baut penutup suspensi depan : 45N.m (4,5 Kg-m)**
RANGKA - 20
Halaman 122
- 21 RANGKA
!
Kencangkan baut-baut dan mur-mur dudukan
kemudi
sesuai
batas
kekencangan
yang
diijinkan.
**Mur** **dan baut dudukan kemudi :**
**28 N.m (2,8 Kg-m)**
!
Pasang front fender dan kencangkan bautnya
1
-
Pasang caliper rem depan (lihat hal. 5 - 12)
Pasang roda depan (lihat hal. 5-8)
!
!
Gerakkan sepedamotor beberapa kali ke atas
dan ke bawah.
Kencangkan baut-baut front fender
1
dengan benar.
!
!
-
Halaman 123
**KEMUDI**
Baut stem head kemudi
Baut dudukan kemudi
Mur dudukan kemudi
Baut klam suspensi depan
**MELEPAS DAN **
!
Lepas roda depan (lihat hal. 5 - 5 )
Lepas suspensi depan (lihat hal . 5 - 16)
Lepas sekerup-sekerup dan baut dudukan
rumah lampu depan.
Lepas rumah lampu depan berikut lampu
utama dan lampu sein, dengan melepas
sambungan kabelnya.
Lepas
speedometer
dengan
melepas
sekerupnya.
!
!
!
!
RANGKA - 22
Halaman 124
- 23 RANGKA
!
L e pa s
s e k e r u p
s a m b u n g a n
k a b e l
speedometer.
**MELEPAS LAMPU UTAMA**
Lepas lampu utama dengan cara melepas
sekerup-sekerupnya 1
Lepas lampu utama.
!
!
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI**
Cara merakit dan memasang kembali lampu utama
adalah
kebalikan
dari
cara
melepas
dan
membongkarnya.
**PERHATIAN**
Kencangkan
sekerup-sekerupnya
secara menyilang.
!
Lepas kedua buah klam.
Cabut sambungan-sambungan kabelnya.
!
!
Lepas bracket rumah lampu utama dan klakson
dengan cara melepas baut-baut dudukannya.
Lepas kabel saklar lampu rem.
Lepas master cylinder rem.
!
!
Halaman 125
!
Lepas
sekerup-sekerup
dudukan
saklar
kemudi bagian kanan.
Lepas bagian dalam kabel gas dari tuas gas.
!
!
Lepas kabel kopling.
!
Lepas kabel starter.
Lepas mur-mur dudukan kemudi.
!
!
Lepas kemudinya dengan cara melepas baut-
baut dudukannya 1 .
RANGKA - 24
Halaman 126
- 25 RANGKA
!
Lepas bracket bagian atas stem kemudi dan
saklar kunci kontak dengan melepas baut
utama.
!
Lepas mur stem kemudi dengan alat khusus.
**09940** **- 14911 : Steering stem nut wrench**
!
Keluarkan bracket bagian bawah stem kemudi.
**CATATAN :**
Pegang bracket bagian bawah stem kemudi untuk
mencegah agar tidak jatuh.
!
Lepas seal pelindung debu 1 .
Lepas mangkok luar bagian atas 2 .
!
!
Lepas bola-bola baja bagian atas dan bawah.
Bagian atas
: 22 buah
Bagian bawah : 27 buah
**PERHATIAN**
Jangan menjatuhkan bola-bola baja
Lepas mangkok luar bagian bawah dengan
pahat.
!
**PERHATIAN**
!
Mangkok luar bagian bawah terpasang
rapat pada stem kemudi.
Bila dilepas, gantilah dengan yang baru.
Mangkok luar bagian bawah tidak perlu
dilepas bila tidak berkarat, bengkok atau
rusak.
!
Halaman 127
!
Keluarkan mangkok stem kemudi, atas
⚠
dan bawah
4
dengan menggunakan
batang pengait.
!
Lepas saklar kunci kontak.
.
****
**MANGKOK** **BEARING** **KEMUDI** **DAN** **BOLA**
**BAJA**
Periksa mangkok-mangkok bearing bagian atas
dan bawah serta bola-bola baja bila terjadi karat,
bengkok atau rusak.
**PERHATIAN**
Bila mangkok bearing bengkok, ganti bola-
bola baja dan mangkoknya sekaligus
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI**
Cara merakit dan memasang kembali stem
kemudi adalah kebalikan dari cara melepas dan
membongkarnya. Perhatikan hal-hal berikut ini :
**MANGKOK DAN BAWAH**
!
Masukkan mangkok bearing luar bagian
bawah dengan alat khusus.
**09941** **- 74910 : Steering bearing installer**
RANGKA - 26
-
Halaman 128
- 27 RANGKA
!
Masukkan mangkok stem kemudi bagian atas dan
bawah dengan alat khusus.
**09941** **- 34513 : Steering race installer**
**BOLABAJA**
!
Oleskan gemuk pada mangkok bearing kemudi saat
memasang bola-bola baja bagian atas dan bawah
.
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
J u m l a h
Bola baja
Atas
Bawah
22 buah
27 buah
**MUR STEM KEMUDI**
!
Kencangkan mur stem kemudi dengan alat khusus,
kemudian kendorkan 1/8 - 1/4 putaran balik.
**09940** **- 14911 : Steering stem nut wrench**
**CATATAN :**
Setelan ini bisa berbeda-beda pada masing-masing
sepedamotor.
Pastikan, kemudi dapat digerakkan ke kiri dan ke kanan
dengan lancar dan mudah.
**BRACKET STEM KEMUDI**
!
Pasang bracket atas stem kemudi.
Pasang suspensi depan kiri dan kanan.
Kencangkan baut-baut klam bagian bawah suspensi
depan.
Kencangkan baut stem head kemudi sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
!
!
!
**Steering** **stem head bolt : 65 N.m (6,5 Kg-m)**
!
Setel ketinggian pipa bagian dalam kiri dan kanan 35
mm seperti pada gambar.
Kencangkan baut-baut klam suspensi depan atas
dan
bawah
sesuai
batas
kekencangan
yang
diijinkan.
!
**Front** **fork clamp bolt : 33 N.m (3,3 Kg-m)**
**(Bagian atas dan bawah)**
!
Pasang kemudi.
Kencangkan
baut-baut
dudukan
kemudi
1
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
!
**Baut** **dudukan kemudi : 28 N.m (2,8 Kg-m)**
Halaman 129
!
Kencangkan mur-mur pengunci 2 sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
**Mur** **pengunci dudukan kemudi : 28 N.m (2,8 Kg-m)**
**CATATAN :**
Oleskan SUZUKI SUPER GREASE “A” pada ujung
kabel gas.
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
!
Pasang rem depan (lihat hal. 5 - 12)
Pasang roda depan (lihat hal. 5 - 8)
!
**CATATAN :**
Pegang suspensi depan, gerakkan ke depan dan ke
belakang untuk memastikan kekencangannya.
**PERHATIAN**
Setelah
melakukan
penyetelan
dan
pemasangan kemudi, gerakan roda ke depan
dan
ke
belakang
untuk
memastikan
kekencangannya
dan
untuk
memastikan
bahwa pemasangan telah dilakukan sesuai
prosedur yang benar.
Terakhir, periksa pergerakan kemudi sehingga
kemudi dapat bebas bergerak dari kiri ke
kanan karena beratnya. Bila kendor atau kaku,
setel kembali mur stem kemudinya.
RANGKA - 28
Halaman 130
- 29 RANGKA
**RODA DAN** **REM BELAKANG**
Mur as roda belakang
Baut cakram rem roda belakang
Mur dudukan sprocket belakang
Halaman 131
**MELEPAS DAN **
****
Letakkan
sepedamotor
dengan
penyangga
tengah.
!
!
Lepas mur as roda belakang 1 .
Lepas mur-mur penyetel rantai penggerak
2
,
kiri dan kanan.
!
!
Keluarkan as roda belakang.
Lepaskan
rantai
penggerak
dari
sprocket
belakang.
Lepas roda belakang.
!
!
**SPROCKET BELAKANG**
Lepas sprocket belakang bersama dudukan
tromolnya dari tromol roda belakang.
!
Lepas penahan sprocket belakang dari tromol
roda.
!
RANGKA - 30
Halaman 132
- 31 RANGKA
!
Ratakan washer pengunci.
Lepas sprocket belakang dengan melepas mur-
murnya.
!
!
Lepas retainer
1
dari dudukan tromol
sprocket.
!
Lepas seal oli dengan alat-alat khusus.
**09913** **- 50121 : Oil seal remover**
**PERHATIAN**
Seal oli bekas pakai, harus diganti dengan
yang baru.
!
Lepas bearing tromol sprocket belakang dengan
cara yang sama seperti melepas bearing roda
depan (lihat hal. 5 - 5).
**09941** **- 50111 : Bearing remover**
**PERHATIAN**
Bearing bekas pakai, harus diganti dengan
yang baru.
**CAKRAM REM BELAKANG**
!
Lepas cakram rem belakang dari roda dengan
cara melepas bautnya.
** DAN **
BEARING RODA .................... Lihat hal. 5 - 5
AS RODA ............................... Lihat hal. 5 - 6
RODA ..................................... Lihat hal. 5 - 6
..Lihat hal. 5 - 31
* Memeriksa bearing tromol sprocket belakang
sama dengan cara memeriksa bearing roda.
Halaman 133
**KANVAS REM**
Periksa kanvas rem dan tentukan apakah harus
diganti atau tidak dengan mengukur ketebalan
kanvas rem.
**Batas pemakaian : 1,5 mm**
**PERHATIAN**
Penggantian kanvas rem harus sekaligus satu set,
Karena akan mempengaruhi unjuk kerja pengereman.
**BANTALAN SPROCKET BELAKANG**
Periksa bantalan sprocket bila sudah aus atau
rusak.
**SPROCKET BELAKANG**
Periksa kondisi gigi-gigi sprocket dari keausan.
Bila sudah aus seperti pada gambar, gantilah
sprocket belakang dan rantai penggerak sekaligus
satu set.
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI**
Cara merakit dan memasang kembali roda dan rem
belakang adalah kebalikan dari cara melepas dan
membongkarnya. Perhatikan hal-hal berikut :
**BEARING RODA**
!
Oleskan SUZUKI SUPER GREASE “A” pada
bearing sebelum pemasangan.
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
Masukkan bearing ke dalam roda dengan alat
khusus.
!
**09924** **- 84521 : Bearing installer set**
**PERHATIAN**
* Pertama, pasang bearing roda sebelah
kanan, kemudian bearing roda sebelah kiri.
* Bagian sisi bearing yang diberi seal, harus
menghadap ke luar.
RANGKA - 32
Baik Rusak
Halaman 134
- 33 RANGKA
BAGIAN
KIRI
BAGIAN
KIRI
BAGIAN
KANAN
BAGIAN
KANAN
Bearing installer set
Bearing roda kanan
Spacer
Bearing roda kiri (Inner)
Bearing roda kiri (Outer)
**BEARING BELAKANG**
!
Pasang bearing dengan alat khusus.
**09913** **- 84510 : Bearing installer**
**CATATAN :**
Oleskan gemuk pada bibir bearing dan seal oli sebelum
pemasangan roda belakang.
**SPROCKET BELAKANG**
!
Kencangkan mur-mur dudukan sprocket sesuai
batas kekencangan yang diijinkan dan bengkokkan
ke atas lidah washer pengunci untuk mengunci mur.
**Mur** **sprocket belakang : 23 N.m (2,3 Kg-m)**
**CATATAN :**
Bagian
sisi
sprocket
yang
diberi
tanda
harus
menghadap keluar.
Halaman 135
** KEMBALI**
**CAKRAM REM BELAKANG**
Pasang cakram rem belakang seperti pada
gambar.
Kencangkan cakram rem belakang sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
!
!
**Baut** **cakram rem : 23 N.m (2,3 Kg-m)**
****
Setel kekendoran rantai setelah pemasangan
roda belakang (lihat hal. 2 - 14).
Kencangkan mur as roda belakang sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
!
!
**Mur** **as roda : 54 N.m (5,4 Kg-m)**
!
Kencangkan kedua buah mur-mur penyetel
rantai dengan benar.
Setel
jarak
main
pedal
rem
belakang.
(Lihat hal. 2 - 17)
!
** KANVAS REM**
!
Lepaskan baut-baut dudukan kanvas rem 1 .
!
Lepas kanvas rem.
**PERHATIAN**
* Jangan mengoperasikan pedal rem selama
dan sesudah pelepasan kanvas rem.
* Ganti kanvas rem sekaligus satu set karena
akan mempengaruhi unjuk kerja pengereman.
!
Pasang kanvas rem baru dan baut-baut dudukan
kanvas rem.
Kencangkan baut-baut dudukan kanvas rem
1
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
!
**Baut** **dudukan kanvas rem : 18 N.m (1,8 Kg-m)**
**CATATAN :**
Setelah mengganti kanvas rem, pompalah pedal
rem
beberapa
kali
agar
pengereman
dapat
dilakukan
dengan
benar
kemudian
periksa
ketinggian permukaan cairan rem.
RANGKA 5 - 34
Halaman 136
- 35 RANGKA
**MELEPAS DAN CALIPER REM**
!
Letakkan
sepedamotor
dengan
penyangga
tengah.
Lepas baut-baut pipa exhaust dan baut-baut
dudukan knalpot.
Lepas exhaust.
!
!
Lepas mur as roda belakang.
Lepas mur penyetel rantai penggerak kiri dan
kanan.
Keluarkan as roda.
Lepas rantai penggerak dari sprocket belakang.
Lepas roda belakang.
!
!
!
!
!
!
Lepas baut union selang rem 1 .
Lepas baut dudukan kanvas rem 2 .
!
!
Lepas rantai penggerak dan roda belakang.
Lepas caliper rem ⚠ .
!
Halaman 137
!
Lepas kanvas rem (lihat hal. 5 - 27)
**PERHATIAN**
Jangan menggunakan cairan rem sisa atau
yang
sudah
disimpan
terlalu
lama
/
kadaluarsa
!
Letakkan secarik kain diatas piston caliper rem
agar tidak terjatuh, kemudian tekan keluar piston
tersebut
dengan
menggunakan
udara
bertekanan.
**PERHATIAN**
Jangan
menggunakan
udara
yang
bertekanan terlalu tinggi untuk mencegah
kerusakan piston caliper rem.
!
Lepas seal pelindung 1 dan seal piston 2
**PERHATIAN**
Jangan menggunakan seal-seal pelindung
dan
seal-seal
piston
bekas
pakai
untuk
mencegah kebocoran.
** CALIPER REM**
CALIPER REM .......................................... 5 - 35
CALIPER REM .............. 5 - 36
CAKRAM REM ........................................... 5 - 34
RANGKA 5 - 36
Halaman 138
- 37 RANGKA
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI CALIPER REM**
Cara merakit dan memasang kembali caliper rem adalah
kebalikan dari cara melepas dan membongkarnya.
Perhatikan hal-hal berikut ini :
**PERHATIAN**
* Cucilah komponen-komponen caliper rem dengan
cairan rem baru sebelum perakitan.
* Jangan mengeringkan cairan rem setetlah mencuci
komponen-komponen.
* Untuk
memncuci
komponen-komponen,
gunakanlah
jenis
cairan
rem
seperti
yang
dianjurkan. Jangan menggunakan cairan rem dari
jenis yang berbeda atau cairan pembersih lainnya
seperti bensin, minyak tanah dan lain-lain.
* Gantilah seal-seal piston dan seal-seal pelindung
debu dengan yang baru.
* Oleskan cairan rem pada seal-seal , lubang-lubang
caliper rem dan piston-piston sebelum perakitan.
**Spesifikasi** **dan kualifikasi : DOT 4**
Pasang seal piston 1 dan seal pelindung debu 2 .
Pasang piston ⚠ .
!
!
**99000** **- 25100 : SUZUKI SILICONE GREASE**
!
Oleskan gemuk pada pemegang caliper rem.
Pasang kanvas-kanvas rem.
Kencangkan baut dudukan kanvas rem
4
sesuai
batas kekencangan yang diijinkan.
Setelah menempelkan baut union selang rem ke
stopper
A
kencangkan baut union selang rem
5
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
!
!
!
**Baut** **dudukan kanvas rem 4 : 18 N.m (1,8 Kg-m)**
**Baut union selang rem 5 : 23 N.m (2,3 Kg-m)**
**CATATAN :**
Sebelum memasang kembali caliper rem, tekan piston-
piston caliper rem seluruhnya ke caliper.
**PERHATIAN**
Buang udara dari sistem rem setelah merakit
kembali caliper rem. (lihat halaman 2 -16 )
-
Halaman 139
**MELEPAS**
**DAN**
****
**MASTER**
**CYLINDER**
Lepas penutup-penutup rangka. (Lihat hal. 5 - 3)
Lepas baut dudukan reservoir 1 .
Letakkan secarik kain di bawah baut union
selang
rem
pada
master
cylinder
untuk
menampung ceceran cairan rem.
Lepas baut union selang rem
2
dan cabut
selang rem.
!
!
!
!
Lepas pengunci ⚠ .
Lepas
master
cylinder
bersama
reservoir
dengan melepas baut dudukan
A
dan batang
penekan.
!
!
**PERHATIAN**
Segera keringkan cairan rem yang tercecer
pada
komponen-komponen
sepedamotor,
cairan rem. Cairan rem akan bereaksi secara
kimia dengan bahan-bahan dari karet, platik
atau permukaan komponen yang dicat, dan lain-
lain karena dapat merusak.
!
Lepas sambungan selang rem
4
dengan
melepas circlip dengan alat khusus.
**09900** **- 06108 : Snap ring pliers**
!
Lepas O-ring 5 .
Lepas seal pelindung debu.
!
**PERHATIAN**
Ganti O-ring dengan yang baru.
!
Lepas sambungannya dengan melepas circlip
dengan alat khusus.
**09900** **- 06105 : Snap ring pliers**
!
Lepas batang penekan
6
, penutup piston
primer 7 dan pegas 8 .
RANGKA 5 - 38
Halaman 140
- 39 RANGKA
** MASTER CYLINDER**
!
Periksa lubang master cylinder bila ada goresan
atau kerusakan lainnya.
Periksa permukaan piston bila ada goresan atau
kerusakan lainnya.
Periksa mangkok primer dan sekunder serta
komponen-komponen karet bila ada kerusakan.
!
!
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI MASTER**
**CYLINDER**
!
Cara merakit dan memasang kembali master
cylinder adalah kebalikan dari cara melepas dan
membongkarnya. Perhatikan hal-hal berikut ini :
**PERHATIAN**
* Cucilah komponen-komponen master cylinder
dengan cairan rem baru sebelum perakitan.
* Jangan mengeringkan cairan rem setelah
mencuci komponen-komponen.
* Untuk
mencuci
komponen-komponen
gunakanlah jenis cairan rem seperti yang
dianjurkan.
Jangan menggunakan cairan rem dari jenis
yang berbeda atau cairan pembersih lainnya
seperti bensin, minyak tanah, dll.
* Oleskan cairan rem pada lubang master
cylinder
dan
semua
komponen
master
cylinder sebelum merakit kembali.
**Spesifikasi** **dan kualifikasi : DOT 4**
!
Kencangkan masing-masing baut sesuai batas
kekencangan yang diijinkan.
**Baut** **dudukan master cylinder 1 : 10 N.m (1,0 Kg-m)**
**PERHATIAN**
Buanglah udara (angin palsu) dari sistem
rem
setelah
merakit
kembali
master
cylinder (lihat hal. 2 - 16).
Halaman 141
**SUSPENSI** **BELAKANG**
Mur as swing arm
Mur suspensi belakang
**MELEPAS DAN **
!
Lepas penutup-penutup rangka (lihat hal. 5 - 2 )
Lepas roda belakang (lihat hal. 5 - 30)
Lepas penutup rantai
!
!
!
Lepas mur dan baut dudukan suspensi bagian
atas.
RANGKA 5 - 40
Halaman 142
- 41 RANGKA
!
Lepas penutup as swing arm.
Lepas mur as swing arm.
Lepas swing arm dengan melepas as-nya.
!
!
!
Lepas suspensi 1 .
Lepas bantalan rantai.
!
**** **DAN** **** **BOS**
**SWINGARM DAN SWINGARM**
Periksa jarak main gerakan spacer ke atas dan ke
bawah.
Jika jarak mainnya melebihi batas pemakaian yang
diijinkan, ganti bos dan swing arm dengan yang
baru.
Halaman 143
Periksa penyimpangan swing arm.
Bila ditemukan kerusakan, ganti swing arm dengan
yang baru.
**BANTALAN RANTAI**
Periksa bantalan rantai bila sudah aus atau
rusak.Bila ditemukan, ganti bantalan rantai dengan
yang baru.
**AS SWINGARM**
Dengan
menggunakan
dial
gauge,
periksa
kelurusan
as
swing
arm
dan
ganti
bila
penyimpangannya telah melebihi batas pemakaian
yang diijinkan.
**09900** **- 20606 : Dial gauge (1/100 mm, 10 mm)**
**09900 - 20701 : Magnetic Stand**
**09900 - 21304 : V-Block (100 mm)**
**Batas pemakaian : 0,3 mm**
**SUSPENSI**
Periksa
suspensi
bila
ada
kerusakan
dan
kebocoran oli. Bila ditemukan kerusakan, ganti
suspensi dengan yang baru.
**PERHATIAN**
Jangan mencoba membongkar suspensi
belakang karena tidak untuk diperbaiki
**MERAKIT DAN MEMASANG KEMBALI**
Cara merakit dan memasang kembali swing arm
dan suspensi adalah kebalikan dari cara pelepasan
dan pembongkarannya. Perhatikan hal-hal berikut
ini :
RANGKA 5 - 42
Halaman 144
- 43 RANGKA
**CATATAN :**
Bagian
sisi
bearing
yang
diberi
tanda,
harus
menghadap ke luar.
**99000** **- 25010 : SUZUKI SUPER GREASE “A”**
**SUSPENSI BELAKANG DAN SWINGARM**
Pasang suspensi belakang dan kencangkan
mur-nya
sesuai
batas
kekencangan
yang
diijinkan.
!
**Mur** **(bawah) suspensi : 50 N.m (5,0 Kg-m)**
!
Pasang swing arm dan kencangkan mur as
swing arm sesuai batas kekencangan yang
diijinkan
**Mur** **as swing arm : 69 N.m (6,9 Kg-m)**
!
Kencangkan
mur
suspensi
belakang
(atas)
sesuai batas kekencangan yang diijinkan.
**Mur** **(atas) suspensi : 32 N.m (3,2 Kg-m)**
Pasang roda dan rem belakang (lihat hal. 5 - 35)
!
Halaman 145
Setelah memasang suspensi dan roda belakang, harus dilakukan penyetelan pada bagian-
bagian berikut ini sebelum sepedamotor dikendarai :
* Kekendoran rantai penggerak ............................................
Hal. 2 - 14
* Ketinggian dan jarak main pedal rem belakang ................... Hal. 2 - 17
*Tekanan ban ....................................................................... Hal. 2 - 18
RANGKA 5 - 44
Halaman 146
##
## SISTEM
##
##
##
## DAFTAR
##
## ISI
##
## 6
HAL-HAL YANG HARUS SAAT PERBAIKAN ................. 6 - 1
LOKASI ................................... 6 - 3
SISTEM DAN PENGISIAN ............................................. 6 - 4
................................................................................ 6 - 4
MEMERIKSA DAN MENGATASI MASALAH ................................. 6 - 5
.............................................................................. 6 - 6
SISTEM PENGAPIAN ................................................................................ 6 - 9
................................................................................. 6 - 9
MEMERIKSA DAN MENGATASI MASALAH ................................. 6 - 10
............................................................................. 6 - 11
METERAN BENSIN .................................................................................. 6 - 16
SIRKUIT METERAN BENSIN ......................................................... 6 - 16
............................................................................ 6 - 16
METERAN KOMBINASI ........................................................................... 6 - 17
STEPPING MOTOR ........................................................................ 6 - 18
SPEED SENSOR ........................................................................... 6 - 20
........................................................................................ 6 - 21
LAMPU UTAMA DAN LAMPU SEIN DEPAN ................................. 6 - 21
LAMPU REM/LAMPU BELAKANG & LAMPU SEIN BELAKANG .. 6 - 22
RELAY LAMPU SEIN ..................................................................... 6 - 22
..................................................................................... 6 - 23
BATERE ................................................................................................... 6 - 24
................................................................................. 6 - 24
/ PENGISIAN PERTAMA ................................... 6 - 24
Halaman 147
- 1 SISTEM
**HAL-HAL** **YANG** **HARUS** **** **SAAT**
**PERBAIKAN**
**SAMBUNGAN**
!
Bilamana
memasang
sambungan,
pastikan
untuk menekannya hingga berbunyi klik.
Periksa sambungan-sambungan bila berkarat,
terkontaminasi atau pembungkusnya rusak.
!
**KOPLER**
!
Untuk jenis kopler berpengunci, pastikan untuk
melepas penguncinya terlebih dahulu sebelum
mencabutnya dan tekan hingga sambungan
terlepas.
Saat mencabut kopler, peganglah koplernya,
jangan menarik kabelnya.
Periksa
terminal-terminal
bila
kendor
atau
bengkok.
Periksa terminal-terminalnya bila berkarat atau
terkontaminasi.
!
!
!
**KLAM**
Klam kabel-kabel secara benar sesuai posisinya
seperti yang ditunjukkan pada “JALUR KABEL
” (lihat hal 7 - 10).
Bengkokkan
klam
dengan
benar
sehingga
kabel-kabel terikat dengan aman.
Saat
mengikat
kabel-kabel,
jangan
sampai
menggantung.
Jangan menggunakan sembarang kawat untuk
mengikat kabel-kabel.
!
!
!
!
**SEKERING**
!
Bila sekering putus, periksa penyebabnya dan
perbaikilah kemudian gantilah sekeringnya.
Jangan
menggunakan
sekering
dengan
kapasitas yang berbeda.
Jangan
menggunakan
kawat
atau
lainnya
sebagai pengganti sekering.
!
!
** BERISI SEMI** **KONDUKTOR**
!
Jangan menjatuhkan komponen yang berisi
semi konduktor seperti CDI dan regulator /
rectifier.
Saat
memeriksa
komponen-komponen
ini,
ikutilah
cara
pemeriksaan
sesuai
petunjuk.
Dengan mengabaikan petunjuk yang ada, dapat
mengakibatkan kerusakan.
!
Halaman 148
**MEMASANG BATERE**
!
Saat melepas terminal-terminal dari batere,
untuk pembongkaran atau perbaikan, pastikan
melepas batere
- terlebih dahulu.
Saat
menyambung
kabel
batere,
pastikan
memasang kabel + terlebih dahulu.
Bila terminal-terminalnya berkarat, lepas batere
dan basuhlah dengan air hangat kemudian
bersihkan dengan sikat kawat.
Setelah menyambung kabel batere, oleskan
sedikit
gemuk
pada
permukaan
terminal-
terminalnya.
Jangan lupa untuk menutup terminal +
dengan
pelindungnya.
!
!
!
!
**PROSEDUR **
!
Jalur kabel kelistrikan harus disesuaikan dengan
“JALUR SELANG DAN KABEL ”
(lihat halaman. 7 - 10)
** POCKET TESTER**
!
Pastikan kabel-kabel tester positip
+
dan
negatif
-
terpasang pada posisi yang benar.
Bila salah menggunakan dapat merusak tester.
Bila besarnya tegangan dan arus yang akan
diukur belum diketahui, mulailah pengukuran
pada skala tertinggi.
Sebelum melakukan pengukuran nilai tahanan
dan
setelah
mengganti
skala
pengukuran
tahanan, jarum penunjuk harus berada di posisi
0 (nol).
Mengukur tegangan dengan saklar tester pada
posisi skala tahanan dapat merusak tester. Saat
mengukur nilai tahanan, pastikan saklar tester
tidak berada pada posisi skala tegangan.
Setelah pengukuran selesai, putar saklar tester
ke posisi OFF.
!
!
!
!
SISTEM 6 - 2
Halaman 149
- 3 SISTEM
**LOKASI** ** **
1 Batere 6 Klakson
2 Sekering 7 Kumparan pengapian
3 Pengukur jumlah bensin 8 Magnet
4 Relay lampu sein 9 Unit CDI
5 Regulator / rectifier 10 Speed sensor
Halaman 150
**SISTEM DAN PENGISIAN**
****
Rangkaian pengisian dan penerangan yang seperti terlihat pada gambar, terdiri dari
generatorAC, regulator / rectifier dan batere.
Arus AC yang dibangkitkan oleh generator AC dirubah oleh rectifier menjadi arus DC yang
kemudian dialirkan ke batere. Pada bagian lain, kumparan penerangan mengalirkan arusAC
ke lampu utama, lampu belakang dan lampu indikator yang diatur sesuai kondisi pemakaian.
SISTEM 6 - 4
Lampu utama
Lampu belakang
Lampu Indikator
Halaman 151
- 5 SISTEM
**MENCARI** **DAN MENGATASI KESULITAN**
**Batere** **menurun dengan cepat**
Periksa kelengkapan yang memerlukan tenaga listrik
**Tidak dipasang**
Periksa kebocoran arus (dilihat pada hal. 6 - 6)
**Tidak ada bocor**
Periksa
tegangan
pengisian
antara
terminal
batere (lihat pada hal 6 - 6)
**Tidak** **bagus**
Periksa
hubungan
kumparan-kumparan
magnet (lihat hal 6 - 7)
**Bagus**
Periksa tegangan magnet tanpa beban
(lihat hal 6 - 7)
**Bagus**
Periksa regulator / rectifier (lihat hal 6 - 8).
**Bagus**
Periksa kabel-kabel
**Bagus**
**Lain-lain**
Pengisian batere berlebihan
**Pasang**
**Lepas perlengkapan**
**Hubungan pendek pada kabel**
**Bocor**
**Sambungan terlepas atau kendor**
**Batere soak**
**Batere soak**
**Bagus**
**Kondisi pemakaian tidak normal**
Tidak
berhubungan
Kumparan magnet rusak atau
sambungan kabel terlepas
**Magnet** **rusak**
**Tidak** **bagus**
**Tidak bagus**
**Regulator / rectifier rusak**
**Tidak** **bagus**
**Kabel** **body konslet**
**Sambungan tidak bagus**
**Batere rusak**
**Regulator** **/ rectifier rusak**
**Batere rusak**
**Kopler kabel dan generator kendor**
Halaman 152
****
** BATERE**
!
Buka tempat duduk.
Putar kunci kontak ke posisi OFF.
Lepaskan terminal negatip - batere.
!
!
**CATATAN :**
Bahwa kebocoran ditandai dengan kecilnya pergerakan
jarum penujuk pada saat miliampere meter dari pocket
tester dihubungkan dari terminal negatif
-
dengan
kabel, seperti terlihat pada gambar.
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**PERHATIAN**
!
Karena
kebocoran
arus
kemungkinan
sangat
besar, maka putarlah tombol tester ke skala besar
terlebih
dahulu
pada
saat
dihubungkan
ke
Ammeter.
Pada saat pengukuran, posisi kunci kontak jangan
di posisi “ON”
!
Bila ditemukan kebocoran, carilah dibagian dimana
jarum penunjuk tidak bergerak sampai coupler dan
sambungan-sambungannya dilepas satu persatu.
** **
Buka tempat duduk.
Hidupkan mesin dan pertahankan pada 5.000 rpm
dengan lampu menyala.
Ukurlah tegangan DC antara terminal + batere dengan
terminal - dengan menggunakan multi tester.
Apabila pembacaan menunjukkan angka di bawah nilai
yang
semestinya,
periksa
kumparan
magnet
dan
regulator / rectifier.
!
!
**PERHATIAN**
Bila pocket tester diset untuk pengukuran kuat arus atau
tahanan dan sejumlah tegangan dialirkan diantara kedua
ujung kabel tester akan mengakibatkan pocket tester
rusak. Maka dari itu, penting diketahui bahwa saklar
pocket
harus
disesuaikan
kebutuhan,
sebelum
melakukan pengukuran.
**CATATAN :**
Pada waktu pengetesan pastikan bahwa batere dalam
keadaan sudah diisi atau di stroom penuh.
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**SKALA TESTER PADA POSISI : DC - 25 V**
STANDAR PENGISIAN : 12,0 V pada 5.000 rpm.
SISTEM 6 - 6
Halaman 153
- 7 SISTEM
** KUMPARAN MAGNET**
**(Pengisian / Lampu)**
Buka penutup rangka (lihat hal 5 - 2).
Lepas sambungan kabel magnet.
Dengan menggunakan pocket tester, ukur nilai
tahanan diantara kabel-kabel dan massa.
Jika ukuran tahanan tidak tepat, ganti kumparan
pengisian / penerangan dengan yang baru.
!
!
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi (X 1**
**range)**
W
**STANDAR** **TAHANAN** **KUMPARAN** **PENGISIAN** **/**
**.**
**P/M - MASSA: 0,5 - 2,0**
**K/P- MASSA: 0,3 - 1,5**
**P/M : Putih bergaris merah**
**K/P: Kuning bergaris putih**
W
**CATATAN :**
Saat melakukan pengukuran, magnet tidak perlu dilepas.
**** **KEMAMPUAN** **MAGNET** **TANPA**
**BEBAN.**
Buka penutup rangka (lihat hal. 5 - 2)
Lepaskan sambungan regulator / rectifier.
Geser saklar lampu ke posisi OFF.
Hidupkan mesin dan pertahankan pada 5.000
rpm.
Dengan
menggunakan
pocket
tester,
ukurlah
tegangan AC antara kabel P/M dan massa. Jika
tegangannya dibawah spesifikasi, ganti kumparan
pengisian/penerangan atau magnet dengan yang
baru.
!
!
!
!
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : AC 250V**
**Kemampuan magnet tanpa beban :**
**Lebih dari 45 V (AC) pada 5.000 r/min**
**(Mesin dalam keadaan dingin)**
Halaman 154
** REGULATOR / RECTIFIER**
Buka tempat duduk.
Lepaskan tutup rangka (lihat hal 5 - 1)
Lepaskan kopler regulator / rectifier.
Dengan menggunakan pocket tester (X1k
), ukur
tahanan antara terminal sesuai tabel dibawah ini.
Apabila tahanan tidak sesuai, ganti regulator / rectifier
dengan yang baru.
!
!
!
W
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : x1k** W
+ Kutub tester
- Kutub tester
1
2
⚠
¥
1
4-40
¥
¥
2
¥
15-100
⚠
¥
4
15-100
¥ = Tak terbatas
**CATATAN :**
Seperti pada dioda, thyristor juga digunakan pada
rectifier, nilai tahanan yang dihasilkan bisa berbeda
antara alat ukur yang satu dengan lainnya.
SISTEM 6 - 8
4
Halaman 155
- 9 SISTEM
**SISTEM** **PENGAPIAN**
****
Mesin sepedamotor ini dilengkapi dengan sistem pengapian baru. Sistem baru ini
meminimalkan fluktuasi timing. Di dalamnya terdapat CPU yang secara akurat mengontrol
timing pengapian tergantung putaran mesin.
Pada unit CDI-nya terdapat alat konversi arus DC yang dapat menaikkan tegangan batere
dan mengisi kapasitor (C). Sebuah SCR yang dihubungkan ke kapasitor membuatnya
terhubung saat sebuah sinyal di kirim ke gerbang SCR dari CPU sehingga tenaga pada
kapasitor (C) dilepas ke kumparan primer pengapian. Hal tersebut menimbulkan arus
tegangan tinggi yang diinduksi pada kumparan sekunder dan percikan api yang panas
melompat diantara celah busi. Timing pengapian dikontrol oleh CPU yang diproses oleh pulsa
pick-up coil untuk membuka sinyal SCR.
Sinyal ini kemudian dikirim ke SCR saat crankshaft mencapai titik timing pengapian yang
paling baik untuk memutar mesin.
Halaman 156
**MEMERIKSA DAN** **MENGATASI MASALAH**
Tidak ada percikan
api pada busi
Periksa kekencangan
sambungan pada unit CDI
Baik
Periksa tahanan kumparan pengisian
(P/M - Massa) (Lihat hal 6 - 7)
Baik
Periksa tahanan kpick - up coil
(Hi/P - B/K) (Lihat hal 6 - 13)
Baik
SISTEM 6 - 10
Periksalah : Kunci kontak pada posisi ON.
: Sebelum diagnosa, sekering
tidak putus.
Kendor
Sambungan
kopler
tidak
sempurna
Tidak
baik
Kumparan pengisian rusak
Tidak
baik
Pick-up coil rusak
Unit CDI - rusak
(Lihat hal 6 - 14)
Kumparan pengapian rusak
(Lihat hal 6 - 12)
Kabel tegangan tinggi rusak
Kabel-kabel kelistrikan rusak
atau sambungan kabelnya
tidak benar
Halaman 157
- 11 SISTEM
****
**TEGANGAN KUMPARAN PRIMER PENGAPIAN**
Cabut cap penutup busi.
Masukkan
busi
baru
ke
kepala
busi
dan
tempelkan pada cylinder head
!
!
**CATATAN :**
Pastikan kepala busi dan businya telah terpasang
dengan benar.
**PERHATIAN**
Saat
menempelkan
busi
baru
pada
cylinder head, jauhkan selang bensin.
Ukur tegangan kumparan primer pengapian dengan
multi sirkuit tester sesuai prosedur berikut :
Sambungkan multi circuit tester dengan adaptor
tegangan tinggi sebagai berikut :
Kabel + : Kabel H/Patau massa
Kabel -
: Kabel P/B
!
**CATATAN :**
Jangan
melepas
kabel
kumparan
pengapian
(putih/biru)
**Multi circuit tester set (Digital DC 200 V)**
**PERHATIAN**
Sebelum menggunakan multi circuit tester dan
adaptor
tegangan
tinggi,
pastikan
cara
menggunakannya
sesuai
buku
petunjuk
pemakaian.
Putar saklar kunci kontak ke posisi “ON”.
Hidupkan mesin beberapa detik kemudian ukur
tegangan tinggi kumparan primer pengapian.
Ulangi prosedur diatas beberapa kali dan ukur
nilai tegangan tertinggi.
!
!
!
**Saklar** **tester pada posisi : Voltage (V)**
**Tegangan** **puncak** **kumparan** **primer**
**Pengapian : lebih dari 150 V**
****
Saat pengukuran, jangan menyentuh kabel
tester dan busi untuk mencegah sengatan listrik
*
Bila
tegangannya
dibawah
spesifikasi
yang
ditentukan, periksa kumparan pengapian.
Halaman 158
**TAHANAN IGNITION COIL**
!
Lepas kabel Ignition Coil dan Cap busi.
Ukur tahanan primer dan sekunder Ignition coil
dengan multi circuit tester.
Bila nilai tahanannya sesuai spesifikasi, berarti
kondisinyabaik.
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : Resistance (**
**)**
**Tahanan Ignition coil**
**Primer**
**: 0,3 ~ 0,5 (Kutub** **+** **-** **Kutub** **-** **)**
**Sekunder**
**: 5 ~ 8k**
**(Kutub** **-** **- cap busi)**
W
**TEGANGAN PICK UPCOIL**
!
Lepaskan tutup-tutup rangka (lihat hal 5 - 1).
**CATATAN :**
Pastikan
semua
sambungan-sambungan
terhubung sempurna dan batere dalam kondisi
terisi.
!
Lepaskan sambungan unit CDI.
Ukur tegangan pick up coil sebagai berikut :
Hubungkan multi circuit tester dengan adaptor
tegangan tinggi sebagai berikut.
!
**Kutub** **+** **: Kabel biru bergaris kuning**
**Kutub** **-**
**: massa**
**Multi** **circuit tester set (DC 20V)**
**Sebelum** **menggunakan** **multi** **circuit** **tester** **dan**
**adaptor**
**tegangan**
**tinggi,**
**pastikan**
**cara**
**menggunakannya**
**sesuai**
**buku**
**petunjuk**
**pemakaian.**
!
Putar kunci kontak ke posisi “ON”.
Ukur tegangan pick up sambil menekan tuas rem
depan atau belakang dan tombol starter untuk
memutar mesin untuk beberapa detik.
Ulangi langkah-langkah diatas beberapa kali dan
ukur tegangan yang paling tinggi.
!
**Saklar tester pada posisi : Voltage (V)**
**Tegangan** **puncak** **kumparan** **primer** **pick** **up**
**coil : Lebih dari 4V**
**Multi circuit tester set (Digital)**
SISTEM 6 - 12
W
Halaman 159
- 13 SISTEM
Bila tegangan pada unit CDI dibawah standar, ukur
tegangan pada pick up coil, sebagai berikut :
Lepaskan sambungan ke pick up coil.
Hubungkan dengan multi circuit tester dengan
adaptor tegangan seperti berikut ini.
!
!
**Kutub** **+** **: Kabel biru bergaris kuning.**
**Kutub**
**-**
**: Kabel hijau bergaris putih.**
Ukur
tegangan
pick
up
coil
sama
seperti
pengukuran pada CDI.
**Saklar tester pada posisi : Voltage (V)**
**Tegangan** **puncak** **kumparan** **primer**
**pick up coil : Lebih dari 4V**
**Multi circuit tester set (DC 20V)**
Bila tegangan pick up coil sesuai, sedangkan pada
unit CDI tidak sesuai standar, gantilah rangkaian
kabelnya dengan yang baru.
Bila
keduanya
mempunyai
tegangan
diluar
spesifikasi, gantilah pick up coil dengan yang baru.
**TAHANAN PICK UPCOIL**
Lepaskan tutup rangka.
Lepaskan sambungan generator.
Ukur nilai tahanannya dengan multi circuit tester.
Bila tahanannya tidak sesuai nilai standar, gantilah
pick up dengan yang baru.
!
!
**09900 - 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : Resistance (**
**)**
**Tahanan Ignition coil : 180 - 280**
**(Biru bergaris kuning)**
**(Hijau bergaris putih)**
W
Halaman 160
**UNIT CDI**
!
!
Buka tempat duduk (lihat hal. 5 - 2)
Lepaskan sambungan kabel CDI.
Ukur tahanan diantara terminal-terminalnya.
Bila nilai tahanannya tak terhingga atau kurang, CDI
harus diganti.
**CATATAN :**
Nilai tahanan dapat saja berbeda bila dilakukan
pengukuran dengan alat ohmmeter selain SUZUKI
pocket tester tergantung kapasitor, thyristor, dan
dioda-dioda pada unit CDI.
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : X 1 k** W
+ Kutub tester
A Hi/P
B B/K
- Kutub tester
A Hi/P
B B/K
3,1k - 12,6k
C O
3,7k - 14,8k
D B/K
300 - 1,5k
E H/P
300 - 1,5k
F P/B
2,1k - 12,6k
**CATATAN :**
Bila kapasitor rusak, jarum akan bergerak, kemudian kembali ke
posisi tak terhingga (
).
¥
**CATATAN :**
Bila celah busi tidak ada percikan api, ganti CDI atau periksa
kumparan magnet, ignition coil, busi dan batere.
Bila CDI pick up coil, ignition coil, busi dan batere bagus, pastilah CDI
rusak, maka gantilah CDI dengan yang baru
**H/P** **: Hitam/putih**
**B/P** **: Biru/Putih**
**O : Orange**
**Hi/P: Hijau/Putih**
**B/K** **: Biru/Kuning**
**P/B : Putih/Biru**
SISTEM 6 - 14
C O
D B/K
E H/P
F P/B
¥
¥
¥
¥
¥
¥
¥
¥ = Tak terbatas
Halaman 161
- 15 SISTEM
**BUSI**
! Lepaskan busi.
**09930** **- 10121 : Spark plug socket wrench set.**
**ENDAPAN KARBON**
Periksalah endapan karbon pada busi.
Bila ada endapan karbon, bersihkan dengan mesin
pembersih busi atau menggunakan alat yang lancip.
**CELAH BUSI**
Ukur celah busi dengan thickness gauge.
Bila celah salah, setel celah sesuai petunjuk.
**09900 - 20803 : Thickness gauge**
**Celah busi standar : 0,7 -** **0,8 mm**
**Kondisi elektroda**
Periksa kondisi elektroda apakah aus atau hangus.
Bila ternyata hangus atau aus, ganti busi. Bila
insulator pecah atau ulir rusak, juga ganti.
**Tingkat panas**
Pergunakan
busi
standar
NGK
atau
DENSO,
bagaimanapun pemilihan busi yang tepat dapat
mempengaruhi kecepatan, kemampuan, konsumsi
bahan bakar dan sebagainya.
Pemakaian busi yang tepat bila warna insulator
coklat terang.
Bila berwarna putih gelap, ganti dengan busi tipe
dingin NGK CR 9E atau DENSO U27ESR-N dan bila
berwarna hitam karbon, ganti dengan busi tipe
panas NGK CR7E atau DENSO U22ESR-N.
**NGK** **DENSO**
**TIPE PANAS**
**CR7E** **U24ESR-N**
**STANDAR**
**CR8E** **U24ESR-N**
**TIPE DINGIN**
**CR9E U27ESR-N**
**PERHATIAN**
Pastikan ukuran ulir dan panjang ulir bilamana
menggantikan busi. Bila terlalu pendek, maka ulir
pada lubang busi akan dipenuhi arang dan dapat
merusak mesin.
Halaman 162
**METERAN** **BENSIN**
**RANGKAIAN METERAN BENSIN**
##
##
**PENGUKUR JUMLAH BENSIN**
!
Lepaskan pengukur jumlah bensin (lihat hal 4 - 3)
Dengan menggunakan pocket tester periksa tahanan
pada setiap posisi pelampung.
Bila tahanannya tidak benar, ganti satu set pengukur
jumlah bensin.
Hubungan antara posisi pelampung pengukur jumlah
bensin dan tahanan seperti tercantum pada tabel di
**Posisi** **pelampung Tinggi Tahanan**
Posisi pelampung
diatas (35 mm)
**5** **- 7** W
**A**
Posisi pelampung
dibawah (100 mm)
**204** **- 210** W
**B**
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : X 1** W
**PERHATIAN**
Saat memeriksa nilai tahanan, pastikan untuk melepas
kabel batere karena pocket tester bisa rusak.
SISTEM 6 - 16
Halaman 163
- 17 SISTEM
**METERAN BENSIN**
! Cabut
sambungan
kabel
speedometer
(lihat hal 4 - 3).
****
Untuk menguji meteran bensin ada dua cara yang
berbeda :
Pertama, hubungkan secara langsung antara kabel
H/P dan K/P dari akbel body. Dengan posisi kunci
kontak “ON”, meteran bensin menunjukkan tanda
“F”.
Kedua,
ujilah
dengan
memeriksa
ketepatan
meteran bensin saat posisi penuh dan habis.
Pasang pengukur bensin baru seperti pada ilustrasi.
Meteran bensin dalam kondisi normal bila jarum
menunjukkan posisi E (empty = kosong) ketika
sirkuit diberi tahanan yang sesuai dan jarum
menunjukkan posisi F (Full = penuh) ketika resistor
dirubah ke 11 Ohm.
Bila salah satu atau keduanya abnormal, ganti
meteran bensin dengan yang baru.
**Tahanan** **5 - 7 204 - 210**
**Posisi** **pelampung Penuh Habis**
##
## METER KOMBINASI
**MELEPAS DAN **
!
Lepaskan meteran kombinasi.
Bongkar meteran kombinasi seperti berikut :
!
O
: Orange
B/W : H/P- Hitam bergaris putih
Y/B : K/H - Kuning bergaris Hitam
Halaman 164
**STEPPING MOTOR**
Gambar ilustrasi dan keterangan berikut ini menjelaskan tentang prinsip dasar stepping
motor secara sederhana.
Speedometer, tachometer, meter bensin dan temperatur pendingin mesin diatur oleh masing-
masing stepping motor. Semua meteran bergerak ke skala penuh segera setelah kunci
kontak diputar ke posisi “ON” untuk pengkalibrasian. Stepping motor berisi stator, coil rotor,
sensor posisi, sirkuit exciter dan sirkuit penyebar. Stator mempunyai 6 kutub dan rotor
mempunyai 4 kutub. Sebanyak 6 coil / kumparan terpasang dimasing-masing kutub stator
dan terhubung secara serie.
Rotor dapat diputar bebas ke segala posisi dengan cara merubah aliran listrik (kuat arus)
yang dialirkan ke coil.
Posisi sudut rotor secara konstan dipantau oleh sensor posisi sudut, yang mana menerima
sinyal balik ke sirkuit penyebar yang mengontrol arus dari sirkuit exciter.
SISTEM 6 - 18
Halaman 165
- 19 SISTEM
** MOTOR**
STEP1
: Bila arus listrik dialirkan ke sirkuit (B), medan magnet seimbang dan
menyebabkan rotor berada pada posisi (B)
STEP2
: Bila sejumlah arus yang sama dengan dengan di sirkuit (B) dialirkan juga ke sirkuit (A),
rotor akan berputar 15°
berlawanan arah jarum jam oleh sejumlah medan magnet
yang sama dari (A) dan (B).
STEP3
: Ketika arus pada sirkuit (B) di putus dan arus hanya dialirkan ke sirkuit (A), medan
magnet seimbang dan mengakibatkan rotor berputar 30
STEP4
: Ketika sejumlah arus yang sama keduanya dialirkan ke sirkuit (A) dan (C), rotor
berputar 15 lebih ke atas.
°
Jadi, rotor dapat berputar dan diam pada beberapa posisi yang dikontrol arus listriknya
secara elektronik ke sirkuit (A), (B) dan (C).
°.
Halaman 166
****
** **
Bila speedometer, odometer atau trip meter tidak
berfungsi sempurna, periksa sensor kecepatan
(speed
sensor)
dan
sambungan-sambungan
kabelnya.
Bila sensor kecepatan dan sambungan-sambungan
kabelnya tidak bermasalah, ganti unit speedometer
dengan yang baru.
**** **SENSOR** **KECEPATAN** **(SPEED**
**SENSOR)**
Hubungkan kutub
+
pocket tester ke kabel
ungu pada sensor kecepatan pada rangka
tengah.
Hubungkan kutub
-
pocket tester ke kabel
hitam bergaris putih pada sensor kecepatan.
Putar kunci kontak ke posisi “ON”.
Bila roda belakang di putar perlahan-lahan,
jarum pada pocket tester bergerak relatif 0 - 5 V.
Bila tidak, ganti sensornya dengan yang baru.
!
!
!
!
**CATATAN :**
Jangan melepas sambungan sensor kecepatan.
**09900 - 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : DC 20V**
**Arus speed sensor : 0 - 5 V**
** **
!
Lepas speedometer.
Sambungkan kabel
+
dari pocket tester ke
sambungan kabel dari speedometer berwarna
biru / putih.
Sambungkan kabel
-
dari pocket tester ke
massa.
Putar saklar kunci kontak ke posisi “ON”.
Hidupkan mesin, jarum penunjuk pada pocket
tester akan bergerak relatif lebih dari 1V. Bila
jarum tidak bergerak, ganti tachometer dengan
yang baru.
!
!
!
!
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tester pada posisi : DC 20V**
**Arus tachometer : lebih dari 1V.**
SISTEM 6 - 20
Halaman 167
- 21 SISTEM
**LAMPU** **- LAMPU**
**LAMPU UTAMA DAN LAMPU SEIN DEPAN**
**MENGGANTI BOLALAMPU UTAMA**
!
Lepaskan rumah lampu utama.
Tekan dan putar ke kiri soket bola lampu,
kemudian tarik ke luar.
Lepaskan bola lampu.
!
!
**PERHATIAN**
Ketika
mengganti
bola
lampu,
jangan
menyentuh kacanya. Bersihkan bola lampu
dengan lap yang bersih.
**MENGGANTI BOLALAMPU SEIN DEPAN**
!
Putar socketnya berlawanan arah jarum jam
kemudian lepas bola lampu.
**CATATAN :**
Batere harus dalam kondisi baik.
Halaman 168
**LAMPU** **BELAKANG / REM DAN LAMPU SEIN BELAKANG**
**M E N G G A N T I**
**B O L A**
**L A M P U ,**
**L A M P U**
**BELAKANG** **/** **REM** **DAN** **BOLA** **LAMPU** **SEIN**
**BELAKANG.**
Lepaskan kaca lampu belakang / rem.
Tekan, putar ke kiri bola lampu dan tarik ke luar.
!
!
**PERHATIAN**
Jangan terlalu keras saat memasang sekerup-
sekerup, kaca-kaca / lens lampu.
!
Putar berlawanan arah jarum jam socket lampu
sein belakang dan lepaskan bola lampu.
** SEIN**
Relay lampu sein berada di bawah tempat duduk.
Bila lampu sein tidak hidup, periksalah bola lampu
atau perbaiki rangkaian kabelnya.
Bila bola lampu dan sambungan kabel bagus, maka
kerusakan terjadi pada relay, gantilah dengan yang
baru.
**CATATAN :**
Pastikan kondisi batere yang dipergunakan, dalam
keadaan baik.
SISTEM 6 - 22
Halaman 169
- 23 SISTEM
****
Periksa tiap saklar / sambungan dengan multi tester. Bila terdapat kelainan, ganti saklar
dengan yang baru.
**09900** **- 25002 : Pocket tester**
**Saklar tetster pada posisi : X 1** W
K/P
**Warna kabel**
**H**
**: Hitam**
**P/K**
**: Putih Kuning**
**B**
**: Biru**
**K/B**
**: Kuning Biru**
**Hi**
**: Hijau**
**K/P**
**: Kuning Putih**
**Ke**
**: Kelabu**
**K/Hi**
**: Kuning Hijau**
**Bm**
**: Biru Muda**
**Him**
**: Hijau Muda**
**H/P**
**: Hitam Putih**
**O**
**: Orange**
**Hi/B**
**: Hijau Biru**
**M**
**: Merah**
**M/H**
**: Merah Hitam**
**K**
**: Kuning**
**P/H**
**: Putih Hitam**
**P**
**: Putih**
Halaman 170
**BATERE** **/ ACCU**
****
##
## Item
##
## Tipe
##
## Kick
##
## starter
**Jenis**
**YTZ3**
**12V**
**2,5 Ah/10HR**
**Kapasitas**
** BERKALA**
Bila batere tidak dipakai dalam jangka waktu lama,
tegangannya harus diukur secara teratur.
Bila sepedamotor tidak dipakai lebih dari satu bulan
(terutama pada musin dingin), ukur tegangan batere
minimal sekali sebulan.
**PENGISIAN (STROOM) BATERE**
!
Ukur
tegangan
batere
dengan
tester.
Bila
tegangannya kurang dari 12,4 V (DC), isilah
(stroom) batere dengan battery charger.
**PERHATIAN**
Ketika mengisi / stroom batere, lepaskan
batere dari sepedamotor.
Gunakan MF baterry charger.
!
!
SISTEM 6 - 24
Halaman 171
##
## PETUNJUK
##
## PERAWATAN
##
## DAFTAR
##
## ISI
##
## 7
MEMERIKSA DAN MENGATASI MASALAH ............................................. 7 - 1
DIAGRAM .......................................................................... 7 - 9
JALUR , KABEL DAN SELANG ........................................ 7 - 10
PENYANGGA TENGAH DAN SAMPING ........................ 7 - 15
ALAT KHUSUS / SPECIAL TOOLS ......................................................... 7 - 16
MOMEN ..................................................................... 7 - 19
DATA SERVICE ......................................................................................... 7 - 22
Halaman 172
- 1 PETUNJUK PERAWATAN
MEMERIKSA DAN MENGATASI MASALAH
MESIN
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Mesin tidak mau hidup
atau susah
dihidupkan.
**Kompresi** **terlalu rendah**
1. Setelan kerenggangan katup menyimpang.
2. Bos katup aus atau setelan katup renggang.
3. Waktu pengaturan katup salah.
4. Ring piston aus.
5. Dinding cylinder aus.
6. Busi kendor.
**Tidak ada percikan api pada busi.**
1. Busi kotor.
2. Busi basah.
3. Coil pengapian rusak.
4. Kabel tegangan tinggi.
5. Pick up coil atau CDI rusak.
**Bensin tidak mencapai karburator**
1. Selang udara tangki bensin tersumbat.
2. Kran bensin rusak / tersumbat.
3. Jarum pelampung rusak.
4.Selang bensin, saringan bensin, selang vacuum
tersumbat.
Mesin mudah mati
1. Busi kotor
2. Pick up coil atau CDI rusak.
3. Selang bensin tersumbat.
4. Jet karburator tersumbat.
5. Penyetelan kerenggangan katup menyimpang.
Mesin bunyi kasar
**Katup berbunyi**
1. Kerenggangan katup terlalu renggang.
2. Pegas-pegas katup lemah atau patah.
3. Permukaan rocker arm atau cam aus.
4. Jurnal camshaft aus atau hangus
**Bunyi dari bagian piston**
1. Piston atau cylinder aus.
2. Ruang bakar banyak arang
3. Pin piston atau lubang pin piston aus.
4. Ring piston atau alur ring aus.
**Bunyi dari bagian rantai timing**
1. Rantai melar (memanjang).
2. Sprocket aus.
3. Penyetel rantai otomatis tidak berfungsi.
**Bunyi dari bagian kopling**
1. Pasak countershaft atau hub aus.
2. Gigi-gigi pada plat-plat kopling aus.
3. Plat-plat kopling driven dan drive, distorsi.
4. Bearing pelepas kopling, aus.
5. Bantalan kopling lemah.
6. Pegas-pegas kopling, lemah.
**Bunyi dari bagian crankshaft**
1. Bearing bunyi kasar.
2. Bearing big-end hangus atau aus.
3. Bearing jurnal hangus atau aus
1. Setel
2. Ganti dan setel
3. Setel
4. Ganti
5. Ganti atau diperbesar
6. Kencangkan.
1. Bersihkan
2. Bersihkan dan
keringkan.
3. Ganti
4. Ganti
5. Ganti
1. Bersihkan.
2. Bersihkan atau Ganti
3. Ganti
4. Bersihkan atau ganti
1. Bersihkan.
2. Ganti
3. Bersihkan
4. Bersihkan
5. Setel
1. Setel
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
1. Ganti
2. Bersihkan
3. Ganti.
4. Ganti
1. Ganti
2. Ganti
3. Perbaiki atau ganti
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
5. Ganti gigi driven primer
6. Ganti
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
Halaman 173
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Mesin bunyi kasar
**Bunyi** **dari bagian transmisi**
1. Roda gigi aus atau rusak.
2. Pasak rusak.
3. Bearing rusak.
4. Roda gigi primer aus atau rusak.
Kopling selip
1. Jarak main kopling tidak tepat.
2. Pegas kopling lemah.
3. Plat penekan rusak atau bengkok.
4. Plat-plat kopling driven dan drive bengkok.
RPM tinggi tapi
kecepatan rendah
1. Jarak main kopling terlalu besar.
2. Beberapa pegas kopling lemah.
3. Plat penekan atau plat kopling bengkok
Gigi transmisi melejit /
melompat
1.
Tuas pemindah gigi pada driveshaft atau
countershaft sudah aus.
2. Garpu pemindah gigi aus atau bengkok.
3. Pegas penahan cam pada gearshift cam sudah
lemah.
4.
As pemindah gigi aus.
Pada saat engine idle
tidak sempurna
1. Penyetelan jarak antara pada katup kurang
baik.
2. Kedudukan katup kurang baik.
3. Pengatur katup tidak berfungsi.
4. Permukaan cam aus.
5. Celah busi terlalu lebar.
6. Kumparan pengapian tidak berfungsi.
7. Kumparan penghantar atau CDI unit tidak
berfungsi.
8. Pengaturan pada pelampung dikarburator.
9. Busi terlalu dingin.
10. Jet di karburator tersumbat.
11. Magnet tidak berfungsi.
Putaran mesin tidak
sempurna pada saat
kecepatan tinggi.
1. Pegas katup sudah lemah
2. As cam aus.
3. Pengaturan timing tidak tepat.
4. Celah busi terlalu sempit.
5. Pengapian tidak sempurna.
6. Kumparan pengapian tidak berfungsi.
7. Kumparan penghantar atau CDI unit tidak
berfungsi.
8. Ukuran jarak pelampung terlalu rendah.
9. Elemen pembersih udara tersumbat.
10. Selang bensin tersumbat sehingga karburator
tidak mendapat suplay bensin yang cukup.
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 2
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
1. Setel
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
1. Setel
2. Ganti
3. Ganti
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
1. Setel
2. Ganti atau perbaiki
3. Ganti
4. Ganti
5. Setel atau ganti
6. Ganti
7. Ganti
8. Setel
9. Ganti dengan busi tipe
panas.
10. Bersihkan
11. Ganti
1. Ganti
2. Ganti
3. Setel
4. Setel
5. Ganti unit CDI
6. Ganti
7. Ganti
8. Setel
9. Bersihkan
10. Bersihkan.
Halaman 174
- 3 PETUNJUK PERAWATAN
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Kotor atau berasap
tebal
1. Oli mesin terlalu banyak
2. Ring piston atau cylinder aus
3. Pengarah katup aus.
4. Permukaan dinding cylinder rusak.
5.
Tangkai katup aus.
6. Seal tangkai katup tidak berfungsi.
7. Alur samping ring oli aus.
Tenaga mesin
berkurang
1. Kerenggangan pada katup terlalu besar.
2. Pegas katup lemah.
3. Penyetelan timing tidak tepat.
4. Ring piston atau cylinder aus.
5. Kedudukan katup tidak pas.
6. Busi kotor.
7. Pemakaian tipe busi tidak tepat.
8. Jet di karburator tidak tepat.
9. Penyetelan pelampung karburator tidak tepat.
10.Elemen saringan udara tersumbat.
11. Udara tersedot dari intake pipe.
12. Oli mesin terlalu banyak.
13. As cam aus.
Mesin panas
berlebihan.
1. Piston penuh endapan karbon.
2. Oli mesin kurang.
3. Pompa oli tidak berfungsi atau jalur oli
tersumbat.
4. Ukuran pelampung terlalu rendah.
5. Udara tersedot dari intake pipe.
6. Tipe oli mesin tidak sesuai.
7. Ruang masuk udara tersumbat debu.
1. Keluarkan kelebihan
oli (buang)
2. Ganti
3. Ganti
4. Perbesar atau ganti
5. Ganti
6. Ganti
7. Ganti
1. Setel
2. Ganti
3. Setel
4. Ganti
5. Perbaiki
6. Bersihkan / Ganti
7. Setel / ganti
8. Bersihkan
9. Setel
10 Bersihkan
11. Kencangkan/ganti
12. Keluarkan kelebihan
oli (buang)
13. Ganti
1. Bersihkan
2. Tambah oli
3. Ganti atau bersihkan
4. Setel
5. Kencangkan/ganti
6. Ganti oli
7. Bersihkan
Halaman 175
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Mesin sulit dihidupkan
1. Starter jet tersumbat
2. Saluran bensin tersumbat.
3. Piston choke starter tidak berfungsi.
4. Kebocoran pada sambungan karburator atau
pipa vacuum tersumbat.
5. Piston choke tidak berfungsi dengan baik.
6. Penyumbatan pada sambungan antara starter
body dan karburator.
Masalah pada
kecepatan rendah atau
tidak langsam
(stationer).
1.
Tersumbat pada pilot air jet atau terlepas.
2. Kebocoran pada sambungan karburator,
sambungan pipa vacuum.
3. Pilot outlet atau bypass tersumbat.
4. Piston choke tidak sepenuhnya tertutup.
Pada kecepatan
sedang atau pada
kecepatan tinggi.
1. Penyumbatan pada main jet atau main air jet.
2. Needle jet tersumbat.
3. Katup gas tidak berfungsi dengan baik.
4. Saringan bensin tersumbat.
5. Pipa ventilasi udara bensin tersumbat.
Kelebihan bensin.
1. Needle valve aus atau rusak.
2. Pegas pada needle valve patah.
3. Pelampung tidak bekerja dengan semestinya.
4. Benda/kotoran lain di Needle valve.
5. Permukaan bensin terlalu tinggi atau terlalu
**RANGKA**
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Kemudi sulit
dikendalikan (berat)
1. Mur stem kemudi terlalu kendang
2. Bearing kemudi pecah
3. Stem kemudi bengkok
4. Tekanan udara pada ban tidak cukup.
Kemudi goyang
1. Setelan suspensi kanan dan kiri tidak sama.
2. Suspensi depan bengkok.
3. As roda depan bengkok atau ban tidak baik.
Roda depan goyang
1. Lingkar roda (velg) bengkok.
2. Bearing roda depan aus.
3. Ban tidak sempurna atau rusak.
4. Mur as terlepas.
5. Jumlah oli suspensi depan tidak tepat.
6. Jari-jari roda kendor.
Suspensi depan terlalu
lemah
1. Pegas terlalu lembek/lemah.
2. Jumlah oli suspensi kurang.
Suspensi depan terlalu
keras.
1. Oli suspensi terlalu kental.
2. Jumlah oli suspensi terlalu banyak / penuh.
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 4
1. Bersihkan.
2. Bersihkan.
3. Periksa dan setel
4. Periksa dan setel.
5. Periksa dan setel atau
ganti
6. Periksa dan
kencangkan.
1. Periksa dan bersihkan
2. Periksa dan ganti
3. Periksa dan bersihkan
4. Periksa dan setel.
1. Periksa dan bersihkan.
2. Periksa dan bersihkan.
3. Periksa fungsi katup
gas.
4. Periksa dan bersihkan.
5. Periksa dan bersihkan.
1. Ganti
2. Ganti
3. Periksa dan setel.
4. Bersihkan
5. Setel ketinggian
1. Setel
2. Ganti
3. Ganti
4. Setel
1. Ganti
2. Perbaiki atau ganti
3. Ganti
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Kencangkan
5. Setel
6. Kencangkan
1. Ganti
2. Tambah
1. Ganti
2. Oli dikurangi.
Halaman 176
- 5 PETUNJUK PERAWATAN
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Suspensi depan bunyi
1. Oli suspensi kurang
2. Baut suspensi lepas
Roda belakang
goyang
1. Lingkar roda (velg) bengkok.
2. Bearing roda belakang rusak.
3. Ban usang atau rusak.
4. Bearing swingarm aus.
5. Mur as roda atau mur dudukan mesin kendor.
6. Jari-jari roda kendor
7. Mur-mur atau suspensi belakang kendor.
Suspensi belakang
terlalu lemah
1. Pegas suspensi lemah.
2. Oli suspensi bocor.
Suspensi belakang
terlalu keras
1. Bearing swing arm aus/rusak.
Suspensi belakang
bunyi
1. Baut-baut suspensi rusak
2. Bearing swingarm aus.
**REM**
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Daya pengereman
kurang
1. Cairan rem bocor pada sistem hidrolik.
2. Kanvas rem hangus
3. Cakram rem rusak
4. Terdapat udara pada sistem hidrolik
5. Kanvas aus.
6. Permukaan kanvas terdapat oli
7. Permukaan drum rusak / aus
8. Jarak main tuas rem terlalu banyak
Rem bunyi
1. Permukaan kanvas rem berkarbon.
2. Pad set habis
3. Bearing roda rusak
4. As roda depan atau belakang kendor
5. Pad set hangus
6. Terdapat benda asing pada cairan rem
7. Lubang master cylinder tersumbat
8. Permukaan kanvas rem licin
9. Kanvas rem aus.
Gerak tuas rem
kurang baik
1. Ada udara pada sistem hidrolik
2. Cairan rem kurang
3. Kualitas cairan rem kurang baik
4. Tuas cam rem aus.
5. Drum dan kanvas rem aus.
1. Tambahkan
2. Kencangkan
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
5. Kencangkan
6. Kencangkan
7. Kencangkan.
1. Ganti
2. Ganti
1. Ganti
1. Kencangkan
2. Ganti
1. Perbaiki atau ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Buang angin (palsu)
5. Ganti
6. Ganti
7. Ganti
8. Setel
1. Perbaiki permukaan
kanvas dengan amplas
2. Ganti
3. Ganti
4. Kencangkan sesuai
petunjuk
5. Ganti
6. Ganti cairan rem
7. Bongkar dan bersihkan
master cylinder
8. Bersihkan dengan
amplas
9. Ganti
1. Buang angin (palsu)
2. Isi cairan rem sampai
batas, buang udara
3. Ganti dengan cairan
rem yang tepat.
4. Ganti
5. Ganti
Halaman 177
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Cairan rem bocor
1. Kencangkan sesuai
petunjuk
2. Ganti
3. Ganti piston dan/atau
cup
1. Sambungan kurang kencang
2. Selang retak
3. Piston dan atau cup aus
****
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Tidak ada bunga api
atau terlalu cepat.
1. Coil pengapian atau CDI rusak.
2. Busi rusak.
3. Pick up coil rusak
4. Sambungan kabel longgar
Busi menjadi cepat
tertutup arang
1. Campuran kaya
2. Putaran langsam terlalu tinggi
3. Mutu bensin tidak bagus
4. Saringan udara kotor
5. Busi terlalu dingin
Busi cepat menjadi
kotor
1. Ring piston aus
2. Piston atau cylinder aus
3. Kerenggangan bos katup dan tangkai katup
terlalu longgar.
4. Oli seal tangkai katup aus
Busi terlalu panas atau
hangus
1. Busi terlalu panas
2. Mesin terlalu panas
3. Busi kendor
4. Campuran terlalu miskin
Generator tidak bisa
mengisi
1. Kabel terlepas atau korslet, atau sambungan
terlepas.
2. Kumparan generator korslet
3. Regulator/rectifier rusak atau korslet.
Generator bisa
mengisi tetapi
pengisian dibawah
spesifikasi
1. Kabel mungkin konslet atau rangkaian terbuka
atau sambungan terminal lepas.
2. Stator coil atau generator korslet atau terlepas.
3. Regulator/rectiifer rusak.
4. Plat-plat sel batere rusak.
5. Cairan elektrolite batere kurang
Pengisian berlebih
1. Rangkaian dalam batere korslet
2. Resistor dalam regulator/rectifier rusak
3. Regulator/rectifier kurang massa.
Pengisian tidak stabil
1. Kabel longgar dan korslet
2. Bagian dalam generator korslet
3. Regulator/rectifier rusak
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 6
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Sambung/kencangkan
1. Setel karburator
2. Setel karburator
3. Ganti
4. Bersihkan
5. Ganti dengan busi tipe
panas.
1. Ganti
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti
1. Ganti dengan busi tipe
dingin
2. Setel kembali
3. Kencangkan
4. Setel karburator
1. Perbaiki atau ganti
atau kencangkan
2. Ganti
3. Ganti
1. Perbaiki atau
kencangkan
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti batere
5. Tambahkan air accu
sampai garis upper
1. Ganti batere
2. Ganti
3. Bersihkan dan perbaiki
sambungan massa
1. Perbaiki atau ganti
2. Ganti
3. Ganti
Halaman 178
- 7 PETUNJUK PERAWATAN
**BATERE**
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
“Sulflasi”, atau
terselubung bubuk
putih atau pelat sel
yang telah
berhubungan.
1. Cairan batere kurang
2. Tabung batere retak
3. Batere tak terpakai untuk jangka waktu yang
lama
1. Sistem/cara pengisian yang tidak benar
Batere cepat sekali
menurun
2. Plat-plat sel batere sudah tidak aktif
3. Kondisi yang mengarah ke korslet (short circuit)
disebabkan banyaknya endapan karena berat
jenis cairan terlalu tinggi.
4. Berat jenis batere yang terlalu rendah
5. Reaksi pada cairan batere
6. Batere yang sudah lama
Batere yang terpasang pada sistem/rangkaian yang
terbalik maka terjadi pengisian dengan arah balik.
Pemasangan batere
yang terbalik
1. Kapastias pengisian yang terlalu tinggi atau
rendah (bila batere tak terpakai maka harus
disetroom sekurang-kurangnya sebulan sekali
untuk menghindarkan sulflasi).
2. Kapasitas cairan yang menurun telah bereaksi,
berat jenisnya rendah atau tinggi.
“Sulflasi” pada batere
3. Batere tersimpan lama di tempat yang dingin
1. Tambahkan air accu
dan stoom kembali.
2. Ganti batere
3. Ganti batere
1. Periksa stator,
regulator/rectifier dan
rangkaian
hubungannya dan
laksanakan penyetelan
pengisian bila perlu.
2. Ganti batere dan
perbaiki sistem
pengisian.
3. Gantilah batere
4. Stroom batere tersebut
dan sesuaikan Berat
Jenis cairannya
5. Gantilah cairannya dan
stroom kembali serta
sesuaikan Berat
jenisnya
6. Ganti batere tersebut.
Gantilah batere tersebut
dan pasanglah dengan
arah yang benar
1. Gantilah batere
tersebut
2. Cairan batere harus
terisi sampai batasnya
dan sesuaikan Berat
jenisnya
3. Gantilah batere
Halaman 179
**** ** PENYEBAB JALAN KELUAR**
Daya kerja batere
yang terputus-putus
1. Bersihkan
2. Ganti cairan batere,
stroom dan sesuaikan
Berat jenisnya
1. Kutub-kutub batere kotor
2. Cairan elektrolit tak murni atau Berat jenisnya
terlalu tinggi
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 8
Halaman 180
- 9 PETUNJUK PERAWATAN
WARNA KABEL
W/B ...
WHITE WITH
BLACK TRACER ( PUTIH BERGARIS HITAM)
B ...
BLACK ( HITAM)
W/BI ...
WHITE WITH
Bl ...
BLUE (BIRU)
BLUE TRACER (PUTIH BERGARIS BIRU)
G ...
GREEN (HIJAU)
W/R ...
WHITE WITH
Gr ...
GRAY (ABU-ABU)
RED TRACER (PUTIH BERGARIS MERAH)
Lbl ...
LIGHT BLUE (BIRU MUDA)
W/Y ...
WHITE WITH
Lg ...
LIGHT GREEN (HIJAU MUDA)
YELLOW TRACER (PUTIH BERGARIS KUNING)
O ...
ORANGE (ORANYE)
Y/B ...
YELLOW WITH
BLACK TRACER (KUNING BERGARIS HITAM)
R ...
RED 9MERAH)
Y/BI ...
YELLOW WITH
Y ...
YELLOW (KUNING)
BLUE TRACER (KUNING BERGARIS BIRU)
W ...
WHITE (PUTIH)
Y/G ...
YELLOW WITH
B/W ...
BLACK WITH
GREEN TRACER (KUNING BERGARIS HIJAU)
WHITE TRACER (HITAM BERGARIS PUTIH)
Y/W ...
YELLOW WITH
B/Y ...
BLACK WITH
WITH TRACER (KUNING BERGARIS PUTIH)
YELLOW TRACER (HITAM BERGARIS KUNING)
Sb ...
LIGHT BLUE (BIRU MUDA)
Bl/Y ...
BLUE WITH
P ...
PINK (MERAH MUDA)
YELLOW TRACER (BIRU BREGARIS KUNING)
B/R ...
(HITAM BERGARIS MERAH)
G/Bl ...
GREEN WITH
G/R ...
(HIJAU BERGARIS MERAH)
BLUE TRACER (HIJAU BERGARIS BIRU)
G/Y ...
(HIJAU BERGARIS KUNING)
G/W ...
GREEN WITH
WHITE TRACER (HIJAU BERGARIS PUTIH)
R/B ...
RED WITH
BLACK TRACER (MERAH BERGARIS HITAM)
R/W ...
RED WITH
WHITE TRACER ( MERAH BERGARIS PUTIH)
**DIAGRAM** ****
**SATRIA F 150**
Halaman 181
**JALUR** **SELANG DAN KABEL **
**JALUR KABEL **
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 10
Halaman 182
- 11 PETUNJUK PERAWATAN
**JALUR** **PENDINGIN OLI (OIL COOLER)**
Halaman 183
**JALUR** **SELANG BENSIN**
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 12
Halaman 184
- 13 PETUNJUK PERAWATAN
**JALUR** **SELANG REM DEPAN**
Halaman 185
**JALUR** **SELANG REM BELAKANG**
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 14
Halaman 186
- 15 PETUNJUK PERAWATAN
**** **PENYANGGA TENGAH DAN SAMPING**
Halaman 187
**SPECIAL TOOLS** **(ALAT KHUSUS )**
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 16
Halaman 188
# 7 - 17 PETUNJUK PERAWATAN
| | | | | |
| :---: | :---: | :---: | :---: | :---: |
| **09913-76010**<br>**09914-79610**<br>Bearing installer | **09915-74510**<br>Oil pressure gauge | **09916-14510**<br>Valve spring compressor | **09916-14530**<br>Valve lifter attachment | **09916-20630**<br>Valve seat cutter (N-126) |
| **09916-21110**<br>Valve seat cutter set | **09940-51710**<br>Steering race installer | **09951-16080**<br>Bearing installer | **09916-20640**<br>Solid pilot (N-100-4.5) | **09916-34542**<br>Valve guide reamer handle |
| **09916-33210**<br>Valve guide reamer (4.5 mm) | **09916-34580**<br>Valve guide reamer (10.8 mm) | **09916-44310**<br>Valve guide remover/installer | **09916-84511**<br>Tweezers | **09917-41910**<br>Vacuum pump gauge |
| **09920-13120**<br>Crankcase separator | **09920-53740**<br>Clutch sleeve hub holder | **09941-74910**<br>Steering bearing installer | **09922-55131**<br>Bearing installer | **09923-74510**<br>**09923-73210**<br>Bearing puller (17-20 mm) |
| **09924-84521**<br>Bearing installer set | **09925-98221**<br>Bearing installer | **09930-10121**<br>Spark plug socket wreanch set | **09930-30102**<br>Sliding shaft | **09930-34951**<br>Rotor remover |
| **09930-44512**<br>Rotor holder | **09940-34520**<br>T-Handle | **09940-34561**<br>Front fork assembling tool attachment "D" | **09940-14920**<br>Steering stem nut wrench | **09940-52860**<br>Front fork oil seal installer set |
Halaman 189
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 18
| | | | |
|---|---|---|---|
|  |  |  |  |
| 09941-50111 | 09943-74111 | 09941-34513 | |
| Bearing remover | Front fork oil level gauge | Steering outer race installer | Peak voltage adaptor |
Halaman 190
- 19 PETUNJUK PERAWATAN
**MOMEN** ****
MESIN
**ITEM** **N.m Kg-m**
Baut penutup cylinder head 14 1,4
Baut cylinder head 25 2,5
Mur cylinder head 10 1,0
Mur cylinder 10 1,0
Baut sprocket cam 11 1,1
Baut dudukan camshaft 10 1,0
Baut cam chain tensioner adjuster 10 1,0
Busi 11 1,1
Baut tanam cylinder head 15 1,5
Mur rotor magnet 80 8,0
Mur gigi penggerak primer 50 5,0
Mur tengah kopling 50 5,0
Baut plat cam pemindah gigi 10 1,0
As lengan stopper cam pemindah gigi 10 1,0
Baut stopper lengan pemindah gigi 10 1,0
Sekerup penahan bearing driveshaft dan countershaft 80 8,0
Baut crankcase 10 1,0
Baut penutup magnet 10 1,0
Baut penutup kopling 10 1,0
Baut pipa oli mesin 20 2,0
Baut pembuangan oli mesin 18 1,8
Baut T.M.A
21 2,1
Cap penutup magnet 11 1,1
Mur sprocket mesin 10 1,0
Baut pipa exhaust 11 1,1
Baut dan mur dudukan knalpot 26 2,6
M10 66 6,6
Mur dudukan mesin
M8 31 3,1
Baut selang union pendingin oli 23 2,3
Baut dudukan pendingin oli 10 1,0
Baut sprocket speed sensor 20 2,0
Halaman 191
**RANGKA**
**ITEM** **N.m Kg-m**
Mur as depan 53 5,3
Baut kepala stem kemudi 65 6,5
Baut dan mur dudukan kemudi 28 2,8
Baut cap suspensi depan 45 4,5
Baut batang penahan suspensi depan 23 2,3
Baut klam suspensi (atas dan bawah) 23 2,3
Baut master cylinder rem depan 10 1,0
Baut union selang rem depan 23 2,3
Baut dudukan caliper rem depan 10 1,0
Katup pembuangan udara rem depan 8 0,8
Baut cakram rem depan 23 2,3
Baut dudukan kanvas rem depan 18 1,8
Mur as belakang 54 5,4
Mur pijakan khaki depan 50 5,0
Mur as swing arm 69 6,9
Baut suspensi belakang
Atas 32 3,2
Bawah 50 5,0
Baut dudukan sprocket belakang 23 2,3
Baut bracket pijakan khaki depan 26 2,6
Baut dudukan penyangga samping 50 5,0
Mur pengunci dudukan penyangga samping 55 5,5
Baut cakram rem belakang 23 2,3
Baut dudukan kanvas rem belakang 18 1,8
Baut union selang rem belakang 23 2,3
Baut master cylinder rem belakang 10 1,0
Mur pengunci batang master cylinder rem belakang 18 1,8
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 20
Halaman 192
- 21 PETUNJUK PERAWATAN
**TABEL MOMENT** ****
Untuk baut-baut dan mur-mur yang tidak ada di daftar terdahulu ditunjukkan pada tabel ini :
Diameter baut
A mm
Baut biasa atau bertanda “4”
Baut bertanda “7”
N.m Kg-m N.m Kg.m
4 1,5 0,15 2,3 0,23
5 3 0,3 4,5 0,45
6 5,5 0,55 10 1,0
8 13 1,3 23 2,3
10 29 2,9 50 5,0
12 45 4,5 85 8,5
14 65 6,5 135 13,5
16 105 10,5 210 21,0
18 160 16,0 240 24,0
Baut biasa
Baut bertanda “4”
Baut bertanda “7”
Halaman 193
**DATA SERVICE**
KATUP + BOS ( PENGARAH ) KATUP
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 22
Satuan : mm
Halaman 194
7 - 23 PETUNJUK PERAWATAN
| ITEM | | STANDAR | BATASAN |
| :------------------------------------- | :----- | :---------------- | :------ |
| Celah antara ring piston dengan alurnya | Pertama | - | 0,18 |
| | Kedua | - | 0,5 |
| Lebar alur ring piston | Pertama | 1,01 - 1,03 | - |
| | Kedua | 1,01 - 1,03 | - |
| | Oli | 2,01 - 2,03 | - |
| Ketebalan ring piston | Pertama | 0,97 - 0,99 | - |
| | Kedua | 0,97 - 0,9 | - |
| Diameter pin piston | | 16,006 - 16,024 | 16,030 |
| Diameter luar pin piston | | 15,996 - 16,000 | 15,980 |
**CONROD + CRANKSHAFT**
Satuan : mm.
| ITEM | STANDAR | BATASAN |
| :------------------------------- | :-------------- | :------ |
| Diameter dalam ujung kecil | 16,006 - 16,024 | 16,040 |
| Kelengkungan connrod | - | 3,0 |
| Kerenggangan samping ujung besar connrod | 0,10 - 0,45 | 1,00 |
| Lebar ujung besar connrod | 16,950 - 17,000 | - |
| Lebar bandul ke bandul crank | 53,0 ± 0,1 | - |
| Penyimpangan crankshaft | - | 0,08 |
**POMPA OLI**
| ITEM | STANDAR | BATASAN |
| :------------------------------- | :------------------------------ | :------ |
| Perbandingan reduksi pompa oli | 2,000 (30/15) | - |
| Tekanan oli pada (60 C, 140 F) | Diatas 30 kPa (0,3 kg/cm2) | - |
| | Dibawah 50 kPa (0,5 kg/cm2) | |
| | Pada 3.000 r/min. | |
**KOPLING**
Satuan : mm.
| ITEM | STANDAR | BATASAN |
| :------------------------------ | :--------- | :------ |
| Jarak main tuas kopling | 10 - 15 | - |
| Ketebalan plate drive | 2,7 - 3,1 | 2,6 |
| Lebar kuku plat drive | 11,8 - 12,0 | 11,0 |
| Distorsi plat drive | - | 0,15 |
| Panjang pegas kopling saat bebas | - | 31,0 |
Halaman 195
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 24
**TRANSMISI + RANTAI PENGGERAK**
Satuan mm ; Kecuali perbandingan
| | | |
| :-------------------------------- | :------------------ | :------------------- |
| Reduksi primer | | 3,500 (70/20) |
| Perbandingan | | 3,071 (43/14) |
| Perbandingan reduksi akhir | Rendah | 2,750 (33/12) |
| | Ke dua | 1,785 (25/14) |
| | Ke tiga | 1,368 (26/19) |
| | Ke empat | 1,095 (23/21) |
| | Ke lima | 0,913 (21/23) |
| | Top | 0,800 (20/25) |
| Celah antara garpu pemindah gigi | | 0,1-0,3 |
| Lebar alur garpu pemindah | No.1 | 5,0-5,1 |
| | No.2 | 5,5-5,6 |
| Ketebalan garpu pemindah gigi | No.1 | 4,8-4,9 |
| | No.2 | 5,3-5,4 |
| Panjang countershaft (rendah ke dua) | | 88,0 ± 0,1 |
| Rantai penggerak | Tipe | DID 428 DS |
| | Mata | 122 mata |
| | 20-pitch | | 259,0 |
| | Panjang | |
| Kekendoran rantai penggerak | | 15-25 |
| Ketinggian tuas pemindah gigi | | 5 |
**KARBURATOR**
| ITEM | SPESIFIKASI |
| :------------------------- | :---------------------- |
| Tipe karburator | Mikuni BS 26-187 |
| Diameter karburator | 26 mm. |
| No. I.D | 25 GO |
| Stasioner | 1.400 ± 100 r/min |
| Ketinggian pelampung | 10,5 ± 0,10 mm. |
| Main jet (M.J.) | # 112,5 |
| Main air jet | 0,8 |
| Jet needle (J.N.) | 4DG8 |
| Needle Jet (N.J.) | 0-9 (461) |
| Throttle valve (Th.V) | 120 |
| Pilot Jet (P.J.) | # 12,5 |
| Pilot air jet 1 | 0,5 |
| Pilot air jet 2 | 1,6 |
| Starter Jet (G.S.) | # 25 |
| Pilot outlet (P.O.) | ø0,8 |
| Valve seat (V.S.) | 2,0 |
| Pilot screw (P.S.) | 1 1/2 mm. |
| Jarak main kabel gas | 2-4 mm. |
**KELISTRIKAN**
| ITEM | | SPESIFIKASI |
| :-------------- | :-------------- | :-------------------------- |
| Saat pengapian | | 5° B.T.D.C. at 1.500 r/min. |
| Busi | Tipe | DENSO : U24ESR-N |
| | | NGK : CR8E |
| Daya Pengapian | Celah | 0,7-0,8 mm |
| | | Lebih dari 8 pada 1atm |
Halaman 196
7 - 23 PETUNJUK PERAWATAN
| ITEM | SPESIFIKASI | CATATAN |
| :----------------------------- | :-------------------------------- | :---------------- |
| Tahanan kumparan pengapian | Primer | 0,3-0,5 | Kabel⊕ - massa |
| | Sekunder | 5-8 k | Cap busi - massa |
| Tahanan kumparan magnet | Penerangan | 0,3-1,5 | K/P - H/P |
| | Pengisian | 0,5-2,0 | P/M - H/P |
| | Pick-up coil | 180-280 | Hi/P - B/K |
| Tegangan magnet tanpa beban (Saat dingin) | Lebih dari 45V (AC) pada 5,000 rpm. | |
| Maksimum output magnet | 100W pada 5,000 rpm. | |
| Tegangan regulator | 12,0 V pada 5,000 rpm. | BUKA LAMPU |
| Batere | Jenis | YTZ - 3 | |
| | Kapasitas | 12V (2,5 Ah)/10 HR| |
| Ukuran sekering | | 10A | |
| Tahanan pengukur jumlah bensin | Penuh | 5-7 | |
| | Kosong | 204-210 | |
DAYA
Satuan : Watt
| ITEM | SPESIFIKASI |
| :--------------------------------- | :-------------------- |
| Lampu utama | |
| Atas | HI/ LO | 32/32 |
| Bawah | HI | 18/18 |
| Lampu belakang / rem | | 5/18 |
| Lampu sein | | 10 |
| Lampu speedometer | | LED (Kuning) |
| Lampu indikator lampu sein | | LED (Kuning) |
| Lampu indikator lampu jauh | | LED (Biru) |
| Lampu indikator posisi netral | | LED (Hijau) |
| Lampu indikator posisi top | | LED (Kuning) |
REM + RODA
Satuan : Watt
| ITEM | STANDAR | BATASAN |
| :--------------------------------- | :------------ | :------ |
| Ketinggian pedal rem belakang | 26 | - |
| Jarak main pedal rem belakang | 5-15 | - |
| Ketebalan cakram rem | Depan | 3,3-3,7 | 3,0 |
| | Belakang | 3,3-3,7 | 3,0 |
| Penyimpangan cakram rem | | | 0,30 |
| Diameter lubang master cylinder | Depan | 12,700-12,743 | - |
| | Belakang | 12,700-12,743 | - |
| Diameter piston master cylinder | Depan | 12,657-12,684 | - |
| | Belakang | 12,657-12,684 | - |
| Diameter dalam cylinder caliper rem| Depan | 27,000-27,050 | - |
| | Belakang | 32,030-32,080 | - |
Halaman 197
PETUNJUK PERAWATAN 7 - 26
| ITEM | STANDAR | BATASAN |
| :---------------------------- | :------------ | :------ |
| Diameter piston caliper rem | Depan | 26,900-26,950 | - |
| | Belakang | 31,942-31,998 | - |
| Jenis cairan rem | DOT 4 | - |
| Penyimpangan velg roda | Axial | - | 2,0 |
| | Radial | - | 2,0 |
| Ukuran velg roda | Depan | 70/90-17 38S | - |
| | Belakang | 80/90-17 44S | - |
| Penyimpangan as roda | Depan | - | 0,25 |
| | Belakang | - | 0,25 |
SUSPENSI
Satuan : mm
| ITEM | STANDAR | BATASAN | CATATAN |
| :------------------------------------ | :------ | :------ | :------ |
| Langkah suspensi depan | 90 | - | |
| Panjang pegas suspensi depan (saat bebas) | - | 401,9 | |
| Jarak main roda belakang | 100 | - | |
| Ketinggian oli suspensi depan | 160 | - | |
| Penyimpangan as swing arm | - | 0,3 | |
TEKANAN BAN
| TEKANAN BAN SAAT DINGIN | SENDIRI | BERBONCENGAN |
| :---------------------- | :--- | :----- | :--- | :--- | :----- | :--- |
| | kPa | kg/cm2 | psi | kPa | kg/cm2 | psi |
| DEPAN | 225 | 2,25 | 32 | 225 | 2,25 | 32 |
| BELAKANG | 250 | 2,50 | 36 | 250 | 2,50 | 36 |
BAHAN BAKAR + OLI
| ITEM | SPESIFIKASI | CATATAN |
| :-------------------------------- | :--------------------------------------------------------------- | :------ |
| Jenis bahan bakar | Pergunakan bensin yang mempunyai kadar oktan 91 - 95 atau lebih. Disarankan, bensin tanpa timbal | |
| Kapasitas tangki bahan bakar | 4,9 L | |
| Jenis oli mesin | SAE 10W/40, API SF or SG | |
| Kapasitas oli mesin | Penggantian | 1.000 ml |
| | Berikut saringan oli | 1.100 ml |
| | Pembongkaran | 1.200 ml |
| Jenis oli suspensi depan | Fork oil # 10 | |
| Kapasitas oli suspensi (per-kaki) | 103,5 ml | |
| Jenis cairan rem | DOT 4 | |