Service Manual Honda ASTREA SUPRA 1997 — Isi Lengkap 284 Halaman
Halaman 1
Kembali ke Menu Utama
CARA MEMAKAI BUKU INI
Buku pedoman reparasi ini berisi penjelasan me-
ngenai cara menservis sepedamotor HONDA
ASTREA SUPRA.
Bagian 1 sampai dengan 3 berlaku untuk sepeda-
motor secara keseluruhan, sedangkan bagian 4
sampai dengan 18 membahas bagian-bagian
sepedamotor yang dikelompokkan sesuai lokasi-
nya.
Carilah bagian yang dikehendaki pada halaman ini,
kemudian lihatlah daftar isi pada halaman 1
daripada bagian tersebut.
Kebanyakan bagian dimulai dengan gambar me-
ngenai susunan atau sistem dan semua spesifi-
kasi, torsi pengencangan, petunjuk pelaksanaan
pekerjaan, kunci perkakas dan petunjuk cara
mengatasi kesukaran yang dibutuhkan untuk ba-
gian tersebut.
Halaman-halaman berikutnya memberikan prose-
dur-prosedur terperinci untuk bagian tersebut.
Jika Anda belum mengetahui sumber kesukaran,
bacalah bagian 19 CARA MENGATASI KESU-
KARAN untuk petunjuk-petunjuk pembantu.
Semua keterangan, gambar-gambar, petun-
juk-petunjuk dan spesifikasi di dalam publi-
kasi ini berdasarkan data-data produk ter-
akhir yang tersedia pada waktu pencetakan.
PT Astra International berhak untuk membuat
perubahan - perubahan setiap waktu tanpa
pemberitahuan dan tanpa ikatan apapun.
Dilarang mengutip bagian dari penerbitan ini
tanpa ijin tertulis penerbit.
PT Astra International
Honda Sales Operation
Technical Service Division
JAKARTA, INDONESIA
ISI Bagian
1
2
3
4
5
6
7
8
9
KETERANGAN UMUM
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
PERAWATAN
SISTEM PELUMASAN
SISTEM BAHAN BAKAR
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
MESIN
CHASIS
LISTRIK
SILINDER/TORAK
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH
GIGI TRANSMISI
11
10
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/
PENEGANG RANTAI MESIN
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK
STARTER
12
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
13
14
15
16
17
18
19
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
BATERE/SISTEM PENGISIAN
SISTEM PENGAPIAN
SISTEM STARTER LISTRIK
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-
SAKLAR
DIAGRAM LISTRIK
CARA MENGATASI KESUKARAN
Halaman 2
CATATAN PENTING
UNTUK KEAMANAN
AWAS !
Menunjukkan adanya kemungkinan besar
terjadinya luka-luka berat atau kematian
pada manusia apabila petunjuk tidak diikuti.
PERHATIAN
Menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya
luka-luka pada manusia atau kerusakan pada
kendaraan atau peralatan apabila petunjuk tidak
diikuti.
CATATAN
Memberikan keterangan pembantu mengenai
cara servis yang lebih mudah dan efisien.
Di dalam buku ini tidak dimuat pembahasan mendetil mengenai
prosedur kerja bengkel standard, prinsip-prinsip keamanan serta
pekerjaan servis standard. Adalah penting untuk mencatat
bahwa buku ini hanya memuat beberapa peringatan terhadap
cara-cara servis tertentu yang dapat menimbulkan KECELAKA-
AN kepada mekanik atau dapat merusak kendaraan atau menye-
babkannya tidak aman untuk dikendarai. Harap dimengerti
bahwa peringatan-peringatan ini tidak dapat meliputi semua cara-
cara pelaksanaan servis, baik yang dianjurkan oleh Honda mau-
pun yang tidak, ataupun akibat-akibat yang mungkin berbahaya
yang timbul daripada setiap cara pelaksanaan servis, juga bahwa
Honda tidak dapat menyelidiki semua cara-cara sedemikian.
Setiap orang yang menggunakan prosedur kerja ataupun kunci
perkakas, baik yang dianjurkan oleh Honda maupun tidak, harus
meyakinkan dirinya sendiri dengan pasti bahwa keamanan
pribadi maupun keamanan kendaraan tidak terancam oleh cara
pelaksanaan servis ataupun kunci perkakas yang dipilih.
KETERANGAN UMUM
Halaman 3
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KETERANGAN UMUM
1
KETERANGAN UMUM
Halaman 4
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KESELAMATAN KERJA
1 - 1
TORSI PENGENCANGAN
1 - 6
PERATURAN SERVIS
1 - 1
KUNCI PERKAKAS
1 - 8
IDENTIFIKASI MODEL
1 - 2
PERLETAKAN KABEL-KABEL
1 - 9
SPESIFIKASI
1 - 3
KESELAMATAN KERJA
AWAS!
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melakukan
sesuatu pekerjaan, pastikanlah bahwa tempat kerja me-
miliki ventilasi yang baik. Jangan sekali-kali menjalankan
mesin di tempat yang tertutup. Gas pembuangan me-
ngandung gas karbon monoksida yang sangat beracun.
AWAS!
Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak pada
kondisi tertentu. Jangan merokok atau membiarkan
kehadiran api atau percikan bunga api di tempat kerja
atau tempat dimana bensin di simpan.
AWAS!
Debu pada peralatan rem mungkin mengandung asbes.
Serat- serat asbes yang dihirup telah terbukti dapat me-
nimbulkan penyakit pernapasan dan kanker. Jangan
gunakan slang udara bertekanan atau kwas kering untuk
membersihkan peralatan rem. Gunakan alat penghisap
debu atau cara lain untuk mengurangi bahaya yang di
sebabkan serat asbes yang melayang di udara.
PERATURAN SERVIS
1. Gunakan suku cadang dan pelumas Honda asli atau yang dianjurkan oleh Honda. Suku cadang yang tidak
memenuhi spesifikasi desain Honda dapat merusak sepeda motor.
2. Gunakan kunci-kunci perkakas khusus yang didesain untuk produk ini.
3. Pasang gasket, cincin-O, pin pengaman,dan pelat pengunci baru sewaktu pemasangan kembali.
4. Sewaktu mengencangkan baut dan mur, mulailah dengan baut berdiameter besar atau baut yang di tengah
lebih dulu, dan kencangkan sesuai torsi yang ditentukan secara bersilang, kecuali apabila ditentukan urutan
yang lain.
5
Bersihkan komponen-komponen di dalam cairan pembersih sewaktu pembongkaran. Lumasilah permukaan-
permukaan yang bergeser sebelum pemasangan kembali.
6. Sewaktu memasang sil oli (oil seal) baru, pastikan bahwa bibir perapat dilumasi dengan gemuk.
7. Setelah pemasangan kembali, periksa semua part terhadap pemasangan dan kerja operasionil yang baik.
8. Gunakan alat perkakas metris sewaktu mengerjakan sepeda motor. Baut, mur dan sekrup metrik tidak cocok
dengan perkakas ukuran Inggris. Penggunaan perkakas yang tidak tepat dapat merusak sepeda motor.
9. Tempatkan semua kabel listrik sesuai gambar-gambar petunjuk pada hal 1-6 sampai/dengan 1-9, perletakkan
kabel-kabel.
1. KETERANGAN UMUM
AWAS !
G Batere mengeluarkan gas- gas eksplosif; jauhkan dari api,
percikan bunga api dan rokok. Harus ada ventilasi yang
cukup ketika menyetroom batere/aki.
G Batere berisi asam sulfat (elektrolit). Kontak dengan
kulit atau mata mungkin menimbulkan luka bakar yang
parah. Gunakan pakaian pelindung dan pelindung muka.
– Jika kulit terkena elektrolit, bilas dengan air.
– Jika mata terkena elektrolit, bilas dengan air selama
sekurangnya 15 menit dan panggil dokter.
G Elektrolit beracun.
– Jika tertelan, minumlah sejumlah besar air atau
susu dan lanjutkan dengan susu dari magnesia atau
minyak tanaman dan panggil dokter.
PERHATIAN
Minyak pelumas bekas dapat menimbulkan kanker kulit jika
sering terkena kulit untuk waktu yang lama. Walaupun ini tidak
mungkin terjadi kecuali apabila seseorang setiap hari bekerja
dengan minyak pelumas bekas, tetapi dianjurkan untuk mencuci
tangan Anda dengan sabun dan air sesegera mungkn setelah
memindahkan minyak pelumas bekas.
1 - 1
KETERANGAN UMUM
Halaman 5
IDENTIFIKASI MODEL
Nomor seri rangka dicetak pada bagian kiri
kepala kemudi
Nomor seri mesin dicetak pada bagian kiri bawah
daripada bak mesin
1 - 2
KETERANGAN UMUM
Halaman 6
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KETERANGAN UMUM
SPESIFIKASI
BAGIAN
SPESIFIKASI
DIMENSI
Panjang
1.910 mm
Lebar
715 mm
Tinggi
1.067 mm
Jarak sumbu roda
1.222 mm
Jarak terendah ke tanah
145,5 mm
Tinggi sadel
769 mm
Tinggi pijakan kaki
272 mm
Berat kosong
95 kg
RANGKA
Tipe
Tulang punggung
Suspensi depan, jarak redaman
Garpu teleskopik, 80,2 mm
Suspensi belakang, jarak redaman
Lengan ayun, 81,5 mm
Ukuran ban depan
2,50 - 17 - 38 L
Ukuran ban belakang
2,75 - 17 - 41 P
Tekanan udara ban depan
200 kPa, 2,00 kg/cm2, 29 psi
Tekanan udara ban belakang 225 kPa, 2,25 kg/cm2, 33 psi
Rem depan
Sistem teromol, digerakkan kabel
Rem belakang
Sistem teromol, digerakkan batang penarik.
Isi tangki bahan bakar
3,7 liter
Sudut caster
26º 30'
Panjang trail
71 mm
Kapasitas minyak garpu depan
64 cm3
MESIN
Tipe
Mesin OHC, 4 langkah, pendinginan udara
Susunan silinder
Satu silinder, kemiringan 80º dari vertikal
Diameter x langkah
50 x 49,5 mm
Volume langkah
97,1 cm3
Perbandingan kompressi
8,8 :1
Daya maksimum
7,5 DK/8.000 rpm (JIS)
Momen puntir maksimum
0,77 kg-m/6.000 rpm
Kapasitas minyak pelumas
0,75 liter pada penggantian periodik.
0,90 liter pada pembongkaran mesin.
Sistem pelumasan
Sirkulasi minyak pelumas digerakkan pompa pelu-
mas, bak mesin sebagai tempat penampungan
minyak pelumas.
Penggerak katup
Poros bubungan digerakkan rantai mesin
Sistem penegang rantai
Bekerja secara otomatis
Klep masuk
Buka
2º sebelum TMA
Tutup
25º setelah TMB
Klep buang
Buka
33º sebelum TMB
Tutup
0º setelah TMA
Renggang klep
Masuk
0,05 mm
Buang
0,05 mm
Kecepatan stasioner
1.400 ± 100 rpm
Berat mesin
22,7 kg
}
pada pengangkatan
2 mm
1 - 3
KETERANGAN UMUM
Halaman 7
KETERANGAN UMUM
BAGIAN
KARBURATOR
Tipe
Skep (piston valve)
Diameter venturi
16 mm atau yang sejenis
SISTEM
Kopling
Kopeling ganda : otomatis sentrifugal dengan
PENGGERAK
sepatu gesek pada poros engkol, dan kopling
basah dengan pelat majemuk pada poros
utama digerakkan pedal persneling.
Transmissi
4 kecepatan, bertautan tetap
Pola pengoperasian gigi
N – 1 – 2 – 3 – 4 – (N), sistem rotari
Perbandingan reduksi awal
4,058 (69/17)
Perbandingan reduksi gigi 1
2,833 (34/12)
gigi 2
1,705 (29/17)
gigi 3
1,238 (26/21)
gigi 4
0,958 (23/24)
Perbandingan reduksi akhir
2,667 (40/15)
SISTEM
Pengapian
Pengapian elektronis CDI (tanpa platina)
LISTRIK
Sistem starter
Pedal kick starter dan starter listrik
Alternator/kapasitas
Generator AC, 94 W/5.000 rpm
Kapasitas batere
12V 5AH
Sekring
10 A
Busi
ND :U20FS-U, U22FS-U (standard), U24FS-U
NGK : C6HSA, C7HSA (standard), C8HSA
Jarak renggang busi
0,6 - 0,7 mm.
1 - 4
SPESIFIKASI
KETERANGAN UMUM
Halaman 8
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KETERANGAN UMUM
PERLETAKAN KABEL-KABEL
Perhatikan hal-hal sebagai berikut sewaktu
memasang dan menempatkan kabel-kabel
pengontrol dan kabel listrik.
G
Kabel listrik atau kabel lain yang longgar dapat
menjadi sumber kecelakaan. Setelah pemasang-
an, periksalah apakah kabel sudah terpasang
dengan baik.
G
Jangan menjepit kabel pada tempat pengelasan
atau ujung daripada penjepitnya, apabila
menggunakan penjepit yang dilas.
G
Pasang kabel biasa/listrik pada rangka dengan
menggunakan gelang pemasangan pada tempat
yang ditentukan. Kencangkan gelang sedemikian
rupa sehingga hanya bagian-bagian yang
berisolasi yang menyentuh kabel.
G
Tempatkan susunan kabel listrik (wire harness)
sedemikian rupa sehingga tidak tertarik kencang
atau mempunyai kelonggaran yang berlebihan.
G
Lindungi kabel-kabel biasa/listrik dengan
pembalut isolasi atau tabung pelindung jika
mereka menyentuh ujung atau sudut tajam.
Bersihkan permukaan pemasangan sebelum
memasang pembalut.
G
Jangan gunakan kabel listrik dengan isolasi yang
rusak. Perbaikilah dengan membalutnya dengan
pita isolasi atau ganti baru.
G
Tempatkan susunan kabel listrik sedemikian rupa
sehingga tidak akan menyentuh ujung atau sudut-
sudut yang tajam.
G
Juga hindarilah ujung-ujung baut dan sekrup
yang menonjol.
G
Jauhkan susunan kabel dari knalpot dan bagian-
bagian lain yang panas.
G
Pastikan bahwa grommet-grommet ditempatkan
dengan baik pada alurnya.
G
Setelah diikat, periksa apakah susunan kabel
listrik tidak mengganggu pergerakan daripada
bagian-bagian lain.
G
Susunan kabel yang dipasang sepanjang stang
kemudi tidak boleh ditarik kencang, atau dipasang
terlalu longgar tertekuk/terjepit, atau terganggu
oleh bagian-bagian di sekitarnya pada semua
posisi kemudi.
G
Setelah pemasangan, periksa bahwa susunan
kabel listrik tidak terpuntir atau tertekuk.
G
Jangan menekuk atau memuntir kabel pengontrol.
Kabel pengontrol yang rusak tidak dapat bekerja
dengan lancar dan mungkin macet atau
tersangkut.
O : BENAR
X : SALAH
1 - 5
KETERANGAN UMUM
Halaman 9
KETERANGAN UMUM
TORSI PENGENCANGAN
JENIS
TORSI
(kg-m)
JENIS
TORSI
(kg-m)
5 mm hex bolt and nut
0,5
5 mm screw
0,4
6 mm hex bolt and nut
1,0
6 mm screw
0,9
8 mm hex bolt and nut
2,2
6 mm flange bolt ( 8 mm head)
0,9
10 mm hex bolt and nut
3,4
6 mm flange bolt (10 mm head) and nut
1,2
12 mm hex bolt and nut
5,4
8 mm flange bolt and nut
2,7
10 mm flange bolt and nut
4,0
MESIN
DIAMETER
ULIR (mm)
kg-m
JUMLAH
BAGIAN YANG DIKENCANGKAN
Oil drain bolt
1
12
2,5
Valve adjuster hole cap
2
30
1,2
Valve adjuster lock nut
2
5
0,9
Centrifugal oil filter cover screw
3
5
0,6
Clutch adjuster lock nut
1
8
1,2
Spark plug
1
10
1,2
Oil pump mounting screw
3
6
0,8
Oil pump cover screw
3
5
0,5
Carburetor strainer cup
1
24
0,04
Drive spocket fixing plate bolt
2
6
1,2
Cylinder head cover cap nut
4
7
1,4
Right cylinder head side cover bolt
1
6
1,0
Cam sprocket bolt
2
5
0,9
Cam chain guide roller pin bolt
1
8
1,0
Shift drum stoper arm bolt
1
6
1,0
Shift return spring pin
1
8
3,0
Shift drum stopper plate bolt
1
6
1,7
Centrifugal clutch lock nut
1
14
4,3
Clutch lifter plate flange bolt
4
6
1,2
Manual clutch lock nut
1
14
4,3
Crankshaft hole cap
1
30
0,3
Timing hole cap
1
14
0,3
Cam chain tensioner sealing bolt
1
14
1,3
Cam chain tensioner pivot bolt
1
8
1,6
Flywheel flange nut
1
10
4,2
Starter clutch outer mounting screw
3
6
1,0
Shift drum bolt
1
6
1,2
Gearposition switch socket bolt
1
6
1,0
1 - 6
KETERANGAN UMUM
Halaman 10
# TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
## KETERANGAN UMUM
### RANGKA
| JENIS | JUMLAH | DIAMETER ULIR (mm) | TORSI (kg-m) |
| :------------------------------------------ | :----- | :----------------- | :-------------- |
| Engine hanger bolt Upper : | 1 | 8 | 3,5 |
| Engine hanger bolt Lower : | 1 | 8 | 3,0 |
| Main footpeg bar mounting bolt/washer | 4 | 8 | 2,2 |
| Steering stem nut | 1 | 26 | Lihat hal 12-24 |
| Steering stem top thread | 1 | 26 | Lihat hal 12-23 |
| Bottom bridge pinch flange bolt | 2 | 10 | 7,5 |
| Handlebar holder special nut | 1 | 10 | 6,0 |
| Front axle special nut | 1 | 12 | 5,0 |
| Front spoke nipple | 36 | BC 2,6 | 0,25 |
| Brake lever pivot bolt | 1 | 5 | 0,5 |
| Front brake arm bolt/nut | 1 | 6 | 1,0 |
| Fork bolt | 2 | 20 | 2,3 |
| Fork socket bolt | 2 | 8 | 2,0 |
| Rear axle special nut | 1 | 12 | 0,5 |
| Rear axle sleeve nut | 1 | 17 | 4,5 |
| Rear spoke nipple | 36 | BC 2,9 | 0,35 |
| Driven sprocket UBS nut | 4 | 8 | 3,3 |
| Driven sprocket stud bolt | 4 | 8 | 2,0 |
| Rear brake arm special nut | 1 | 6 | 1,0 |
| Skock absorder mounting nut Upper : | 2 | 10 | 2,5 |
| Skock absorder mounting nut Lower : | 2 | 10 | 2,5 |
| Swingarm pivot nut | 1 | 10 | 4,0 |
| Drive chain case mounting bolt | 2 | 6 | 0,7 |
1-7
KETERANGAN UMUM
Halaman 11
KETERANGAN UMUM
KUNCI PERKAKAS
| KETERANGAN | NOMOR PERKAKAS | BAGIAN |
| :------------------------------------------ | :------------- | :-------- |
| Carburetor float level gauge | 07401-0010000 | 5 |
| Spoke nipple wrench, 4,5x 5,1 mm | 07701-0020200 | 3,12 |
| Spoke nipple wrench, 5,8x 6,1 mm | 07701-0020300 | 13 |
| Valve adjusting wrench | 07908-KE90000 | 3 |
| Lock nut wrench, 20x24 mm | 07716-0020100 | 9 |
| Extension bar | 07716-0020500 | 9 |
| Gear holder | 07724-0010200 | 9 |
| Universal holder | 07725-0030000 | 9,10 |
| Flywheel holder | 07725-0040000 | 9,10 |
| Attachment, 32x35 mm | 07746-0010100 | 12 |
| Attachment, 37x40 mm | 07746-0010200 | 11,13 |
| Inner driver, 35 mm | 07746-0030400 | 12 |
| Pilot, 12 mm | 07746-0040200 | 11,12,13 |
| Pilot, 17 mm | 07746-0040400 | 11,13 |
| Bearing remover shaft | 07746-0050100 | 12,13 |
| Bearing remover head, 12 mm | 07746-0050300 | 12,13 |
| Fork seal driver | 07747-0010100 | 12 |
| Fork seal driver attachment | 07747-0010300 | 12 |
| Valve spring compressor | 07757-0010000 | 7 |
| Valve seat cutter | | |
| Seat cutter, 24 mm (45° IN) | 07780-0010600 | |
| Seat cutter, 22 mm (45° EX) | 07780-0010701 | |
| Flat cutter, 25 mm (32° IN) | 07780-0012000 | |
| Flat cutter, 22 mm (32° EX) | 07780-0012601 | |
| Interior cutter, 22 mm (60° IN/EX) | 07780-0014202 | |
| Cutter holder, 5 mm | 07781-0010400 | |
| Driver | 07749-0010000 | 11,12,13 |
| Steering stem socket | 07916-3710101 | 12 |
| Lock nut wrench | 07916-KM10000 | 12 |
| Flywheel puller | 07933-KG20000 | 10 |
| Bearing remover set, 12 mm | | 11 |
| - Bearing remover head, 12 mm | 07936-1660110 | |
| - Bearing remover shaft | 07936-1660120 | |
| Remover weight | 07741-0010201 | 11 |
| Attachment, 28 x 30 mm | 07946-1870100 | 7 |
| Valve guide reamer | 07942-MA60001 | 12 |
| Attachment | 07946-6920100 | 12 |
| Attachment | 07947-SB00200 | 7 |
| Valve spring compressor attachment | 07959-KM30101 | 7 |
| Valve guide driver | 07984-MA60001 | 15 |
| Peak voltage adaptor | 07HGJ-0020100 | 9 |
| Lock nut wrench, 18 mm | 07HMA-GN80101 | |
1 - 8
KETERANGAN UMUM
Halaman 12
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KABEL REM DEPAN
KABEL UTAMA
KABEL GAS
1 - 9
PERLETAKAN KABEL-KABEL
KETERANGAN UMUM
Halaman 13
SELANG PERNAPASAN KARBURATOR
KABEL GAS
KOIL PENGAPIAN
1 -10
KABEL GAS
KABEL UTAMA
KABEL BUSI
KETERANGAN UMUM
Halaman 14
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KABEL REM DEPAN
KABEL METER KOMBINASI
KABEL PENGAPIAN
KABEL SAKLAR STANG KEMUDI
KABEL REM DEPAN
KABEL SPEEDOMETER
SELANG PERNAPASAN KARBURATOR
KABEL SPEEDOMETER
1 - 11
KETERANGAN UMUM
Halaman 15
SEKRING
KABEL UTAMA
KOIL PENGAPIAN
SAKLAR LAMPU BELAKANG
KABEL BUSI
KABEL POSITIP BATERE
KABEL UTAMA
SELANG PERNAPASAN BAK MESIN
SAKLAR LAMPU REM BELAKANG
SELANG PERNAPASAN BATERE
1 - 12
KETERANGAN UMUM
Halaman 16
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
RELAY LAMPU SEIN
KABEL UTAMA
REGULATOR/
RECTIFIER
SARINGAN BAHAN BAKAR
KABEL SAKLAR POSISI GIGI
SELANG PERNAPASAN
KARBURATOR
KABEL ALTERNATOR
KABEL TANGKI BAHAN BAKAR
KABEL UTAMA
KABEL LAMPU BELAKANG
1 - 13
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 17
2
# RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 18
## RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
### LOKASI PANEL BODI
TUTUP STANG KEMUDI
TUTUP PIPA UTAMA
TUTUP DEPAN ATAS
SPAKBOR BELAKANG
TUTUP GARPU
SPAKBOR DEPAN
TUTUP BODI
TUTUP SAMPING
KANAN
TUTUP SAMPING
PIPA UTAMA
PELINDUNG KAKI
---
2-0
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 19
2. RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
LOKASI PANEL BODI
2 - 0
TUTUP STANG KEMUDI
2 - 6
KETERANGAN SERVIS
2 - 1
SPAKBOR DEPAN
2 - 9
CARA MENGATASI KESUKARAN
2 - 1
SPAKBOR BELAKANG
2 - 10
TUTUP ATAS DEPAN
2 - 2
PEGANGAN BELAKANG
2 - 11
PELINDUNG KAKI/ TUTUP PIPA UTAMA
2 - 2
KOTAK SERBA GUNA
2 - 11
TUTUP SAMPING KANAN
2 - 4
KNALPOT
2 - 11
TEMPAT DUDUK / TUTUP BODI
2 - 4
KETERANGAN SERVIS
AWAS
Jika sistem pembuangan gas tidak dibiarkan menjadi dingin dulu sebelum melepaskan atau menservis
komponen-komponennya, dapat berakibat terjadinya luka-luka bakar yang serius.
Bab ini meliputi pelepasan dan pemasangan panel-panel bodi sepeda motor dan sistem pembuangan gas.
Sewaktu melepaskan penutup-penutup bodi kendaraan, berhati-hatilah agar tidak merusak lidah-lidah atau
tonjolan-tonjolan yang terdapat pada penutup.
Sewaktu melepaskan knalpot dari mesin, selalu ganti gasket pipa knalpot dengan yang baru.
Ketika memasang knalpot, pertama-tama pasang semua pengencang secara longgar dulu. Kemudian,
kencangkan mur-mur penyambung. Setelah itu kencangkan pengencang pemasangan. Jika Anda
mengencangkan pengencang dulu, pipa knalpot mungkin tidak dapat duduk dengan benar pada tempatnya.
Selalu periksalah sistem pembuangan gas terhadap kebocoran setelah pemasangan.
TORSI PENGENCANGAN
Baut pemasangan pijakan kaki utama
2,2 kg-m
Mur pemasangan bagian atas peredam kejut
2,5 kg-m
CARA MENGATASI KESUKARAN
Suara knalpot Berlebihan
Sistem pembuangan gas dalam keadaan rusak
Kebocoran gas pembuangan
Performa Jelek
Sistem pembuangan gas telah mengalami perubahan bentuk
Kebocoran gas pembuangan
Knalpot buntu
2-1
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 20
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
TUTUP ATAS DEPAN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan kedua sekrup pemasangan bagian
belakang tutup atas depan.
Lepaskan ketiga sekrup, tutup atas depan dan ketiga
bantalan karet.
PELINDUNG KAKI/TUTUP PIPA
UTAMA
PELEPASAN PELINDUNG KAKI
Lepaskan tutup atas depan.
Untuk pelepasan pelindung kaki kanan, lepaskan
tutup samping kanan (hal 2-4)
Lepaskan sekrup-sekrup khusus pemasangan
pelindung kaki dan cincin washer.
Pertama-tama, lepaskan kait pada pelindung kaki
dari tutup pipa utama, kemudian perlahan-lahan
lepaskan pelindung kaki dari tutup pipa utama.
PELEPASAN TUTUP PIPA UTAMA
Lepaskan sekrup pemasangan tutup pipa utama dan
sekrup khusus.
2-2
SEKRUP-SEKRUP
SEKRUP-SEKRUP
BANTALAN KARET
TUTUP ATAS DEPAN
PELINDUNG
KAKI
CINCIN WASHER
SEKRUP-SEKRUP
KHUSUS
KAIT
PELINDUNG KAKI
SEKRUP
SEKRUP KHUSUS
TUTUP PIPA UTAMA
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 21
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan lubang saklar kunci kontak dengan
menarik sedikit kedua ujung tutup pipa utama seperti
tampak pada gambar. Lepaskan tutup pipa utama.
Lepaskan sekrup-sekrup dan lepaskan pelindung
kaki dari tutup samping pipa utama.
PEMASANGAN
TUTUP SAMPING PIPA UTAMA
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
KUNCI KONTAK
TUTUP PIPA UTAMA
TUTUP SAMPING PIPA UTAMA
PELINDUNG KAKI
TUTUP PIPA UTAMA
PELINDUNG KAKI
2-3
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 22
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Pasang tutup pipa utama dan tutup samping
pipa utama kebalikan daripada pelepasan.
CATATAN
Hati-hati jangan sampai merusak kait
pada saat memasang pelindung kaki.
TUTUP SAMPING KANAN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan sekrup-sekrup khusus pemasangan
tutup samping kanan.
Lepaskan boss dari grommet rangka, kemudian
lepaskan tutup samping kanan.
Pemasangan adalah kebalikan daripada
pelepasan.
TEMPAT DUDUK / TUTUP BODI
PELEPASAN TEMPAT DUDUK
Buka tempat duduk dengan menggunakan kunci
kontak.
Lepaskan kedua mur, rakitan tempat duduk dan
pelat pegas.
CATATAN
Topang tempat duduk pada saat
melepaskan mur-mur.
2-4
KAIT
TUTUP SAMPING PIPA UTAMA
GROMMET
TUTUP SAMPING KANAN
SEKRUP
KHUSUS
BOSS
TEMPAT DUDUK
KUNCI KONTAK
MUR
TEMPAT DUDUK
PELAT PEGAS
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 23
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PELEPASAN TUTUP BODI
Lepaskan komponen-komponen berikut:
Tutup atas depan (hal 2-2)
Tutup samping kanan (hal 2-4)
Pelindung kaki/tutup pipa utama (hal 2-2)
Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan tutup
belakang.
Geser tutup belakang ke belakang, kemudian
lepaskan tonjolan-tonjolan dari tutup bodi.
Lepaskan tutup ekor.
Lepaskan mur topi pemasangan tutup bodi dan
cincin washer.
Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan tutup
bodi.
Lepaskan ujung depan tutup bodi dari baut
pemasangan.
Tarik sedikit tutup bodi dan lepaskan boss-boss
tutup bodi dari grommet-grommet rangka.
Lepaskan tonjolan-tonjolan dari spakbor
belakang, kemudian lepaskan tutup bodi.
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
SEKRUP-SEKRUP
TONJOLAN-
TONJOLAN
TUTUP
BELAKANG
CINCIN WASHER/
MUR TOPI
SEKRUP-
SEKRUP
TUTUP BODI
TUTUP BODI
BAUT
PEMASANGAN
GROMMETS
BOSS
TUTUP BODI
2-5
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 24
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
PEMASANGAN
TUTUP BADAN KANAN
TUTUP BELAKANG
TUTUP BADAN KIRI
PEMEGANG TUTUP BELAKANG
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
pelepasan.
CATATAN
Hati-hati jangan sampai merusak tonjolan-
tonjolan dan boss-boss.
TUTUP STANG KEMUDI
PELEPASAN
Lepaskan baut engsel kaca spion.
Kendurkan mur kaca spion dan putar kaca spion
berlawanan arah jarum jam kemudian lepaskan kaca
spion.
2-6
BOSS
TONJOLAN
KACA SPION
MUR
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 25
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan sekrup-sekrup dan lepaskan tutup depan
stang kemudi dari tutup bagian belakang stang
kemudi.
Lepaskan konektor-konektor hubungan lampu
depan/sein.
Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan tutup bagian
belakang stang kemudi.
Lepaskan rumah gas tangan (hal 12-4)
Lepaskan rumah gas tangan dan mur pengunci dari
kabel gas tangan.
Lepaskan kabel gas tangan dari lubang tutup bagian
belakang stang kemudi.
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
SEKRUP-SEKRUP
TUTUP DEPAN STANG KEMUDI
SEKRUP-SEKRUP
TUTUP BELAKANG STANG KEMUDI
SEKRUP-SEKRUP
KABEL GAS TANGAN
TUTUP
BELAKANG STANG KEMUDI
2-7
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 26
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Lepaskan kabel speedometer.
Lepaskan kedua sekrup pemasangan speedometer
dan kemudian lepaskan tutup bagian belakang stang
kemudi.
PEMASANGAN
TUTUP BELAKANG STANG KEMUDI
TUTUP DEPAN STANG KEMUDI
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
pelepasan.
CATATAN
Pada saat pemasangan tutup stang kemudi,
jangan sampai menjepit kabel cuk dan kabel
saklar motor starter.
Hati-hati jangan sampai merusak tonjolan -
tonjolan.
2-8
KABEL SPEEDOMETER
TUTUP BELAKANG
STANG KEMUDI
SEKRUP-SEKRUP
TUTUP STANG KEMUDI
DEPAN
TUTUP STANG KEMUDI BELAKANG
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 27
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SPAKBOR DEPAN
PELEPASAN
Lepaskan baut pemasangan dan collar tutup garpu.
Angkat tutup garpu dan lepaskan tonjolan-tonjolan,
kemudian lepaskan tutup garpu.
Lepaskan roda depan (hal 12-7).
Lepaskan ketiga baut pemasangan, collar, dan
spakbor depan.
PEMASANGAN
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
pelepasan.
TUTUP GARPU
SPAKBOR DEPAN
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
BAUT
TONJOLAN
TUTUP GARPU
SPAKBOR DEPAN
BAUT-BAUT/COLLAR
2-9
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 28
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
SPAKBOR BELAKANG
PELEPASAN
Lepaskan tutup-tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan unit lampu belakang/rem (hal17-5).
Buka kait boss-boss spakbor belakang dari spakbor
belakang bagian dalam kemudian lepaskan spakbor
belakang.
Lepaskan baut-baut dan spakbor belakang bagian
dalam.
PEMASANGAN
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
pelepasan.
2-10
BOSS-BOSS
SPAKBOR BELAKANG
SPAKBOR BELAKANG BAGIAN DALAM
BAUT
SPAKBOR BELAKANG
BAGIAN DALAM
SPAKBOR BELAKANG
SPAKBOR BELAKANG
BAGIAN DALAM
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 29
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEGANGAN BELAKANG
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan tutup-tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan mur-mur pemasangan bagian atas
peredam kejut dan cincin-cincin washer.
Lepaskan baut-baut pemasangan belakang, cincin-
cincin washer dan pegangan belakang.
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
pelepasan.
TORSI PENGENCANGAN :
Mur pemasangan peredam kejut bagian atas 2,5 kg-m
KOTAK SERBA GUNA
PELEPASAN/PEMASANGAN
Buka tempat duduk.
Lepaskan baut pemasangan kotak serba guna dan
kotak serba guna.
Pasang kotak serba guna dengan menyelipkan
tonjolannya pada rangka.
Pasang dan kencangkan baut pemasangan.
KNALPOT
PELEPASAN
PERINGATAN!!
Jangan menservis knalpot sementara masih
dalam keadaan panas.
Lepaskan baut-baut/cincin-cincin washer dan rakitan
batang pijakan kaki utama.
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
PEGANGAN BELAKANG
BAUT/CINCIN WASHER
PEMASANGAN BELAKANG
CINCIN WASHER/MUR PEMASANGAN DEPAN
BAUT
KOTAK SERBAGUNA
KOTAK SERBAGUNA
TONJOLAN
BAUT-BAUT/CINCIN WASHER
BATANG PIJAKAN KAKI
2-11
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 30
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Lepaskan mur-mur penyambung knalpot.
Lepaskan mur pemasangan pemegang pijakan kaki
pembonceng sebelah kiri dan collar.
Lepaskan knalpot/baut-baut pemasangan pemegang
pijakan kaki pembonceng sebelah kanan, cincin-
cincin washer dan pijakan kaki penumpang sebelah
kanan.
Lepaskan knalpot sambil mendorong ke bawah pedal
rem belakang.
PEMASANGAN
Pasang gasket baru pada lubang masuk knalpot.
CATATAN :
Gantilah selalu gasket-gasket knalpot dengan
yang baru.
Pasang knalpot dan pemegang pijakan kaki
pembonceng sebelah kanan, kemudian untuk
sementara pasang semua baut dan mur pemasangan.
Pertama-tama kencangkan mur-mur penyambung
knalpot.
Kencangkan baut-baut pemasangan knalpot dan mur
pemasangan pemegang pijakan kaki pembonceng
sebelah kanan.
2-12
MUR-MUR PENYAMBUNG
PIJAKAN KAKI PEMBONCENG
MUR-MUR/COLLAR
KNALPOT
BAUT-BAUT/CINCIN WASHER
MUR-MUR PENYAMBUNG
PIJAKAN KAKI PEMBONCENG
MUR/COLLAR
KNALPOT
BAUT-BAUT/CINCIN-CINCIN WASHER
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
Halaman 31
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang batang pijakan kaki utama dan kencangkan
baut-baut/cincin-cincin washer dengan torsi yang
telah ditentukan.
TORSI: 2,2 kg-m
RANGKA/PANEL BODI/KNALPOT
BAUT-BAUT/CINCIN WASHER
BATANG PIJAKAN KAKI
2-13
PERAWATAN
Halaman 32
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
---
3
PERAWATAN
---
PERAWATAN
Halaman 33
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KETERANGAN SERVIS
3 - 1
PUTARAN STASIONER MESIN
3 - 12
JADWAL PERAWATAN TERATUR
3 - 3
RANTAI RODA
3 - 13
SALURAN BAHAN BAKAR
3 - 4
BATERE
3 - 15
SARINGAN KASA BAHAN BAKAR
3 - 4
KEAUSAN SEPATU REM
3 - 16
SARINGAN BAHAN BAKAR
3 - 4
SISTEM PENGEREMAN
3 - 17
CARA KERJA GAS TANGAN
3 - 5
SAKELAR LAMPU REM
3 - 18
KARBURATOR CUK
3 - 5
ARAH PENYINARAN LAMPU DEPAN
3 - 18
SARINGAN UDARA
3 - 5
SISTEM KOPLING
3 - 18
BUSI
3 - 6
STANDAR SAMPING
3 - 19
JARAK RENGGANG KLEP
3 - 7
SUSPENSI
3 - 19
OLI MESIN
3 - 9
MUR, BAUT, ALAT PENGENCANG
3 - 20
SARINGAN KASA MINYAK PELUMAS
3 - 11
RODA / BAN
3 - 20
ROTOR SARINGAN MINYAK PELUMAS
3 - 11
BANTALAN POROS KEMUDI
3 - 21
KETERANGAN SERVIS
UMUM
AWAS !
Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak pada kondisi tertentu. Pastikanlah bahwa tempat kerja
memiliki ventilasi yang baik. Jangan merokok atau membiarkan kehadiran api atau percikan bunga api di
tempat kerja atau tempat dimana bensin disimpan.
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melakukan sesuatu pekerjaan, pastikanlah bahwa tempat
kerja memiliki ventilasi yang baik. Jangan sekali-kali menjalankan mesin di tempat yang tertutup. Gas
pembuangan mengandung gas karbon monoksida yang sangat beracun.
Letakkan sepeda motor di atas tanah yang keras dan datar sebelum melakukan sesuatu pekerjaan.
SPESIFIKASI
BAGIAN
SPESIFIKASI
Jarak Main Bebas Putaran Gas Tangan
2 - 6 mm
Busi
NGK
DENSO
Standar
C6HSA
U20FS - U
Pilihan lain
C7HSA
U22FS - U
Jarak renggang elektrode busi
0,6 - 0,7 mm
3. PERAWATAN
3-1
PERAWATAN
Halaman 34
PERAWATAN
BAGIAN
SPESIFIKASI
Kapasitas Oli Mesin
Pada penggantian periodik
0,7 liter
Pada pembongkaran mesin
0,9 liter
Minyak pelumas yang dianjurkan
Viskositas SAE 10W - 30 atau sejenis.
Putaran stasioner mesin
1.400 ± 150 rpm
Jarak renggang klep
Masuk
0,05 ± 0,02 mm
Keluar
0,05 ± 0,02 mm
Jarak main bebas rantai roda
25 - 35 mm
Jarak main bebas handel rem depan
10 - 20 mm
Jarak main bebas pedal rem belakang
20 - 30 mm
Ukuran ban
Depan
2,50 - 17 - 38 L
Belakang
2,75 - 17 - 41 P
Tekanan udara
1 Orang
Depan
200 kpa (2,0 kg/cm2, 29 psi)
Ban (dingin)
Belakang
200 kpa (2,0 kg/cm2, 29 psi)
2 Orang
Depan
225 kpa (2,25 kg/cm2, 33 psi)
Belakang
225 kpa (2,25 kg/cm2, 33 psi)
Batas keausan alur ban
Depan
Sampai ke indikator
Belakang
Sampai ke indikator
TORSI PENGENCANGAN
Baut pembuangan oli
2,5 kg-m
Tutup lubang penyetel klep
1,2 kg-m Lumasi ulir dengan oli
Mur pengunci penyetel klep
0,9 kg-m
Mur pengunci penyetel kopling
1,2 kg-m Lumasi ulir dengan cairan pengunci
Busi
1,2 kg-m
Nipple jari-jari roda depan
0,25 kg-m
Nipple jari-jari roda belakang
0,35 kg-m
Mur poros belakang
5,0 kg-m
Mur selongsong poros belakang 4,5 kg-m
KUNCI PERKAKAS
Valve adjuster wrench
07908 - KE90000
Spoke nipple wrench ; 4,5 x 5,1 mm
07701 - 0020200
Spoke nipple wrench ; 5,8 x 6,1 mm
07701 - 0020300
3-2
Klasifikasi API, servis SE, SF atau SG
PERAWATAN
Halaman 35
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
JADWAL PERAWATAN TERATUR
Jika lebih
dahulu
dicapai
setiap
BAGIAN YANG DISERVIS
B U S I
RENGGANG KLEP
*
SARINGAN UDARA
SALURAN BAHAN BAKAR
SARINGAN BAHAN BAKAR
KARBURATOR
CARA KERJA GAS TANGAN
SARINGAN KASA MINYAK PELUMAS
MINYAK PELUMAS FEDERAL OIL
Tahun G
KOPLING
RANTAI RODA
REM DEPAN / BELAKANG
KEAUSAN SEPATU REM
SAKLAR LAMPU REM
TEKANAN ANGIN BAN & KONDISI BAN
Minggu P
PELEK RODA & JARI-JARI RODA
SUSPENSI
BAUT-BAUT DAN MUR-MUR
STANDAR SAMPING
BANTALAN PELURU KEMUDI
BATERE
Bulan P
ARAH SINAR LAMPU DEPAN
LAMPU-LAMPU DAN KLAKSON
P
=
PERIKSA DAN BERSIHKAN, SETEL, LUMASI ATAU GANTI
BILA PERLU
**
=
UNTUK PEMBACAAN ODOMETER LEBIH TINGGI,
ULANGILAH SESUAI JADWAL.
*
=
BERSIHKAN LEBIH SERING JIKA DIPAKAI DI DAERAH
BERDEBU.
PB
=
PERAWATAN BERKALA.
B
=
BERSIHKAN
G
=
GANTI
L
=
LUMASI
PERAWATAN
PEMBACAAN ODOMETER (km) **
PB I
PB II
PB III
500
2.000
4.000
8.000
12.000
P
P
G
G
G
P
P
P
P
P
B
B
G
P
P
P
B
B
B
B
B
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
B
setiap 2.000 km
G
G
G
P
P
P
P
P
setiap 500 km
P & L
P & L
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
setiap minggu
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P & L
P & L
P & L
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
setiap 1.000 km
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
3-3
PERAWATAN
Halaman 36
SALURAN BAHAN BAKAR
Periksa saluran bahan bakar terhadap kerusakan,
memburuknya bahan atau kebocoran.
Gantilah apabila perlu.
SARINGAN KASA BAHAN BAKAR
AWAS !
Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak
pada kondisi tertentu, pastikanlah bahwa tempat
kerja memiliki ventilasi yang baik, jangan merokok
atau membiarkan kehadiran api atau percikan bunga
api ditempat dimana bensin di simpan.
Hapuskan segera bensin yang tertumpah.
Putaran bahan bakar ke posisi “OFF”.
Lepaskan mangkok kran, cincin-O dan saringan kasa
bahan bakar dan tuangkan bensin yang ada dalam
mangkok ke dalam suatu tempat yang cocok.
Cuci saringan kasa bahan bakar dalam solar atau
minyak pembersih lain yang tidak mudah terbakar.
Periksa cincin-O apakah masih bagus, pasang
kembali saringan kasa bahan bakar dan mangkok
saringan.
Kencangnkan mangkok saringan bahan bakar sesuai
spesifikasi torsi pengencangan.
TORSI : 0,04 kg-m.
Setelah dipasang, putarlah kran ke posisi ON dan
periksa bahwa tidak ada kebocoran.
SARINGAN BAHAN BAKAR
PENGGANTIAN
Ganti saringan bahan bakar yang telah tersumbat.
Buka saringan bahan bakar dari saluran bahan bakar,
dan gantilah.
CATATAN :
Pasang saringan bahan bakar dengan tanda
“UP” menghadap ke tangki bahan bakar.
3-4
SALURAN BAHAN BAKAR
MANGKOK KRAN
CINCIN-O
SARINGAN KASA
BAHAN BAKAR
MANGKOK KRAN
TANDA "UP"
SARINGAN BAHAN BAKAR
PERAWATAN
Halaman 37
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
CARA KERJA GAS TANGAN
Periksa apakah putaran gas tangan dapat bekerja
dengan lancar dan halus sewaktu membuka dengan
penuh dan menutup kembali secara otomatis pada
semua stag kemudi.
Periksa kabel gas dan gantilah jika ada kerusakan,
tekukan atau keretakan.
Lumasi kabel gas jika cara kerja gas tangan tidak
lancar.
Ukur jarak main bebas gas tangan pada ujung
sebelah dalam gas tangan.
JARAK MAIN BEBAS : 2-6 mm
Jarak main bebas gas tangan dapat disetel melalui
penyetel gas tangan.
Lepaskan penutup debu pada penyetel.
Setel jarak main bebas dengan melonggarkan mur
pengunci dan memutar penyetel.
Periksa ulang cara kerja gas tangan.
Ganti parts yang rusak, bila perlu.
KABURATOR CUK
Periksa cara kerja tuas cuk.
Jika tuas bergerak dengan kaku, bersihkan dan
lumasi engselnya.
Setelah dibersihkan, periksa kembali pergerakan
tuas cuk.
SARINGAN UDARA
Lepaskan pelindung kaki (hal 2-2).
Lepaskan keempat sekrup pemasangan dan tutup
kotak saringan udara.
PERAWATAN
2 - 6 mm
PENYETEL
PENUTUP DEBU
MUR PENGUNCI
TUAS CUK
TUTUP KOTAK SARINGAN UDARA
SEKRUP
3-5
PERAWATAN
Halaman 38
PERAWATAN
Keluarkan elemen saringan udara dari kotak saringan
udara.
Cuci elemen dalam minyak solar atau minyak
pembersih yang tidak mudah terbakar dan biarkan
sampai mengering.
Celupkan elemen dalam minyak transmisi (SAE 80-
90) dan peras keluar kelebihan minyak.
Pasang kembali elemen dan tutup kotak saringan
udara.
Pasang
dan
kencangkan
sekrup-sekrup
pemasangan tutup kotak.
BUSI
PELEPASAN
Lepaskan tutup kepala busi.
Lepaskan busi dengan menggunakan kunci busi.
Periksa busi atau ganti busi sesuai dengan jadwal
perawatan teratur (hal 3-3).
PEMERIKSAAN
Check busi sesuai perincian sebagai berikut dan ganti
bila perlu (busi yang dianjurkan, lihat hal 3-1).
Insulator terhadap kerusakan.
Elektroda terhadap keausan.
Kondisi terbakarnya busi, perubahan warna.
- Coklat muda sampai dengan coklat tua
menunjukkan kondisi busi baik.
- Coklat muda sekali menunjukkan pengapian
yang tidak sempurna atau campuran bahan
bakar miskin.
- Penumpukan arang basah dan kehitaman
menunjukkan campuran bahan bakar dan
udara yang terlalu kaya.
3-6
ELEMEN SARINGAN UDARA
CUCI DALAM
M I N Y A K
PEMBERSIH
PERAS KELUAR
MINYAK SECARA
MENYELURUH
CELUP DALAM
M I N Y A K
TRANSMISSI
(SAE #80-90)
PERAS KELUAR
MINYAK YANG
B E R L E B I H A N
TUTUP KEPALA BUSI
BUSI
ELEKTRODA TENGAH
INSULATOR
ELEKTRODA SAMPING
PERAWATAN
Halaman 39
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PENGGUNAAN KEMBALI BUSI
Lepaskan tutup kepala busi dan keluarkan busi. Jika kerak-
kerak pada busi dapat dihilangkan dengan sandblasting
atau dengan sikat kawat, busi masih dapat dipakai kembali.
Periksa renggang kutub dengan lidah pengukur dan setel
dengan menekuk kutub samping.
JARAK RENGGANG KUTUB BUSI : 0,6 - 0,7 mm.
Periksa cincin perapat busi, dan gantikan dengan baru
apabila rusak.
CATATAN
Sewaktu memasang busi, putarlah dengan jari-jari
dulu sampai kencang, kemudian kencangkan
dengan kunci busi.
Pasang kembali busi, putar dahulu dengan jari dan
kencangkan dengan kunci busi.
TORSI : 1,2 kg-m
MENGGANTI BUSI
Setel jarak renggang busi dengan lidah pengukur.
CATATAN :
Jangan memasang busi terlalu kencang.
G
Pasang busi baru, putar dengan jari-jari dulu sampai
kencang kemudian kencangkan dengan kunci busi
sebanyak kira-kira1/2 putaran.
Pasang kembali tutup kepala busi.
JARAK RENGGANG KLEP
PEMERIKSAAN
CATATAN :
Periksa dan setel jarak renggang klep sewaktu
mesin dalam keadaan dingin (di bawah 35oC)
G
Lepaskan tutup lubang pemeriksaan klep.
PERAWATAN
0,60 - 0,70 mm
BUSI
TUTUP KEPALA BUSI
TUTUP LUBANG PEMERIKSAAN KLEP
3-7
PERAWATAN
Halaman 40
PERAWATAN
Lepaskan tutup lubang pemeriksaan tanda
pengapian dan tutup lubang poros engkol.
Putar poros engkol berlawanan arah jarum jam,
tepatkan tanda “T” pada rotor dengan tanda
penyesuai pada tutup bak mesin kiri.
Pastikan bahwa torak berada sedikit melewati TMA
pada langkah kompresi.
Periksa jarak renggang klep dengan memasukkan
lidah pengukur di antara sekrup penyetelan klep dan
tangkai klep.
JARAK RENGGANG KLEP :
Masuk : 0,05 +/- 0,02 mm.
Keluar : 0,05 +/- 0,02 mm.
PENYETELAN
Setel dengan melonggarkan mur pengunci dan
memutar sekrup penyetelan sampai terdapat sedikit
tahanan pada lidah pengukur.
Sementara menahan sekrup penyetelan,
kencangkan mur pengunci.
KUNCI PERKAKAS :
Valve adjusting wrench
07908 ke-90000.
Periksa kembali jarak renggang klep.
3-8
TUTUP LUBANG PEMERIKSAAN TANDA PENGAPIAN
TUTUP LUBANG POROS
ENGKOL
TANDA PENYESUAI
TANDA "T"
LIDAH PENGUKUR
VALVE ADJUSTING WRENCH
PERAWATAN
Halaman 41
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Periksa cincin-O apakah masih dalam keadaan baik,
gantilah bila perlu.
Lumasi semua cincin-O dengan oli mesin yang bersih
dan pasang semua cincin-O tersebut pada lubang
penyetel klep.
Lumasi ulirnya dengan oli mesin bersih, kemudian
pasang tutup lubang penyetelan klep dan
kencangkan sesuai dengan torsi yang ditentukan.
TORSI : 1,2 kg-m
Periksa cincin-O pada tutup lubang pemeriksaan
tanda pengapian dan cincin-O pada tutup lubang
poros engkol apakah masih dalam keadaan baik,
gantilah bila perlu.
Lumasi ulir tutup lubang pemeriksaan tanda
pengapian dan ulir tutup lubang poros engkol dengan
minyak pelumas dan lumasi juga cincin-cincin-O.
Pasang tutup lubang pemeriksaan tanda pengapian
dan kencangkan dengan torsi yang ditentukan.
TORSI : 0,3 kg-m.
Pasang tutup lubang poros engkol dan kencangkan
dengan torsi yang ditentukan.
TORSI : 0,3 kg-m.
OLI MESIN
PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN OLI MESIN
Letakkan sepeda motor pada standar utamanya.
Lepaskan tangkai pengukur oli mesin, seka bersih.
Letakkan tangkai pengukur kembali tanpa
menyekrupnya kedalam.
Keluarkan tangkai pengukur oli mesin dan periksa
tinggi permukaan oli mesin.
PERAWATAN
CINCIN-O
TUTUP LUBANG
PENYETEL KLEP
TUTUP LUBANG PEMERIKSAAN TANDA PENGAPIAN
CINCIN-O
TUTUP LUBANG PEMERIKSAAN TANDA PENGAPIAN
TUTUP LUBANG PEMUTARAN POROS ENGKOL
TANGKAI PENGUKUR OLI
3-9
PERAWATAN
Halaman 42
PERAWATAN
Jika permukaan oli mesin dibawah batas terbawah
pada tangkai pengukur, isi bak mesin dengan oli
mesin yang dianjurkan sampai batas teratas pada
tangkai pengukur oli mesin.
OLI MESIN YANG DIANJURKAN
Federal oli superior formulation :
- Demo 40 atau supreme 20W - 50.
CATATAN :
Oli mesin dengan viskositas lain dapat
digunakan sesuai daftar suhu lingkungan.
Pasang kembali tutup lubang pengisian oli
mesin dan tangki pengukur oli mesin.
Pasang kembali tutup lubang pengisian oli mesin dan
tangkai pengukur oli mesin.
PENGGANTIAN OLI MESIN
AWAS!
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk
melaksanakan sesuatu pekerjaan, pastikan
bahwa ruangan kerja berventilasi baik jangan
sekali-kali menjalankan mesin di dalam
ruangan tertutup. Gas pembuang mengandung
gas karbon monoksida beracun yang dapat
menghilangkan kesadaran dan akhirnya
menyebabkan kematian.
Panaskan mesin.
Matikan mesin dan lepaskan tutup lubang pengisian/
tangkai pengukur oli mesin dan baut pembuang oli.
Keluarkan semua oli mesin.
Oli mesin bekas dapat menyebabkan kanker
kulit jika berulang kali mengenai kulit untuk
waktu lama, meskipun hal ini tidak akan terjadi
kecuali apabila anda menangi oli bekas setiap
hari, tetapi dianjurkan untuk mencuci bersih
tangan dengan air dan sabun segera mungkin
setelah menangani oli bekas.
Periksa bahwa cincin perapat baut pembuangan oli
dalam keadaan baik, gantilah bila perlu.
Pasang baut pembuang oli dan kencangkan.
TORSI : 2,5 kg-m.
3-10
BATAS MAKSIMAL
BATAS MINIMAL
VISKOSITAS OLI
BAUT PEMBUANGAN OLI/CINCIN PERAPAT
PERAWATAN
Halaman 43
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Isi bak mesin dengan oli mesin yang dianjurkan.
KAPASITAS OLI MESIN : 0,7 liter.
Pada penggantian periodik.
Pasang kembali tangkai pengukur oli mesin.
Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner
selama 2-3 menit.
Matikan mesin dan periksa batas permukaan oli
mesin pada tangkai pengukur dengan sepeda mo-
tor pada posisi tegak.
Periksa bahwa tidak ada kebocoran oli.
SARINGAN
KASA
MINYAK
PELUMAS
Lepaskan tutup bak mesin kanan (hal 9-3).
Keluarkan saringan kasa minyak pelumas dan
bersihkan.
Pasang kembali saringan kasa minyak pelumas dan
tutup bak mesin kanan (hal 9-22).
Isilah minyak pelumas pada bak mesin kanan dengan
oli mesin yang dianjurkan (lihat diatas).
ROTOR
SARINGAN
MINYAK
PELUMAS
PEMBERSIHAN
Lepaskan tutup bak mesin kanan (hal 9-3).
Lepaskan keempat sekrup pemasangan dan
lepaskan tutup rotor saringan minyak pelumas.
Bersihkan tutup rotor saringan dan bagian dalam
pelat penggeraknya dengan menggunakan kain yang
tidak meninggalkan bulu kain.
CATATAN :
Jaga agar lubang saluran ke poros engkol
pelumas tidak dimasuki debu atau kotoran.
Jangan gunakan udara bertekanan.
PERAWATAN
TANGKAI PENGUKUR OLI
SARINGAN KASA MINYAK PELUMAS
TUTUP ROTOR SARINGAN MINYAK PELUMAS
SEKRUP
3-11
PERAWATAN
Halaman 44
PERAWATAN
Pastikan bahwa gasket tutup rotor saringan
berada dalam kondisi baik gantilah bila perlu,
kemudian pasang tutup rotor saringan minyak
pelumas.
Pasang keempat sekrup pemasangan dan
kencangkan sesuai dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI : 0,6 kg-m
PUTARAN STASIONER MESIN
AWAS !
Jika mesin harus dalam keadaan hidup
untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan,
pastikan bahwa ruangan kerja berventilasi
baik, jangan sekali-kali menjalankan mesin
didalam
ruangan
tertutup.
Gas
pembuangan mengandung gas karbon
monoksida
beracun
yang
dapat
menghilangkan kesadaran dan akhirnya
menyebabkan kematian.
CATATAN :
Periksa dan setel putaran stasioner mesin
setelah semua penyetelan mesin lainnya
sesuai dengan spesifikasi.
Mesin harus dalam keadaan panas untuk
mendapatkan
pemeriksaan
dan
penyetelan putaran stasioner yang tepat.
Panaskan mesin sekitar 10 menit.
Hubungkan mesin dengan sebuah tachometer.
Setel dengan memutar sekrup penahan skep
sebanyak
yang
diperlukan
untuk
memperolehkan putaran stasioner yang
ditentukan.
PUTARAN STASIONER : 1300 -1500 rpm
3-12
GASKET
TUTUP ROTOR SARINGAN MINYAK PELUMAS
TUTUP SARINGAN MINYAK PELUMAS
SEKRUP
SEKRUP PENAHAN SKEP
PERAWATAN
Halaman 45
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
RANTAI RODA
PEMERIKSAAN JARAK MAIN BEBAS RANTAI
RODA
AWAS !
Jangan memeriksa atau menyetel rantai roda
sementara mesin dalam keadaan hidup.
Putar kunci kontak ke posisi off dan masukan gigi
transmissi ke dalam neutral, letakkan sepeda motor
diatas standar utamanya.
Periksa jarak main bebas rantai roda.
JARAK MAIN BEBAS : 25-35 mm.
CATATAN :
Jarak main bebas rantai roda yang berlebihan
dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian
rangka sepeda motor.
PENYETELAN
Longgarkan Mur poros roda belakang dan mur
selongsong (sleeve nut).
Setel tegangan rantai roda dengan memutar kedua
mur penyetelan.
Perhatikan bahwa posisi tanda penyesuaian pada
penyetel rantai pada skala memberikan penunjukan
yang sama untuk kedua sisi dari pada lengan ayun.
Kencangkan mur selongsong roda belakang sesuai
dengan torsi yang ditentukan.
TORSI : 4,5 kg-m.
Kencangkan mur poros roda belakang sesuai dengan
torsi yang ditentukan.
TORSI : 5,0 kg-m.
Kencangkan kedua mur-mur penyetelan.
Periksa kembali jarak main bebas rantai roda dan
kebebasan perputaran roda.
Periksa jarak main bebas pedal rem belakang dan
setel kembali bila diperlukan.
PERAWATAN
PENUNJUK SETELAN
MUR SELONGSONG
BAUT POROS RODA
3-13
PERAWATAN
Halaman 46
PERAWATAN
Lepaskan baut-baut pemasangan rumah rantai roda
dan lepaskan rumah rantai roda.
Lumasi rantai roda dengan minyak pelumas
transmisi. Seka kelebihan minyak pelumas dari rantai
roda.
PEMBERSIHAN DAN PELUMASAN
Jika rantai roda menjadi kotor sekali, rantai roda
harus segera dibuka dan dibersihkan sebelum
dilumasi.
Buka penutup bak mesin kiri belakang.
Lepaskan klip pemasangan, mata penyambung
rantai utama dan rantai roda.
Bersihkan rantai roda dengan minyak solar atau
minyak pembersih lain yang tidak mudah terbakar
dan keringkan.
Pastikan bahwa rantai roda telah diseka dengan
kering sebelum melumasinya dengan minyak
pelumas.
Lumasi rantai roda dengan minyak pelumas transmisi
(SAE 80-90).
Seka kelebihan minyak pelumas.
Periksa rantai roda terhadap kerusakan atau
keausan.
Gantilah rantai roda yang telah mengalami
kerusakkan pada penggelinding-penggelindingnya
atau yang telah kendor sambungan-sambungannya.
Ukur panjang rantai roda dengan cara memegangnya
sehingga semua sambungan / sambungan lurus.
PANJANG RANTAI RODA : 41 pin / 40 sambungan.
STANDAR:
508mm.
BATAS SERVIS:
511 mm.
3-14
RUMAH RANTAI RODA
BAUT
KLIP PEMASANGAN
KEROSENE
CUCI
SEKA KERING
MINYAK
PELUMAS
TRANSMISSI
(SAE #80-90)
LUMASI
41 PIN / 40 SAMBUNGAN
PERAWATAN
Halaman 47
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMERIKSAAN SPROKET
Memasang rantai roda baru pada sproket yang aus
akan menyebabkan rantai roda yang baru tersebut
akan mengalami keausan dengan cepat.
Periksa rantai roda dan gigi-gigi sproket terhadap
keausan atau kerusakan, gantilah bila perlu.
Jangan memasang rantai roda baru pada sproket
yang telah aus.
Baik rantai roda maupun sproket harus dalam kondisi
yang baik, jika tidak maka rantai roda yang baru akan
cepat aus.
Periksa baut dan mur pemasangan rantai roda dan
sproket, kencangkan bila ada yang longgar.
Pasang rantai roda pada sproket.
Pasang mata rantai penyambung utama dan
lempeng mata rantai.
Bagian belakang klip pemasangan yang terbuka
harus menunjuk ke arah berlawanan dari pada arah
perputaran rantai.
BATERE
AWAS !
Batere berisi cairan elektrolit yang
mengandung asam sulfat, lindungilah mata,
kulit dan pakaian anda. Jika mata terkena
cairan elektrolit, bilaslah dengan air dan
berobatlah dengan segera keseorang dokter.
Lepaskan tutup samping kanan (hal 2-4).
Lepaskan slang pernapasan batere.
Lepaskan baut pemasangan pemegang batere dan
buka pemegang batere.
Tarik keluar batere dari pemegangnya.
Lepaskan dulu kabel terminal negatipnya, kemudian
setelah itu lepaskan kabel terminal positipnya.
PERAWATAN
AUS
RUSAK
NORMAL
MATA RANTAI PENYAMBUNG
UTAMA
LEMPENG MATA RANTAI
KLIP PEMASANGAN
BAUT
PEMEGANG BATERE
SLANG PERNAPASAN BATERE
TERMINAL NEGATIP
TERMINAL POSITIP
BATERE
3-15
PERAWATAN
Halaman 48
PERAWATAN
Periksa tinggi permukaan cairan batere.
Jika cairan elektrolit mendekati batas permukaan terendah,
lepaskan tutup-tutup pengisian dan tambahkan dengan air
suling sampai ke batas permukaan teratas.
CATATAN :
Batere hanya boleh diisi kembali dengar air suling,
air keran akan mengurangi umur pemakaian batere.
Setelah pengisian dengan air suling, pasang kembali tutup-
tutup pengisian dengan erat dan pasang kembali batere
dengan urutan kebalikkan dari pada pelepasan.
Setelah memasang kembali terminal batere, lumasi
permukaannya secara tipis dengan minyak gemuk.
PERHATIAN.
Jika slang pernapasan batere tersumbat,
tekanan udara dari dalam batere tidak bisa
keluar sehingga sistim saluran udara dari dalam
batere tidak berfungsi atau dapat menyebabkan
batere rusak. Letakkan selang pernapasan
pada posisi yang benar.
Keterangan mengenai pengisian muatan batere dan
Berat Jenis yang diharuskan, lihat hal 14-7.
KEAUSAN SEPATU REM
SEPATU REM DEPAN
Periksa sepatu rem dan silinder rem jika anak panah
pada pelat indikator bertepatan dengan tanda “ ”
pada panel rem ketika rem dipakai.
Untuk melakukan penggantian sepatu rem, lihat hal
12-12.
SEPATU REM BELAKANG
Periksa sepatu rem dan silinder rem jika panah pada
pelat indikator bertepatan dengan tanda “ ” pada
panel rem ketika rem dipakai.
Untuk melakukan penggantian sepatu rem, lihat hal
13-11.
3-16
PERHATIAN
ELBOW
SLANG
PERNAPASAN
BATERE
SAMBUNGKAN SLANG
PERNAPASAN BATERE
TEPAT PADA ELBOW
TANDA "
"
ANAK PANAH
ANAK PANAH
TANDA " "
PERAWATAN
Halaman 49
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SISTEM PENGEREMAN
JARAK MAIN BEBAS HANDEL REM
Ukur jarak main bebas handel rem depan pada
ujung handel.
JARAK MAIN BEBAS : 10-20 mm
Jika diperlukan penyetelan ulang, putar mur
penyetelan rem depan sampai diperoleh jarak
main bebas yang tepat.
CATATAN :
Pastikan bahwa potongan pada mur penyetel
duduk dengan benar pada pin lengan rem,
setelah melakukan penyetelan terakhir jarak
main bebas.
JARAK MAIN BEBAS PEDAL REM
Ukur jarak main bebas pedal rem belakang
pada ujung pedal rem.
JARAK MAIN BEBAS : 20-30 mm
Jika perlu disetel ulang, putar mur penyetel rem
belakang sampai diperoleh jarak main bebas yang
ditentukan.
CATATAN :
Pastikan bahwa potongan pada mur penyetel duduk
dengan benar pada pin lengan rem, setelah
melakukan penyetelan terakhir jarak main bebas.
PERAWATAN
10 - 20 mm
MUR PENYETEL
20 - 30 mm (0.8 - 1.2 in)
MUR PENYETEL
3-17
PERAWATAN
Halaman 50
PERAWATAN
SAKLAR LAMPU REM
CATATAN :
Saklar lampu rem depan tidak memerlukan
penyetelan.
G
Setel saklar lampu rem sedemikian rupa sehingga
lampu rem menyala ketika pedal rem ditekan 20 mm
dan rem mulai bekerja.
Jika lampu rem tidak menyala, setel saklarnya
sehingga lampu rem menyala pada saat yang tepat.
Tahan rumah saklar lampu rem dan putar mur
penyetelnya. Jangan memutar rumah saklar lampu
rem.
ARAH PENYINARAN LAMPU DEPAN
AWAS !
Lampu depan yang tidak disetel dengan benar dapat
menyilaukan pengendara yang datang dari depan,
atau kurang memberikan penerangan jalan yang
memadai untuk keamanan.
Letakkan sepeda motor dengan menggunakan standar
utamanya pada permukaan yang datar.
Setel lampu depan dalam arah vertikal dengan
mengendurkan sekrup penyetel dan gerakkan unit lampu
depan keatas atau kebawah sebanyak yang diperlukan.
SISTEM KOPLING
Letakkan sepeda motor dengan menggunakan
standar utama.
Longgarkan mur pengunci penyetel kopling dan putar
penyetel kopling searah jarum jam sebanyak satu
putaran penuh; jangan memutar berlebihan.
Dengan perlahan putar penyetel berlawanan arah
jarum jam dan hentikan sewaktu terasa ada tahanan.
Pada kedudukkan ini, putar penyetel searah jarum
jam sebanyak 1/8 putaran, kemudian kencangkan
mur pengunci.
CATATAN :
Tahan sekrup penyetel ketika mengencangkan
mur pengunci.
Setelah melakukan penyetelan, periksa bahwa
kopling tidak slip dan bekerja dengan baik.
3-18
SAKLAR LAMPU REM
LAMPU DEPAN
SEKRUP PENYETEL
MUR PENGUNCI
SEKRUP PENYETEL
PERAWATAN
Halaman 51
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
STANDAR SAMPING
Letakkan sepeda motor dengan menggunakan
standar utama.
Periksa pegas standar samping terhadap kerusakan
atau kehilangan kekuatan.
Periksa bahwa susunan standar samping dapat
bergerak dengan bebas dan lumasi engsel standar
samping bila perlu.
SUSPENSI
AWAS !
Bagian-bagian suspensi yang longgar aus, atau
rusak menyebabkan kendaraan kehilangan stabilitas
dan pengontrolan, perbaikan atau gantilah
komponen suspensi yang rusak sebelum
mengendarai. Mengendarai sepeda motor dengan
suspensi yang rusak dapat menyebabkan terjadinya
kecelakaan.
PEMERIKSAAN SUSPENSI DEPAN
Periksa cara kerja garpu depan dengan cara
menekannya beberapa kali sambil mengerem roda
depan.
Periksa seluruh susunan garpu terhadap tanda-tanda
kebocoran, kerusakkan atau ada bagian yang kendor.
Gantilah komonen-komponen yang rusak dan tidak
dapat diperbaiki lagi.
Kencangkan semua baut dan mur.
Untuk melakukan servis garpu depan, lihat bab12.
PEMERIKSAAN SUSPENSI BELAKANG
Periksa cara kerja sokbreker dengan cara menekan
bagian belakang sepeda motor beberapa kali.
Periksa seluruh susunan sokbreker terhadap
kebocoran atau kerusakkan.
Kencangkan semua baut dan mur.
Letakkan sepeda motor diatas standar utama dan
biarkan posisi roda belakang terangkat.
Gerakkan roda belakang ke arah samping kiri dan
kanan untuk mengetahui apakah bos lengan ayun
telah aus.
Gantilah lengan ayun bila sudah aus secara
berlebihan.
PERAWATAN
STANDAR SAMPING
3-19
PERAWATAN
Halaman 52
PERAWATAN
Gerakkan roda belakang dengan kuat ke arah
samping untuk mengetahui apakah bantalan roda
pada belakang telah aus.
Gantilah bantalan jika terdapat kelonggaran (hal 13-3).
MUR, BAUT, ALAT PENGENCANG
Periksa bahwa semua baut dan mur rangka telah
dikencangkan sesuai nilai torsi pengencangan (hal
1- 6).
Periksa semua klip-klip pengaman, penjepit slang
dan pegangan kabel apakah letaknya sudah pada
tempatnya dan dalam keadaan baik.
RODA / BAN
Tekanan udara ban harus diperiksa sementara ban
dalam keadaan dingin.
Tekanan udara ban ukuran ban yang dianjurkan.
DEPAN BELAKANG
Tekanan udara ban
200(2,00, 29)
225(2,25, 33)
kPa (kg/cm2, psi)
Ukuran ban
2,50-17-38L
2,75-17-41P
Periksa ban terhadap sayatan, paku yang menancap,
atau kerusakan lain.
Periksa roda depan dan belakang apakah segaris
(lihat bab 12 dan 13).
Ukur kedalaman alur ban pada bagian tengah.
Ganti dengan ban baru apabila kedalaman alur ban
mencapai batas sebagai berikut :
KEDALAMAN MINIMAL ALUR BAN : sampai pada
indikatornya.
Kencangkan kembali jari-jari roda secara periodik.
KUNCI PERKAKAS :
Ban depan.
Spoke nipple wrench 4,5 x 5,1 mm 07701-0020200.
Ban belakang.
Spoke nipple wrench 5,8 x 6,1 mm 07701-0020300.
TORSI:
Depan
: 0,25 kg-m.
Belakang
: 0,35 kg-m.
3-20
METER PENGUKUR TEKANAN UDARA BAN
SPOKE NIPPLE WRENCH
PERAWATAN
Halaman 53
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
BANTALAN POROS KEMUDI
CATATAN :
Periksa bahwa kabel-kabel pengontrol tidak
mengganggu perputaran stang kemudi.
Letakkan sepeda motor pada standar utama
dan naikkan roda depan sampai terangkat dari
tanah.
Periksa bahwa stang kemudi dapat berputar dengan
bebas.
Jika stang kemudi pergerakannya tidak merata,
tertahan, atau ada pergerakan vertikal, periksalah
bantalan poros (bab 12).
PERAWATAN
BANTALAN POROS KEMUDI
3-21
SISTEM PELUMASAN
Halaman 54
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SISTEM PELUMASAN
4
SISTEM PELUMASAN
Halaman 55
SISTEM PELUMASAN
PELATUK
POROS BUBUNGAN
NOKEN AS
POMPA OLI
TORAK
ROTOR
SARINGAN OLI
POROS ENGKOL
POROS UTAMA
POROS LAWAN
SARINGAN OLI
POROS KICK STARTER
4 - 0
SISTEM PELUMASAN
Halaman 56
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
DIAGRAM SISTEM PELUMASAN
4 - 0
CARA MENGATASI KESUKARAN
4 - 1
KETERANGAN SERVIS
4 - 1
POMPA OLI
4 - 2
KETERANGAN SERVIS
UMUM
-
Pompa minyak pelumas dapat diservis tanpa menurunkan mesin.
-
Prosedur servis pada bagian ini harus dilaksanakan dalam keadaan tanpa oli mesin.
-
Ketika mengganti dan memasang pompa oli, jangan sampai debu dan kotoran masuk ke dalam mesin.
-
Jika ada bagian dari pompa oli yang aus di luar batas servis gantilah pompa oli utuh.
-
Setelah pompa oli terpasang, periksalah bahwa tidak ada minyak pelumas yang tersisa.
SPESIFIKASI
STANDAR
BATAS SERVIS
Pada penggantian periodik 0,7 liter
–
Pada pembongkaran mesin 0,9 liter
–
Minyak pelumas yang
Federal Oil Superior Formulation
dianjurkan
DEMO 40 atau SAE 20 W-50
–
Celah pada ujung rotor dalam
-
0,20 mm
Pompa
minyak
Pelumas
Celah antara rotor dan rumah
pompa
0,10 - 0,15 mm
0,20 mm
Celah samping rotor pompa
0,02 - 0,07 mm
0,15 mm
TORSI PENGENCANGAN
Baut pembuangan oli
2,5 kg-m
Sekrup pompa oli 0,8 kg-m
Sekrup tutup pompa oli
0,5 kg-m
CARA MENGATASI KESUKARAN
Permukaan minyak pelumas terlalu rendah
- Kebutuhan minyak secara normal
- Kebocoran minyak pelumas pada mesin
- Cincin torak aus atau salah pasang
- Keausan bos klep atau sil klep
Tekanan minyak yang rendah
- Pompa oli aus atau rusak
- Minyak pelumas tidak sering diganti
- Sproket penggerak pompa oli rusak
Pengotoran minyak pelumas
- Kebocoran minyak pelumas
- Cincin torak aus atau salah pasang
- Keausan bos klep atau sil klep
- Kasa saringan oli tersumbat
4. SISTEM PELUMASAN
4 - 1
SISTEM PELUMASAN
Halaman 57
SISTEM PELUMASAN
POMPA OLI
MELEPASKAN
- Buang minyak pelumas mesin (hal 3-10).
Lepaskan berikut ini :
- Tutup bak mesin sebelah kanan (hal 9-3)
- Teromol kopling (hal 9-4)
Lepaskan ketiga sekrup pemasangan pompa oli dan
susunan pompa oli.
Lepaskan gasket dan collar poros rotor.
PEMBONGKARAN
Lepaskan ketiga sekrup dan tutup pompa oli serta
gasket.
Lepaskan poros pompa oli, kemudian keluarkan
rotor dalam dan rotor luar dari badan pompa oli.
PEMERIKSAAN
Pasang rotor dalam dan rotor luar pada rumah pompa
oli.
Pasang poros pompa oli.
Ukur celah antara ujung rotor dalam dan rotor luar.
BATAS SERVIS : 0,20 mm
4 - 2
SEKRUP
SUSUNAN POMPA OLI
COLLAR POROS ROTOR
GASKET
SUSUNAN POMPA OLI
SEKRUP
SISTEM PELUMASAN
Halaman 58
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Ukur celah antara rumah pompa oli dan rotor luar.
BATAS SERVIS : 0,20 mm
Ukur kelonggaran kesamping dengan menggunakan
feeler gauge.
BATAS SERVIS : 0,15 mm
PEMASANGAN
ROTOR LUAR
POROS POMPA OLI
0,5 kg-m
GASKET
PENUTUP POMPA OLI
SISTEM PELUMASAN
ROTOR DALAM
ROTOR DALAM
4 - 3
SISTEM PELUMASAN
Halaman 59
SISTEM PELUMASAN
Pasang rotor dalam dan rotor luar pada rumah
pompa oli.
Pasang poros pompa oli, tepatkan bagian datar pada
poros dengan bagian datar pada rotor dalam.
Isi pompa oli dengan 0,5 - 1 ml minyak pelumas
mesin.
Pasang gasket baru dan penutup pompa oli.
Kencangkan sekrup dengan torsi spesifik.
TORSI : 0, 5 kg m
PEMASANGAN
Pasang collar poros rotor pada bak mesin.
Pasang gasket baru pada rumah pompa oli.
Pasang pompa oli dengan menepatkan alur pada
poros penggerak dengan tonjolan pada poros
pembimbing rantai mesin.
4 - 4
ROTOR LUAR
POROS POMPA OLI
ROTOR DALAM
GASKET BARU
PENUTUP POMPA OLI
SUSUNAN POMPA OLI
SEKRUP
TEPATKAN
GASKET BARU
COLLAR POROS ROTOR
SISTEM PELUMASAN
Halaman 60
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang dan kencangkan ketiga sekrup dengan torsi
pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 0,8 kg m
Bersihkan saringan kasa oli (hal 3-11).
Pasang sebagai berikut :
- Kopling (hal 9-16).
- Tutup mesin kanan (hal 9-22).
Setelah pemasangan, isi bak mesin dengan minyak
pelumas yang dianjurkan (hal 3-10) dan periksa
bahwa tidak ada kebocoran.
SISTEM PELUMASAN
SEKRUP
SUSUNAN POMPA OLI
4 - 5
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 61
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SISTEM BAHAN BAKAR
5
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 62
SISTEM BAHAN BAKAR
---
---
5 - 0
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 63
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
5. SISTEM BAHAN BAKAR
KETERANGAN SERVIS
5 - 1
PERAKITAN KARBURATOR
5 - 6
CARA MENGATASI KESUKARAN
5 - 2
PEMASANGAN KARBURATOR
5 - 8
RUMAH SARINGAN UDARA
5 - 3
PENYETELAN SEKRUP UDARA
5 - 10
PELEPASAN KARBURATOR
5 - 3
TANGKI BAHAN BAKAR
5 - 11
PEMBONGKARAN KARBURATOR 5 - 5
KETERANGAN SERVIS
UMUM
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDAR
Nomor identifikasi
PB 88 P
Ukuran main jet
No. 72
Ukuran slow jet
No. 38
Posisi klip jarum skep
Alur ke 3 dari atas
Pembukaan sekrup udara
1 1/2 putaran keluar
Tinggi pelampung
10,7 mm
Putaran stasioner mesin
1400 ± 100 rpm
Jarak main bebas putaran handel gas
2 - 6 mm
TORSI PENGENCANGAN
Mangkok saringan bahan bakar
0,04 kg - m
KUNCI PERKAKAS
Float level gauge
07401- 0010000
5 - 1
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 64
SISTEM BAHAN BAKAR
CARA MENGATASI KESUKARAN
Mesin berputar tetapi tidak mau hidup
Bensin di dalam tangki habis
Terjadi ledakan-ledakan pada karburator
Saringan bahan bakar tersumbat
Gangguan pada sistem pengapian
Bensin tidak mengalir ke karburator
Karburator tidak berfungsi sebagaimana
Mesin kebanjiran bensin
mestinya
Tidak ada percikan bunga api pada busi
Tenaga kurang dan bahan bakar boros
(gangguan pada sistem pengapian)
Sistem bahan bakar tersumbat
Saringan udara tersumbat
Gangguan pada sistem pengapian
Ada kebocoran pada saluran udara masuk
Cara kerja cuk tidak benar
Campuran bahan bakar terlalu miskin
Cara kerja gas tangan tidak benar
Spuyer-spuyer karburator kotor atau tersumbat
Katup pelampung tidak bekerja dengan baik
Susah dihidupkan atau mogok setelah distarter
Tinggi pelampung terlalu rendah
Cara kerja cuk tidak benar
Lubang pernapasan tutup tangki bahan bakar
Gangguan pada sistem pengapian
tersumbat
Karburator tidak berfungsi sebagaimana mestinya
Saringan bahan bakar tersumbat
Bensin kotor
Saluran bahan bakar terhambat
Kebocoran pada saluran udara masuk
Kebocoran saluran udara masuk
Putaran stasioner tidak tepat
Saluran ventilasi udara tersumbat
Penyetelan sekrup udara tidak tepat
Letak klip jarum skep tidak tepat
Putaran stasioner tidak rata
Campuran bahan bakar terlalu kaya
Gangguan pada sistem pengapian
Spuyer-spuyer karburator tersumbat
Putaran stasioner tidak tepat
Katup pelampung rusak
Karburator tidak berfungsi sebagaimana mestinya
Pelampung terlalu tinggi
Bensin kotor
Cuk tertutup terus
Penyetelan sekrup udara tidak tepat
Saringan udara kotor
Letak klip jarum tidak tepat
Pengapian tidak teratur saat akselerasi
Gangguan pada sistem pengapian
5 - 2
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 65
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
RUMAH SARINGAN UDARA
PELEPASAN
CATATAN :
Lihat hal 3-5 untuk menservis elemen saringan
udara
Lepaskan pelindung kaki (hal 2-2)
Kendorkan sekrup-sekrup cincin penjepit saluran
penghubung.
Lepaskan baut-baut dan rumah saringan udara.
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan sekrup-sekrup dan saluran udara.
Lakukan perakitan kebalikan dari pembongkaran.
PEMASANGAN
Pasanglah kebalikan dari pelepasan.
PELEPASAN KARBURATOR
SKEP
Kendorkan tutup kepala karburator.
Lepaskan tutup kepala karburator dan skep dari
karburator.
SISTEM BAHAN BAKAR
BAUT
CINCIN PENJEPIT
SALURAN PENGHUBUNG
RUMAH SARINGAN
UDARA
SEKRUP
SALURAN UDARA
RUMAH SARINGAN UDARA
TUTUP KEPALA KARBURATOR
SKEP
5 - 3
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 66
SISTEM BAHAN BAKAR
Lepaskan kabel gas dari skep sementara menekan
pegas kabel gas.
Lepaskan penahan jet needle dan jet needle.
Periksa skep dan jet needle terhadap adanya kotoran,
goresan atau keausan.
BADAN KARBURATOR
Kendorkan sekrup pembuangan dan buang bahan
bakar dari mangkok pelampung ke dalam
penampungan bensin.
Kendorkan sekrup kabel cuk, kemudian lepaskan
kabel cuk.
Lepaskan saluran bahan bakar, saluran pernapasan
udara dan saluran pembuangan dari badan
karburator.
Kendorkan sekrup cincin pengikat saluran karburator
Lepaskan baut-baut pemasangan karburator,
karburator dan insulator.
5 - 4
PEGAS KABEL GAS
SKEP
KABEL
GAS
JET NEEDLE
SKEP
PENAHAN
SALURAN UDARA
KATUP BAHAN BAKAR
SALURAN PEMBUANGAN
CINCIN PENGIKAT
SALURAN KARBURATOR
BAUT
KARBURATOR
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 67
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMBONGKARAN KARBURATOR
Lepaskan sekrup-sekrup dan mangkok pelampung.
Lepaskan pin pelampung, pelampung dan katup
pelampung.
Periksa pelampung terhadap perubahan bentuk atau
kerusakan.
Periksa dudukan katup pelampung dari keausan,
kerusakan dan penyumbatan.
Periksa ujung katup pelampung yang menempel
pada dudukan katup terhadap kerusakan atau
kontaminasi.
Periksa cara kerja katup pelampung.
Lepaskan berikut ini:
- Main jet
- Needle jet holder, needle jet
- Slow jet
- Sekrup/pegas penahan skep
Putar sekrup udara ke dalam dan catat jumlah
putaran tepat pada saat sebelum duduk pada
dudukannya.
Lepaskan sekrup udara dan pegasnya.
PERHATIAN
Kerusakan pada dudukan sekrup udara akan
terjadi jika sekrup udara dikencangkan terlalu keras
pada dudukannya.
Perhatikan masing-masing jet dari keausan atau
kerusakan dan ganti jika perlu.
SISTEM BAHAN BAKAR
MANGKOK PELAMPUNG
SEKRUP
PELAMPUNG
PIN PELAMPUNG
KATUP PELAMPUNG
DUDUKAN KATUP
PELAMPUNG
NEEDLE JET HOLDER
MAIN JET
SLOW JET
SEKRUP PENAHAN
SEKRUP
UDARA
5 - 5
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 68
SISTEM BAHAN BAKAR
PERAKITAN KARBURATOR
SEKRUP UDARA
SEKRUP PENAHAN SKEP
PEGAS
PENAHAN
KLIP
KATUP
PELAMPUNG
PIN PELAMPUNG
JET NEEDLE
NEEDLE
JET
KATUP SKEP
NEEDLE JET HOLDER
MAIN JET
Tiupkan setiap saluran udara dan bahan bakar pada
badan karburator dengan udara bertekanan.
Pasang berikut ini :
- Sekrup/pegas throttle stop
- Slow jet
- Needle jet
- Needle jet holder
- Main jet
PERHATIAN
Perlakukan semua komponen dengan hati-hati.
Komponen-komponen tersebut mudah rusak.
Pasang sekrup udara dan kembalikan pada posisi
semula seperti pada pelepasan.
Lakukan prosedur penyetelan sekrup udara jika
memasang sekrup udara baru (hal 5-10).
5 - 6
FLOAT
SLOW JET
MANGKOK
PELAMPUNG
SARINGAN BAHAN BAKAR
SEKRUP/PEGAS THROTTLE STOP
NEEDLE JET
NEEDLE JET
HOLDER
SEKRUP UDARA
SLOW JET
MAIN JET
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 69
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang pelampung dan katup pelampung pada
badan karburator kemudian pasang pin pelampung
melalui badan karburator dan pelampung.
PEMERIKSAAN TINGGI PELAMPUNG
Ukur tinggi pelampung dengan menggunakan alat
pengukur pelampung (float level gauge).
TINGGI PELAMPUNG : 10,7 mm
KUNCI PERKAKAS :
Karburator float level gauge 07401-0010000
Pelampung tidak dapat disetel.
Ganti pelampung secara keseluruhan, jika tinggi
pelampung tidak sesuai dengan spesifikasi.
Pasang cincin-o baru pada mangkok pelampung.
Pasang mangkok pelampung.
Pasang dan kencangkan sekrup-sekrup mangkok
pelampung.
SISTEM BAHAN BAKAR
PIN PELAMPUNG
PELAMPUNG
FLOAT LEVEL GAUGE
CINCIN-O
MANGKOK PELAMPUNG
MANGKOK PELAMPUNG
SEKRUP
5 - 7
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 70
SISTEM BAHAN BAKAR
PEMASANGAN KARBURATOR
BADAN KARBURATOR
Pasang cincin-O baru ke dalam insulator dan alur-
alur insulator badan karburator.
Pasang insulator dan badan karburator ke manifold
pemasukan dan kencangkan baut-baut dengan baik.
Kencangkan sekrup cincin pengikat saluran.
Periksa apakah cincin-O daripada katup bahan bakar
masih dalam keadaan baik, gantikan bila perlu.
Pasang katup bahan bakar pada badan karburator
dan kencangkan sekrup-sekrup dengan baik.
Pasang saluran bahan bakar, saluran pembuangan
dan saluran udara.
5 - 8
INSULATOR
CINCIN-O BARU
CINCIN PENGIKAT
SALURAN
BAUT
KARBURATOR
CINCIN-O BARU
KATUP BAHAN BAKAR
CUK
SALURAN UDARA
KATUP BAHAN BAKAR
SALURAN PEMBUANGAN
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 71
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SKEP
Pasang klip jarum skep dan jarum skep.
POSISI STANDAR : alur ketiga dari atas.
Pasang jet needle ke dalam skep dan pastikan
dengan penahan klip jarum.
Pasang pegas skep pada kabel gas.
Hubungkan kabel gas dengan skep sambil menekan
pegas skep.
Pasang skep ke badan karburator dengan
mentepatkan alurnya dengan sekrup penahan skep.
SISTEM BAHAN BAKAR
SKEP
JET NEEDLE
PENAHAN
PEGAS SKEP
KABEL GAS
PEGAS SKEP
SKEP
KABEL GAS
ALUR
SKEP
SEKRUP PENAHAN SKEP
5 - 9
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 72
SISTEM BAHAN BAKAR
Kencangkan tutup kepala karburator dengan baik.
Setelah memasang karburator, periksa berikut ini :
- Jarak main bebas putaran gas tangan (hal 3-5).
- Putaran stasioner mesin (hal 3-12).
- Penyetelan sekrup udara (lihat keterangan di
bawah ini).
PENYETELAN SEKRUP UDARA
CATATAN
Sekrup udara telah disetel menurut ketentuan
pabrik. Penyetelan tidak diperlukan kecuali jika
karburator dibongkar atau pada saat mengganti
sekrup udara dengan yang baru.
Mesin harus dalam keadaan hangat untuk
mendapatkan ketepatan penyetelan.10 menit
dihidupkan sudah cukup.
Gunakan tachometer dengan ukuran kenaikan
tiap 50 rpm atau lebih kecil.
1. Putar sekrup udara searah jarum jam sampai
duduk dengan ringan dan kemudian kembalikan
pada posisi sesuai spesifikasi yang diberikan.
PERHATIAN
Kerusakan pada dudukan sekrup udara akan
terjadi jika sekrup udara dikencangkan terlalu
keras pada dudukannya.
PEMBUKAAN AWAL : 2 putaran keluar
2. Hangatkan mesin sampai pada suhu operasi.
3. Matikan mesin dan pasang tachometer
disesuaikan dengan instruksi penggunaan oleh
pabrikan tachometer.
4. Hidupkan mesin dan setel putaran stasioner
mesin dengan sekrup penahan skep.
PUTARAN STASIONER : 1400 ± 100 rpm.
5. Putar sekrup udara masuk atau keluar secara per-
lahan sampai tercapai putaran mesin tertinggi.
6. Ulangi langkah 4 dan 5.
7. Setel kembali putaran stasioner mesin dengan
memutar sekrup penahan skep.
8. Putar gas tangan perlahan-lahan dan periksa
apakah kecepatan putaran mesin naik secara
halus : jika tidak, ulangi langkah 4 sampai
dengan 7.
5 - 10
TUTUP KEPALA KARBURATOR
SEKRUP UDARA
SEKRUP PENAHAN SKEP
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 73
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
TANGKI BAHAN BAKAR
PELEPASAN
Lepaskan tempat duduk dan penutup-penutup (hal
2-4).
Lepaskan sekrup- sekrup pemasangan katup bahan
bakar dan katup bahan bakar.
Buang bahan bakar ke dalam penampungan bensin.
Lepaskan konektor unit bahan bakar.
Lepaskan ke empat baut pemasangan tangki bahan
bakar.
Angkat tangki bahan bakar dan lepaskan saluran
bahan bakar dari tangki, kemudian lepaskan tangki
bahan bakar.
SISTEM BAHAN BAKAR
KATUP BAHAN BAKAR
KONEKTOR UNIT BAHAN BAKAR
BAUT
TANGKI BAHAN BAKAR
SKEP
SALURAN BAHAN BAKAR
5 - 11
SISTEM BAHAN BAKAR
Halaman 74
SISTEM BAHAN BAKAR
PEMASANGAN
Pasanglah kembali kebalikan dari proses pelepasan.
CATATAN
Setelah pemasangan, putar katup bahan bakar
pada posisi ON dan pastikan tidak ada
kebocoran bahan bakar.
5 - 12
TANGKI BAHAN
BAKAR
BAUT
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 75
6
# PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 76
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
3,0 kg-m
2,2 kg-m
6 - 0
3,5 kg-m
1,2 kg-m
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 77
6. PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
KETERANGAN SERVIS
6 - 1
PEMASANGAN MESIN
6-3
PENURUNAN MESIN
6 - 2
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Selama penurunan dan pemasangan mesin, letakkan sepedamotor pada standar tengah.
Dibutuhkan dongkrak atau penopang lain yang dapat di setel untuk menurunkan mesin dan memindahkannya.
Komponen-komponen berikut dapat diservis tanpa menurunkan mesin-mesin.
-
altenator (bab 10)
-
penegang rantai mesin (bab 10)
-
kopling (bab 9)
-
silinder/torak (bab 8)
-
kepala silinder/klep-klep (bab 7)
-
peralatan pemindah gigi transmisi (bab 9)
-
pompa oli (bab 4)
-
kopling starter (bab 10)
-
starter listrik (bab 16)
Komponen-komponen berikut bisa diservis setelah menurunkan mesin.
-
poros engkol/transmisi/kick starter (bab 11)
-
garpu pemindah gigi/teromol pemindah gigi (bab 11)
SPESIFIKASI
Berat kosong mesin
22,6 kg
pada saat servis teratur
0,7 liter
Kapasitas oli
mesin
pada saat pembongkaran
0,9 liter
mesin
Oli mesin yang dianjurkan
Federal Oil Superior Formulation
DEMO 40 atau
SUPREME 20W - 50
TORSI PENGENCANGAN
Baut sproket penggerak
1,2 kg-m
Baut Penggantung mesin atas
3,5 kg-m
Baut penggantung mesin bawah
3,0 kg-m
Baut pejalan kaki
2,2 kg-m
STANDAR
6 - 1
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 78
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
PENURUNAN MESIN
Dirikan sepedamotor dengan standar tengah.
Buang oli mesin secara keseluruhan (hal 3-10)
Lepaskan berikut ini :
- pelindung kaki (hal 2-2)
- tutup bodi (hal 2-4)
- knalpot (hal 2-11)
Lepaskan tutup kepala busi dan kabel tegangan
tinggi busi dari jepitan.
Lepaskan baut-baut pemasangan manifold
pemasukan.
Lepaskan saklar posisi gigi transmisi, konektor
altenator dan konektor generator pembangkit pulsa.
Lepaskan konektor starter listrik dan lepaskan kabel
dari jepitan pada rangka.
Lepaskan mur poros utama belakang, mur
selongsong dan mur penyetel rantai roda.
Tekan roda belakang ke depan sampai rantai roda
benar-benar longgar.
6 - 2
JEPITAN
MANIFOLD
PEMASUKAN
TUTUP KEPALA BUSI
KONEKTOR ALTERNATOR
KONEKTOR SAKLAR
POSISI GIGI
JEPITAN
KONEKTOR STARTER
LISTRIK
MUR SELONGSONG
POROS UTAMA
MUR PENYETEL
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 79
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan penutup mesin belakang kiri (hal 10-2).
Lepaskan baut-baut pelat pemasang, pelat
pemasang dan sproket penggerak.
Lepaskan baut-baut/mur-mur penyangga mesin.
Dukung mesin dengan dongkrak atau penopang lain
yang dapat disetel untuk mempermudah pelepasan
baut-baut penyangga mesin.
Lepaskan baut-baut penyangga mesin dan mesin
dari rangka.
PEMASANGAN MESIN
CATATAN
Gunakan baut yang tepat pada posisinya yang
benar.
Gunakan dongkrak atau penopang lain yang
dapat disetel untuk dapat menempatkan mesin
pada rangka dengan hati-hati.
Letakkan mesin pada rangka dan pasang baut-baut
penyangga mesin dari sisi sebelah kiri.
PERHATIAN
Jangan sampai merusak rangka.
Pasang cincin-cincin pegas dan mur-mur kemudian
kencangkan mur-mur dengan torsi pengencangan
yang ditentukan.
TORSI :
Atas
: 3,5 kg-m
Bawah : 3,0 kg-m
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
SPROKET PENGGERAK
PELAT PEMASANG
BAUT
MUR/BAUT PENYANGGA
MESIN BAGIAN ATAS
MUR/BAUT PENYANGGA
MESIN BAGIAN BAWAH
MUR/BAUT PENYANGGA
MESIN BAGIAN ATAS
MUR/BAUT PENYANGGA
MESIN BAGIAN BAWAH
6 - 3
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 80
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Pasang sproket penggerak pada poros lawan.
Pasang pelat pemasang dan kencangkan baut-baut
dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 1,2 kg-m
Pasang penutup belakang mesin sebelah kiri (hal
10-9).
Setel tegangan rantai (hal 3-13).
Kencangkan mur selongsong poros utama belakang
dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 4,5 kg-m
Kencangkan mur poros belakang dengan torsi
pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 5,0 kg-m
Kencangkan kedua mur penyetel.
Hubungkan konektor starter listrik.
Hubungkan saklar posisi gigi transmisi, konektor al-
ternator dan konektor pulsa pembangkit generator.
6 - 4
PELAT PEMASANG
SPROKET PENGGERAK
BAUT
MUR SELONGSONG
MUR PENYETEL
POROS UTAMA
KLEM
KONEKTOR STARTER
LISTRIK
KONEKTOR ALTERNATOR
KONEKTOR SAKLAR
POSISI GIGI TRANSMISI
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
Halaman 81
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang gasket baru dan insulator pada kepala
silinder.
Pasang cincin-0 baru ke dalam alur manifold pe-
masukan lalu pasang dan kencangkan baut-baut
pemasangan manifold pemasukan.
Pasang tutup kepala busi pada busi.
Pasang berikut ini :
- Knalpot (hal 2-12)
- Penutup bodi (hal 2-5)
- Pelindung kaki (hal 2-3)
Tambahkan oli mesin secukupnya (hal 3-10).
Setel jarak main bebas pedal rem (hal 3-17).
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
KLEM
MANIFOLD
PEMASUKAN
TUTUP KEPALA BUSI
6 - 5
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 82
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
7
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 83
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
1,2 kg-m
1,0 kg-m
1,4 kg-m
1,2 kg-m
7 - 0
0,9 kg-m
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 84
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
7. KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
KETERANGAN SERVIS
7 - 1
PEMERIKSAAN KEPALA SILINDER
7 - 6
CARA MENGATASI KESUKARAN
7 - 2
PENGGANTIAN BOS KLEP
7 - 9
PENGUJIAN TEKANAN KOMPRESI
7 - 3
PEMERIKSAAN DUDUKAN KLEP/ SKIR
7 - 10
PELEPASAN KEPALA SILINDER
7 - 3
PERAKITAN KEPALA SILINDER
7 - 13
PEMBONGKARAN KEPALA SILINDER
7 - 5
PEMASANGAN KEPALA SILINDER
7 - 15
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bab ini membahas mengenai servis kepala silinder, klep-klep dan noken as
Penservisan kepala silinder, klep-klep dan noken as dapat dilakukan tanpa harus menurunkan mesin.
Ketika pembongkaran, tandai dan simpan bagian-bagian yang dibongkar untuk memastikan bahwa pe-
masangan dilakukan pada posisi yang sebenarnya.
Bersihkan semua bagian pemasangan yang dibongkar dengan larutan pembersih dan keringkan dengan
meniup bagian-bagian tersebut dengan udara bertekanan sebelum pemeriksaan.
Lumasi noken as dengan oli yang dialirkan ke saluran oli di dalam kepala silinder.
Hati-hati, jangan sampai merusak permukaan yang berpasangan ketika melepaskan tutup silinder dan
kepala silinder.
SPESIFIKASI
BAGIAN
Tekanan kompres silinder
Perubahan bentuk kepala silinder
-
0,05
Klep
Jarak kerenggangan
masuk
0,05 ± 0,02
Bos klep
klep
buang
0,05 ± 0,02
Diameter luar tangkai
masuk
4,970 - 4,985
4,92
klep
buang
4,955 - 4,970
4,92
Diameter dalam
masuk
5,000 - 5,012
5,03
bos klep
buang
5,000 - 5,012
5,03
Jarak kerenggangan antara
masuk
0,015 - 0,042
0,08
tangkai klep dan bos klep
buang
0,030 - 0,057
0,10
Lebar dudukan klep
Dalam
Jarak bebas
pegas klep
Luar
Pelatuk/
Diameter dalam
masuk
10,000 - 10,015
10,10
poros
pelatuk
buang
Diameter luar
masuk
9,978 - 9,987
9,91
poros pelatuk
buang
26,503 - 26,623
26,26
Noken as
Tinggi bubungan
STANDAR
BATAS SERVIS
12,5 kg/cm2
pada 600 rpm
masuk
1,0
1,6
buang
masuk
32,8
30,9
buang
masuk
35,5
34,0
buang
masuk
26,318 - 26,438
26,00
buang
7 - 1
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 85
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
TORSI PENGENCANGAN
Penutup lubang, pengatur klep
1,2 kg-m
Lumasi ulir dengan oli
Mur pengunci pengatur klep
0,9 kg-m
Mur penutup kepala silinder
1,4 kg-m
Baut penutup kanan kepala silinder
1,0 kg-m
Baut bubungan sproket
0,9 kg-m
KUNCI-KUNCI PERKAKAS
Valve adjusting wrench
07908 - KE 90000
Valve spring compressor
07757 - 0010000
Valve spring compressor attachment
07959 - KM 30101
Valve guide driver 5,0 mm
07742 - MA 60000
Valve guide reamer 5,0 mm
07984 - MA 60001
Valve seat cutter
sekarang sudah terjual
Seat Cutter, 24 mm (45o masuk)
07780 - 0010600
Seat Cutter, 22 mm (45o buang)
07780 - 0010701
Flat Cutter, 25 mm (32o masuk)
07780 - 0012000
Flat Cutter, 22 mm (32o buang)
07780 - 0012601
Interior Cutter, 22 mm (60o masuk/buang)
07780 - 0014202
Cutter holder, 5 mm
07781 - 0010400
CARA MENGATASI KESUKARAN
Kesukaran-kesukaran
pada
kepala
mesin
biasanya
mempengaruhi
performa
mesin.
Hal ini dapat diatasi dengan pengujian tekanan atau dengan melacak sumber suara dengan menggunakan
batang yang berfungsi sebagai stetoskop.
Jika performa jelek pada kecepatan rendah, periksalah apakah asap putih keluar dari saluran pernapasan
bak mesin.
Jika saluran mengeluarkan asap periksa terhadap kemungkinan cincin torak macet.
Tekanan kompresi rendah, penyalaan sulit atau
Suara Berisik Berlebihan
rendahnya performa pada kecepatan rendah
Kepala silinder
Klep-klep :
- Penyetelan renggang klep tidak tepat
-
Penyetelan renggang klep tidak tepat
- Klep menempel atau rusaknya pegas torak
-
Tangkai klep terbakar dan bengkok
- Noken as rusak atau aus
-
Tertib buka klep tidak tepat
- Poros bubungan aus atau rusak
-
Pegas klep putus
- Penegang rantai mesin aus atau rusak
-
Duduk klep aus
- Rantai mesin longgar atau aus
Kepala Silinder :
- Gigi-gigi sproket poros bubungan aus
-
Gasket kepala bocor atau rusak
- Pelatuk dan/ atau poros pelatuk aus
-
Kepala silinder bengkok atau ada retak.
Ausnya silinder, torak atau cincin torak (bag 8)
Rusaknya silinder, torak atau cincin torak.
Kompresi terlalu tinggi, terlalu panas atau ngelitik
Putaran stasioner tidak rata
Ada kerak-kerak karbon berlebihan pada kepala
Tekanan kompresi terlalu rendah
torak atau ruang pembakaran
Adanya asap berlebihan
Kepala silinder
-
Rusaknya tangkai klep atau bos klep
-
Rusaknya sil tangkai klep
Rusaknya silinder, torak atau cincin torak (Bab 8)
7 - 2
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 86
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PENGUJIAN TEKANAN KOMPRESI
SILINDER
AWAS
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melakukan
sesuatu pekerjaan, pastikanlah bahwa tempat kerja
memiliki ventilasi yang baik. Jangan sekali-kali
menjalankan mesin di tempat yang tertutup.
Hangatkan mesin sampai pada temperatur normal
pengoperasian. Matikan mesin dan lepaskan busi.
Pasang pengukur tekanan kompresi. Bukalah saluran
gas tangan penuh-penuh engkol mesin dengan
kick starter atau starter listrik sampai jarum
penunjuknya tidak naik lagi.
TEKANAN KOMPRESI
12,5 kg/cm2 pada 600 rpm
Tekanan rendah dapat disebabkan :
- Gasket kepala silinder bocor
- Penyetelan klep tidak tepat
- Klep bocor
- Cincin torak atau silinder bocor.
Tekanan tinggi dapat disebabkan adanya :
- Adanya kerak-kerak karbon berlebihan di ruang
bakar atau kepala torak .
PELEPASAN KEPALA SILINDER
Lepaskan knalpot (hal 2-11).
Lepaskan
tutup
kepala
busi
dan
busi.
Lepaskan baut-baut pemasangan manifold
pemasukan.
Lepaskan tutup lubang penyetel klep.
Lepaskan baut 6 mm pada tutup samping kepala
silinder.
Ketok kepala baut 6 mm dan longgarkan kepala silin-
der bagian tutup sebelah kiri dari kepala silinder.
Lepaskan baut 6 mm, cincin sil, tutup kepala silinder
bagian kiri dan gasket.
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
COMPRESSION GAUGE
MANIFOLD
PEMASUKAN
TUTUP KEPALA
BUSI
TUTUP LUBANG PENYETEL KLEP
BAUT/CINCIN SIL
PENUTUP SAMPING KIRI
KEPALA SILINDER
7 - 3
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 87
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Lepaskan bagian-bagian berikut ini :
- Penegang rantai mesin (hal10-9)
- Penutup lubang poros engkol dan tutup lubang
waktu pengapian (hal 3-8)
Putar poros engkol berlawanan dengan arah jarum jam
dan tepatkan tanda "T" pada rotor magnet dengan tanda
penyesuaian di sebelah kiri dari penutup bak mesin.
Pastikan bahwa tanda "O" pada bubungan sproket
tepat dengan tanda penyesuaian pada kepala
silinder.
Periksalah torak pada titik mati (TMA) pada
langkah kompresi dengan menggerakkan
pelatuk.
Lepaskan baut-baut,bubungan sproket dan pin dowel.
CATATAN :
Tahan rantai mesin dengan sepotong kawat
untuk menjaga agar rantai mesin tidak
jatuh ke dalam silinder.
Lepaskan bagian-bagian berikut ini :
- Mur-mur penutup/cincin-cincin sil/cincin tembaga.
- Penutup kepala silinder.
- Gasket.
Lepaskan baut pemasang kepala silinder dan kepala
silinder.
7 - 4
TANDA
PENYESUAI
TANDA "T"
BUBUNGAN SPROKET
PIN DOWEL
BAUT
BAUT
PEMASANGAN
MUR/CINCIN SIL
PENUTUP
KEPALA SILINDER
KEPALA SILINDER
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 88
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan bagian-bagian berikut ini :
- Gasket kepala silinder
- Collar (9,5 mm)
- Gasket karet (9 mm)
- Collar (14,8 mm)
- Ring.O (14,5 mm)
- Pin-pin dowel
PEMBONGKARAN KEPALA SILINDER
Lepaskan baut-baut dan tutup silinder sebelah kanan.
Masukkan baut 8 mm ke poros pelatuk dan lepaskan
poros pelatuk, pelatuk dan pelat stopper.
Lepaskan poros bubungan dari kepala silinder.
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
PIN DOWEL
GASKET
COLLAR/CINCIN-O
GASKET COLLAR/KARET
BAUT
TUTUP SILINDER KANAN
POROS PELATUK
PELATUK
PELAT STOPPER
POROS BUBUNGAN
7 - 5
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 89
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Lepaskan kuku-kuku pegas klep dengan mengguna-
kan peralatan khusus seperti terlihat pada gambar.
KUNCI PERKAKAS
Valve spring compressor
07757-0010000
Valve spring compressor attachment
07959-KM 30101
PERHATIAN :
Untuk menjaga pengurangan gaya pemegasan,
jangan menekan pegas-pegas klep lebih dari yang
diperlukan pada saat melepaskan kuku-kuku klep.
Lepaskan bagian-bagian berikut ini :
- Pegas penahan
- Pegas-pegas klep bagian luar dan dalam.
- Klep.
- Sil tangkai klep.
- Dudukan pegas klep.
CATATAN
Tandai semua bagian yang dilepas sehingga
dapat dikembalikan pada lokasi semula.
PEMERIKSAAN KEPALA SILINDER
Poros bubungan.
Putarlah bagian luar dari bantalan poros bubungan
dengan jari-jari Bagian luar ini harus berputar dengan
halus tanpa suara berisik. Juga periksa bahwa cincin
bagian dalam bantalan dalam keadaan terpasang
dengan erat pada poros bubungan. Gantilah poros
bubungan jika bagian luar bantalan tidak dapat
berputar dengan halus dan tanpa suara berisik,
atau tidak terpasang erat pada poros bubungan.
Gunakan mikrometer untuk mengukur tiap tinggi
bubungan.
BATAS SERVIS
MASUK 26,26 mm
BUANG 26,00 mm
7 - 6
VALVE SPRING COMPRESSOR
ATTACHMENT
PEGAS KLEP
PENAHAN
KLEP
DUDUKAN
PEGAS
SIL TANGKAI KLEP
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 90
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Bubungan dekompresi
Putar bubungan dekompresi dengan jari-jari.
Pastikan bahwa bubungan dekompresi hanya dapat
berputar searah jarum jam saja dan tidak dapat
berputar berlawanan dengan arah jarum jam.
Jika bubungan dekompresi rusak, gantilah poros
bubungan secara utuh.
Periksa pelat penahan terhadap adanya kerusakan.
Gantilah bila perlu.
Kepala silinder
Buanglah kerak-kerak karbon dari ruang bakar.
Periksa lubang busi dan daerah-daerah disekitar
klep dari adanya keretakan-keretakan.
CATATAN
Jangan sampai merusak permukaan gasket.
Periksa kepala silinder terhadap adanya perubahan
bentuk dengan mistar pengukur kelurusan dan
sebuah lidah pengukur.
SERVIS LIMIT : 0,05 mm
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
PELAT PENAHAN
RUANG BAKAR
7 - 7
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 91
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Pelatuk
Periksalah permukaan pelatuk dari keausan atau
kerusakan.
Juga periksa lubang-lubang oli jangan ada yang
tersumbat.
CATATAN
Jika pelatuk memerlukan servis atau penggantian,
periksa bubungan terhadap goresan, potongan-potongan
atau tempat-tempat yang datar karena keausan.
Ukur diameter dalam dari pelatuk.
BATAS SERVIS : 10,10 mm
Periksa poros-poros pelatuk dari adanya keausan/
kerusakan.
Ukur diameter luar poros pelatuk.
BATAS SERVIS : 9,91 mm
Pegas klep
Ukur panjang bebas dari pegas bagian luar dan
dalam klep.
BATAS SERVIS :
Dalam : 30,9 mm
Luar : 34,0 mm
Gantilah pegas-pegas tersebut jika panjangnya
kurang dari batas diatas.
KLEP
Periksa masing-masing klep terhadap keolengan,
keadaan terbakar, goresan-goresan atau keausan
tangkai klep yang abnormal.
Periksa gerakan klep pada bos klepnya, ukur dan catat
diameter luar masing-masing tangkai klep.
BATAS SERVIS : MASUK/BUANG : 4,92 mm
Reamerlah bos-bos klep untuk melepaskan kerak-
kerak karbon sebelum memeriksa jarak-jarak
kerenggangan.
Masukkan reamer dari bagian atas ruang bakar dan
putarlah reamer selalu searah dengan arah jarum jam.
KUNCI PERKAKAS
Valve guide reamer
07984 - MA60001.
7 - 8
VALVE GUIDE REAMER
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 92
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Ukur dan catat diameter dalam masing-masing
bos klep.
BATAS SERVIS : MASUK/ BUANG : 5,03 mm
Kurangi diameter luar masing-masing tangkai klep
dari diameter dalam bos klep.
Untuk memperoleh jarak renggang antara tangkai
klep dan bosnya.
BATAS SERVIS
Masuk : 0,08 mm
Buang : 0,10 mm
Jika jarak kerenggangannya antara tangkai klep dan
bos klep berada diluar batas, tentukan apakah pe-
masangan bos klep baru dengan ukuran standar
akan membuat jarak kerenggangan berada dalam
batas yang diijinkan. Jika demikian,gantilah bos klep
dan reamerlah sampai pas.
Jika jarak kerenggangan antara tangkai klep dan bos
klep berada di luar batas setelah diganti dengan
bos baru, ganti klep-klep dan bos-bosnya dengan yang
baru.
CATATAN
Sekir dudukan klep jika bos klep diganti (hal 7-9).
PENGGANTIAN BOS KLEP
Dinginkan bos klep pengganti di dalam bagian pem-
buat es pada kulkas selama kurang lebih satu jam.
Panaskan kepala silinder sampai 100-150° C dengan
oven.
AWAS !
Untuk menghindari terbakarnya tangan, gunakan
sarung tangan tebal pada saat memegang kepala
silinder yang telah dipanaskan.
Topanglah kepala silinder dan dorong keluar bos klep
dari bagian atas ruang bakar.
ALAT PERKAKAS :
Valve guide driver 5,0 mm
07942 - MA60000
Dorong masuk bos dari bagian atas kepala silinder.
ALAT PERKAKAS :
Valve guide driver 5,0 mm
07942 - MA60000
Biarkan kepala silinder mendingin sampai mencapai
suhu kamar.
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
VALVE GUIDE DRIVER
VALVE GUIDE DRIVER
7 - 9
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 93
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Reamerlah bos klep baru setelah pemasangan.
Masukkan reamer dari arah atas ruang bakar dan putar
selalu reamer searah dengan arah jarum jam.
ALAT PERKAKAS :
Valve guide reamer
07984 - MA60001
CATATAN :
Gunakan minyak mesin bubut pada reamer
selama pengerjaan ini.
Bersihkan kepala silinder secara menyeluruh untuk
membuang potongan-potongan logam yang ada. Skir
dudukan klep (lihat bawah).
PEMERIKSAAN DUDUKAN KLEP/SKIR
Bersihkan klep masuk dan buang secara menyeluruh
untuk membuang kerak-kerak karbon.
Oleskan dengan tipis penanda (prussian blue) pada
dudukan-dudukan klep. Putar klep-klep terhadap
dudukannya dengan menggunakan selang karet
atau alat pemutar lain.
Lepaskan dan periksa klep-klep.
CATATAN
Klep-klep tidak dapat diskir. Jika permukaan klep
terbakar atau aus atau kontak dengan dudukan
klep tidak teratur, gantilah klep dengan yang baru.
Periksa lebar dari masing-masing dudukan klep.
STANDARD : 1,0 mm
BATAS SERVIS
: 1,6 mm
Jika dudukan terlalu lebar, terlalu sempit atau mem-
punyai daerah-daerah yang terlalu rendah, dudukan
klep harus diskir.
7 - 10
VALVE GUIDE REAMER
ALAT PEMUTAR
LEBAR DUDUKAN KLEP
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 94
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PENGHALUSAN PERMUKAAN DUDUKAN KLEP
Peralatan pemotong dudukan klep atau peralatan
lainnya untuk menyekir klep disarankan untuk
dipakai untuk mengoreksi keausan dudukan-
dudukan klep.
CATATAN
Ikuti petunjuk kerja daripada pabrik pembuat
peralatan pengerjaan dudukan klep.
Gunakan pemotong 45° untuk membuang kekasaran
atau ketidak teraturan dari dudukan klep.
CATATAN
Skir dudukan klep dengan pemotong 45°
jika bos klep diganti.
Gunakan pemotong 32° untuk membuang 1/4 dari
bahan dudukan klep yang sekarang.
Gunakan pemotong 60° untuk membuang 1/4 bagian
bawah dari dudukan klep lama.
Lepaskan pemotong dan periksa daerah yang
telah diskir.
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
45O
32O
60O
KEKASARAN
LEBAR DUDUKAN LAMA
32o
LEBAR DUDUKAN LAMA
60o
7 - 11
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 95
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Dengan menggunakan pemotong 45°, potong
dudukan klep sampai mencapai lebar yang sesuai.
STANDAR
: 1,0 mm
CATATAN
Pastikan bahwa semua lubang dan permu-
kaan yang tidak rata telah dihilangkan. Ulangi
pekerjaan jika perlu.
Lapisi dudukan klep dengan lapisan tipis cairan
penanda penoda (prussian blue). Masukkan klep
melalui bos klep sampai menyentuh dudukan klep
dan membuat pola bidang kontak yang jelas.
CATATAN
Penempatan dudukan klep terhadap daun klep
sangat penting untuk memperoleh perapatan
yang baik.
Jika bidang kontak terlalu tinggi pada klep, dudukan
harus di turunkan dengan menggunakan alat
pemotong datar dengan sudut 32°.
Jika bidang kontak terlalu rendah pada klep, dudukan
harus dinaikkan dengan menggunakan alat
pemotong dalam 60° (60° inner cutter).
Kerjakan dudukan sesuai spesifikasi menggunakan
pemotong akhir 45° (45° finish cutter).
Setelah memotong dudukan klep, lapisi permukaan
daun klep dengan ambril dan skir klep menggunakan
tekanan ringan.
Setelah selesai menskir, cucilah sisa-sisa ambril dari
kepala silinder dan klep.
CATATAN
Hati-hatilah agar amril tidak sampai masuk
diantara tangkai klep dan bos klep.
7 - 12
1.2 mm
32o
BIDANG KONTAK TERLALU TINGGI
32o
BIDANG KONTAK TERLALU RENDAH
60o
ALAT SKIR KLEP
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 96
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PERAKITAN KEPALA SILINDER
PENAHAN
COTTER
PEGAS KLEP DALAM
PELAT PENAHAN
POROS PELATUK
POROS BUBUNGAN
PELATUK
Bersihkan kepala silinder dengan larutan pembersih
tiup semua lubang-lubang saluran oli dengan
udara bertekanan.
Pasang dudukan-dudukan pegas klep.
Pasang sil-sil tangkai klep baru.
Lumasi masing-masing tangkai klep dengan oli mesin
dan masukkan klep pada bos klep.
Untuk menghindari kerusakan pada sil tangkai klep,
putar klep perlahan-lahan pada saat memasukkan.
Pasang pegas-pegas klep dengan spiral yang lebih
rapat-rapat menghadap ke ruang bakar.
Pasang penahan pegas klep.
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
PEGAS KLEP LUAR
STEM SEAL
DUDUKAN PEGAS
BOS KLEP
KLEP BUANG
KLEP MASUK
PENAHAN
PEGAS
KLEP
KLEP
DUDUKAN PEGAS
SIL TANGKAI KLEP
KE RUANG BAKAR
7 - 13
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 97
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Pasang kuku-kuku klep dengan perkakas khusus
seperti terlihat pada gambar.
Untuk mencegah kehilangan tegangan pegas, jangan
menekan pegas klep lebih dari yang diperlukan.
KUNCI PERKAKAS :
Valve spring compressor
07757 - 0D10000
Valve spring compressor attachment
07959 - KM30101
Ketok tangkai-tangkai klep secara ringan meng-
gunakan palu plastik seperti terlihat pada gambar
sampai kuku klep duduk dengan mantap.
PERHATIAN
Topang kepala silinder di atas meja kerja
untuk mencegah kerusakan pada klep.
Lapisi poros bubungan, bantalan poros bubungan
dengan minyak pelumas bersih.
Pasang poros bubungan ke dalam kepala silinder
dengan posisi bubungan menghadap ke ruang bakar.
Pasang pelatuk ke dalam kepala silinder.
Letakkan pelat penahan seperti terlihat pada gambar.
7 - 14
VALVE SPRING COMPRESSOR
ATTACHMENT
PALU PLASTIK
POROS BUBUNGAN
PELAT PENAHAN
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 98
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang poros pelatuk.
CATATAN
Pasang poros pelatuk dengan ujung
yang berulir menghadap ke sisi kanan.
Pasang gasket baru pada sisi sebelah kanan
penutup.
Pasang penutup sebelah kanan pada kepala
silinder.
Pasang dan kencangkan baut-baut pemasangan
penutup sebelah kanan.
TORSI : 1,0 kg-m
PEMASANGAN KEPALA SILINDER
Bersihkan sisa-sisa bahan gasket dari permukaan
silinder.
Pasang berikut ini :
- Cincin-O baru, 14,5 mm
- Collar, 14,8 mm
- Collar, 9,5 mm
- Karet gasket baru, 9 mm
- Pin-pin dowel
- Gasket baru
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
POROS PELATUK
PELATUK
PENUTUP SAMPING KANAN
KEPALA SILINDER
GASKET BARU
BAUT
TUTUP SAMPING KANAN
KEPALA SILINDER
GASKET
BARU
PIN DOWEL
COLLAR/CINCIN-O
BARU
COLLAR/GASKET BARU
7 - 15
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 99
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Pasang kepala silinder.
Pasang gasket baru pada kepala silinder kemudian
pasang penutup kepala silinder.
CATATAN
Pasang penutup kepala silinder dengan
tanda panah menghadap ke bawah.
Pasang cincin-cincin sil baru dan mur-mur penutup.
CATATAN
Catat posisi dari washer tembaga yang baru.
Kencangkan mur-mur topi penutup kepala silinder
dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 1,4 kg-m
Pasang dan kencangkan baut-baut pemasangan
kepala silinder.
Putar poros engkol berlawanan arah jarum jam dan
tepatkan posisi tanda "T" dengan tanda penyesuai
pada bak mesin kiri.
Pasang pin dowel ke dalam poros bubungan as.
7 - 16
PENUTUP KEPALA SILINDER
GASKET BARU
TANDA
PANAH
BAUT PEMASANGAN
MUR/CINCIN SIL BARU
KEPALA
SILINDER
MUR/WASHER TEMBAGA BARU
TANDA PENYESUAI
TANDA "T"
PIN DOWEL
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 100
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang sproket bubungan.
CATATAN
Pasang sproket bubungan dengan mene-
patkan tanda "O" dengan tanda penyesuai
di kepala silinder.
Pasang dan kencangkan baut-baut sproket bubungan
dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 0,9 kg-m.
Pasang gasket baru dan penutup sebelah kiri kepala
silinder pada kepala silinder.
CATATAN
Tepatkan tonjolan pada penutup samping
dengan tonjolan pada kepala silinder seperti
terlihat pada gambar .
Pasang baut 6 mm dengan cincin washer baru ke dalam kepala
silinder dan kencangkan.
Pasang cincin-O baru ke dalam alur daripada
manifold pemasukan.
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
SPROKET
BUBUNGAN
TANDA
PENYESUAI
TANDA "O"
BAUT
PENUTUP SAMPING KIRI
KEPALA SILINDER
TEPATKAN
GASKET BARU
BAUT/CINCIN WASHER
MANIFOLD PEMASUKAN
CINCIN-O BARU
7 - 17
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Halaman 101
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
Pasang dan kencangkan baut-baut pemasangan
manifold pemasukkan.
Setel jarak kerenggangan klep (hal 3-7).
Oleskan minyak pelumas pada ulir-ulir tutup lubang
penyetel klep.
Periksa cincin-O apakah masih dalam kondisi baik,
pasang dan kencangkan tutup lubang penyetelan
klep dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 1,2 kg-m
Pasang busi dan penutup kepala busi.
Pasang penutup lubang pemeriksaan tertib waktu
pengapian dan lubang penutup poros engkol (hal 3-9).
7 - 18
MANIFOLD PEMASUKAN
TUTUP LUBANG
PENYETEL KLEP
PENUTUP KEPALA BUSI
SILINDER/TORAK
Halaman 102
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SILINDER/TORAK
8
SILINDER/TORAK
Halaman 103
SILINDER/TORAK
1.0 kg-m
8-0
SILINDER/TORAK
Halaman 104
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KETERANGAN SERVIS
8 - 1
PEMERIKSAAN SILINDER/TORAK
8 - 4
CARA MENGATASI KESUKARAN
8 - 2
PEMASANGAN TORAK
8 - 7
MELEPASKAN SILINDER
8 - 3
PEMASANGAN SILINDER
8 - 7
MELEPASKAN TORAK
8 - 3
KETERANGAN SERVIS
UMUM
-
Servis silinder dan torak dapat dilakukan dalam keadaan mesin tetap terpasang pada rangka.
-
Minyak pelumas poros bubungan dialirkan ke kepala silinder melalui sebuah lubang pada kepala silinder,
silinder dan bak mesin.
-
Pastikan bahwa lubang ini tidak tersumbat dan bahwa cincin-O dan pin-pin dowel ada pada tempatnya
sebelum memasang silinder.
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Silinder
Diameter
50,005 - 50,015
50,05
Kesimetrisan
-
0,10
Ketirusan
-
0,10
Kebengkokan pada bagian atas
-
0,05
Torak, cincin torak
Arah penanda torak
Tanda "IN" menghadap ke sisi
Diameter luar torak
49,975 - 49,995
49,90
Titik pengukuran diameter
7 mm dan bagian bawah
-
Diameter dalam lubang pin torak
13,002 - 13,008
13,055
Diameter luar pin torak
12,994 - 13,000
12,98
Jarak kerenggangan antara
0,006 - 0,014
0,075
torak dan pin torak
Jarak kerenggangan
Atas
0,035 - 0,065
0,12
antara cincin torak
Kedua
0,035 - 0,065
0,12
Celah pada ujung cincin
Atas
0,10 - 0,25
0,5
torak
Kedua
0,10 - 0,25
0,5
Oli (rel
0,20 - 0,70
1,1
samping)
Jarak kerenggangan antara silinder dan torak
0,010 - 0,040
0,15
Diameter dalam kepala kecil batang penggerak
13,016 - 13,034
13,10
Jarak kerenggangan antara batang penggerak
0,002 - 0,014
0 , 0 8
dan pin torak
TORSI PENGENCANGAN
Baut roller pembimbing 1,0 kg-m
8. SILINDER/TORAK
lubang pemasukan
8 - 1
SILINDER/TORAK
Halaman 105
SILINDER/TORAK
CARA MENGATASI KESUKARAN
Jika performa mesin payah pada kecepatan rendah, periksa apakah ada asap putih keluar dari selang
pernapasan bak mesin. Jika selang berasap, periksa terhadap kemungkinan cincin torak macet.
Tekanan kompresi terlalu rendah, atau
Torak menimbulkan bunyi
mesin sulit dihidupkan
Gasket kepala silinder bocor
Silinder, torak, dan atau cincin torak aus
Cincin torak aus, macet atau rusak
Lubang pin torak dan pin torak aus
Silinder atau torak aus atau rusak
Tekanan kompresi terlalu tinggi atau
Asap berlebihan
mesin terlalu panas atau ngelitik
Ada kerak karbon pada kepala silinder
Cincin torak aus, macet atau rusak
dan atau pada kepala torak
8 - 2
SILINDER/TORAK
Halaman 106
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
MELEPASKAN SILINDER
Lepaskan kepala silinder (hal 7-3).
Lepaskan baut-baut dan pemegang penutup depan.
Lepaskan baut engsel roda pembimbing rantai
mesin, cincin, dan roda pembimbing.
Lepaskan baut pemasangan dan silinder.
Lepaskan bagian berikut ini :
- Cincin-O
- Gasket
- Pin-pin dowel
MELEPASKAN TORAK
Lepaskan klip pin torak dengan tang.
CATATAN
Jangan sampai klip-klip pin torak jatuh ke
dalam bak mesin.
Tekan pin torak keluar dari torak dan lepaskan pis-
ton.
SILINDER/TORAK
BAUT
PEMEGANG PENUTUP DEPAN
BAUT ENGSEL RODA
SILINDER
BAUT PEMASANGAN
PIN DOWEL
GASKET
CINCIN-O
TORAK
PIN TORAK
KLIP PIN TORAK
8 - 3
SILINDER/TORAK
Halaman 107
SILINDER/TORAK
Lepaskan cincin-cincin torak.
CATATAN
Hati-hati jangan sampai merusak cincin torak
selama pelepasannya.
PEMERIKSAAN SILINDER/TORAK
SILINDER
Periksa dinding silinder terhadap goresan dan
keausan. Ukur dan catat diameter dalam silinder
pada tiga tempat ketinggian pada poros x dan y. Ambil
pembacaan maksimum untuk menentukan keausan
silinder.
BATAS SERVIS : 47,5 mm
Hitung jarak kerenggangan antara torak dan cincin
torak. Ambil pembacaan maksimum untuk menen-
tukan jarak kerenggangan. Lihat hal 8-5 untuk
pengukuran diameter luar torak.
STANDAR : 0,15 mm
Hitung ketirusan dan kesimetrisan pada tiga
ketinggian pada poros x dan y. Ambil pembacaan
maksimum untuk menentukan ketiganya.
BATAS SERVIS
Ketirusan
: 0,10 mm
Kesimetrisan : 0,10 mm
Silinder harus dibubut kembali dan torak diganti
dengan yang oversize jika batas servis sudah
terlewati. Torak-torak oversize yang tersedia adalah
seperti berikut :
- 0,25 mm
- 0,50 mm
- 0,75 mm
- 1,00 mm
Jarak kerenggangan antara silinder dengan torak
untuk torak oversize harus 0,010 - 0,040 mm.
Periksa bagian atas silinder terhadap adanya
perubahan bentuk.
BATAS SERVIS : 0,05 mm
8 - 4
ATAS
TENGAH
BAWAH
SILINDER/TORAK
Halaman 108
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan kerak-kerak karbon yang ada dari alur-alur
cincin torak dengan menggunakan cincin torak bekas
seperti terlihat pada gambar.
Untuk sementara pasang cincin-cincin torak pada
posisinya yang benar dengan penanda menghadap
ke atas.
Ukur jarak kerenggangan alur dari cincin ke cincin
torak sambil menekan cincin pada alur-alurnya.
BATAS SERVIS :
Atas
: 0,12 mm
Bawah : 0,12 mm
Periksa torak terhadap kerusakan atau keausan.
Ukurlah diameter torak pada sebuah titik pada jarak
10 mm dari bagian bawah torak dan tegak lurus (90º)
dan lubang pin torak.
BATAS SERVIS : 46,90 mm.
Ukur lubang pin torak.
BATAS SERVIS : 13,10 mm
Ukur diameter luar pin torak.
BATAS SERVIS : 12,98 mm
Hitung jarak kerenggangan pin torak dengan torak.
BATAS SERVIS : 0,08 mm
SILINDER/TORAK
8 - 5
SILINDER/TORAK
Halaman 109
SILINDER/TORAK
Ukur diameter dalam kepala kecil batang penggerak.
BATAS SERVIS : 13,10 mm
Masukkan cincin torak dengan rata ke bagian bawah
silinder dan ukur celah antara ujung-ujung cincin.
CATATAN
Dorong cincin-cincin ke dalam silinder dengan
menggunakan bagian atas untuk memastikan
cincin-cincin rata pada silinder.
BATAS SERVIS :
Atas
: 0,5 mm
Kedua
: 0,5 mm
Cincin oli
: 1,1 mm
PEMASANGAN CINCIN TORAK
Bersihkan alur-alur cincin torak dengan baik dan
pasang cincin-cincin torak.
CATATAN
Bubuhkan minyak pelumas pada cincin-cincin
torak.
Hindari torak dan cincin torak dari kerusakan
selama pemasangan.
Pasang cincin-cincin torak dengan penanda
menghadap ke atas.
Jangan sampai cincin atas dan cincin kedua
tertukar, cincin atas lebih tipis dari cincin yang
kedua.
Letakkan celah pada ujung cincin torak pada jarak
120º seperti pada gambar.
Jangan mentepatkan celah pada ujung cincin oli (rel
samping).
Setelah pemasangan cincin-cincin harus dapat
berputar dengan bebas dalam alurnya.
8 - 6
CINCIN ATAS
120o
CINCIN
KE DUA
120o
120o
PENGANTARA
REL SAMPING
SILINDER/TORAK
Halaman 110
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMASANGAN TORAK
Lumasi permukaan luar pin torak dengan minyak
pelumas bersih.
Pasang torak dengan tanda "IN" menghadap ke
lubang pemasukkan.
Pasang pin torak dan pasang klip pin torak baru.
CATATAN
Jangan mentepatkan celah pada ujung klip pin
torak dengan potongan pada torak.
Jangan sampai klip-klip pin torak jatuh ke dalam
bak mesin.
PEMASANGAN SILINDER
Bersihkan permukaan pemasangan silinder dari sisa-
sisa gasket.
Pasang pin-pin dowel, gasket baru dan cincin-O baru.
Lapisi lubang silinder, bagian luar permukaan torak
dan alur-alur cincin torak dengan oli mesin baru.
CATATAN
Hindari kerusakan cincin-cincin torak selama
pemasangan.
Jangan sampai rantai mesin jatuh ke dalam bak
mesin.
SILINDER/TORAK
TANDA "IN"
TORAK
KLIP PIN TORAK BARU
PIN TORAK
GASKET BARU
PIN DOWEL
GASKET BARU
TORAK
SILINDER
8 - 7
SILINDER/TORAK
Halaman 111
SILINDER/TORAK
Pasang roda pembimbing rantai mesin, cincin sil baru
dan baut engsel.
Kencangkan baut pin roda pembimbing rantai mesin
dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
TORSI : 1,0 kg-m
Pasang baut pemasangan silinder tetapi jangan
dikencangkan dulu.
Pasang pemegang penutup depan dan kencangkan
baut-bautnya.
Pasang kepala silinder dan kencangkan baut dan
mur-murnya (hal 7-15).
Kencangkan baut pemasangan silinder.
Pasang bagian-bagian yang dilepaskan dengan
urutan terbalik daripada pelepasan.
8 - 8
RODA
PEMBIMBING
CINCIN SIL
BAUT ENGSEL
BAUT ENGSEL
SILINDER
BAUT PEMASANGAN
BAUT
PEMEGANG PENUTUP DEPAN
KEPALA SILINDER
SILINDER
BAUT PEMASANGAN
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 112
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH
GIGI TRANSMISI
9
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 113
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
1,7 kg-m
1,0 kg-m
4,3 kg-m
4,3 kg-m
6,0 kg-m
9 - 0
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 114
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
9. KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
KETERANGAN SERVIS
9 - 1
KOPLING MANUAL
9 - 12
CARA MENGATASI KESUKARAN
9 - 2
PEMASANGAN KOPLING
9 - 15
MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN
PERALATAN PEMINDAH GIGI
9 - 19
KANAN
9 - 3
PEMASANGAN TUTUP BAK
MELEPASKAN KOPLING
9 - 4
MESIN KANAN
9 - 22
KOPLING SENTRIFUGAL
9 - 7
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bagian ini membahas servis kopling dan peralatan pemindah gigi transmisi.
Semua pekerjaan ini dapat dilakukan dengan mesin dalam keadaan terpasang pada rangka.
Kekentalan dan ketinggian minyak transmisi berpengaruh pada pengoperasian kopling. Sewaktu cakram
kopling diganti, lapisilah cakram baru dengan minyak pelumas mesin sebelum dipasang.
SPESIFIKASI
mm
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Kopling manual
Ketebalan cakram
2,92 - 3,08
2,6
Perubahan bentuk piringan
-
0,20
Panjang bebas pegas
36,5
35,8
Diameter luar clutch outer guide
20,959 - 20,980
20,91
Diameter dalam clutch outer
21,020 - 21,041
21,09
Kopling Sentrifugal
Diameter dalam teromol
104,0 - 104,2
104,3
Ketebalan kanvas kopling
1,5
1,0
Diameter dalam teromol kopling
42,0
42,04
satu arah
Diameter luar penggelinding
5,0
4,97
kopling satu arah
Diameter dalam roda gigi penuh
19,030 - 19,058
19,11
Diameter luar poros engkol pada
18,967 - 18,980
18,92
roda gigi penuh
TORSI PENGENCANGAN
Baut lengan stopper teromol
1,0 kg-m
Pin pegas pengembali pemindah
3,0 kg-m
Baut pelat stopper teromol pemindah
1,7 kg-m
Baut soket penutup saringan minyak sentrifugal
0,6 kg-m Lumasi ulir dengan cairan pengunci
Mur pengunci kopling sentrifugal
4,3 kg-m
Baut flens pelat pengungkit kopling
1,2 kg-m
Mur pengunci kopling manual
4,3 kg-m
9 - 1
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 115
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
KUNCI PERKAKAS
Snap ring pliers
07914 - 3230001
Universal holder
07725 - 0030000
Flywheel holder
07725 - 0040000
Lock nut wrench, 20 x 24 mm
07716 - 0020500
Extension bar
07716 - 0020500
Gear holder
07724 - 0010100
Lock nut wrench, 8 mm
07HMA - GN80100
Clutch spring compressor
07LAE - PX40000
CARA MENGATASI KESUKARAN
Cara kerja kopling yang tidak benar biasanya dapat dibetulkan dengan menyetel kopling.
Kopling slip ketika berakselerasi
Transmisi berpindah keluar dari gigi dengan
• Peralatan pengungkit kopling rusak
sendirinya
• Cakram aus
•
Lengan stopper rusak
• Pegas lemah
•
Pelat stopper rusak
• Penyetelan kopling tidak benar
•
Baut pelat stopper longgar
Kopling tidak mau terlepas
Pedal pemindah gigi tidak kembali dengan
• Peralatan pengungkit kopling rusak
sendirinya
• Pelat-pelat oleng
•
Pegas pengembalian poros pemindah gigi lemah
• Penyetelan kopling tidak benar
atau patah.
•
Poros pemindah gigi macet.
Gigi sulit dioper
• Poros pemindah gigi rusak
• Pelat dan pin stopper rusak
• Baut pelat stopper longgar
• Penyetelan kopling tidak tepat
9 - 2
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 116
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN
KANAN
Keluarkan oli mesin (hal 3-10).
Lepaskan bagian-bagian berikut ini :
- Pelindung kaki (hal 2-2)
- Knalpot (hal 2-11)
Lepaskan mur penyetel rem belakang dan pegas
pengembali pedal rem, kemudian turunkan pedal
rem.
Lepaskan baut dan pedal kick starter.
Lepaskan baut-baut penutup bak mesin kanan dan
bak mesin.
Lepaskan gasket dan pin-pin dowel.
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
MUR PENYETEL
PEDAL KICK STARTER
PENUTUP BAK MESIN KANAN
BAUT
PIN DOWEL
GASKET
9 - 3
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 117
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
MEMBONGKAR TUTUP BAK MESIN KANAN
Lepaskan bagian-bagian berikut :
- Mur
- Washer
- Cincin-O
- Baut penyetel kopling/bos pengungkit
Periksa bahwa sil oli kick starter dalam keadaan baik,
gantilah bila perlu.
MELEPASKAN KOPLING
Lepaskan tuas pengungkit kopling dan pelat bubungan
pengungkit kopling.
Lepaskan sekrup-sekrup dan tutup saringan oli.
9 - 4
MUR/WASHER
BOS PENGUNGKIT
SIL OLI KICK STARTER
PELAT BUBUNGAN PENGUNGKIT
TUAS PENGUNGKIT KOPLING
TUTUP SARINGAN OLI
SEKRUP
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 118
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Tekuk lidah cincin pengunci.
Lepaskan mur pengunci dengan kunci perkakas
khusus.
KUNCI PERKAKAS :
Universal holder
07725 - 0030000
Lock nut wrench,20x24 mm
07716 - 0010200
Lepaskan cincin pengunci, cincin pengunci B dan
pelat penggerak utama/bandul kopling.
Lepaskan bantalan pengungkit kopling manual.
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
MUR
PENGUNCI
LIDAH CINCIN PENGUNCI
LOCK NUT WRENCH
EXTENSION BAR
UNIVERSAL HOLDER
CINCIN
PENGUNCI
CINCIN
PENGUNCI B
BANTALAN PENGUNGKIT
9 - 5
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 119
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Letakkan gear holder antara roda gigi primer dan roda
gigi kopling yang digerakkan seperti pada gambar.
Lepaskan mur pengunci kopling manual dengan
menggunakan lock nut wrench.
KUNCI PERKAKAS :
Gear Holder
07724 - 0010200
Lock Nut Wrench, 18 mm
07HMA - GN80100
Lepaskan mur pengunci dan cincin pengunci.
Lepaskan baut-baut pemasangan tutup bawah
kopling.
Lepaskan teromol kopling, susunan kopling manual
dan tutup bawah kopling secara bersamaan.
9 - 6
LOCK NUT WRENCH
GEAR HOLDER
CINCIN PENGUNCI
TUTUP BAWAH KOPLING
MUR
KOPLING MANUAL
TEROMOL KOPLING
TUTUP BAWAH KOPLING
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 120
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan cincin washer dari poros engkol.
Lepaskan pembimbing bagian luar kopling (clutch
outer guide) dari poros utama.
Lepaskan cincin stopper, cincin seplain dan collar.
KOPLING SENTRIFUGAL
MELEPASKAN/PEMERIKSAAN
Kopling satu arah
Untuk sementara pasang susunan bandul kopling
pada teromol koplingnya.
Putar pelat penggerak dan periksa cara kerja kopling
satu arah.
Pastikan bahwa pelat penggerak hanya berputar
searah jarum jam dan tidak berputar berlawanan
dengan arah jarum jam.
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
CINCIN WASHER
PEMBIMBING BAGIAN
LUAR KOPLING
CINCIN SEPLAIN
COLLAR
CINCIN STOPPER
9 - 7
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 121
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Lepaskan cincin pengunci dan cincin washer.
Lepaskan penggelinding-penggelinding dan pegas-
pegas kopling satu arah.
Lepaskan bagian dalam kopling satu arah.
Periksa penggelinding-penggelinding dan pegas-
pegas terhadap aus berlebihan atau kerusakan,
gantikan bila perlu.
Ukur diameter luar penggelinding kopling satu arah.
BATAS SERVIS : 4,97 mm
Periksa bagian dalam kopling terhadap keausan atau
kerusakan.
9 - 8
CINCIN WASHER
CINCIN PENGUNCI
PENGGELINDING KOPLING
PEGAS
BAGIAN DALAM KOPLING
BAGIAN DALAM KOPLING
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 122
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Periksa permukaan luar dan dalam teromol kopling
terhadap adanya keausan atau kerusakan.
Jika perlu gantikan seluruhnya.
Ukur diameter dalam teromol kopling.
BATAS SERVIS : 42,04 mm
Bandul Kopling
Periksa susunan bandul kopling dan kerusakan.
Ukur ketebalan kanvas bandul kopling.
BATAS SERVIS : 1,0 mm
Lepaskan klip-klip E.
Angkat satu persatu bandul-bandul kopling,
kemudian lepaskan pemberat-pemberat dan pegas-
pegasnya.
CATATAN
Ganti bandul-bandul kopling sebagai satu
kesatuan.
Lepaskan pegas-pegas dan cincin-cincinnya.
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
KLIP-E
BANDUL KOPLING
PEGAS
9 - 9
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 123
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Periksa bos-bos pelat penggerak terhadap keausan
atau kerusakan.
Periksa bandul kopling dari keausan atau kerusakan.
Teromol kopling
Periksa bagian dalam teromol kopling terhadap
goresan atau keausan yang berlebihan.
Ukur diameter dalam teromol.
BATAS SERVIS
: 104,3 mm
Roda gigi primer
Periksa fungsi pegas roda gigi sub dengan memutar
roda gigi sub terhadap adanya kerusakan.
Ukur diameter dalam roda gigi penggerak utama.
BATAS SERVIS : 19,11 mm
Poros engkol
Ukur diameter luar poros engkol.
BATAS SERVIS : 18, 92 mm
9 - 10
BOS
RODA GIGI SUB
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 124
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
PERAKITAN
TEROMOL KOPLING
KLIP-E
BANDUL KOPLING
CINCIN WASHER PENGUNCI
MUR PENGUNCI
4.3 kg-m
0.6 kg-m
CINCIN WASHER
PENGUNCI B
GASKET
PENUTUP SARINGAN
SUSUNAN BANDUL KOPLING
Lumasi permukaan-permukaan bos pelat penggerak.
Pasang bandul-bandul kopling dan pegas-pegasnya
pada pelat penggerak seperti terlihat pada gambar.
Pasang pelat samping.
Pasang klip-klip E sambil menekan pelat samping.
CINCIN WASHER
BAGIAN DALAM KOPLING
SATU ARAH
PENGGELINDING/PEGAS
CINCIN PENGUNCI
PELAT PENGGERAK
PEGAS
BANDUL KOPLING
KLIP-E
PELAT SAMPING
9 - 11
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 125
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
SUSUNAN KOPLING SATU ARAH
Lumasi permukaan gesek kopling satu arah dengan
minyak pelumas yang bersih.
Pasang bagian dalam kopling saru arah.
Pasang pegas-pegas dan penggelinding kopling satu
arah.
Pasang cincin washer.
Pasang cincin pengunci pada alur teromol kopling
satu arah dengan mantap.
Untuk sementara pasang susunan pelat penggerak,
periksa fungsi kerja kopling satu arah.
Pastikan bahwa pelat penggerak hanya berputar
searah jarum jam dan tidak berputar berlawanan arah
jarum jam.
KOPLING MANUAL
MELEPASKAN
Tahan bagian luar kopling dengan flywheel holder,
kemudian longgarkan dan lepaskan baut-baut pelat
pengungkit.
KUNCI PERKAKAS :
Flywheel holder
07725 -040000
CATATAN
Kendorkan baut-baut pelat pengungkit kopling
dalam pola bersilang secara bergantian 2-3
langkah.
Lepaskan pelat pengungkit dan pegas-pegas kopling.
Lepaskan bagian tengah kopling, cakram-cakram
kopling dan pelat-platnya.
Lepaskan pelat penekan kopling.
9 - 12
PEGAS
PENGGELINDING KOPLING
BAGIAN DALAM KOPLING
CINCIN WASHER
CINCIN PENGUNCI
PELAT PENGUNGKIT
FLYWHEEL HOLDER
PELAT PENEKAN
CAKRAM KOPLING
PELAT KOPLING
BAGIAN TENGAH KOPLING
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 126
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
PEMERIKSAAN
Bantalan pengungkit kopling
Putar lingkaran dalam bantalan pengungkit dengan
jari tangan.
Bantalan harus dapat berputar dengan halus dan
bebas.
Gantikan bantalan bila perlu.
Pegas kopling
Periksa pegas kopling terhadap kelelahan atau
kerusakan baut.
Ukur panjang bebas pegas kopling
BATAS SERVIS : 35,8 mm
Bagian tengah kopling
Periksa alur-alur bagian tengah kopling terhadap
kerusakan atau aus yang disebabkan oleh pelat-pelat
kopling.
Gantikan bila perlu.
Cakram kopling
Gantikan cakram-cakram kopling jika terdapat tanda-
tanda gerusan atau perubahan warna.
Ukur ketebalan masing-masing cakram.
BATAS SERVIS : 2,6 mm
BANTALAN PENGUNGKIT
9 - 13
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 127
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Pelat kopling
Periksa masing-masing pelat kopling terhadap
perubahan bentuk pada bagian permukaan dengan
menggunakan lidah pengukur.
BATAS SERVIS : 0,20 mm
Bagian luar kopling/pembimbing bagian luar kopling
Periksa alur-alur bagian luar kopling terhadap
kerusakan atau aus yang disebabkan oleh cakram-
cakram kopling.
Ukur diameter dalam bagian luar kopling.
BATAS SERVIS : 21,09 mm
Ukur diameter luar dari pembimbing bagian luar
kopling.
BATAS SERVIS : 20,91 mm
CAKRAM KOPLING
PEMASANGAN
PELAT KOPLING
COLLAR
PENGANTARA
CINCIN
SEPLAIN
CINCIN STOPPER
BAGIAN LUAR KOPLING
PELAT PENEKAN
PEMBIMBING BAGIAN LUAR
9 - 14
PEGAS KOPLING
CINCIN WASHER
PELAT
PENGUNGKIT
BANTALAN
PENGUNGKIT
1.2 kg-m
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 128
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Lapisi cakram-cakram dan pelat-pelat kopling dengan
minyak mesin yang bersih.
Pasang keempat cakram dan keempat pelat kopling
secara bergantian pada bagian tengah kopling
dimulai dengan memasukkan cakram.
Pasang pelat penekan pada bagian tengah kopling.
Pasang susunan bagian tengah kopling pada bagian
luar kopling.
Pasang pegas-pegas kopling, pelat pengungkit dan
baut-baut pelat pengungkit.
Tahan bagian luar kopling dengan menggunakan fly-
wheel holder, kemudian kencangkan baut-baut
pengungkit kopling dengan torsi pengencangan yang
ditentukan.
KUNCI PERKAKAS :
Flywheel holder
07725-0040000
TORSI : 1,2 kg-m
PEMASANGAN KOPLING
Pasang collarpengantara pada poros utama.
TANDA "OUT"
Pasang cincin seplain dengan tanda "OUT"
menghadap keluar.
Pasang cincin washer pengunci dengan
mentepatkan lidah-lidahnya dengan alur-alur pada
poros seplain.
PLAT PENEKAN
CAKRAM KOPLING
PELAT KOPLING
BAGIAN TENGAH KOPLING
FLYWHEEL HOLDER
PELAT PENGUNGKIT
COLLAR PENGANTARA
CINCIN SEPLAIN
CINCIN PEMASANG
9 - 15
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 129
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Pasang pembimbing bagian luar kopling.
Pasang cincin washer pada poros engkol.
Pasang penutup bawah kopling pada bagian luar
kopling manual.
Tepatkan roda gigi primer dengan roda gigi yang
digerakkan, kemudian pasang kopling manual,
kopling sentrifugal dan penutup bawah kopling
sebagai satu kesatuan.
Pasang dan kencangkan baut-baut pemasangan
penutup bawah kopling.
9 - 16
PEMBIMBING BAGIAN
LUAR KOPLING
CINCIN WASHER
BAGIAN LUAR
KOPLING PRIMER
KOPLING MANUAL
PENUTUP BAWAH
KOPLING
PENUTUP BAWAH
KOPLING
BAUT
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 130
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Pasang cincin washer pengunci pada poros utama
dengan tanda "OUTSIDE" menghadap keluar.
Pasang mur pengunci bagian tengah kopling.
Tahan roda gigi primer dan roda gigi yang digerakkan
dengan gear holder, kencangkan mur pengunci
bagian tengah kopling sesuai torsi pengencangan
yang ditentukan.
KUNCI PERKAKAS :
Gear holder
07724 - 0010200
Lock nut wrench, 20 x 24 mm
07716 - 0020100
TORSI : 4,3 kg-m
Pasang cincin washer pengunci pada poros engkol
dengan menepatkan lidah bagian dalamnya dengan
alur pada pelat penggerak.
Pasang cincin washer pengunci B dengan tanda
"OUTSIDE" menghadap keluar.
TANDA "OUT SIDE"
CINCIN WASHER PENGUNCI
GEAR HOLDER
LOCK NUT WRENCH
TEPATKAN
CINCIN WASHER PENGUNCI
TANDA "OUT SIDE"
CINCIN WASHER
PENGUNCI B
9 - 17
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 131
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Tahan pelat penggerak dengan menggunakan uni-
versal holder, kencangkan mur pengunci dengan
kunci perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS :
Universal holder
07725 - 0030000
Lock nut wrench, 20 x 24 mm
07716 - 0020100
Extension bar
07716 - 0020500
Tekuk lidah cincin pengunci dan tekan masuk
kedalam alur daripada mur pengunci.
Pasang gasket baru pada tutup saringan oli.
Pasang tutup saringan oli, kemudian kencangkan
sekrup-sekrup.
TORSI : 0,6 kg-m
9 - 18
LOCK NUT WRENCH
EXTENSION BAR
UNIVERSAL HOLDER
MUR PENGUNCI
LIDAH CINCIN PENGUNCI
GASKET
PENUTUP SARINGAN OLI
PENUTUP SARINGAN OLI
SEKRUP
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 132
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Pasang pelat bubungan pengungkit kopling pada
bantalan pengungkit kopling.
Pasang tuas pengungkit kopling pada poros
pemindah gigi dengan mentepatkan tanda titik pada
tuas pengungkit dengan tanda lekukan pada poros
pemindah gigi.
Pasang penutup bak mesin kanan (hal 9-23).
PERALATAN PEMINDAH GIGI
PELEPASAN
Lepaskan kopling sentrifugal dan kopling manual (hal
9-4).
Lepaskan baut dan pedal pemindah gigi.
CATATAN
Jangan sampai debu dan kotoran masuk ke
dalam bak mesin, bersihkan poros pemindah
gigi sebelum melepaskannya.
Lepaskan baut, lengan stopper dan pegas
pengembali.
Lepaskan poros pemindah gigi sambil menahan ke
bawah lengan pemindah gigi seperti terlihat pada
gambar.
PELAT BUBUNGAN
PENGUNGKIT KOPLING
TUAS PENGUNGKIT KOPLING
PEDAL PEMINDAH GIGI
PEGAS
PENGEMBALI
LENGAN STOPPER
BAUT SOKET
LENGAN PEMIN-
DAH GIGI
POROS PEMINDAH GIGI
9 - 19
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 133
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Lepaskan baut dan pelat bubungan pemindah gigi.
Lepaskan pin-pin teromol pemindah gigi dan pin-pin
pelat stopper.
PEMERIKSAAN
Periksa poros pemidah gigi terhadap kebengkokan,
keausan atau kerusakan.
Periksa pegas lengan pemindah gigi dan pegas
pengembali terhadap kerusakan atau kelelahan.
PEMASANGAN
Pasang pin-pin teromol pemindah gigi dan pin-pin
pelat stopper ke dalam lubang pada teromol
pemindah gigi.
Pasang pelat stopper dengan mentepatkan lubang
pada pelat dengan pin-pin pelat stopper pada teromol
pemindah gigi.
9 - 20
PELAT BUBUNGAN
PEMINDAH GIGI
BAUT
PELAT BUBUNGAN
PEMINDAH GIGI
PIN TROMOL
PIN PELAT STOPPER
PELAT BUBUNGAN
PEMINDAH GIGI
PIN TEROMOL
PIN PELAT STOPPER
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 134
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Pasang cincin washer dan kencangkan baut pelat
stopper dengan torsi yang telah ditentukan.
TORSI : 1,7 kg-m
Lumasi bibir sil oli poros pemindah gigi dengan
minyak gemuk.
Pasang poros pemindah gigi sambil menahan ke
bawah lengan pemindah gigi seperti terlihat pada
gambar.
CATATAN
Pasang poros pemindah gigi dengan men-
tepatkan ujung-ujung pegas pengembali
dengan tangkai yang menonjol dari bak mesin.
Pasang pegas pengembali dan lengan stopper,
kemudian kencangkan baut dengan torsi yang telah
ditentukan.
TORSI : 1,0 kg-m
Pasang kopling manual dan kopling sentrifugal
sebagai satu kesatuan (hal 9-17).
Pasang pedal pemindah gigi dan kencangkan baut-
bautnya.
PELAT BUBUNGAN
PEMINDAH GIGI
BAUT
LENGAN PEMIN-
DAH GIGI
POROS PEMINDAH GIGI
PEGAS
PENGEMBALI
LENGAN STOPPER
BAUT
BAUT
PEDAL PEMINDAH GIGI
9 - 21
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 135
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN
KANAN
PEMASANGAN PENGUNGKIT KOPLING
Pasang pengungkit kopling pada tutup bak mesin
kanan dengan menepatkan bos-bosnya dengan
lubang pada tutup bak mesin.
Pasang cincin-O baru pada baut pengungkit kopling.
Pasang cincin washer dan mur pengunci.
Pasang pin-pin dowel dan gasket baru pada bak
mesin.
Lumasi bibir sil oli pedal kick starter dengan minyak
gemuk.
PERHATIAN
Hati-hati jangan sampai merusak bibir sil oli
pedal kick starter.
Pasang dan kencangkan baut-baut tutup bak mesin
kanan.
9 - 22
CINCIN-O
TEPATKAN
PENGUNGKIT KOPLING
MUR/CINCIN WASHER
PIN DOWEL
GASKET
BAUT
PENUTUP BAK MESIN KANAN
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Halaman 136
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KOPLING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI
Pasang pedal kick starter dan kencangkan bautnya.
Pasang pegas pengembali pedal rem dan mur
penyetel rem belakang.
Pasang knalpot dan penegang pijakan kaki kanan
(hal 2-12).
Isi bak mesin dengan minyak pelumas yang
dianjurkan (hal 3-10).
Setel kopling (hal 3-18).
Setel jarak main bebas pedal rem (hal 3-17).
PEDAL KICK STARTER
MUR PENYETEL
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 137
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/
PENEGANG RANTAI MESIN
10
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 138
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
1,6 kg-m
4,2 kg-m
10 - 0
2,3 kg-m
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 139
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
10. ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
KETERANGAN SERVIS
10 - 1
KOPLING STARTER
10 - 5
CARA MENGATASI KESUKARAN
10 - 1
PENEGANG RANTAI MESIN
10 - 9
MELEPASKAN PENUTUP BAK MESIN
PEMASANGAN ROTOR
10 - 12
KIRI
10 - 2
PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN
STATOR
10 - 3
SEBELAH KIRI
10 - 13
MELEPASKAN ROTOR
10 - 5
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bagian ini menguraikan cara menservis alternator, rotor dan kopling starter. Pekerjaan-pekerjaan servis dapat
dilakukan dengan mesin dalam keadaan terpasang pada rangka.
Untuk pemeriksaan alternator, lihat bab 14.
Untuk pemeriksaan generator pulsa pengapian, lihat bab 15.
TORSI PENGENCANGAN
Penutup lubang poros engkol
0,3 kg-m
Penutup lubang waktu pengapian
0,3 kg-m
Baut sil penegang rantai mesin
2,3 kg-m
Baut engsel penegang rantai mesin
1,6 kg-m
Mur flens rotor
4,2 kg-m
Sekrup pemasangan bagian luar kopling starter
1,0 kg-m
KUNCI PERKAKAS
Flywheel holder
07725-0040000
Flywheel puller
07933-KG20000
CARA MENGATASI KESUKARAN
Motor starter tidak mau berputar
Sekring terbakar
Batere lemah
Kabel tidak tersambung dengan baik, putus atau terjadi hubungan singkat
Saklar kunci kontak rusak
Saklar starter rusak
Relai starter rusak
Motor starter rusak
Motor starter kurang bertenaga
Batere lemah
Kabel kendor atau terkelupas
Roda gigi penggerak starter rusak
Roda gigi starter yang digerakkan rusak
Starter berputar, tetapi mesin tidak ikut berputar
Kopling starter rusak
Roda gigi penggerak starter rusak
Roda gigi starter yang digerakkan rusak
Rantai starter rusak
10 - 1
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 140
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN
KIRI
Lepaskan penutup badan sepeda motor (hal 2-4).
Lepaskan konektor 4 titik alternator dan konektor
kumparan pembangkit.
Lepaskan kedua baut pemasangan penutup bagian
belakang bak mesin kiri.
Kendorkan grommet kabel saklar posisi gigi dari
penutup belakang bak mesin sebelah kiri dan
kemudian lepaskan penutupnya.
Lepaskan baut dan pedal pemindah gigi.
Lepaskan batang pijakan kaki utama (hal 2-11).
Lepaskan keempat baut dan penutup bak mesin kiri.
PERHATIAN
• Tutup bak mesin kiri (stator) menempel secara
magnetis pada rotor, hati-hatilah pada saat
melepaskan.
Lepaskan gasket dan pin-pin dowel.
PIN DOWEL
GASKET
10 - 2
KONEKTOR KUMPARAN
PEMBANGKIT
KONEKTOR 4 TITIK
ALTERNATOR
BAUT
PENUTUP BAGIAN BELAKANG
BAK MESIN KIRI
BAUT
PENUTUP BAK MESIN KIRI
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 141
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
STATOR
PELEPASAN
Lepaskan baut dan penahan kabel dan lepaskan
grommet kabel alternator dari penutup bak mesin kiri.
Lepaskan baut-baut pemasangan susunan tempat
stator, kemudian lepaskan susunan tempat stator dari
penutup bak mesin kiri.
PEMASANGAN
Pasang susunan tempat stator pada penutup bak
mesin kiri. Letakkan kabel dengan benar dan pasang
grommet kabel pada alur penutup bak mesin kiri
dengan erat.
Pasang dan kencangkan baut-baut pemasangan sta-
tor dengan erat.
Pasang penahan kabel dan kencangkan baut
penahan.
PENAHAN KABEL
GROMMET
BAUT
SUSUNAN
TEMPAT STATOR
10 - 3
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 142
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
MELEPASKAN ROTOR
Tahan rotor dengan flywheel holder, kemudian
lepaskan mur dan cincin washer rotor.
KUNCI PERKAKAS :
Flywheel holder
07725-0040000
Lepaskan rotor dengan flywheel puller.
KUNCI PERKAKASNYA :
Flywheel puller
07933-KG20000.
Lepaskan pasak dari poros engkol.
KOPELING STARTER
MELEPASKAN
Lepaskan rotor dan pasak (hal 10-3).
Lepaskan pembimbing rantai penggerak starter dan
pelindung rantai penggerak starter.
Lepaskan baut dan pelat stopper sproket yang
digerakkan.
10 - 4
ROTOR
FLYWHEEL HOLDER
FLYWHEEL PULLER
PASAK
PELINDUNG RANTAI PENGGERAK
PEMBIMBING
RANTAI
PENGGERAK
PELAT STOPPER SPROKET
YANG DIGERAKKAN
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 143
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Lepaskan cincin pengunci/snap ring dari poros mo-
tor starter.
Lepaskan sproket penggerak starter/sproket starter
yang digerakkan dan rantai penggeraknya sebagai
satu kesatuan.
Lepaskan penggelinding-penggelinding kopling satu
arah, plunyer-plunyer dan pegas-pegas dari bagian
luar kopling starter.
Lepaskan ketiga sekrup pemasangan bagian luar
kopling starter dengan menggunakan obeng ketok/
impact driver.
Lepaskan bagian luar kopling starter, pelat sisi dan
pin dowel.
PEMERIKSAAN
Periksa sproket starter yang digerakkan dari keausan
atau kerusakan.
Periksa bos-bos sproket starter yang digerakkan
tehadap keausan penggunaan atau kerusakan.
Periksa sil oli dan bantalan jarum terhadap keausan
atau kerusakan.
CINCIN
PENGUNCI
PLUNYER
PENGGELINDING
PEGAS
BAGIAN LUAR KOPLING
SEKRUP
BANTALAN JARUM
SIL OLI
SPROKET YANG
DIGERAKKAN
10 - 5
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 144
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Periksa bagian luar kopling starter satu arah terhadap
keausan atau kerusakan.
PEMASANGAN
PIN DOWEL
ROTOR
BAGIAN LUAR KOPLING SATU ARAH
PELAT SISI
Pasang pin dowel pada rotor.
Pasang pelat sisi dengan menepatkan lubangnya
pada pin dowel.
10 - 6
BAGIAN LUAR KOPLING SATU ARAH
PEGAS
PLUNYER
PENGGELINDING
PIN DOWEL
PELAT SISI
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 145
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Pasang bagian luar kopling starter pada rotor dengan
mentepatkan lubangnya pada pin dowel.
Tambahkan cairan pengunci pada ulir sekrup
pemasangan bagian luar kopling starter yang baru.
Pasang dan kencangkan sekrup-sekrupnya dengan
torsi yang telah ditentukan.
TORSI : 1,0 kg-m
Tandai sekrup seperti terlihat pada gambar.
Pasang pegas-pegas penggelinding kopling starter
satu arah, plunyer dan penggelinding-penggelin-
dingnya pada bagian luar kopling starter.
Pasang penggelinding kopling satu arah dengan
menekan plunyer seperti terlihat pada gambar.
Pastikan bahwa kopling starter satu arah dapat
bergerak dengan halus.
PIN DOWEL
BAGIAN LUAR KOPLING
TANDAI
SEKRUP
PLUNYER
PENGGELINDING
PEGAS
PENGGELINDING
PLUNYER
PEGAS
10 - 7
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 146
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Untuk sementara pasang sproket starter yang
digerakkan pada bagian luar kopling satu arah.
Periksa cara kerja kopling satu arah dengan memutar
roda gigi starter yang digerakkan.
Roda gigi yang digerakkan harus berputar
berlawanan arah jarum jam dan tidak boleh berputar
searah dengan jarum jam.
Pasang sproket penggerak starter dan sproket yang
digerakkan dan rantai penggerak sebagai satu
kesatuan.
Pasang cincin pengunci pada alur poros motor starter
dengan erat.
Pasang pelat stopper sproket yang digerakkan dan
kencangkan bautnya.
Pasang pembimbing rantai penggerak dan pelindung
rantai penggerak.
PENEGANG RANTAI MESIN
PELEPASAN
Lepaskan rotor (hal 10-4).
Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan tempat
stator.
10 - 8
CINCIN PENGUNCI
PEMBIMBING
RANTAI
PENGGERAK
PELINDUNG RANTAI PENGGERAK
PELAT STOPPER SPROKET
YANG DIGERAKKAN
SEKRUP
TEMPAT STATOR
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 147
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Lepaskan tempat stator dan cincin-cincin-O.
Lepaskan baut sil, pegas penegang rantai mesin dan
batang pendorong.
Lepaskan baut engsel, lengan dan penggelinding
penegang rantai mesin.
PEMERIKSAAN
Ukur jarak main bebas pegas penegang rantai mesin.
BATAS SERVIS : 100 mm
CINCIN-O
CINCIN-O
TEMPAT STATOR
BATANG
PENDORONG
BAUT SIL
PENGGELINDING
PENEGANG
RANTAI MESIN
BAUT
LENGAN PENEGANG
RANTAI MESIN
10 - 9
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 148
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Periksa batang pendorong terhadap keausan atau
kerusakan.
Ukur diameter luar batang pendorong.
BATAS SERVIS : 11,94 mm
PEMASANGAN
Pasang lengan dan penggelinding penegang rantai
mesin serta baut engselnya.
Kencangkan baut engsel dengan torsi yang telah
ditentukan.
TORSI : 1,6 kg-m
Pasang batang pendorong dan pegas penegang
rantai mesin.
Periksa apakah cincin washer perapat masih dalam
kondisi yang baik, pasang baut sil penegang rantai
mesin.
Kencangkan baut sil dengan torsi yang telah
ditentukan.
TORSI : 2,3 kg-m
Lepaskan baut sil bak mesin dan cincin washer.
Tambahkan 1-2 cm3 oli mesin kedalam batang
pendorong.
Periksa apakah cincin washer perapat masih dalam
kondisi yang baik, pasang cincin washer perapat dan
baut.
Kencangkan baut dengan erat.
10 - 10
PENGGELINDING PENEGANG RANTAI MESIN
BAUT
LENGAN PENEGANG
RANTAI MESIN
BATANG
PENDORONG
BAUT SIL
PEGAS
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 149
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Periksa sil oli tempat stator terhadap kerusakan,
gantikan bila perlu.
Lapisi bibir sil oli dengan minyak gemuk.
Lumasi cincin-cincin-O dengan oli mesin, lalu
pasangkan pada alur-alur bak mesin dan alur pada
tempat stator.
Pasang tempat stator dan kencangkan sekrup-
sekrupnya dengan erat.
PERHATIAN
Hati-hati jangan sampai merusak bibir-bibir sil oli
PEMASANGAN ROTOR
Bersihkan semua oli-oli yang melekat pada bagian
tirus poros engkol.
Pasang pasak pada poros engkol.
Pasang rotor dengan mentepatkan alur pasak pada
rotor dengan pasak pada poros engkol.
Pasang cincin washer dan mur rotor.
Tahan rotor dengan menggunakan flywheel holder,
kemudian kencangkan mur dengan torsi yang telah
ditentukan.
KUNCI PERKAKAS :
Flywheel holder
07725 - 0040000
TORSI : 4,2 kg-m
CINCIN-O
CINCIN-O
TEMPAT STATOR
SIL OLI
SEKRUP
TEMPAT STATOR
PASAK
ROTOR
FLYWHEEL HOLDER
10 - 11
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
Halaman 150
ALTERNATOR/KOPLING STARTER/PENEGANG RANTAI MESIN
PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN
SEBELAH KIRI
Pasang pin-pin dowel dan gasket baru.
Pasang tutup bak mesin sebelah kiri.
PERHATIAN
• Tutup bak mesin sebelah kiri (stator) menempel
secara magnetis pada rotor, hati-hatilah selama
pemasangan.
Kencangkan keempat baut penutup bak mesin
sebelah kiri.
10 - 12
PIN DOWEL
GASKET
BAUT
PENUTUP BAK MESIN KIRI
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 151
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
POROS ENGKOL/TRANSMISI/
KICK STARTER
11
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 152
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
11-0
1,2 kg-m
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 153
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
11. POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
KETERANGAN SERVIS
11 - 1
TRANSMISI
11 - 6
CARA MENGATASI KESUKARAN
11 - 2
KICKSTARTER
11 - 11
PEMBELAHAN BAK ENGKOL
11 - 3
PERAKITAN BAK MESIN
11 - 13
POROS ENGKOL
11 - 4
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Bak mesin harus dibelah untuk mengerjakan transmisi, poros engkol dan kick starter.
Lepaskan bagian-bagian berikut di bawah ini sebelum membelah bak mesin.
Alternator/ penegang rantai mesin
Bab 10
Kopling/ peralatan pemindah gigi transmisi
Bab 9
Kepala silinder
Bab 7
Silinder/ piston
Bab 8
Mesin
Bab 6
Pompa oli
Bab 4
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Poros engkol
Kelonggaran aksial batang penggerak
0,10 - 0,35
0,60
Kelonggaran radial batang penggerak
0 - 0,012
0,05
Keolengan
-----
0,10
Transmisi
Diameter dalam gigi
M2
17,032 - 17,059
17,10
Diameter luar bos
C1
20,000 - 20,021
20,08
Diameter dalam bos
C1
22,979 - 23,000
22,93
Jarak kerenggangan gigi-ke bos
C1
0,020 - 0,074
0,10
Diameter luar poros utama
M2,4
16,966 - 16,984
16,95
Diameter luar poros lawan
C1, 3
19,959 - 19,980
19,94
Jarak kerenggangan gigi ke poros
M2
0,084 - 0,093
0,10
Garpu
Jarak kerenggangan bos ke-poros
C1 0,020 - 0,062
0,10
pemindah
Diameter dalam
34,075 - 34,100
34,14
Ketebalan cakar
4,86 - 4,94
4,60
Diameter luar tromol pemindah gigi
33,950 - 33,975
33,93
TORSI PENGENCANGAN
Baut tromol pemindah gigi
1,2 kg-m
Baut plat pengencang sproket penggerak
1,2 kg-m
M4
17,016 - 17,043
17,10
C1
23,020 - 23,053
23,10
C3
20,020 - 20,053
20,10
M4
0,032 - 0,087
0,10
C3
0,040 - 0,094
0,10
11-1
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 154
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
KUNCI PERKAKAS
Driver
07749 - 0010000
Attachment, 28 x 30 mm
07946 - 1870100
Attachment, 37 x 40 mm
07746 - 0010200
Pilot, 12 mm
07746 - 0040200
Pilot, 17 mm
07746 - 0040400
CARA MENGATASI KESUKARAN
Gigi sukar dipindahkan
Penyetelan kopling tidak benar
Garpu pemindah bengkok
Cakar garpu bengkok
Alur bubungan tromol pemindah gigi rusak
Kekentalan oli transmisi tidak benar
Transmisi melompat keluar dari gigi
Lubang penyambung dan tonjolan penyambung gir aus
Poros garpu bengkok
Stopper tromol pemindah gigi rusak
Mesin berisik
Bantalan kepala besar poros engkol aus
Bantalan jurnal poros engkol aus
11-2
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 155
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMBELAHAN BAK ENGKOL
CATATAN
Lihat Keterangan Servis (hal 11-1) untuk
melepaskan bagian-bagian yang diperlukan
sebelum membelah bak mesin.
Lepaskan cincin pengunci dari poros (spindle) kick
starter.
Buka kait pegas pengembali dan lepaskan penahan
dan pegas pengembali.
Lepaskan baut soket dan rotor saklar posisi gigi.
Lepaskan selang pernapasan bak mesin.
Kendorkan baut-baut bak mesin dengan pola
bersilang dalam 2-3 langkah.
Turunkan bak mesin kiri.
Pisahkan bak mesin kiri dan kanan.
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
PEGAS PENGEMBALI
CINCIN PENGUNCI
PENAHAN
BAUT SOKET
ROTOR SAKLAR POSISI
RODA GIGI
TABUNG PERNAPASAN
BAUT
BAK MESIN KANAN
BAK MESIN KIRI
11-3
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 156
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Lepaskan gasket dan pin-pin dowel.
POROS ENGKOL
PELEPASAN
Lepaskan poros engkol dari bak mesin kiri.
Jika perlu, lepaskan poros (spindle) pembimbing
rantai mesin dan sproket pembimbing.
PEMERIKSAAN
Ukur jarak kerenggangan aksial kepala besar batang
penggerak dengan lidah pengukur (feeler gauge).
BATAS SERVIS : 0,6 mm
11-4
PIN DOWEL
GASKET
POROS ENGKOL
POROS PEMBIMBING
SPROKET PEMBIMBING
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 157
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Ukur jarak kerenggangan radial kepala besar batang
penggerak pada titik simetris seperti pada gambar.
BATAS SERVIS: 0,05 mm
Putar lingkaran bagian luar bantalan poros engkol
dengan jari anda.
Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa
suara.
Juga periksa bahwa lingkaran bagian dalam bantalan
terpasang dengan erat pada poros engkol.
Periksa sproket rantai mesin, terhadap keausan atau
kerusakan.
Jika sproket rantai mesin diganti, tepatkan bagian
tengah gigi sproket dengan bagian tengah alur pasak
seperti pada gambar.
Letakkan poros engkol pada tempat penopang atau
blok-V dan ukur keolengan dengan menggunakan
meter pengukur (dial gauge).
Lokasi pengukuran ditunjukkan seperti pada gambar.
BATAS SERVIS: 0,10 mm
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
30 mm
30 mm
11-5
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 158
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
PEMASANGAN
Pasang sproket pembimbing dan poros (spindle)
pembimbing.
Pasang poros engkol pada bak mesin kiri.
TRANSMISI
PELEPASAN
Lepaskan poros (spindle) kick starter (hal 11-11).
Lepaskan poros utama, poros lawan dan tromol
pemindah gigi sebagai satu rakitan.
PEMBONGKARAN TRANSMISI
Bongkar poros utama, poros lawan dan tromol
pemindah gigi.
11-6
POROS PEMBIMBING
SPROKET PEMBIMBING
POROS ENGKOL
TROMOL PEMINDAH GIGI
POROS UTAMA
POROS LAWAN
POROS LAWAN
TROMOL PEMINDAH GIGI
POROS UTAMA
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 159
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMERIKSAAN TRANSMISI
Periksa gigi-gigi gir, lubang-lubang penyambung dan
gigi-gigi terhadap keausan yang tidak normal atau
kurangnya pelumasan.
Ukur diameter dalam dari tiap gigi.
BATAS SERVIS:
M2, C3 : 17,10 mm
C1 : 20,10 mm
Ukur diameter dalam dan luar dari bos gigi C1.
BATAS SERVIS:
Diameter luar : 19,93 mm
Diameter dalam : 17,08 mm
Periksa alur garpu pemindah pada gigi pemindah gigi
terhadap keausan atau kerusakan yang berlebihan.
Ukur diameter luar dari poros utama dan poros lawan.
BATAS SERVIS:
Pada gigi M2: 16,95 mm
Pada gigi C1: 16,94 mm
PERAKITAN TRANSMISI
Perakitan dilakukan dalam urutan kebalikan dari
pelepasan.
POROS LAWAN
C1 (34 T)
RODA GIGI
C2 (29 T)
RODA GIGI
C3 (26 T)
RODA GIGI
C4 (23 T)
RODA GIGI
RODA GIGI
M4 (24 T)
M3 (21 T)
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
RODA GIGI
POROS UTAMA
RODA GIGI
M1 (12 T)
RODA GIGI
M2 (17 T)
11-7
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 160
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
PEMBONGKARAN TROMOL PEMINDAH GIGI
Lepaskan klip-klip pin pembimbing.
Lepaskan pin-pin pembimbing, kemudian lepaskan
garpu-garpu pemindah.
Periksa alur-alur tromol pemindah gigi akan terhadap
keausan atau kerusakan.
Ukur diameter luar tromol pemindah gigi.
BATAS SERVIS: 33,93 mm
Ukur diameter dalam garpu pemindah.
BATAS SERVIS: 34,15 mm
Ukur ketebalan cakar garpu pemindah.
BATAS SERVIS: 4,60 mm
11-8
KLIP PIN PEMBIMBING
TROMOL PEMINDAH GIGI
PIN PEMBIMBING
GARPU PEMINDAH GIGI
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 161
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PERAKITAN TROMOL PEMINDAH GIGI
GARPU
PEMINDAH GIGI
TROMOL PEMINDAH GIGI
Pasang garpu-garpu pemindah pada tromol
pemindah gigi.
Pasang pin-pin pembimbing dan kencangkan dengan
klip-klip.
PENGGANTIAN BANTALAN TRANSMISI
Putar lingkaran dalam bantalan dengan jari anda.
Bantalan-bantalan harus berputar dengan halus dan
tanpa suara.
Juga periksa bahwa lingkaran bagian luar bantalan
terpasang erat pada bak mesin.
Gantikan bantalan jika bantalan tidak berputar
dengan halus, tanpa suara, atau terpasang longgar
pada bak mesin.
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
KLIP PIN PEMANDU
PIN PEMANDU
TROMOL PEMINDAH GIGI
KLIP PIN PEMBIMBING
PIN PEMBIMBING
GARPU PEMINDAH GIGI
11-9
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 162
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Lepaskan sil oli poros lawan.
Keluarkan bantalan poros utama dari bak mesin
kanan.
Keluarkan bantalan poros utama dari bak mesin kiri.
Masukkan bantalan-bantalan ke dalam bak mesin.
KUNCI PERKAKAS:
Driver
07749 - 0010000
Attachment, 28 x 30 mm
07946 - 1870100
Attachment, 37 x 40 mm
07746 - 0010200
Pilot, 12 mm
07746 - 0040200
Pilot, 17 mm
07746 - 0040400
11-10
SIL OLI
BAK MESIN KANAN
BANTALAN POROS UTAMA
BANTALAN POROS LAWAN
BAK MESIN KANAN
BANTALAN POROS LAWAN
BANTALAN POROS UTAMA
DRIVER
ATTACHMENT/PILOT
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 163
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lumasi gemuk pada bibir sil oli baru poros lawan.
Pasang sil oli poros lawan.
PEMASANGAN TRANSMISI
Lumasi gigi-gigi transmisi dan tromol pemindah gigi
dengan oli mesin yang bersih.
Rakit poros utama, poros lawan dan tromol pemindah
gigi seperti pada gambar.
Pasang poros utama, poros lawan, dan tromol
pemindah gigi sebagai satu rakitan pada bak mesin
kiri.
Putar tromol pemindah gigi untuk memeriksa cara
kerja transmisi.
KICK STARTER
PELEPASAN
Lepaskan poros (spindle) kick starter dari mesin
kanan.
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
SIL OLI
TROMOL PEMINDAH GIGI
POROS UTAMA
POROS LAWAN
POROS UTAMA/POROS LAWAN/RAKITAN
TROMOL PENGGERAK GIGI
POROS KICK
STARTER
11-11
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 164
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
BONGKAR
Lepaskan cincin washer .
Lepaskan cincin pengunci dan lepaskan ratchet
starter dan pegas ratchet .
Lepaskan cincin pengunci, cincin washer dan gigi
pinion starter.
PEMERIKSAAN
Periksa poros (spindle) kick starter terhadap
kebengkokan.
Periksa pegas gesek terhadap keausan.
Periksa setiap bagian terhadap keausan atau
kerusakan, ganti jika perlu.
PERAKITAN
Perakitan dilakukan dalam urutan kebalikan dari
pelepasan.
PEMASANGAN
Pasang poros (spindle) kick starter dengan
mentepatkan pegas ratchetnya dengan alur pada bak
mesin kiri seperti pada gambar.
11-12
CINCIN PENGUNCI
RATCHET STARTER
CINCIN
WASHER
PEGAS RATCHET
CINCIN PENGUNCI
CINCIN WASHER
RATCHET STARTER
TEPATKAN
POROS
KICK
STARTER
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 165
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PERAKITAN BAK MESIN
Bersihkan permukaan tempat gasket pada bak mesin
sebelum merakit.
CATATAN:
Gosok permukaan dengan oil stone jika perlu
untuk memperbaiki kekasaran.
Setelah dibersihkan, lumasi bantalan-bantalan
poros engkol dan permukaan-permukaan yang
saling bergesekkan dengan minyak pelumas
bersih.
Pasang pin-pin dowel dan gasket baru pada bak
mesin kiri.
Pasang bak mesin kanan di atas bak mesin kiri.
CATATAN
Pastikan bahwa gasket tetap pada di tempatnya.
Pasang dan kencangkan baut-baut bak mesin dalam
pola bersilang dalam 2-3 langkah.
Pasang selang pernapasan bak mesin.
Pasang rotor saklar posisi gigi dengan mentepatkan
pin pada alur tromol pemindah gigi.
Pasang baut soket pada tromol pemindah gigi,
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
PIN DOWEL
GASKET
BAK MESIN KANAN
BAK MESIN KIRI
SELANG PERNAPASAN
BAUT
TEPATKAN
ROTOR SAKLAR POSISI GIGI
11-13
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
Halaman 166
POROS ENGKOL/TRANSMISI/KICK STARTER
kemudian kencangkan baut dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI PENGENCANGAN: 1,2 kg-m
Pasang pegas pengembali dan penahan pada poros
(spindle) kick starter.
CATATAN
Pasang penahan dengan mentepatkan
tonjolannya pada alur di bak mesin.
Pasang cincin pengunci pada alur poros kick starter.
Pasang bagian-bagian yang dilepaskan kebalikan
dari pelepasan.
11-14
BAUT SOKET
ROTOR SAKLAR POSISI GIGI
PEGAS PENGEMBALI
CINCIN PENGUNCI
PENAHAN
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 167
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
12
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 168
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
7,5 kg-m
12-0
6,0 kg-m
5,0 kg-m
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 169
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
12. RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
KETERANGAN SERVIS
12 - 1
REM DEPAN
12 - 11
CARA MENGATASI KESUKARAN
12 - 2
GARPU DEPAN
12 - 14
STANG KEMUDI
12 - 3
POROS KEMUDI
12 - 21
RODA DEPAN
12 - 7
REM DEPAN SUPRA-X
12 - 25
KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERINGATAN
Tromol dan sepatu rem yang terkontaminasi mengurangi daya pengereman. Buanglah sepatu rem yang
terkontaminasi dan bersihkan tromol rem yang terkontaminasi dengan pembersih gemuk berkualitas tinggi.
Selama pekerjaan perbaikan roda depan, rem depan, garpu depan atau poros kemudi, topang sepeda
motor dengan menggunakan alat penopang atau dongkrak.
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Kedalaman kembang ban minimum
-----
sesuai indikator
Tekanan ban
Hanya pengendara
2,00 kg/cm2 , 29 psi
-----
“dingin”
Pengendara dan pembonceng
2,00 kg/cm2 , 29 psi
-----
Keolengan poros
-----
0,20
Keolengan
Radial
-----
2,0
Pelek
Aksial
-----
2,0
Jarak kerenggangan hub ke pelek
11,5 1
-----
Rem
Ketebalan kanvas rem
4,0
2,0
Diameter dalam tromol rem
110,0
111,0
Garpu depan
Panjang bebas pegas
333,5
326,8
Arah pegas
Dengan ujung yang tirus -----
Keolengan pipa
-----
0,20
Minyak garpu yang direkomendasikan
ATF
-----
Tinggi permukaan minyak
92
-----
Kapasitas minyak
62 cm3
-----
TORSI PENGENCANGAN
Mur poros kemudi
Lihat hal 12-24
Ulir atas poros kemudi
Lihat hal 12-23
Pipa garpu baut penjepit
7,5 kg-m
Mur khusus pemegang stang kemudi
6,0 kg-m
Mur khusus poros depan
5,0 kg-m
Nipple jari-jari depan
0,25 kg-m
Baut engsel lengan rem
0,5 kg-m
Mur/baut lengan rem depan
1,0 kg-m
Baut garpu
2,3 kg-m
menghadap bawah
12-1
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 170
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
KUNCI PERKAKAS
Spoke nipple wrench, 4,5 x 5,1 mm
Bearing remover shaft
Bearing remover head, 12 mm
Driver
Attachment, 37x40 mm
Pilot, 12 mm
Driver sil garpu
Soket poros kemudi
Attachment driver bantalan
Driver sil oli
Driver bagian dalam, 35 mm
CARA MENGATASI KESUKARAN
Kemudi terasa berat
Mur bantalan kepala kemudi terlalu kencang
Bantalan kepala kemudi rusak atau tidak berfungsi
Tekanan udara ban tidak cukup
Rem tidak bekerja dengan baik
Kanvas-kanvas rem terkontaminasi
Minyak garpu tidak cukup
Pengencang suspensi longgar
Kemudi menarik ke satu arah atau tidak berjalan lurus
Garpu bengkok
Poros bengkok
Roda tidak terpasang dengan baik
Bantalan kepala kemudi tidak berfungsi
Rangka bengkok
Bantalan roda aus
Komponen engsel lengan ayun aus
Rem tidak berfungsi dengan baik
Penyetelan rem tidak tepat
Kanvas-kanvas rem aus
Kanvas-kanvas rem terkontaminasi
Bubungan rem aus
Tromol rem aus
Lengan rem tidak terpasang dengan benar
Sepatu rem aus pada permukaan kontak bubungan
Roda depan bergoyang
Pelek bengkok
Bantalan roda depan aus
Ban tidak berfungsi
Poros depan tidak dikencangkan dengan baik
Suspensi terasa keras
Viskositas minyak tidak benar
Tabung garpu bengkok
Tabung garpu dan/atau penggeser garpu
Roda tidak berputar dengan lancar
Bantalan roda tidak berfungsi
Poros depan bengkok
Rem menyeret
Suspensi terasa lembek
Minyak garpu tidak cukup
Pegas garpu lemah
Tekanan udara ban terlalu rendah
12-2
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 171
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
STANG KEMUDI
PELEPASAN
Lepaskan komponen-komponen berikut :
- Tutup pipa utama (hal 2-2)
- Tutup stang kemudi (hal 2-6)
Lepaskan konektor saklar lampu rem.
Lepaskan konektor saklar starter.
Lepaskan kabel bodi cabang dari klem kawat.
Lepaskan sekrup dan ujung pegangan tangan.
Lepaskan sekrup-sekrup dari saklar stang kemudi
kiri.
Lepaskan saklar stang kiri dari stang kemudi.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
KLEM KAWAT
KONEKTOR SAKLAR REM
KONEKTOR SAKLAR STARTER
UJUNG PEGANGAN TANGAN
SEKRUP
SAKLAR STANG KEMUDI KIRI
SEKRUP
12-3
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 172
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan sekrup-sekrup rumah gas tangan.
Lepaskan hubungan kabel gas tangan dari pipa gas
tangan dan lepaskan rumah gas tangan.
Lepaskan hubungan kabel rem depan dari pemegang
handel rem.
Lepaskan baut dan pemegang handel rem.
Lepaskan komponen-komponen berikut :
- Baut-baut/cincin-cincin washer pemasangan
stang kemudi
- Collar/bos karet
- Stang kemudi
PEMASANGAN
Pasang collar-collar dan bos-bos karet pada stang
kemudi. Pasang stang kemudi pada pemegang stang
kemudi. Pasang cincin-cincin washer dan baut-baut,
kemudian kencangkan baut-baut penjepit stang
kemudi.
12-4
SEKRUP
RUMAH GAS TANGAN
TUTUP RUMAH GAS TANGAN
KABEL GAS TANGAN
PIPA GAS TANGAN
KABEL REM
PEMEGANG HANDEL REM
BAUT
STANG KEMUDI
BAUT/CINCIN
WASHER
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 173
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Jika pegangan tangan stang kemudi dilepaskan, olesi
lem Honda Bond A atau sejenis pada permukaan
dalam pegangan tangan tangan dan permukaan
bersih daripada bagian kiri stang kemudi dan pipa
gas. Tunggu 3-5 menit dan pasang pegangan tangan
tangan. Putar pegangan tangan agar lem terbagi rata.
CATATAN
Biarkan lem mengering selama satu jam sebelum
pegangan tangan digunakan.
Pasang pemegang handel rem pada stang kemudi
dan kencangkan baut-bautnya.
Hubungkan kabel rem ke handel rem.
Oleskan gemuk pada permukaan geser pipa gas
tangan pada stang kemudi, kemudian pasang
pegangan gas tangan.
Hubungkan kabel gas tangan ke pipa gas tangan.
Pasang rumah gas tangan dengan mentepatkan pin
yang menonjol pada tutup dengan lubang pada stang
kemudi.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
PEMEGANG HANDEL REM
KABEL REM
BAUT
PIPA GAS TANGAN
KABEL GAS TANGAN
TUTUP RUMAH GAS TANGAN
12-5
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 174
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Kencangkan sekrup depan lebih dahulu, kemudian
sekrup belakang.
Pasang rumah saklar stang kemudi kiri dengan
menepatkan pin yang menonjol dengan lubang pada
stang kemudi.
Kencangkan sekrup depan lebih dahulu, kemudian
sekrup belakang.
12-6
SEKRUP
RUMAH GAS TANGAN
SAKLAR STANG KEMUDI KIRI
SAKLAR STANG KEMUDI KIRI
SEKRUP
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 175
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang ujung pegangan tangan.
Klem kawat-kawat dan pasang cincin penjepit kawat.
Pasang komponen-komponen berikut ini:
- Tutup stang kemudi depan (hal 2-7)
- Tutup pipa utama (hal 2-4)
RODA DEPAN
PELEPASAN
Topang sepeda motor dengan baik dengan
menggunakan dongkrak atau penopang lain.
Lepaskan sekrup penyetel kabel speedometer dan
lepaskan hubungan kabel.
Lepaskan mur penyetel rem depan, kabel rem dan
bagian penyambung lengan rem.
Lepaskan mur poros, poros, dan roda depan.
Lepaskan collar samping dari hub sebelah kanan
roda.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
UJUNG PEGANGAN TANGAN
SEKRUP
KONEKTOR SAKLAR REM
KLEM KAWAT
KONEKTOR SAKLAR STARTER
KABEL SPEDOMETER
POROS
MUR PENYETEL
KABEL REM
COLLAR SAMPING
12-7
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 176
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan panel rem dari hub sebelah kanan roda.
PEMERIKSAAN
Letakkan poros pada blok-V dan ukur keolengan.
Keolengan yang sebenarnya adalah 1/2 dari
pembacaan total pada indikator/meter penunjuk.
BATAS SERVIS : 0,2 mm
Putar lingkaran bagian dalam pada setiap bantalan
dengan jari.
Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa
suara.
Juga periksa bahwa lingkaran bagian luar bantalan
terpasang kencang pada hub.
Lepaskan dan gantikan bantalan jika tidak dapat
berputar dengan halus dan tanpa suara, atau
terpasang kendor pada hub.
CATATAN:
Ganti bantalan-bantalan secara berpasangan
Lumasi bantalan-bantalan baru dengan gemuk dan
pasang pada hub dengan menggunakan kunci
perkakas khusus (hal 12-10).
Periksa keolengan pelek dengan meletakkan roda
pada alat pemegang roda.
Putar roda dengan tangan, dan baca keolengan
dengan menggunakan indikator pengukur.
Keolengan yang sebenarnya adalah 1/2 dari
pembacaan total pada indikator.
BATAS SERVIS :
Radial : 2,0 mm
Aksial
: 2,0 mm
12-8
PANEL REM
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 177
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMBONGKARAN
Lepaskan sil debu dari hub sebelah kanan roda.
Pasang bearing remover head pada bantalan.
Dari sisi berlawanan pasang bearing remover shaft
dan dorong bantalan keluar dari hub roda.
Lepaskan collar pengantara dan dorong keluar
bantalan lain.
KUNCI PERKAKAS
Bearing remover head, 12 mm
Bearing remover shaft
PERAKITAN
SIL DEBU
BANTALAN RODA KANAN
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
COLLAR SAMPING
REMOVER SHAFT
REMOVER HEAD
COLLAR PENGANTARA
BANTALAN RODA KIRI
12-9
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 178
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Lumasi semua rongga bantalan dengan gemuk.
Dorong masuk bantalan kiri yang baru secara
tegaklurus dengan sisi yang mempunyai sil
menghadap ke luar. Pasang collar pengantara,
kemudian dorong masuk bantalan sisi kanan dengan
sisi yang mempunyai sil menghadap keluar.
KUNCI PERKAKAS :
Driver
Attachment, 37x40 mm
Pilot, 12 mm
AWAS!
Jangan pernah memasang lagi bantalan yang
lama. Setelah dilepaskan, bantalan harus diganti
dengan yang baru.
Letakkan pelek pada bangku kerja.
Letakkan hub dengan sisi kiri menghadap bawah dan
setel jari-jari.
Setel posisi hub sehingga jarak dari permukaan ujung
kiri hub ke sisi rim adalah 11,5 + 1 mm seperti tampak
pada gambar.
KUNCI PERKAKAS :
Spoke nipple wrench, 4,5 x 5,1 mm
Torsi: 0,25 kg-m
Periksa keolengan pelek (hal 11-9)
Lumasi gemuk pada bibir-bibir sil debu dan pasang
ke hub sebelah kanan roda.
Pasang collar samping.
Sementara menepatkan tonjolan-tonjolan gigi speed-
ometer dengan alur-alur hub roda, pasang panel rem
pada hub sebelah kiri roda.
12-10
DRIVER
ATTACHMENT/PILOT
11.5 ± 1 mm
(0.45 ± 0.04 in)
COLLAR SAMPING
PANEL REM
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 179
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMASANGAN
Pasang roda depan di antara garpu depan dengan
menepatkan alur panel rem dengan tonjolan pada
bagian kiri garpu.
Pasang poros dari sisi kanan.
Pasang dan kencangkan mur poros dengan torsi
yang sudah ditentukan.
TORSI : 5,0 kg-m
Pasang bagian penyambung lengan rem, kabel rem
dan mur penyetel.
Hubungkan kabel speedometer dan kencangkan
dengan sekrup.
Setel jarak main bebas handel rem dan periksa cara
kerja rem.
REM DEPAN
PELEPASAN
Lepaskan panel rem dari roda depan (hal 11-8).
PEMERIKSAAN
Ukur diameter dalam tromol rem belakang.
BATAS SERVIS: 111,0 mm
Ukur ketebalan kanvas rem.
BATAS SERVIS: 2,0 mm
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
TEPATKAN
POROS
KABEL SPEEDOMETER
KABEL REM
MUR PENYETEL
12-11
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 180
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
PEMBONGKARAN
Lepaskan sepatu rem dan pegas-pegas.
Lepaskan gigi speedometer dan sil oil.
Lepaskan mur, baut dan lengan rem.
Lepaskan pelat indikator keausan, sil vilt, pegas
pengembali dan bubungan rem.
PERAKITAN
PEGAS
RODA GIGI SPEEDOMETER
SEPATU REM
SIL DEBU
BUBUNGAN REM
PANEL REM
12-12
BAUT/MUR
PELAT INDIKATOR
LENGAN REM
PEGAS PENGEMBALI
SIL VILT
PEGAS PENGEMBALI
PELAT INDIKATOR
1,0 kg-m
LENGAN REM
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 181
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lumasi gemuk pada bibir-bibir sil oli baru, kemudian
pasang sil oli pada panel rem.
Lumasi gemuk pada gigi speedometer, kemudian
pasangkan pada panel rem.
Lumasi gemuk pada pin jangkar dan bubungan rem.
Pasang bubungan rem pada panel rem.
Lumasi oli pada sil vilt dan pasang pada panel rem.
Pasang pegas pengembali dengan menepatkan
ujungnya dengan lubang panel rem.
Pasang pelat indikator keausan aus pada bubungan
rem dengan menepatkan gigi lebarnya dengan alur
lebar pada bubungan rem.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
GIGI SPEEDOMETER
SIL OLI
BUBUNGAN REM
SIL VILT
PEGAS PENGEMBALI
PELAT INDIKATOR
TEPATKAN
12-13
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 182
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Pasang lengan rem dengan menepatkan tanda titik
antara lengan dan bubungan rem.
Pasang baut penjepit lengan rem dan kencangkan
mur dengan torsi yang telah ditentukan.
TORSI: 1,0 kg-m
Pasang sepatu rem dan pegas-pegas.
PEMASANGAN
Pasang panel rem pada hub sebelah kiri roda (hal
12-11).
GARPU DEPAN
PELEPASAN
Lepaskan spakbor depan (hal 2-9)
Lepaskan baut penjepit garpu dan lepaskan kaki
garpu depan.
CATATAN
Waktu garpu akan dibongkar, kendorkan baut
garpu, tapi jangan dilepaskan dulu.
PEMBONGKARAN
Lepaskan baut garpu.
AWAS!!
Baut garpu berada di bawah tekanan pegas.
Berhati-hatilah waktu melepaskannya.
12-14
BAUT/MUR
LENGAN REM
SEPATU
REM
PEGAS
BAUT PENJEPIT
KAKI GARPU
BAUT GARPU
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 183
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lepaskan pegas garpu.
Keluarkan minyak garpu dengan memompa tabung
garpu ke atas dan ke bawah beberapa kali.
Lepaskan sil debu.
Lepaskan cincin stopper sil oli.
Tahan penggeser garpu pada catok dengan
pemegang lunak atau lap bengkel.
Lepaskan baut soket garpu dengan hex wrench.
CATATAN
Jika torak garpu berputar bersama dengan baut
soket, untuk sementara pasang pegas garpu dan
baut garpu.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
PEGAS GARPU
SIL DEBU
CINCIN STOPPER
12-15
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 184
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Lepaskan torak garpu dan pegas reaksi dari tabung
garpu.
Tarik keluar tabung garpu dari slider garpu.
Lepaskan sil oli dengan menggunakan alat pelepas
sil oli.
PEMERIKSAAN
Pegas garpu
Ukur panjang bebas pegas garpu.
BATAS SERVIS: 326,8 mm
12-16
TORAK GARPU
TABUNG GARPU
PEGAS REAKSI
SLIDER GARPU
TABUNG GARPU
PELEPAS SIL OLI
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 185
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Tabung garpu/slider/torak
Periksa tabung garpu, slider garpu dan torak garpu
terhadap gerusan, dan keausan berlebihan atau
tidak.
Periksa cincin torak garpu terhadap keausan atau
kerusakan.
Periksa pegas reaksi terhadap keausan atau
kerusakan.
Ganti komponen-komponen jika perlu.
Letakkan tabung garpu pada blok-V dan ukur
keolengan.
Keolengan yang sebenarnya adalah 1/2 dari
pembacaan total indikator.
BATAS SERVIS : 0,20 mm
PERAKITAN
SIL DEBU
CINCIN STOPPER
SIL OLI
SLIDER GARPU
TABUNG GARPU
PEGAS REAKSI
2,0 kg-m
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
TORAK GARPU
TABUNG GARPU
SLIDER GARPU
PEGAS REAKSI
TORAK GARPU
CINCIN TORAK GARPU
BAUT GARPU
PEGAS GARPU
12-17
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 186
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Sebelum dipasang, cuci semua komponen dengan
air atau larutan yang tidak mudah terbakar dan
keringkan.
Pasang pegas reaksi dan torak garpu ke dalam
tabung garpu.
Pasang tabung garpu pada slider garpu.
Topang penggeser garpu pada catok dengan
pemegang lunak atau lap bengkel.
Lumasi larutan pengunci pada ulir baut soket garpu
dan pasang dan kencangkan baut soket dengan
cincin washer perapat yang baru pada torak garpu.
CATATAN
Jika torak torak berputar dengan baut soket,
untuk sementara pasang pegas garpu dan baut
garpu.
TORSI : 2,0 kg-m
Pasang sil oli dan dorong masuk dengan
menggunakan kunci perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS :
Fork seal driver body 07747 - 0010100
Fork seat driver attachment. 07747 - 0010300
12-18
TORAK GARPU
TABUNG GARPU
PEGAS REAKSI
SLIDER GARPU
TABUNG GARPU
FORKSEAL DRIVER BODY
ATTACHMENT
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 187
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang cincin stopper sil oli pada alur slider garpu
dengan kencang.
Pasang sil debu.
Tuang minyak garpu yang dianjurkan sesuai jumlah
yang telah ditentukan ke dalam tabung garpu.
MINYAK GARPU YANG DIANJURKAN: ATF
KAPASITAS MINYAK GARPU: 62 cc
Pompa tabung garpu beberapa kali untuk
mengeluarkan udara palsu dari bagian bawah tabung
garpu.
Tekan garpu ke dalam sampai habis dan ukur tinggi
permukaan minyak dari bagian atas tabung garpu.
Tinggi permukaan minyak garpu: 92 mm.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
CINCIN STOPPER
SIL DEBU
92 mm
12-19
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 188
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Tarik ke atas tabung garpu dan pasang pegas garpu
dengan ujungnya yang mempunyai lilitan yang
mengecil menghadap ke bawah.
Lumasi minyak garpu pada cincin-O yang baru dan
pasang pada baut garpu.
Pasang baut garpu pada tabung garpu.
PEMASANGAN
Pasang tabung garpu pada poros kemudi.
Tepatkan lubang baut dengan alur pada pipa garpu.
Kencangkan baut penjepit garpu dengan torsi yang
telah ditentukan.
TORSI: 7,5 kg-m
Jika baut garpu dilepaskan, kencangkan dengan torsi
yang telah ditentukan.
TORSI: 2,3 kg-m
Pasang komponen-komponen berikut :
- Spakbor depan (hal 2-8)
- Roda depan (hal 12-11)
12-20
CINCIN-0 BARU
BAUT GARPU
LUBANG BAUT
ALUR
TABUNG GARPU
BAUT PENJEPIT
KAKI GARPU
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 189
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
POROS KEMUDI
PELEPASAN
Lepaskan komponen-komponen berikut:
- Stang kemudi (hal 12-3)
- Roda depan (hal 12-8)
- Spakbor depan (hal 2-9)
- Garpu depan (hal 12-14)
Lepaskan baut/mur pemasangan pemegang stang
kemudi dan pemegang stang kemudi.
Lepaskan mur poros kemudi dengan menggunakan
kunci perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS
Steering stem socket
Lepaskan ulir bagian atas poros kemudi dengan
menggunakan kunci perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS:
Lock nut wrench 07916 - KM10000
Lepaskan komponen-komponen berikut :
- Lingkaran bagian dalam bantalan bagian atas
- Peluru-peluru bantalan bagian atas (23 buah)
- Poros kemudi
- Peluru-peluru bantalan bagian bawah (29 buah)
CATATAN
Hati-hati jangan sampai menghilangkan peluru-
peluru bantalan.
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
PEMEGANG STANG KEMUDI
BAUT/MUR
SOKET POROS KEMUDI
LOCK NUT WRENCH
PELURU-PELURU BANTALAN BAGIAN ATAS
LINGKARAN
BAGIAN
DALAM
BANTALAN
BAGIAN ATAS
POROS
KEMUDI
PELURU-PELURU BANTALAN BAGIAN BAWAH
12-21
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 190
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
PENGGANTIAN BANTALAN
CATATAN
Selalu ganti peluru-peluru bantalan dan lingkaran
bantalan sebagai satu kesatuan
Dorong keluar lingkaran-lingkaran bagian luar
bantalan bagian atas dan bawah.
Lepaskan lingkaran bagian dalam bantalan bagian
bawah dengan pahat atau alat perkakas yang
sejenis, hati-hati jangan sampai merusak poros.
Lepaskan sil debu dan cincin washer.
Pasang cincin washer pada poros kemudi.
Lumasi gemuk pada bibir-bibir sil debu yang baru
dan pasang pada poros kemudi.
Pasang lingkaran bagian dalam bantalan bagian
bawah dengan menggunakan kunci perkakas khusus
dan tekanan hidrolik.
KUNCI PERKAKAS:
Inner driver, 35 mm 07746 - 0030300
Masukkan lingkaran-lingkaran bagian luar bantalan
bagian bawah pada pipa kepala kemudi.
KUNCI PERKAKAS:
Bagian atas:
Driver 07749 - 0010000
Bearing driver attachment 07946 - 6920100
Bagian bawah:
Oil seal driver 07947 - SB00200
12-22
PELEPAS LINGKARAN PELURU
SIL DEBU
LINGKARAN BAGIAN DALAM
BANTALAN BAGIAN BAWAH
SIL DEBU
LINGKARAN DALAM BAGIAN BAWAH
BALL RACE REMOVER
DRIVER
ATTACHMENT
OIL SEAL DRIVER
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 191
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMASANGAN
MUR KEMUDI
Lumasi gemuk pada lingkaran-lingkaran bantalan
bagian atas dan bawah.
Pasang ke-29 peluru bantalan pada lingkaran
bantalan bagian bawah.
Pasang ke-23 peluru bantalan pada lingkaran
bantalan bagian atas.
Masukkan poros kemudi pada pipa kepala kemudi,
hati-hati jangan sampai menjatuhkan peluru-peluru
bantalan.
Pasang lingkaran bagian dalam bantalan bagian atas
dan mur ulir atas.
Topang poros kemudi dan kencangkan ulir bagian
atas poros hingga torsi awal dengan menggunakan
kunci perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS:
Lock nut wrench 07916 - KM1000
TORSI : 2,5 kg-m
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
MUR
MUR PENYETEL
LINGKARAN DALAM
BAGIAN ATAS
PELURU-PELURU BAJA
LINGKARAN LUAR BAGIAN ATAS
LINGKARAN LUAR
BAGIAN BAWAH
PELURU-PELURU BAJA
LINGKARAN DALAM BAGIAN BAWAH
SIL DEBU
CINCIN WASHER
LINGKARAN
BAGIAN
DALAM
BANTALAN
BAGIAN
ATAS
PELURU-PELURU
BANTALAN BAGIAN
ATAS
POROS
KEMUDI
PELURU-PELURU
BANTALAN BAGIAN BAWAH
LOCK NUT WRENCH
12-23
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 192
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Putar poros kemudi dari ujung-ke-ujung sebanyak
lima kali untuk mendudukkan bantalan.
Pastikan poros kemudi bergerak dengan lancar, dan
tidak ada kelonggaran dalam arah vertikal, kemudian
kendorkan mur ulir atas.
Kencangkan ulir atas dengan torsi yang telah
ditentukan.
TORSI: 0,25 kg-m
Putar mur ulir atas berlawanan arah jarum jam
sebanyak 15°.
Periksa ulang apakah poros kemudi bergerak dengan
lancar dan tidak ada kelonggaran dalam arah vertikal.
Kencangkan mur poros kemudi dengan torsi yang
telah ditentukan dengan menggunakan kunci
perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS:
Steering stem socket 07936 - 3710101
TORSI: 7,5 kg-m
Pasang pemegang stang kemudi pada poros kemudi.
Tepatkan lubang baut dan pasang baut dan mur
pemasangan.
Tahan baut dan kencangkan mur dengan torsi yang
telah ditentukan.
TORSI : 6,0 kg-m
Pasang komponen-komponen berikut :
- Stang kemudi (hal 12-5)
- Garpu (hal 12-20)
- Spakbor depan (hal 2-8)
- Roda depan (hal 12-11)
12-24
LOCK NUT WRENCH
STEERING STEM SOCKET
PEMEGANG STANG KEMUDI
BAUT/MUR
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 193
KETERANGAN SERVIS
12 - 25
CARA MENGATASI KESUKARAN
12 - 26
PENGGANTIAN MINYAK REM
/PEMBUANGAN UDARA PALSU
12 - 27
KETERANGAN SERVIS
UMUM
AWAS !
Cakram rem atau kanvas rem yang kotor mengurangi daya pengereman. Buanglah kanvas rem yang kotor dan bersihkan
cakram rem yang kotor dengan cairan pembersih rem berkualitas tinggi (brake degreasing agent).
• Minyak rem yang tertumpah akan merusak part-part yang dicat, terbuat dari plastik atau karet.
• Berhati-hatilah setiap kali anda membuka tutup kotak minyak rem, pastikan bahwa kotak minyak rem sudah dalam posisi
horisontal.
• Buanglah udara palsu dari sistem hidraulik jika telah dibongkar atau jika rem terasa kenyal.
• Jangan sampai benda-benda asing (kotoran, air dll) memasuki kotak minyak rem yang sedang terbuka.
• Gunakanlah selalu minyak rem DOT 4 yang baru dari kaleng yang masih terpasang segelnya. Jangan mencampurkan bermacam-
macam minyak rem karena tidak cocok satu sama lainnya.
• Selalu periksa cara kerja rem sebelum mengendarai sepeda motor.
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Spesifikasi minyak rem
DOT 4
–
Tebal cakram rem
3,8 - 4,2
3,5
Keolengan cakram rem
–
0,30
Diameter dalam silinder utama
12,700 - 12,743
12,76
Diameter luar piston silinder utama
12,657 - 12,684
12,64
Diameter dalam silinder caliper
25,400 - 25,450
25,46
Diameter luar piston caliper
25,318 - 25,368
25,31
TORSI PENGENCANGAN
Katup pembuangan caliper
0,6 kg.m
Sekrup topi kotak minyak rem
0,2 kg.m
Baut pemasangan caliper
2,7 kg.m
Pin kanvas rem
1,8 kg.m
Penutup pin kanvas rem
0,3 kg.m
Baut oli slang rem
3,5 kg.m
Baut engsel handel rem
0,6 kg.m
Mur engsel handel rem
0,6 kg.m
Sekrup saklar lampu rem
0,1 kg.m
KUNCI PERKAKAS
Snap ring pliers
07914-3230001
REM HIDRAULIK
REM CAKRAM
12 - 28
SILINDER UTAMA REM
12 - 30
CALIPER REM
12 - 33
Unit : mm
12-25
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 194
REM HIDRAULIK
Handel rem terasa kenyal
• Ada udara palsu di dalam sistem hidraulik
• Ada kebocoran pada sistem hidraulik
• Kanvas rem/cakram rem kotor
• Sil piston caliper aus
• Mangkuk-mangkuk piston silinder utama aus
• Kanvas rem/cakram rem aus
• Caliper kotor
• Caliper tidak bergeser dengan baik
• Tinggi permukaan minyak terlalu rendah
• Saluran minyak rem tersumbat
• Cakram rem bengkok/berubah bentuk
• Piston caliper menyangkut/aus
• Piston silinder utama menyangkut/aus
• Silinder utama kotor
• Handel rem bengkok
Handel rem terasa keras
• Piston caliper menyangkut/aus
• Caliper tidak bergeser dengan baik
• Saluran minyak rem tersumbat/tertahan
• Piston silinder utama menyangkut/aus
• Handel rem bengkok
Rem menyangkut
• Kanvas rem/cakram rem kotor
• Roda tidak terpasang dengan tepat
• Kanvas rem/cakram rem aus berlebihan
• Cakram rem bengkok/berubah bentuk
• Caliper tidak bergeser dengan benar
• Saluran minyak rem tersumbat
• Piston caliper tertahan
12-26
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 195
PENGGANTIAN MINYAK REM/
PEMBUANGAN UDARA PALSU
AWAS !
• Cakram rem atau kanvas rem yang kotor mengurangi daya
pengereman. Buanglah kanvas rem yang terkontaminasi
oleh minyak rem dan bersihkan cakram rem yang kotor
dengan cairan pembersih rem berkualitas tinggi (brake
degreasing agent).
PERHATIAN !
• Jangan sampai benda-benda asing memasuki sistem rem
ketika sedang mengisi kotak minyak rem
• Jaga agar minyak rem tidak tertumpah pada part yang dicat,
terbuat dari plastik atau karet. Tutupilah part tersebut
dengan lap bengkel yang bersih ketika sistem rem diservis.
MENGELUARKAN MINYAK REM
Letakkan sepeda motor pada standar tengah.
Sebelum membuka tutup kotak minyak rem, putar stang kemudi
sehingga kotak minyak rem sejajar dengan permukaan tanah.
Lepaskan sekrup-sekrup, tutup kotak, plat dan membran
Sambungkan slang pembuangan ke katup pembuangan.
Longgarkan katup pembuangan caliper dan pompalah handel rem
sampai minyak rem tidak mengalir keluar lagi dari katup
pembuangan.
Tutup katup pembuangan.
PENGISIAN MINYAK REMPEMBUANGAN UDARA
PALSU
Isi kotak minyak rem dengan minyak rem DOT 4 sampai ke tanda
batas permukaan teratas.
PERHATIAN !
Jangan mencampur bermacam-macam merek minyak rem
karena tidak cocok satu sama lainnya.
Hubungkan alat Brake Bleeder ke katup pembuangan
Pompalah handel alat Brake Bleeder dan longgarkan katup
pembuangan
Tambahkan minyak rem ketika tinggi permukaan minyak rem di
dalam silinder utama turun
CATATAN
• Periksa tinggi permukaan minyak rem pada saat membuang
udara palsu untuk mencegah agar udara tidak di pompa masuk
ke dalam sistem.
• Ketika memakai alat pembuangan udara palsu, ikutilah
instruksi pemakaian dari pabrik pembuatnya.
• Jika udara memasuki alat brake bleeder dari ulir katup
pembuangan, balutlah ulir dengan pita teflon.
Ulangilah prosedur tersebut di atas sampai tidak lagi ada
gelembung-gelembung udara di dalam slang plastik.
REM HIDRAULIK
KOTAK MINYAK REM
SLANG
KATUP PEMBUANGAN
BRAKE BLEEDER
12-27
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 196
REM HIDRAULIK
Tutup katup pembuangan dan mainkan handel rem. Jika terasa
lunak, buang lagi udara palsu.
Jika alat brake bleeder tidak tersedia, lakukan pembuangan udara
palsu dengan cara berikut.
Naikkan tekanan sistem dengan handel rem sampai tidak ada
lagi gelembung-gelembung udara di dalam minyak rem yang
mengalir keluar dari lubang kecil di dalam kotak minyak rem dan
terasa ada tahanan pada handel rem.
Sambungkan slang pembuangan pada katup pembuangan dan
buang udara palsu sebagai berikut :
1. Tarik dan tahan handel rem, kemudian buka katup
pembuangan sebanyak ½ putaran dan tutuplah katup kembali.
CATATAN
Jangan lepaskan handel rem sampai katup pembuangan telah
ditutup kembali.
2. Lepaskan handel rem perlahan-lahan dan setelah mencapai
ujung pergerakannya tunggu beberapa detik.
Ulangi langkah 1 dan 2 sampai tidak ada lagi gelembung-
gelembung udara yang muncul pada slang pembuangan.
Kencangkan katup pembuangan.
TORSI : 0,6 kg.m
Isilah kotak minyak rem dengan minyak rem DOT 4 sampai tanda
batas permukaan tertinggi.
Pasang kembali membran, plat dan tutup kotak minyak rem, dan
kencangkan sekrup-sekrup topi kotak minyak rem
TORSI : 0,2 kg.m
KANVAS REM/CAKRAM REM
PENGGANTIAN KANVAS REM
CATATAN
• Selalu ganti kanvas rem secara berpasangan untuk
mendapatkan tekanan pada cakram rem yang rata.
Lepaskan penutup pin kanvas (pad pin plug) dari caliper.
Longgarkan pin kanvas rem.
Lepaskan baut-baut pemasangan caliper dan lepaskan caliper
dari garpu depan.
12-28
SLANG
KATUP PEMBUANGAN
BATAS PERMUKAAN TERTINGGI
BAUT PEMASANGAN CALIPER
PIN KANVAS REM
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 197
Tekan piston caliper penuh ke dalam untuk memperoleh ruangan
untuk pemasangan kanvas rem yang baru.
CATATAN
Periksa tinggi permukaan minyak rem dalam kotak minyak rem
sebab tindakan di atas menyebabkan permukaan minyak rem
naik.
Lepaskan pin kanvas rem sambil menekan kanvas rem terhadap
pegas kanvas rem.
Lepaskan kanvas rem.
Pastikan bahwa pegas kanvas rem dipasang pada posisi seperti
tampak pada gambar.
Pasang kanvas rem baru.
Pasang pin kanvas rem sambil menekan kanvas rem terhadap
pegas kanvas rem.
REM HIDRAULIK
KANVAS REM
PIN KANVAS REM
PEGAS KANVAS REM
KANVAS REM
PIN KANVAS REM
12-29
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 198
REM HIDRAULIK
Pasang caliper pada garpu sehingga posisi cakram rem berada
di antara kanvas rem, hati-hati jangan sampai merusak kanvas
rem.
Kencangkan baut-baut pemasangan caliper .
TORSI : 2,7 kg.m
Kencangkan pin kanvas rem
TORSI : 1,8 kg.m
Pasang penutup pin kanvas dan kencangkan
TORSI : 0,3 kg.m
PEMERIKSAAN CAKRAM REM
Periksa cakram terhadap adanya kerusakan atau keretakan
secara visual.
.
Ukur ketebalan cakram rem pada beberapa titik.
BATAS SERVIS : 3,5 mm
Gantilah cakram rem apabila pengukuran terkecil lebih kecil dari
batas servis.
Periksa cakram rem terhadap adanya perubahan bentuk.
BATAS SERVIS : 0,3 mm
Periksa bantalan roda terhadap adanya jarak main yang
berlebihan, apabila perubahan bentuk melebihi batas servis.
Gantilah cakram rem apabila bantalan roda dalam keadaan baik.
SILINDER UTAMA REM
PERHATIAN !
• Hindari tertumpahnya minyak rem pada part yang dicat,
atau terbuat dari plastik atau karet.
Tutupilah part-part ini dengan lap bengkel yang bersih
setiap kali menservis rem.
• Pada saat melepaskan baut oli, tutupilah ujung slang untuk
mencegah terjadinya pengotoran.
PELEPASAN
Keluarkan minyak rem dari sistem rem hidraulik (halaman 3).
Lepaskan slang rem dari silinder utama dengan melepaskan baut
oli dan cincin-cincin washer perapat.
12-30
BAUT PEMASANGAN CALIPER
PIN KANVAS REM
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 199
Lepaskan kaca spion.
Lepaskan konektor saklar lampu rem depan.
Lepaskan baut-baut pemasangan pemegang silinder utama,
pemegang dan silinder utama.
Lepaskan sekrup dan saklar lampu rem depan.
Lepaskan mur engsel, baut dan handel rem.
Lepaskan tutup karet piston dari piston dan silinder utama.
Lepaskan klip pengunci (snap ring).
KUNCI PERKAKAS
Snap Ring Pliers
07914-3230001
Lepaskan piston dan pegas.
Bersihkan bagian dalam silinder utama kotak minyak rem dan
piston dengan minyak rem bersih.
PEMERIKSAAN
Periksa mangkuk piston terhadap adanya keausan, pemburukan
kondisi atau kerusakan.
Periksa silinder utama dan piston terhadap adanya goresan atau
kerusakan.
Ukur diameter dalam silinder utama.
BATAS SERVIS : 12,76 mm
Ukur diameter luar piston.
BATAS SERVIS : 12,64 mm
REM HIDRAULIK
SILINDER UTAMA
SEKRUP
MUR ENGSEL/BAUT
SNAP RING PLIERS
SILINDER UTAMA
PISTON
12-31
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 200
REM HIDRAULIK
PERAKITAN
Lapisi piston dan mangkuk-mangkuk piston dengan minyak rem
DOT 4.
Pasang pegas piston pada ujung piston.
Pasang pegas piston dan piston pada silinder utama.
PERHATIAN !
Ketika memasang mangkuk-mangkuk piston, jaga agar bibir-
bibirnya tidak berputar terbalik.
Pasang klip pengunci pada alur di dalam silinder utama.
KUNCI PERKAKAS:
Snap ring pliers
07914-3230001
Pasang tutup karet piston ke dalam silinder utama dan alur di
dalam piston.
Lumasi daerah kontak antara handel rem dan piston dengan
gemuk silikon.
Lumasi engsel handel rem dengan gemuk silikon.
Pasang handel rem dan baut engsel, dan kencangkan baut.
TORSI : 0,6 kg.m
Pasang dan kencangkan mur engsel handel rem.
TORSI: 0,6 kg.m
Pasang saklar lampu rem depan dan kencangkan sekrup.
TORSI: 0,1 kg.m
12-32
MANGKUK PISTON
PISTON
PEGAS
SNAP RING PLIERS
TUTUP KARET PISTON
SEKRUP
MUR/BAUT PIVOT
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 201
Pasang silinder utama dan pemegang dengan tanda “UP”
menghadap ke atas.
Tepatkan ujung silinder utama dengan tanda titik pada stang
kemudi, dan kencangkan baut atas dulu, kemudian baut bawah.
Pasang konektor saklar lampu rem depan. Pasang kaca spion.
Hubungkan slang rem ke silinder utama dengan baut oli dan
cincin-cincin washer perapat yang baru, dan kencangkan baut
oli.
Isi silinder utama dengan minyak rem sampai permukaan yang
ditentukan dan buanglah udara palsu di dalam sistem rem
(halaman 3).
CALIPER REM
PERHATIAN !
Jaga agar minyak rem tidak tertumpah pada parts yang dicat,
terbuat dari plastik atau karet. Tutupilah part tersebut dengan
lap bengkel yang bersih ketika sistem rem diservis.
PEMBONGKARAN
Keluarkan minyak rem dari sistem hidraulik (halaman 3).
Lepaskan slang rem dari caliper dengan melepaskan baut oli dan
cincin-cincin washer perapat.
Lepaskan kanvas rem (halaman 4).
Lepaskan bracket caliper dari badan caliper.
Lepaskan pegas kanvas dan tutup pelindung engsel caliper dari
badan caliper.
Letakkan sebuah lap bengkel di atas piston.
Posisikan badan caliper sehingga piston menghadap ke bawah
dan semprotkan udara dalam tembakan-tembakan singkat ke
dalam lubang pemasukan minyak rem pada caliper untuk
membantu mengeluarkan piston.
AWAS!
Jangan gunakan tekanan udara yang tinggi dan jangan
meletakkan ujung piston udara (air gun) terlalu dekat dengan
lubang, karena piston akan terdorong keluar dengan gaya
besar sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.
REM HIDRAULIK
TANDA “UP”
TANDA TITIK
BAUT OLI
PEGAS PAD
SLANG REM
CINCIN WASHER PERAPAT
TUTUP PELINDUNG
PEGAS KANVAS
BRACKET
12-33
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 202
REM HIDRAULIK
Tekan sil debu dan sil piston ke dalam dan angkat keluar.
PERHATIAN !
Hati-hati jangan sampai merusak permukaan pergerakan piston.
Bersihkan alur sil, silinder caliper dan piston dengan minyak rem
bersih.
PEMERIKSAAN
Periksa silinder caliper dan piston terhadap adanya gerusan atau
kerusakan lain.
Ukur diameter dalam silinder caliper
BATAS SERVIS : 25,46 mm
Ukur diameter luar piston caliper.
BATAS SERVIS : 25,31 mm
PERAKITAN
Lapisi sil piston dan sil debu baru dengan minyak rem bersih dan
pasang pada alur-alur sil di caliper.
Lumasi piston caliper dengan minyak rem bersih dan pasang pis-
ton ke dalam silinder caliper dengan ujung terbuka piston
menghadap ke sisi kanvas rem.
Lumasi bagian dalam tutup pelindung engsel caliper dengan
gemuk silikon dan pasang tutup pada badan caliper.
Pasang pegas kanvas rem pada badan caliper seperti tampak
pada gambar.
12-34
SILINDER CALIPER
PISTON CALIPER
SIL PISTON
SIL DEBU
PISTON
TUTUP PELINDUNG ENGSEL
PEGAS KANVAS REM
RODA DEPAN/REM/SUSPENSI/KEMUDI
Halaman 203
Lapisi pin caliper dengan gemuk silikon dan pasang bracket cali-
per pada caliper.
Pasang kanvas rem dan caliper (halaman 4).
Hubungkan slang rem ke caliper dengan baut oli dan cincin-
cincin washer perapat yang baru dan kencangkan baut oli.
TORSI : 3,5 kg.m
Isi silinder utama dengan minyak rem dan buanglah udara palsu
yang ada di dalam sistem pengereman (halaman 3)
REM HIDRAULIK
BRACKET
BADAN CALIPER
SLANG REM
BAUT OLI
CINCIN WASHER PERAPAT
12-35
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 204
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
13
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 205
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
4,0 kg-m
4,5 kg-m
13-0
5,5 kg-m
6,0 kg-m
1,0 kg-m
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 206
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
13. RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
KETERANGAN SERVIS
13 - 1
REM BELAKANG
13 - 10
CARA MENGATASI KESUKARAN
13 - 2
LENGAN AYUN
13 - 13
RODA BELAKANG
13 - 3
PEREDAM KEJUT
13 - 16
FLENS PENGGERAK
13 - 7
PEDAL REM
13 - 18
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Tromol dan sepatu rem yang kotor mengurangi daya pengereman. Buanglah sepatu rem yang kotor dan
bersihkan tromol rem yang kotor dengan zat pembersih yang berkualitas tinggi.
Selama mengerjakan roda belakang, topang sepeda motor dengan menggunakan alat penopang atau
dongkrak.
G
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Kedalaman minimum kembang ban
–
sesuai indikator
Tekanan ban
Hanya pengemudi
2,25 kg/cm2, 33 psi
–
Dingin
Pengemudi dan pembonceng
2,25 kg/cm2, 33 psi
–
Keolengan poros
–
0,20
Keolengan
Radial
–
2,0
Pelek
Aksial
–
2,0
Jarak kerenggangan hub ke pelek
9,0 ± 1
–
Rantai roda
Ukuran
428 – 100
–
Jarak main bebas
25 – 35
–
Rem
Ketebalan kanvas rem
4,0
2,0
Diameter dalam tromol rem
110,0
111,0
Peredam kejut
Panjang bebas pegas
256,8
251,7
Arah pegas
Dengan ujung yang tirus
–
TORSI PENGENCANGAN
Mur poros belakang
6,0 kg-m
Nipple jari-jari belakang
0,3 kg-m
Sproket roda baut pemasangan
2,8 kg-m
Mur sproket driven
6,5 kg-m
Mur lengan rem belakang
1,0 kg-m
Mur pivot swingarm
5,5 kg-m
Baut pemasangan peredam kejut Atas
: 4,0 kg-m
Bawah : 4,5 kg-m
menghadap bawah
13-1
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 207
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
KUNCI PERKAKAS
Spoke nipple wrench, 4,5 x 5,1 mm
Bearing remover shaft
Bearing remover header, 12 mm
Driver
Attachment, 37x40 mm
Pilot, 12 mm
Shock absorber compressor
CARA MENGATASI KESUKARAN
Roda belakang bergoyang
Pelek bengkok
Bantalan roda belakang aus
Jari-jari kendor atau tidak lurus
Ban dalam keadaan tidak baik
Mur poros tidak dikencangkan dengan baik
Bos engsel lengan ayun dalam keadaan tidak baik.
Rangka atau lengan ayun bengkok
Suspensi terasa lunak
Pegas peredam kejut lemah
Kebocoran oli dari peredam kejut
Tekanan udara ban terlalu rendah
Suspensi terasa keras
Batang peredam kejut bengkok
Bos engsel lengan ayun rusak
Engsel lengan ayun bengkok
Tekanan udara ban terlalu tinggi
Kemudi menarik ke satu sisi atau tidak bisa lurus
Poros belakang bengkok
Penyetelan poros/rantai roda tidak sama pada kedua sisi
Daya pengereman lemah
Penyetelan rem tidak tepat
Kanvas-kanvas rem aus
Kanvas-kanvas rem terkontaminasi
Bubungan rem aus
Tromol rem aus
Lengan rem tidak terpasang dengan benar
Sepatu rem aus pada bidang kontak dengan bubungan
13-2
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 208
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
RODA BELAKANG
PELEPASAN
Topang sepeda motor dengan aman dengan
menggunakan dongkrak atau yang sejenisnya.
Lepaskan komponen-komponen berikut:
- Pin cotter
- Mur, cincin/washer, bantalan karet
- Baut stopper
- Lengan stopper panel rem
- Mur penyetel
- Tangkai rem, pegas, bagian penyambung
Lepaskan mur poros dan penyetel rantai roda kanan.
Lepaskan poros dari sisi kiri.
Lepaskan collar samping kanan.
Geser roda belakang ke kanan dan lepaskan roda
belakang dari flens penggerak.
Lepaskan roda belakang ke arah belakang.
PEMERIKSAAN
Poros
Tempatkan poros pada blok-V dan ukur keolengan.
Keolengan yang sebenarnya adalah 1/2 dari
pembacaan total pada indikator.
BATAS SERVIS : 0,20 mm
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
MUR/CINCIN WASHER/
BANTALAN KARET
PIN COTTER
LENGAN STOPPER PANEL REM
MUR PENYETEL
MUR POROS
BAGIAN PENYAMBUNG
MUR POROS
13-3
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 209
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Roda
Periksa keolengan rim dengan menempatkan roda
pada dudukan berputar.
Putar roda perlahan-lahan dan baca keolengan
dengan menggunakan meter indikator.
Keolengan yang sebenarnya adalah 1/2 dari
pembacaan total pada indikator.
BATAS SERVIS: Radial : 2,0 mm
Aksial : 2,0 mm
Bantalan roda
Putar lingkaran bagian dalam bantalan dengan jari.
Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa
suara. Juga periksa bahwa lingkaran bagian luar
bantalan Terpasang dengan kencang pada hub.
Lepaskan dan buang bantalan jka lingkaran bantalan
tidak berputar dengan halus dan tanpa suara, atau
jika terpasang kendor pada hub.
CATATAN:
Ganti bantalan-bantalan secara berpasangan
PEMBONGKARAN
Lepaskan rakitan panel rem dari hub roda kanan.
Lepaskan karet-karet peredam dan cincin-O.
13-4
PANEL REM
KARET PEREDAM
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 210
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pelepasan bantalan roda
Pasang bearing remover head pada bantalan.
Dari arah yang berlawanan pasang bearing remover
shaft dan dorong bantalan keluar dari hub roda.
Lepaskan collar pengantara dan dorong keluar
bantalan yang lain.
KUNCI PERKAKAS
Bearing remover head, 12 mm 07746-0050300
Bearing remover shaft
07746-0050100
PERAKITAN
BANTALAN RODA KANAN
COLLAR PENGANTAR
Pemasangan bantalan roda
Lumasi semua rongga bantalan dengan gemuk.
Masukkan bantalan kiri baru secara tegak lurus
dengan sisi yang mempunyai sil menghadap keluar.
Pasang collar pengantara, kemudian dorong masuk
bantalan sebelah kanan dengan sisi yang
mempunyai sil menghadap keluar.
KUNCI PERKAKAS :
Driver
07749-0010000
Attachment, 37x 40 mm
07746-0010200
Pilot, 12 mm
07746-0040200
AWAS!
Jangan pernah memasang lagi bantalan yang lama, setelah
dilepaskan, bantalan harus diganti dengan yang bar
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
REMOVER SHAFT
KEPALA PELEPAS
CINCIN-O
KARET PEREDAM
BANTALAN RODA KIRI
DRIVER
ATTACHMENT/PILOT
13-5
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 211
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Periksa jari-jari dan kencangkan bila ada yang
longgar dengan torsi yang ditentukan.
Setel posisi hub sehingga jarak dari permukaan ujung
kiri hub ke sisi rim adalah 9,0 + 1 mm seperti tampak
pada gambar.
KUNCI PERKAKAS
Spoke nipple wrench, 4,5 x 5,1 mm 07741-0020200
Torsi : 0,3 kg.m
Periksa keolengan rim (hal 12-3)
Pasang karet-karet peredam pada hub roda.
Lumasi cincin-o dan pasangkan pada alur hub roda.
CATATAN :
Jangan melumasi tromol rem dengan gemuk
karena akan mengurangi daya pengereman.
Pasang rakitan panel rem pada hub sebelah kanan
roda .
PEMASANGAN
Letakkan roda belakang pada rangka dan tepatkan
bos-bos pada flens penggerak dengan alur-alur karet
peredam.
13-6
9.0 ± 1 mm
(0.35 ± 0.04 in)
KARET PEREDAM
PANEL REM
ALUR KARET PEREDAM
BOS FLENS YANG DIGERAKKAN
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 212
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Pasang collar samping kanan.
Pasang poros dari sisi sebelah kiri.
Pasang bagian penyambung pada lengan rem dan
hubungkan tangkai rem dengan pegas.
Pasang mur penyetel.
Pasang penyetel rantai roda kanan dan mur poros.
Pasang lengan stopper panel rem pada panel rem.
Pasang baut, bantalan karet, cincin washer dan mur,
kemudian kencangkan mur.
Kencangkan mur dengan pin cotter baru.
Kencangkan mur poros dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI : 6,0 kg-m
Setel rem belakang (hal 3-14).
FLENS PENGGERAK
PELEPASAN
Lepaskan roda belakang (hal 13-3)
Lepaskan baut-baut dan tutup rantai roda.
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
POROS
MUR POROS
COLLAR SEBELAH KANAN
MUR PENYETEL
BAGIAN PENYAMBUNG
MUR/CINCIN WASHER/
BANTALAN KARET
LENGAN STOPPER PANEL REM
PIN COTTER BARU
TUTUP RANTAI RODA
TUTUP RANTAI RODA
BAUT
13-7
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 213
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Kendorkan mur selongsong dan lepaskan rantai roda
dari sproket.
Lepaskan mur selongsong, selongsong poros,
penyetel rantai roda kiri, dan flens penggerak.
PEMBONGKARAN
sementara pasang flens penggerak pada hub roda.
Lepaskan mur-mur sproket dan sproket.
Lepaskan collar samping kiri dan sil debu.
PEMERIKSAAN
Periksa kondisi gigi sproket roda.
Ganti sproket jika aus atau rusak.
CATATAN
Jika sproket roda terakhir perlu diganti, periksa
rantai roda dan sproket penggerak.
Jangan pernah memasang rantai roda baru
pada sproket roda yang sudah aus atau rantai
yang aus pada sproket baru. Baik rantai
maupun sproket harus berada dalam kondisi
yang baik jika tidak maka rantai atau sproket
pengganti akan segera aus.
Bantalan flens penggerak
Putar lingkaran bagian dalam bantalan dengan jari.
Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa
suara. Juga periksa bahwa lingkaran bagian luar
bantalan Terpasang dengan kencang pada flens
penggerak.
Lepaskan dan buang bantalan jika lingkaran tidak
berputar dengan halus dan tanpa suara, atau jika
terpasang kendor pada hub.
CATATAN:
Ganti bantalan-bantalan secara berpasangan
13-8
MUR SELONGSONG
PENYETEL RANTAI
FLENS YANG DIGERAKKAN
RANTAI RODA
MUR
SPROKET YANG DIGERAKKAN
AUS
RUSAK
NORMAL
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 214
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Penggantian bantalan flens penggerak.
Keluarkan bantalan flens penggerak.
Masukkan bantalan flens penggerak yang baru pada
flens penggerak dengan menggunakan kunci
perkakas khusus.
KUNCI PERKAKAS:
Driver
07749-0010000
Attachment, 37x40mm
07746-0010200
Pilot, 12 mm
07746-0040200
PERAKITAN
Lumasi gemuk pada bibir-bibir sil debu, kemudian
pasangkan pada flens penggerak.
Pasang collar samping kiri.
Pasang sproket roda dan kencangkan mur-mur
dengan torsi yang ditentukan.
TORSI : 6,5 kg-m
PEMASANGAN
Pasang selongsong poros pada flens penggerak.
Pasang flens penggerak pada lengan ayun,
sementara mentepatkan potongan pada selongsong
poros dengan lengan ayun.
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
BANTALAN FLENS YANG DIGERAKKAN
DRIVER
ATTACHMENT/PILOT
MUR
SPROKET YANG DIGERAKKAN
POTONGAN
SELONGSONG POROS
13-9
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 215
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Pasang penyetel rantai roda kiri dan mur selongsong
tapi jangan dikencangkan dulu.
Pasang rantai roda pada sproket roda.
Pasang roda belakang (hal 13-6).
Setel jarak main bebas rantai roda (hal 3-13).
KencanKencangkanKencanKencangkan
Kencangkan mur selongsong dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI : 4,5 kg-m
Kencangkan mur poros dengan torsi yang telah
ditentukan.
TORSI : 5,0 kg-m
Pasang tutup rantai roda dan kencangkan baut-baut.
REM BELAKANG
PELEPASAN
Lepaskan roda belakang (hal 13-3).
Lepaskan panel rem dari roda belakang.
PEMERIKSAAN :
Ukur diameter dalam tromol rem belakang.
BATAS SERVIS : 111,0 mm
Ukur ketebalan kanvas rem.
BATAS SERVIS : 2,0 mm
13-10
MUR SELONGSONG
PENYETEL RANTAI
RANTAI
FLENS YANG DIGERAKKAN
MUR SELONGSONG
MUR SELONGSONG
MUR POROS
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 216
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMBONGKARAN
Lepaskan sepatu-sepatu rem dan pegas-pegas.
Lepaskan mur, baut dan lengan rem.
Lepaskan pelat indikator keausan, sil debu dan
bubungan rem.
PERAKITAN
1,0 kg-m
PELAT INDIKATOR
SIL VILT
LENGAN REM
PANEL REM
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
LENGAN REM
BAUT/MUR
SEPATU REM
BUBUNGAN REM
PEGAS
13-11
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 217
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Lumasi gemuk pada pin jangkar dan bubungan rem.
Pasang bubungan rem pada panel rem.
Lumasi oli pada sil dan pasangkan pada panel
rem.
Pasang pelat indikator keausan pada bubungan rem
dengan menepatkan gerigi yang lebih lebar dengan
potongan pada bubungan rem.
Pasang lengan rem dengan menepatkan tanda-
tanda titik antara lengan dan bubungan rem.
Pasang baut penjepit lengan rem dan kencangkan
mur dengan torsi yang ditentukan.
TORSI: 1,0 kg-m
Pasang sepatu-sepatu rem dan pegas-pegas.
Pasang panel rem pada hub roda sebelah kanan
(hal 12-8).
Pasang roda belakang (hal 13-6).
13-12
BUBUNGAN REM
PELAT INDIKATOR
SIL
TEPATKAN
BAUT/MUR
LENGAN REM
PEGAS
SEPATU REM
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 218
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMEGANG PIJAKAN KAKI
LENGAN AYUN
PELEPASAN
Lepaskan komponen-komponen berikut :
- Roda belakang (hal 13-3)
- Knalpot (hal 2-11)
Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan
kaki pembonceng sebelah kanan.
Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem dari
lengan ayun.
Lepaskan baut-baut pemasang dan mur pemegang
pijakan kaki pembonceng sebelah kiri lalu lepaskan
pemegang dan pijakan kaki pembonceng sebelah
kiri.
Lepaskan pijakan kaki pembonceng sebelah kiri.
Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan
kaki pembonceng sebelah kiri.
Lepaskan pelapis tutup rantai roda.
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
BAUT/CINCIN WASHER
MUR
PEMEGANG PIJAKAN KAKI
PEMBONCENG
WASHER
PEMEGANG PIJAKAN KAKI
BAUT/CINCIN WASHER
PEMEGANG PIJAKAN KAKI
13-13
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 219
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Lepaskan mur-mur pemasangan peredam kejut bagian
bawah dan cincin-cincin washer.
Lepaskan mur engsel lengan ayun, baut dan lengan
ayun.
PEMBONGKARAN
Lepaskan komponen-komponen berikut:
- Pin cotter
- Mur, cincin washer rata dan cincin washer pegas
- Baut stopper
- Lengan stopper panel rem
PEMERIKSAAN
Periksa bos engsel terhadap keausan atau
kerusakan.
Periksa lengan ayun terhadap keretakan atau
kerusakan.
PERAKITAN
Pasang lengan stopper rem belakang, baut, cincin
washer pegas, cincin washer rata, dan mur.
Pasang mur dengan kencang.
Pasang pin cotter yang baru untuk mengamankan
mur.
13-14
MUR ENGSEL/BAUT
MUR PEMASANGAN
BAGIAN BAWAH
LENGAN AYUN
MUR/CINCIN WASHER/
BANTALAN KARET
PIN COTTER
LENGAN STOPPER PANEL REM
BOS-BOS ENGSEL
MUR/CINCIN WASHER/BANTALAN KARET
LENGAN STOPPER
PANEL REM
PIN COTTER BARU
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 220
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMASANGAN
Pasang rantai roda dan pasang lengan ayun pada
rangka.
Masukkan baut engsel dari sisi kiri dan untuk
sementara kencangkan mur engsel.
Pasang baut-baut pemasangan bagian bawah
peredam kejut dan kencangkan dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI : (4,5 kg-m)
Pasang pelapis tutup rantai roda.
Pasang peredam kejut belakang pada engsel-engsel
bagian bawah, kemudian pasang cincin washer dan
mur tutup.
Pasang roda belakang (hal 13-6).
Sementara bagian belakang rangka didorong ke
bawah untuk menekan peredam kejut, kencangkan
mur engsel lengan ayun dengan torsi yang
ditentukan.
TORSI : 5,5 kg-m
Kencangkan mur-mur pemasangan bagian bawah
peredam kejut dengan torsi yang ditentukan.
TORSI : 5,5 kg-m
Pasang pemegang pijakan kaki pembonceng
sebelah kiri, cincin washer dan baut.
Kencangkan baut.
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
MUR ENGSEL/BAUT
MUR PEMASANGAN BAGIAN BAWAH
LENGAN AYUN
PEMEGANG PIJAKAN KAKI
MUR/ENGSEL
PEMEGANG PIJAKAN KAKI
BAUT/CINCIN WASHER
13-15
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 221
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Pasang pemegang pijakan kaki pembonceng
sebelah kiri.
Pasang collar-collar, cincin-cincin washer, baut-baut
dan mur.
Kencangkan baut-baut dan mur dengan kencang.
Pasang pemegang pijakan kaki sebelah kanan,
cincin washer dan baut.
Kencangkan baut.
Pasang knalpot (hal 2-12).
PEREDAM KEJUT
PELEPASAN
Topang sepeda motor pada standar tengah.
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan mur pemasangan bagian atas peredam
kejut, cincin washer dan pegangan belakang (hal 2-
11).
Lepaskan cincin-cincin washer samping.
Lepaskan mur tutup pemasangan bagian bawah
peredam kejut, dan cincin-cincin washer, kemudian
lepaskan peredam kejut.
13-16
PEMEGANG PIJAKAN KAKI PEMBONCENG
MUR
BAUT-BAUT/CINCIN
WASHER
PEMEGANG
PIJAKAN KAKI
BAUT/CINCIN WASHER
PEGANGAN BELAKANG
MUR PEMASANG BAGIAN
ATAS/CINCIN WASHER
PEREDAM KEJUT
CINCIN WASHER SAMPING
MUR TUTUP/CINCIN WASHER
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 222
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMERIKSAAN
Periksa apakah ada kerusakan pada peredam kejut.
Periksa hal-hal berikut:
- Batang peredam terhadap kebengkokan atau kerusakan
- Unit peredam terhadap perubahan bentuk atau
kebocoran oli
- Bos penyambung bagian atas dan bawah terhadap
keausan atau kerusakan
Periksa kehalusan cara kerja peredam secara keseluruhan.
AWAS!
Jangan membongkar peredam kejut. Ganti
peredam kejut jika ada komponennya yang rusak
PEMASANGAN
Pasang cincin washer pada engsel bagian atas.
Pasang peredam kejut pada rangka.
Pasang cincin washer samping.
Pasang pegangan belakang (hal 2-11).
Pasang cincin washer dan mur pemasangan bagian
atas peredam kejut.
Pasang cincin washer dan mur-mur tutup
pemasangan bagian bawah.
Kencangkan mur-mur pemasangan dengan torsi
yang ditentukan.
TORSI:
Bagian atas
: 4,0 kg-m
Bagian bawah : 4,0 kg-m
Pasang tutup bodi (hal 2-5).
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
CINCIN WASHER
PEGANGAN TANGAN BELAKANG
PEGANGAN BELAKANG
MUR PEMASANGAN BAGIAN ATAS/CINCIN WASHER
MUR PEMASANGAN BAGIAN ATAS
CINCIN WASHER
MUR PEMASANGAN BAGIAN BAWAH
13-17
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 223
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PEDAL REM
PELEPASAN
Topang sepeda motor dengan menggunakan
dongkrak atau yang sejenis.
Lepaskan pemegang pijakan kaki pembonceng
sebelah kanan dan knalpot (hal 2-11)
Lepaskan mur penyetel pedal rem, dan lepaskan
tangkai rem dari lengan rem.
Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem.
Lepaskan kait pegas pengembali saklar rem.
Lepaskan pin belah
Dorong keluar pin engsel pedal rem, kemudian
lepaskan rakitan standar tengah dan pedal rem.
Lepaskan pin pengaman, pin penyambung , dan pisahkan
tangkai rem dari pedal rem.
13-18
PIN PENYAMBUNG
PEGAS
TANGKAI REM
MUR PENYETEL
PEGAS SAKLAR REM
PEGAS PENGEMBALI PEDAL REM
PIN ENGSEL PEDAL REM
PEGAS PENGEMBALI PEDAL REM
PIN PENYAMBUNG
PIN PENGAMAN
TANGKAI REM
PEDAL REM
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 224
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PEMASANGAN
Hubungkan tangkai rem ke pedal rem, kemudian
pasang pin penyambung.
Kencangkan pin penyambung dengan pin cotter yang
baru.
Lumasi engsel dengan gemuk.
Pasang pedal rem dan standar tengah pada rangka,
kemudian pasang engsel pada rangka dari sisi
kanan.
Arahkan engsel dengan menggunakan pin belah.
Hubungkan pegas saklar rem.
Hubungkan pegas pengembali pedal rem.
Pasang pin penyambung pada lengan rem, kemudian
pasang pegas rem, tangkai rem dan mur penyetel.
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
PIN PENYAMBUNG
PIN PENGAMAN
TANGKAI REM
PEDAL REM
PIN ENGSEL PEDAL REM
PEGAS PENGEMBALI PEDAL REM
PEGAS SAKLAR REM
PEGAS PENGEMBALI PEDAL REM
PIN PENYAMBUNG
PEGAS
MUR PENYETEL
TANGKAI REM
13-19
RODA BELAKANG/ REM/SUSPENSI
Halaman 225
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
Pasang pemegang pijakan kaki pembonceng
sebelah kanan dan cincin washer, kemudian
kencangkan baut.
Pasang knalpot dan pemegang pijakan kaki
pembonceng sebelah kanan (hal 2-2).
Setel rem belakang (hal 3-17).
13-20
MUR/COLLAR
PIJAKAN KAKI PEMBONCENG
KNALPOT
BAUT-BAUT/CINCIN WASHER
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 226
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
BATERE/SISTEM PENGISIAN
14
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 227
BATERE/SISTEM PENGISIAN
DIAGRAM SISTEM
ALTERNATOR
14-0
BATERE
REGULATOR/RECTIFIER
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 228
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
14. BATERE/SISTEM PENGISIAN
DIAGRAM SISTEM
14 - 0
PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN
14 - 8
KETERANGAN SERVIS
14 - 1
PEMERIKSAAN ALTERNATOR
14 - 10
CARA MENGATASI KESUKARAN
14 - 3
REGULATOR/ RECTIFIER
14 - 10
BATERE
14 - 6
KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERINGATAN !
Batere mengeluarkan gas-gas yang gampang meledak; jauhkan percikan bunga api, api terbuka dan
rokok. Sediakan ventilasi yang cukup sewaktu mengisi batere.
Batere berisi asam sulfat (elektrolit). Kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar yang
berat. Pakailah pakaian pelindung serta pelindung mata.
- Jika kulit terkena elektrolit, bilas dengan air.
- Jika mata terkena elektrolit, bilas dengan air selama paling sedikit 15 menit, dan hubungi dokter.
Elektrolit beracun
- Jika tertelan, minumlah air atau susu banyak-banyak dan lanjutkan dengan susu yang mengandung
magnesia atau minyak sayur dan hubungi dokter.
JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.
Selalu matikan kunci kontak sebelum memutuskan hubungan antar komponen listrik.
AWAS!
Beberapa komponen listrik akan menjadi rusak apabila terminal-terminal atau konektor-konektornya
dihubungkan atau diputuskan hubungannya pada saat kunci kontak dalam posisi ON dan terdapat arus
listrik.
Untuk penyimpanan jangka lama, lepaskan batere, isi penuh, dan tempatkan di tempat yang sejuk dan
kering. Agar tahan lama, isi/setrum batere setiap dua minggu sekali.
Agar batere tetap berfungsi pada sepeda motor yang disimpan cukup lama, putuskan hubungan kabel batere
negatif dari terminal baterenya.
AWAS!
Air kran akan memperpendek usia batere.
Segera cuci bersih elektrolit yang tumpah.
AWAS!
Hindari pengisian batere di atas garis UPPER LEVEL untuk mencegah meluapnya elektrolit yang dapat
menyebabkan korosi pada mesin atau bagian-bagian di sekitarnya.
Batere dapat rusak jika diisi berlebihan atau kurang, atau dibiarkan tidak terisi untuk waktu yang lama.
Kondisi-kondisi ini dapat mempercepat kerusakan batere. Bahkan dalam keadaan pemakaian yang normal,
kerja batere menurun dalam waktu 2-3 tahun.
Voltase batere dapat pulih setelah batere diisi, tapi dalam keadaan dibebani cukup berat, voltase batere
akan turun dengan cepat dan akhirnya habis. Oleh karena itu, sistem pengisian seringkali dipandang sebagai
masalahnya. Pengisian berlebihan batere seringkali diakibatkan oleh masalah pada batere itu sendiri, yang
dapat tampak sebagai gejala pengisian berlebihan. Jika salah satu dari sel batere terkena hubungan pendek
dan voltase batere tidak naik, regulator/rectifier memasok kelebihan voltase ke batere. Dalam kondisi ini,
permukaan elektrolit menurun dengan cepat.
14-1
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 229
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Sebelum mengatasi kesukaran pada sistem pengisian, periksa apakah penggunaan cukup wajar dan
perawatan teratur. Periksa apakah batere seringkali bekerja berat, misalnya membiarkan lampu depan atau
lampu belakang dalam keadaan hidup untuk jangka waktu yang lama pada saat sepeda motor tidak dikendarai.
Voltase batere akan berkurang sendiri pada saat sepeda motor tidak digunakan. Oleh karena itu, isilah
batere setiap dua minggu sekali untuk mencegah pembentukan sulfat.
Mengisi batere baru dengan elektrolit akan menambah sedikit voltase, tapi untuk mencapai hasil yang
maksimum, lakukan pengisian/charging. Umur batere secara keseluruhanpun akan bertambah apabila
telah dilakukan pengisian awal.
Pada saat memeriksa sistem pengisian, ikutlah selalu langkah-langkah pada diagram alur cara mengatasi
kesukaran (hal 14-3).
SPESIFIKASI
BAGIAN
SPESIFIKASI
Batere
Kapasitas
12 V - 5 Ah
Kebocoran arus
0,1 m A max
Berat jenis
Terisi penuh
1,270 – 1,290
Perlu diisi
Dibawah 1,260
Arus pengisian
Normal
0,9A / 5-10h
Cepat
4,0A / 0,5 h
Alternator
Kapasitas
67Ω / 5000 rpm
Tahanan kumparan pengisian (20oC)
0,1-0,8 Ω
Tahanan Kumparan penerangan (20oC)
0,1-0,6 Ω
Voltase/tegangan yang diatur regulator/rectifier
Arus pengisian
14,0-16,0 V Pada 5000 rpm
Arus penerangan
10,5-14,0 V Pada 5000 rpm
14-2
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 230
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
CARA MENGATASI KESUKARAN
1. Pengisian batere kurang (Voltase tidak naik hingga voltase yang diatur)
Ukur voltase pengisian dalam keadaan batere
terisi berada penuh dan dalam keadaan baik
(hal 14-6).
Normal
Voltase standar yang diatur tidak tercapai
pada saat putaran mesin bertambah.
Periksa voltase antara kabel batere dan kabel
massa pada regulator/rectifier (hal 14-8).
Tidak normal
Normal
Periksa tahanan kumparan pengisian pada
kabel kumparan pengisian pada konektor
regulator/rectifier (hal. 14-8).
Tidak normal
Normal
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Periksa kebocoran arus batere (tes
kebocoran; hal14-7).
Normal
Tidak normal
Batere rusak
Putuskan hubungan konektor pada
regulator/rectifier dan periksa ulang
kebocoran arus batere.
Tidak normal
Normal
Sirkuit terbuka pada
kabel bodi.
Kunci kontak rusak.
Regulator/Rectifier rusak.
Kabel bodi terkena hubungan pendek.
Konektor tidak terhubung dengan baik.
Periksa kumparan pengisian alternator
(hal. 14-8).
Normal
Tidak normal
Kumparan pengisian-rusak.
Konektor alternator tidak
terhubung dengan baik.
Regulator/rectifier rusak.
14-3
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 231
BATERE/SISTEM PENGISIAN
2. Pengisian batere berlebihan (voltase yang diatur terlalu tinggi)
Ukur voltase pengisian dalam keadaan batere
terisi penuh dan berada dalam kondisi baik
(hal 14-8).
Normal
Batere rusak
Voltase yang diatur jauh melebihi nilai standar
Periksa kontinuitas antara kabel massa dan
rangka pada konektor regulator/rectifier (hal
14-10).
Tidak normal
Normal
Periksa voltase yang diatur pada sistem
penerangan (hal 14-9).
Normal
14-4
Sirkuit terbuka pada kabel bodi
Konektor tidak terhubung dengan baik.
Regulator/rectifier rusak.
Konektor tidak terhubung dengan baik.
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 232
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
3. Sistem penerangan yang tidak normal pada voltase yang diatur.
Sebelum memulai mengatasi masalah, periksa akan adanya bola lampu yang putus pada lampu depan, lampu
belakang dan lampu indikator, dan pastikan anda menggunakan watt yang sesuai.
Voltase lemah/
tidak ada
Periksa voltase yang diukur pada sistem
penerangan (hal14-9).
Periksa
tahanan
kumparan
penerangan Aternator (hal 14-10).
Voltase tinggi
Normal
Tidak normal
Periksa kontinuitas antara terminal kabel
Hijau pada regulator/rectifier dan massa
rangka (hal 14-10).
Tidak normal
Normal
R a n g k a i a n
terbuka pada
kabel bodi.
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Tidak normal
Alternator rusak
Periksa kontinuitas antara konektor
regulator/rectifier dan alternator
pada terminal kuning.
Tidak normal
Normal
Sirkut
terbuka
pada kabel bodi.
Periksa tahanan kumparan
penerangan alternator antara
terminal Kuning konektor regulator/
rectifier dan massa.
R a n g k a i a n
terbuka kabel
bodi.
Regulator/rectifier rusak
Konektor tidak terhubung dengan
baik.
14-5
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 233
BATERE/SISTEM PENGISIAN
BATERE
PELEPASAN
Lepaskan tutup samping kanan (hal 2-4).
Lepaskan selang pernapasan batere dari batere.
Lepaskan baut dan buka tutup batere.
Putuskan hubungan konektor kabel negatif terlebih
dahulu dan kemudian konektor kabel positif,
kemudian keluarkan batere.
PEMASANGAN
Pasang batere dalam urutan terbalik dari pada
pelepasan dengan perletakan kabel seperti pada
gambar.
CATATAN
Hubungkan terminal positif terlebih dahulu dan
kemudian kabel negatif .
Setelah memasang batere, lapisi terminal-terminal
dengan gemuk yang bersih.
Pasang ulang bagian-bagian yang dilepaskan.
CATATAN
Letakan posisi selang pernapasan batere
dengan benar.
PEMERIKSAAN
Periksa terhadap kerusakan plat atau tempat batere.
Periksa plat-plat terhadap adanya pembentukan
sulfat.
Ganti batere bila sudah rusak atau telah mengalami
sulfasi.
Periksa tinggi permukaan elektrolit pada tiap sel.
Jika rendah, tambah air suling agar tinggi permukaan
mencapai batas teratas.
CATATAN
Agar dapat diperoleh pembacaan tes yang
akurat ketika memeriksa sistem pengisian,
batere harus dalam keadaan bermuatan penuh
dan dalam kondisi baik. Lakukan pemeriksaan
dan tes berikut sebelum mencoba untuk
mengatasi kesukaran pada sistem pengisian.
14-6
BAUT
TUTUP TEMPAT BATERE
SELANG PERNAPASAN
TERMINAL NEGATIF
TERMINAL POSITIF
BATERE
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 234
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
BERAT JENIS
AWAS !
Cairan elektrolit batere mengandung asam
sulfat. Jangan sampai terkena kulit, mata atau
pakaian.
Berat jenis harus diperiksa dengan hidrometer.
Periksa setiap sel dengan mengisap elektrolit ke
dalam hidrometer.
BERAT JENIS
Muatan penuh : 1,270 - 1,290 pada 20°C
Muatan kurang : Di bawah 1,260 pada 20°C
CATATAN
Jika perbedaan berat jenis antara sel-sel lebih
dari 0,01, isi ulang batere. Jika perbedaannya
terlampau besar, ganti batere.
Ada perubahan berat jenis sebesar kira-kira
0,007 per 10°C perubahan suhu. Perhatikan hal
ini pada saat pengukuran.
Pembacaan tinggi permukaan cairan pada
hidrometer harus dilakukan secara horisontal.
PENGISIAN
Lepaskan batere (lihat halaman sebelumnya).
Lepaskan tutup-tutup sel.
Isi sel-sel dengan air suling hingga mencapai garis
tinggi permukaan teratas, jika perlu.
Hubungkan kabel positif (+) alat pengisi ke terminal
positif (+) batere .
Hubungkan kabel negatif (-) alat pengisi/charger ke
terminal negatif (-) batere.
Normal
Cepat
Arus pengisian
0,4 A
4,0 A
Waktu pengisian
5 - 10 jam
0,5 jam
AWAS !
Batere mengeluarkan gas-gas yang gampang
meledak; jauhkan dari percikan bunga api, api dan
rokok. Sediakan ventilasi yang cukup sewaktu mengisi
batere.
Matikan atau hidupkan ON/OFF pada alat pengisi,
bukan pada terminal batere.
PERHATIAN.
Pengisian cepat hanya boleh dilakukan pada saat
darurat; lebih baik isi muatan listrik dengan arus kecil.
Untuk pengisian batere, jangan melampaui arus
pengisian dan waktu yang ditentukan. Arus yang
berlebihan atau waktu pengisian yang terlalu lama
dapat merusak batere.
BATERE/SISTEM PENGISIAN
14-7
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 235
BATERE/SISTEM PENGISIAN
GPEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN
PEMERIKSAAN VOLTASE YANG DIATUR
PERINGATAN
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk
melakukan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa
daerah kerja mempunyai ventilasi yang baik.
Jangan pernah menghidupkan mesin dalam
tempat tertutup. Gas buang mesin mengandung
gas karbon monoksida beracun yang dapat
menyebabkan kehilangan kesadaran dan
akhirnya menimbulkan kematian.
CATATAN
Pastikan batere berada dalam kondisi baik
sebelum melakukan pemeriksaan ini.
ARUS PENGISIAN :
Panaskan mesin hingga suhu kerja normal.
Matikan mesin, dan hubungkan multimeter seperti
tampak pada gambar.
AWAS!
Untuk mencegah hubungan pendek, pastikan
dengan benar yang mana terminal/kabel yang
positif dan negatif.
Jangan memutuskan hubungan batere kabel
manapun juga pada sistem pengisian tanpa
mematikan kunci kontak terlebih dahulu. Jika
peringatan ini tidak diikuti baik-baik, tester atau
komponen listrik dapat rusak.
G
G
Hidupkan lagi mesin, ukur voltase pada multimeter.
VOLTASE YANG DIATUR: 14,0 - 15,0 V pada 5.000
rpm.
Batere dalam keadaan normal jika pada multimeter
terbaca voltase yang diatur.
CATATAN
Kecepatan perubahan kenaikan voltase tidak
dapat diperiksa karena senantiasa berubah
dengan suhu dan beban generator.
Batere yang harus sering diisi menandakan bahwa
kondisi batere sudah memburuk walaupun nampak
normal pada saat pemeriksaan voltase yang diatur.
Sirkuit pengisian kemungkinan tidak normal jika
timbul salah satu dari gejala di bawah ini:
1.
Voltase tidak naik hingga voltase yang diatur (hal
14-3)
Hubungan sirkuit terbuka atau pendek pada
kabel utama sistem pengisian atau konektor tidak
terhubung dengan baik.
Hubungan terbuka atau pendek pada alternator
Regulator/rectifier rusak.
G
G
G
2.
Voltase yang diatur terlalu tinggi (hal 14-4)
Voltase regulator/rectifier tidak terhubung
kemassa dengan baik.
Batere rusak.
Regulator/rectifier rusak.
14-8
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 236
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
ARUS PENERANGAN :
CATATAN
Ukur voltase dengan kawat konektor-konektor
lampu depan dihubungkan.
Lepaskan tutup depan stang kemudi (hal 2-6)
Hubungkan jarum pemeriksa positif (+) voltmeter ke
lampu depan.
Terminal biru, dan jarum pemeriksa negatif (-) ke
terminal kawat Hijau.
Hidupkan mesin dan saklar lampu pada posisi “ON”
dan saklar lampu jauh posisi “HI”, dan baca
pengukuran voltasenya.
VOLTASE YANG DIATUR:12,6- 13,6 V pada 5.000 rpm
PEMERIKSAAN KEBOCORAN ARUS
Matikan kunci kontak dan putuskan hubungan kabel
negatif dari batere.
Hubungkan jarum pemeriksa ampermeter (+) ke
kabel massa dan jarum pemeriksa ampermeter (-)
ke terminal (-) batere.
Dengan dalam keadaan kunci kontak posisi OFF,
periksa kebocoran arus.
CATATAN
Sewaktu mengukur arus dengan menggunakan
tester, pasang dulu ke daerah pengukuran yang
tinggi, dan kemudian turunkan daerah
pengukuran hingga tingkat yang sesuai dengan
keperluan. Jika arus listrik lebih besar dari pada
daerah pengukuran yang dipilih dapat berakibat
putusnya sekring pada tester.
Sewaktu mengukur arus listrik, jangan putar
kunci kontak ke posisi ON. Arus yang mendadak
timbul dapat memutuskan sekring pada tester.
KEBOCORAN ARUS YANG DITENTUKAN :
maksimum 1mA
Jika kebocoran arus melampaui nilai yang ditentukan,
kemungkinan besar ada terjadi hubungan singkat
didalam rangkaian listrik.
Tentukan letaknya hubungan singkat dengan
melepaskan hubungan satu persatu dan mengukir
arus listriknya.
BATERE/SISTEM PENGISIAN
TEGANGAN
BATERE
14-9
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 237
BATERE/SISTEM PENGISIAN
PEMERIKSAAN ALTERNATOR
CATATAN
Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan
kumparan stator dalam keadaan terpasang.
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor 4P alternator.
Periksa tahanan antar terminal-terminal berikut:
STANDAR :
Kumparan pengisian (Putih - Hijau): 0,1 - 0,8 Ω (pada
20
oC).
Kumparan penerangan (Kuning-Hijau): 0,1 - 0,6 Ω
(pada 20
oC).
Ganti stator alternator jika hasil bacaan terlalu jauh
dari standar.
Lihat bab 10 untuk pelepasan stator.
REGULATOR/RECTIFIER
PEMERIKSAAN SISTEM
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor 4P regulator/rectifier, dan periksa
konektor-konektor terhadap terminal-terminal yang
longgar atau berkarat.
Jika bacaan voltase yang diatur (lihat hal 14 - 8) di
luar spesifikasi yang ditentukan, ukur voltase antara
terminal-terminal konektor (pada kabel bodi)
sebagai berikut :
Bagian yang diperiksa
Terminal
Spesifikasi
Kabel pengisian batere
Merah (+) dan massa (-)
Tegangan batere naik
Kabel kumparan pengisian
Kuning dan Hijau
0,1-0,8 Ω (pada 20°C)
Kabel kumparan
Penerangan
Putih dan massa
0,1 - 0,6 Ω (pada 20°C)
Kabel massa
Hijau dan massa
Harus ada kontinuitas
Jika semua komponen sistem pengisian normal dan
tidak ada sambungan yang longgar pada konektor
regulator/rectifier, ganti unit regulator/rectifier apabila
nilai tahanan diantara terminal-terminal tidak normal.
14-10
KONEKTOR KUMPARAN PEMBANGKIT
KONEKTOR 4P ALTERNATOR
KONEKTOR 4P
REGULATOR/RECTIFIER
KONEKTOR 4P
BATERE/SISTEM PENGISIAN
Halaman 238
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan baut pemasangan unit regulator/rectifier.
Lepaskan konektor dan lepaskan unit regulator/rec-
tifier.
Pasang unit regulator/rectifier dalam urutan terbalik
daripada pelepasan.
BATERE/SISTEM PENGISIAN
BAUT
REGULATOR/RECTIFIER
KONEKTOR 4P
14-11
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 239
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SISTEM PENGAPIAN
15
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 240
SISTEM PENGAPIAN
DIAGRAM SISTEM
KUNCI KONTAK
UNIT CDI
KUMPARAN PENGAPIAN
BUSI
ALTERNATOR
GENERATOR PULSA PENGAPIAN
(1) KUNCI KONTAK
G
Bu/Y
G
Bu/Y
G
Bl/W
Bl/R
(2) KUMPARAN
PENGAPIAN
Bu/Y
(3) CDI UNIT
Bl/R
Y
(6) To REGULATOR/
RECTIFIER
W
(4) GENERATOR PULSA
(5) ALTERNATOR
Bl : Black
Bu : Blue
W : White
Y : Yellow
R : Red
G : Green
15-0
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 241
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
DIAGRAM SISTEM
15 - 0
GENERATOR PULSA PENGAPIAN
15 - 8
KETERANGAN SERVIS
15 - 1
KUMPARAN PEMBANGKIT ALTERNATOR
15 - 9
CARA MENGATASI KESUKARAN
15 - 3
UNIT CDI
15 - 9
PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN
15 - 4
WAKTU PENGAPIAN
15 -10
COIL PENGAPIAN
15 - 7
KETERANGAN SERVIS
UMUM
PERINGATAN
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk dapat melakukan suatu pekerjaan, pastikan ruangan kerja
berventilasi baik. Jangan pernah menjalankan mesin dalam ruangan tertutup. Gas buang mengandung
gas karbon monoksida yang beracun yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan dapat
mengakibatkan kematian.
AWAS
Beberapa komponen elektrikal dapat rusak jika terminal-terminal atau konektor dihubungkan atau
diputuskan hubungannya pada saat kunci kontak ON dan ada arus listrik.
Waktu memeriksa sistem pengapian, selalu ikuti langkah-langkah yang dicantum pada tabel cara mengatasi
kesukaran (hal 15-3).
Sistem pengapian CDI menggunakan sistem pengaturan pengapian secara elektronik. Tidak ada penyetelan-
penyetelan yang dapat dilakukan untuk mengubah waktu pengapian.
Untuk CDI dapat rusak apabila dijatuhkan. Juga, apabila konektor dilepaskan sewaktu ada arus yang mengalir,
Voltase berlebihan yang dihasilkan dapat merusak unit. Selalu matikan kunci kontak sebelum melakukan
pemeriksaan.
Sistem pengapian yang tidak bekerja dengan baik sering disebabkan oleh konektor-konektor yang
sambungnya jelek. Periksalah sambungan-sambungan itu sebelum melakukan pemeriksaan sistem.
Gunakan busi dengan derajat panas yang tepat. Penggunaan busi dengan derajat panas yang tidak tepat
dapat merusak mesin.
SPESIFIKASI
BAGIAN
SPESIFIKASI
Busi
Standar
U22 FS-U (ND), C7HSA (NGK)
Pada kecepatan tinggi terus menerus
U24 FS-U (ND), C8HSA (NGK)
Jarak renggang busi
0,6 – 0,7mm
Tegangan puncak coil pengapian
Minimum 100 V
Tahanan coil
Primer (20°C/68°F)
0,5 – 0,6 Ω
Pengapian
Sekunder
Dengan tutup busi
11,5 –14,5 k Ω
(20°C)
Tanpa tutup busi
7,8 – 8,2 k Ω
Tegangan puncak generator pulsa pengapian
Minimum 0.7 V
Tahanan generator pulsa pengisian (20°C)
50 –170 Ω
Tegangan puncak kumparan pembangkit alternator
Minimum 100 V
Tahanan kumparan pembangkit alternator (20°C)
100 – 400 Ω
Waktu pengapian
15° Sebelum TMA pada 1500 ± 100 rpm
15. SISTEM PENGAPIAN
15-1
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 242
SISTEM PENGAPIAN
KUNCI PERKAKAS
Imre diagnostic tester (model 625) atau
Adaptor tegangan puncak
07HGJ-0020100 dengan multimeter digital (Impedansi 10MΩ
/ DCV minimum)
CARA MENGATASI KESUKARAN
·
Periksa halaman-halaman berikut ini sebelum mendiagnosis sistem.
- Busi rusak
- Tutup busi atau hubungan kabel busi longgar.
- Tutup busi kemasukan air (mengurangi tegangan sekunder coil pengapian)
·
Jika tidak ada percikan bunga api pada silinder, tukar coil pengapian untuk sementara dengan yang baik
dan lakukan uji percikan bunga api. Jika ada bunga api, berarti coil pengapian rusak.
Tidak ada percikan bunga api pada busi
Kondisi tidak lazim
Tegangan primer
coil pengapian
Tegangan puncak rendah
Tidak ada tegangan puncak
15-2
Kemungkinan penyebab
1. Impendansi multimeter terlalu rendah.
2. Kecepatan perputaran starter listrik terlalu
rendah. Muatan listrik batere kurang.
3. Sample timing tester dan pulsa yang diukur
tidak sinkron.
(Sistem adalah normal apabila tegangan
yang diukur lebih tinggi daripada tegangan
standard sekurangnya sekali).
4. Konektor tidak tersambung dengan baik,
atau ada Rangkaian terbuka di dalam sistem
pengapian.
5. Kumparan pembangkit rusak (ukur tegangan
puncak).
6. Coil pengapian rusak.
7. CDI unit rusak (jika no. 1-6 diatas adalah nor-
mal).
1. Sambungan adaptor tegangan puncak tidak
tersambung dengan betul.
2. Ada hubungan singkat pada kabel hitam/
putih daripada CDI unit.
3. Kunci kontak atau tombol pemati mesin
rusak.
4. Konektor CDI unit longgar atau tidak
tersambung dengan baik.
5. Ada rangkaian terputus atau sambungan
yang buruk ke kabel massa (hijau) daripada
CDI unit.
6. Adaptor tegangan puncak rusak.
7. Kumparan pembangkit rusak (ukur tegangan
puncak).
8. Generator pulsa rusak (ukur tegangan
puncak).
9. Unit CDI rusak (jika no. 1-8 di atas normal).
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 243
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Kondisi tidak lazim
Tegangan puncak normal,
tapi tidak ada percikan
bunga api pada busi.
1. Busi rusak atau ada kebocoran arus sekunder
coil pengapian.
2. Coil pengapian rusak.
Kumparan pembangkit
Tegangan puncak rendah.
1. Impendansi multimeter terlalu rendah.
2. Kecepatan perputaran starter listrik terlalu
rendah.
Muatan listrik batere kurang.
3. Sampele timing tester yang diukur tidak sinkron
(sistem adalah normal apabila tegangan yang
diukur lebih tinggi dari pada tegangan standard
sekurangnya sekali).
4. Kumparan pembangkit rusak (jika no. 1-3 di atas
normal).
1. Adaptor tegangan puncak rusak.
2. Kumparan pembangkit rusak.
Tidak ada tegangan
puncak.
Generator Pulsa
Tegangan puncak rendah.
1. Impendansi multimeter terlalu rendah.
2. Kecepatan perputaran starter listrik terlalu rendah
Muatan listrik batere kurang.
3. Sample timing tester dan pulsa yang diukur tidak
sinkron (sistem adalah normal apabila tegangan
yang diukur lebih tinggi daripada tegangan
standard sekurangnya sekali).
4. Generator pulsa rusak (jika no. 1-3 di atas adalah
normal).
Tidak ada tegangan
puncak.
1. Adaptor tegangan puncak rusak.
2. Kumparan pembangkit rusak.
SISTEM PENGAPIAN
Kemungkinan penyebab
15-3
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 244
SISTEM PENGAPIAN
PEMERIKSAAN SISTEM
PENGAPIAN
CATATAN
Jika tidak ada percikan bunga api pada busi,
periksalah semua sambungan terhadap kontak
longgar sebelum mengukur tegangan puncak.
Pembacaan pengukuran dapat berbeda
tergantung pada impedansi pemasukan
multimeter. Oleh karena itu, hanya gunakan
multimeter dengan impedansi pemasukan lebih
tinggi daripada 10 MOhm/DCV.
Sambungkan adaptor tegangan puncak/peak volt-
age adaptor ke multimeter digital.
KUNCI PERKAKAS
Peak Voltage adaptor.
07HGJ-0020100
dan multimeter digital dengan impedansi pemasukan
lebih tinggi dari 10 MOhm/DCV.
TEGANGAN PRIMER PUNCAK COIL PENGAPIAN
CATATAN
Periksa sambungan-sambungan sistem
sebelum pengetesan. Konektor yang tidak
tersambung dengan baik dapat mengakibatkan
pembacaan yang salah.
Periksa bahwa tekanan kompressi silinder nor-
mal dan busi terpasang dengan baik pada
kepala silinder.
Lepaskan tutup pipa utama (hal 2-2).
Pindahkan transmisi ke netral, lepaskan topi busi dari
busi.
Hubungkan busi yang diketahui baik pada topi busi
dan tempelkan massanya ke mesin seperti pada
gambar.
15-4
MULTIMETER DIGITAL
ADAPTOR
TEGANGAN PUNCAK
BUSI
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 245
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Dalam keadaan kabel primer coil pengapian
terhubungkan, hubungkan adaptor tegangan puncak
(peak voltage adaptor) ke coil pengapian.
SAMBUNGAN:
Terminal Hitam/Kuning (+) ke Massa (-)
Putar kunci kontak ke “ON”.
Hidupkan mesin dan baca tegangan primer puncak
dari coil pengapian primer.
TEGANGAN PUNCAK: minimum 100 V
AWAS!
Untuk menghindarkan terjadinya kejutan listrik
selama pengukuran tegangan, jangan sentuh
bagian logam jarum pemeriksa.
Jika tegangan puncak tidak normal, periksalah
terhadap rangkaian listrik terbuka atau adanya
konektor yang tidak tersambung dengan baik pada
kabel hitam/kuning.
Jika tidak ada kerusakan-kerusakan pada kabel-
kabel, lihatlah ke tabel cara mengatasi kesukaran
(hal 15-2).
TEGANGAN PUNCAK GENERATOR PULSA
PENGAPIAN
CATATAN
Periksa kompresi silinder dan periksa apakah
busi terpasang dengan benar.
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor 6P dari Unit CDI.
Hubungkan jarum pemeriksa adaptor tegangan
puncak ke terminal-terminal konektor dari kabel bodi.
KUNCI PERKAKAS:
Imrie diagnostic tester (model 625) atau
Peak voltage adaptor
07HGJ - 0020100 dan
multimeter digital dengan impedansi pemasukan
lebih tinggi dari 10 MOhm / DCV.
SAMBUNGAN:
Terminal Biru/Kuning (+) ke Hijau (-).
Hidupkan mesin dan baca tegangan puncak.
TEGANGAN PUNCAK: minimum 0,7 V
AWAS!
Untuk mencegah terjadinya kejutan listrik
selama pengukuran tegangan, jangan sentuh
bagian logam jarum pemeriksa.
SISTEM PENGAPIAN
TERMINAL PRIMER
COIL PENGAPIAN
ADAPTOR TEGANGAN PUNCAK
ADAPTOR TEGANGAN PUNCAK
KONEKTOR CDI
15-5
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 246
SISTEM PENGAPIAN
SISTEM PENGAPIAN
Jika tegangan puncak yang diukur pada konektor Unit
CDI tidak normal, ukur tegangan puncak pada
konektor 4P generator pulsa pengapian.
Lepaskan konektor 4Pgenerator pulsa pengapian
dan hubungkan jarum pemeriksa tester ke terminal
(Biru/Kuning dan Hijau).
Dengan cara yang sama seperti pada konektor Unit
CDI, ukur tegangan puncak dan bandingkan dengan
tegangan yang diukur pada konektor Unit CDI.
·
Jika tegangan puncak yang diukur pada konektor
Unit CDI tidak normal dan yang diukur pada gen-
erator pulsa pengapian normal, berarti terdapat
sirkut terbuka atau hubungan longgar pada kabel
bodi.
·
Jika kedua ukuran tegangan puncak yang diukur
tidak normal, periksa setiap bagian pada tabel cara
mengatasi kesukaran. Jika semua bagian normal,
berarti generator pulsa pengapian rusak.
TEGANGAN PUNCAK KUMPARAN PEMBANGKIT
ALTERNATOR
CATATAN
Periksa kompresi silinder dan periksa apakah
busi terpasang dengan benar.
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor 6P dari Unit CDI.
Hubungkan jarum pemeriksa adaptor tegangan
puncak ke terminal-terminal konektor dari kabel bodi.
KUNCI PERKAKAS:
Imrie diagnostic tester (model 625) atau
Peak voltage adaptor
07HGJ - 0020100 dan
multimeter digital dengan impedansi pemasukan
lebih tinggi dari 10 MOhm / DCV.
SAMBUNGAN:
Terminal Hitam/Merah (+) ke Hijau (-).
Hidupkan mesin dan baca tegangan puncak.
TEGANGAN PUNCAK: minimum 100 V
PERINGATAN !!
Jangan sampai menyentuh busi dan jarum-
jarum pemeriksa untuk mencegah terjadinya
kejutan listrik.
15-6
KONEKTOR GENERATOR PULSA PENGAPIAN
ADAPTOR TEGANGAN PUNCAK
KONEKTOR CDI
ADAPTOR TEGANGAN PUNCAK
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 247
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Jika tegangan puncak yang diukur pada konektor Unit
CDI tidak normal, ukur tegangan puncak pada
konektor kumparan pembangkit alternator.
Lepaskan konektor kumparan pembangkit alterna-
tor dan hubungkan jarum pemeriksa tester ke termi-
nal Hitam/Merah dan Massa.
Dengan cara yang sama seperti pada konektor Unit
CDI, ukur tegangan puncak dan bandingkan dengan
tegangan yang diukur pada konektor Unit CDI.
Jika tegangan puncak yang diukur pada konektor
Unit CDI tidak normal dan yang diukur pada
kumparan pembangkit alternator normal, berarti
terdapat sirkut terbuka atau hubungan longgar
pada kabel bodi.
Jika kedua ukuran tegangan puncak tidak nor-
mal, periksa setiap bagian pada tabel cara
mengatasi kesukaran. Jika semua bagian nor-
mal, berarti kumparan pembangkit alternator
rusak. Lihat bagian 9 untuk penggantian stator.
COIL PENGAPIAN
PEMERIKSAAN
Lepaskan pelindung kaki (hal 2-2).
Lepaskan tutup busi, konektor kabel primer.
Ukur tahanan antara terminal kabel primer dan
massa.
STANDAR: 0,5 - 0,6 Ω (20oC)
SISTEM PENGAPIAN
KONEKTOR KUMPARAN PEMBANGKIT
ADAPTOR TEGANGAN PUNCAK
KONEKTOR PRIMER
TUTUP BUSI
KONEKTOR PRIMER
15-7
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 248
SISTEM PENGAPIAN
Ukur tahanan kumparan sekunder antara terminal
kabel primer dan tutup busi.
STANDAR: 11,5 - 14,5 Ω (20oC)
Lepaskan tutup busi dari kabel busi.
Ukur tahanan kumparan sekunder antara terminal
kabel primer dan kabel busi.
STANDAR: 7,8 - 8,2 Ω (20oC)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan tutup busi dari busi.
Lepaskan konektor kabel-kabel primer.
Lepaskan sekrup-sekrup, eyelet massa dan coil
pengapian.
Proses pemasangan adalah kebalikan dari proses
pelepasan.
GENERATOR PULSA PENGAPIAN
PEMERIKSAAN
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor 4P generator pulsa pengapian.
Ukur tahanan generator pulsa pengapian antara ter-
minal Biru/Kuning dan Hijau.
STANDAR: 50 - 170 Ω (20oC)
15-8
TUTUP BUSI
KABEL BUSI
SEKRUP
TUTUP BUSI
KONEKTOR PRIMER
KONEKTOR 4P
ALTERNATOR
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 249
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
KUMPARAN PEMBANGKIT AL-
TERNATOR
PEMERIKSAAN
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor pembangkit.
Ukur tahanan kumparan pembangkit alternator
antara terminal Hitam/Merah dan Massa.
STANDAR: 100 - 400 Ω (20oC)
UNIT CDI
PEMERIKSAAN SISTEM
Lepaskan konektor 6P Unit CDI, dan periksa
terhadap adanya hubungan yang longgar atau ter-
minal-terminal yang berkarat.
Ukur tahanan antara terminal-terminal konektor
(pada kabel bodi) sebagai berikut :
Bagian
Terminal
Spesifikasi
Kabel voltase batere
Hijau muda (+)
Voltase batere timbul
dan hijau (-)
pada saat kunci kontak ON
Kumparan primer coil
Hitam/Kuning
0,5 - 0,6 Ω (20oC)
pengapian
dan Hijau
Kabel kumparan
Hitam/Merah
100 - 400 Ω (20oC)
pembangkit alternator
dan Hijau
Kabel kumparan gene-
Biru/Kuning
180 - 280 Ω (20oC)
rator pulsa pengapian
dan Hijau
Kabel massa
Hijau dan Massa
Harus ada kontinuitas
PENGGANTIAN
Lepaskan Unit CDI dari pemegangnya.
Pasang Unit CDI dalam urutan terbalik daripada
pelepasan.
SISTEM PENGAPIAN
KONEKTOR KUMPARAN PEMBANGKIT
KONEKTOR 6P CDI
CDI
KONEKTOR 6P CDI
15-9
SISTEM PENGAPIAN
Halaman 250
SISTEM PENGAPIAN
WAKTU PENGAPIAN
AWAS!
Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk
melakukan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa
daerah kerja berventilasi baik. Jangan sekali-
kali menjalankan mesin di dalam ruangan
tertutup. Gas buang mengandung gas karbon
monoksida beracun yang dapat menghilangkan
kesadaran dan akhirnya menimbulkan
kematian.
CATATAN
Baca instruksi cara kerja timing light.
Panaskan mesin.
Matikan mesin dan lepaskan tutup lubang
pemeriksaan tanda pengapian.
Hubungkan timing light ke kabel busi.
Hidupkan mesin pada putaran stasioner.
PUTARAN STASIONER: 1400 + 100 rpm
Waktu pengapian sudah benar apabila tanda “F”
bertepatan dengan tanda penyesuai pada tutup bak
mesin kiri.
Periksa apakah cincin-O berada dalam kondisi baik,
ganti jika perlu.
Lumasi oli pada cincin-O, kemudian pasang dan
kencangkan tutup lubang pemeriksaan tanda
pengapian.
15-10
TUTUP LUBANG PEMERIKSAAN TANDA PENGAPIAN
TIMING LIGHT
TANDA PENYESUAI
TANDA "F"
TUTUP LUBANG PEMERIKSAAN TANDA PENGAPIAN
CINCIN-O
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 251
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SISTEM STARTER LISTRIK
16
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 252
# SISTEM STARTER LISTRIK
KUNCI KONTAK
SAKLAR STARTER
BATERE
RELAY STARTER
MOTOR STARTER
```
┌───────┐
R─┤ ├─R
│ ⊕ │
│ BATERE│ (1) BATERE
│ ⊖ │
└───────┘
│
│ R
│
(4) SEKE-
│ RING
│
R ○
│
│
│ BI
└─────○───┐
│
│
│
│ R/W ───────(M)───┐
(5) KUNCI KONTAK ┌───────────┐ │(3) MOTOR STARTER
│ │ │
│ ┌───────┐ │ │
│ │ │ │ │
│ │ │ │ │
│ └───────┘ │ │
│ RELAY │ │
│ STARTER │ │
└───────────┘ │
│ Y/R │ G
│ │
└─────○───○──┴─────── G
(6) SAKLAR STARTER └────┴
│
│
│ G
▼
```
**Keterangan Warna:**
Bl : Black
Bu : Blue
W : White
Y : Yellow
R : Red
G : Green
16-0
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 253
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
16. SISTEM STARTER LISTRIK
DIAGRAM SISTEM
16 - 0
MOTOR STARTER
16 - 4
KETERANGAN SERVIS
16 - 1
SAKLAR RELAY STARTER
16 - 9
CARA MENGATASI KESUKARAN
16 - 2
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Motor stater dapat diservis dengan mesin dalam keadaan terpasang pada rangka.
Untuk pelepasan/pemasangan roda gigi starter penggerak dan roda gigi starter yang digerakkan, lihat bab 10.
SPESIFIKASI
Besaran: mm
BAGIAN
STANDAR
BATAS SERVIS
Panjang sikat motor starter
12,0
4,0
16-1
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 254
SISTEM STARTER LISTRIK
CARA MENGATASI KESUKARAN
Motor starter tidak berputar
Periksa terhadap adanya sekring-sekring yang terbakar sebelum melakukan pekerjaan servis.
Pastikan batere terisi penuh dan berada dalam keadaan baik.
Terdengar bunyi
"KLIK"
Periksa cara kerja saklar relay starter. Harus
terdengar bunyi "KLIK" ketika tombol saklar
starter ditekan.
Tidak terdengar bunyi "KLIK"
Lepaskan konektor saklar relay starter, dan
periksa terminal Hijau muda/Merah dan
Massa sementara transmisi berada pada
posisi netral.
Tidak normal
Normal
Hubungkan konektor saklar relay starter.
Sementara kunci kontak pada posisi "ON"
dan saklar starter ditekan, ukur tegangan re-
lay starter pada konektor saklar starter
(antara Kuning/Merah (+) dan Massa (-).
Tidak ada
tegangan
Ada tegangan
Normal
Kontak pada konektor saklar relay starter
longgar.
Periksa cara kerja saklar relay starter.
Tidak normal
16-2
Berikan tegangan batere ke motor
starter secara langsung dan periksa
cara kerjanya.
Tidak normal
Normal
Kabel motor starter
tidak terhubung
dengan baik.
Saklar relay starter
rusak (hal. 15-8).
Motor starter
rusak (hal. 16-4).
Saklar posisi gigi rusak (hal 16-10).
Konektor saklar relay starter longgar.
Ada rangkaian terbuka pada kabel bodi.
Kunci kontak rusak.
Saklar starter rusak.
Sekring terbakar
Konektor-konektor longgar.
Ada rangkaian terbuka pada
kabel bodi
Saklar relay starter rusak.
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 255
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Motor starter memutar mesin dengan lambat
Tegangan batere rendah
Kabel terminal batere tidak tersambung dengan baik
Kabel motor starter tidak tersambung dengan baik
Motor starter rusak.
Kabel massa batere tidak terhubung dengan baik
Motor starter berputar, tetapi mesin tidak ikut berputar
Motor starter berputar terbalik
• Tutup motor tidak dirakit dengan benar
• Terminal-terminal tidak terhubung dengan baik
Pinion starter rusak.
Roda gigi penggerak starter tidak bekerja dengan baik atau rusak
Saklar relay starter berbunyi “Klik”, tapi mesin tidak berputar
Poros engkol tidak berputar disebabkan problem pada mesin
SISTEM STARTER LISTRIK
16-3
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 256
SISTEM STARTER LISTRIK
MOTOR STARTER
PELEPASAN
AWAS !
Sebelum melakukan servis motor stater
letakkan kunci kontak pada posisi “OFF” dan
lepaskan kabel negatif pada batere.
Lepaskan pelindung kaki (hal 2-2)
Lepaskan tutup bak mesin kiri (hal 10-2)
Lepaskan cincin pengunci dari sproket penggerak
starter.
Lepaskan konektor kabel motor starter.
Lepaskan baut-baut pemasangan motor starter dan
eyelet massa.
Keluarkan motor starter dari dalam bak mesin.
PEMBONGKARAN
Lepaskan sekrup dan kabel motor starter dari motor
starter.
16-4
CINCIN PENGUNCI
KONEKTOR MOTOR STARTER
MOTOR STARTER
EYELET MASSA
BAUT
SEKRUP
BAUT
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 257
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
CATATAN
Hati-hati jangan sampai pegas sikat hilang.
Lepaskan sekrup-sekrup tutup motor starter dan
bongkar motor starter.
PEMERIKSAAN
Periksa sikat-sikat terhadap kerusakan dan ukur
panjang sikat.
BATAS SERVIS : 4,0 mm
Periksa lempengan-lempengan komutator terhadap
adanya perubahan warna.
Jika lempengan-lempengan berubah warna secara
berpasangan berarti ada kumparan-kumparan
armatur yang terhubung singkat, Dalam hal ini mo-
tor starter harus diganti dengan yang baru.
CATATAN
Jangan gunakan kertas amplas pada komutator.
Periksa terhadap kontinuitas di antara pasangan
lempengan kumutator; seharusnya ada kontinuitas.
SISTEM STARTER LISTRIK
SEKRUP
ARMATUR
KOMUTATOR
16-5
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 258
SISTEM STARTER LISTRIK
Juga, periksa terhadap adanya kontinuitas di antara
masing-masing lempengan kumutator dan poros
armatur; seharusnya tidak ada kontinuitas.
PERAKITAN
TUTUP MOTOR
ARMATUR
SIKAT
PEMEGANG SIKAT
Pasang pegas-pegas sikat dan sikat-sikat pada
pemegang sikat. Tahan sikat-sikat dan pasang
armatur pada pemegang sikat.
16-6
TUTUP DEPAN
GASKET
RAKITAN RODA GIGI REDUKSI
TUTUP BELAKANG
ARMATUR
PEMEGANG SIKAT
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 259
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
Lumasi gemuk pada cincin-O dan pasangkan pada
alur pada tutup bagian depan.
Pasang tutup motor starter pada pemegang sikat.
Pasang rakitan gigi reduksi starter pada tutup depan.
Pasang gasket baru pada tutup belakang.
Pasang tutup belakang pada tutup depan.
Pasang
dan
kencangkan
sekrup-sekrup
pemasangan tutup motor starter.
Pasang kabel motor starter ke motor starter, dan
kencangkan sekrup.
SISTEM STARTER LISTRIK
CINCIN-O
TUTUP MOTOR
TUTUP DEPAN
TUTUP BELAKANG
RAKITAN GIGI REDUKSI
GASKET BARU
SEKRUP
SEKRUP
BAUT
16-7
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 260
SISTEM STARTER LISTRIK
PEMASANGAN
Tempatkan kabel motor starter dan kabel massa pada
posisinya.
Lumasi oli mesin bersih pada cincin-O yang baru.
Pasang cincin-O baru pada bos motor starter.
Pasang motor starter pada bak mesin.
Pasang eyelet massa seperti pada gambar,
kemudian pasang dan kencangkan baut-baut
pemasangan motor starter dengan erat.
Pasang cincin pengunci pada alur poros motor starter
dengan baik.
Hubungkan konektor kabel motor starter.
Pasang bagian-bagian yang dilepaskan dalam urutan
terbalik daripada pelepasan.
16-8
CINCIN-O
MOTOR STARTER
EYELET MASSA
MOTOR STARTER
BAUT
CINCIN PENGUNCI
KONEKTOR MOTOR STARTER
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 261
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
SAKLAR RELAY STARTER
PEMERIKSAAN CARA KERJA
Lepaskan tutup samping kanan (hal 2-4).
Pindahkan gigi transmisi ke posisi netral.
Putar kunci kontak ke posisi ON dan tekan tombol
saklar starter.
Kumparan saklar relay starter adalah normal jika ada
bunyi ‘klik’ pada saklar relay starter.
Jika tidak terdengar bunyi ‘klik’ pada saklar, periksa
saklar relay dengan menggunakan prosedur seperti
di bawah ini.
PEMERIKSAAN SISTEM
Lepaskan konektor relay.
Periksa terhadap kontinuitas dan tegangan antara
terminal-terminal pada kabel bodi sebagai berikut :
Bagian
Terminal
Spesifikasi
Kabel input tegangan
Merah (+)
Seharusnya
motor starter
dan Massa (-)
ada tegangan
Kabel input kumparan
Kuning/Merah
Sekarang ada
relay
dan Massa
tegangan ketika
tombol starter
ditekan dan kunci
kontak pada posisi
ON.
Kabel output motor
Merah/Putih
Harus ada
starter
dan Massa
kontinuitas
PEMERIKSAAN UNIT
Lepaskan konektor 4P relay starter dan lepaskan
relay starter.
Ketika tegangan batere dipasang di antara terminal
relay starter Kuning/Merah dan terminal Hijau muda/
Merah, harus ada kontinuitas antara terminal-termi-
nal Merah dan Merah/Putih.
Jika tidak ada kontinuitas, ganti relay starter.
SISTEM STARTER LISTRIK
RELAY STARTER
RELAY STARTER
KONEKTOR
BATERE
16-9
SISTEM STARTER LISTRIK
Halaman 262
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/
SAKLAR-SAKLAR
17
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 263
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
KUNCI KONTAK
SAKLAR REM DEPAN
SAKLAR STANG KEMUDI
UNIT SENSOR TINGGI PERMUKAAN BAHAN BAKAR
KLAKSON
SAKLAR POSISI GIGI
SAKLAR REM BELAKANG
17-0
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 264
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
17. LAMPU-LAMPU/ METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
KETERANGAN SERVIS
17 - 1
SAKLAR-SAKLAR STANG KEMUDI
17 - 9
CARA MENGATASI KESUKARAN
17 - 1
SAKLAR LAMPU REM
17 -10
LAMPU DEPAN
17 - 2
SAKLAR/INDIKATOR POSISI GIGI
17 -10
LAMPU SEIN
17 - 3
SENSOR TINGGI PERMUKAAN
BAHAN BAKAR
17 -12
LAMPU KOMBINASI BELAKANG
17 - 4
KLAKSON
17 -14
SPEEDOMETER
17 - 5
RELAY LAMPU SEIN
17 -14
KUNCI KONTAK
17 - 8
KETERANGAN SERVIS
UMUM
Tes kontinuitas dapat dilakukan tanpa melepaskan saklar-saklar dari sepeda motor.
SPESIFIKASI
BAGIAN
SPESIFIKASI
Bola lampu Lampu depan (lampu jauh/dekat)
12 V - 35 / 30 W
Lampu rem/belakang
12 V - 18 / 5 W
Lampu sein depan
12 V - 10 W x 2
Lampu sein belakang
12 V - 10 W x 2
Lampu penerangan instrumen
12 V - 1,7 x 2
Lampu indikator lampu sein
12 V - 3 W x 2
Lampu indikator lampu jauh
12 V - 1,7 W
Lampu indikator posisi gigi
12 V - 1,7 W x 5
Sekring
10 A
CARA MENGATASI KESUKARAN
Indikator posisi gigi tidak menyala pada saat kunci
kontak diputar ke posisi “ON”.
Bola lampu terbakar atau rusak
Saklar posisi gigi rusak
Rangkaian terbuka pada kabel bodi
Sekring terbakar
Konektor tidak terhubung dengan baik atau
longgar.
Indikator posisi gigi menyala tapi redup, pada saat
kunci kontak diputar ke posisi “ON”
Tegangan batere rendah
Bola lampu rusak
Lampu depan tidak menyala atau bola lampu sering
terbakar pada saat mesin dihidupkan
Saklar lampu dan/atau lampu jauh rusak
Bola lampu rusak
Kumparan penerangan alternator rusak (bab 13)
Regulator/rectifier rusak
Konektor tidak terhubung dengan baik atau
longgar.
Arah sinar lampu depan tidak berpindah ketika saklar
lampu jauh ditekan
Bola lampu terbakar
Saklar lampu jauh rusak
Konektor tidak terhubung dengan baik atau
longgar.
17-1
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 265
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
LAMPU DEPAN
PENGGANTIAN BOLA LAMPU
Lepaskan tutup depan stang kemudi (hal 2-6).
Lepaskan tutup debu bola lampu depan.
Dorong soket bola lampu dan putar berlawanan
arah jarum jam dan lepaskan soket.
Lepaskan bola lampu depan.
Pasang bola lampu baru dengan mentepatkan
tonjolannya dengan alur pada unit lampu depan.
Pasang soket bola lampu.
Pasang tutup soket bola lampu dengan tanda
“TOP” menghadap ke atas.
17-2
TUTUP DEBU
SOKET BOLA LAMPU
SOKET BOLA LAMPU
TONJOLAN
BOLA LAMPU
TUTUP DEBU
TANDA "TOP"
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 266
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan baut dan cincin washer penyetel lampu
depan.
Buka kait tonjolan-tonjolan dan lepaskan unit lampu
depan
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
proses pelepasan.
Pasang tutup depan stang kemudi (hal 2-7).
LAMPU SEIN
PENGGANTIAN BOLA LAMPU SEIN DEPAN
Lepaskan sekrup dan lensa lampu sein.
Lepaskan bola lampu sein dan gantilah dengan yang
baru.
PENGGANTIAN UNIT LAMPU SEIN DEPAN
Lepaskan tutup stang kemudi (hal 2-6).
Lepaskan ketiga sekrup dan unit lampu sein depan.
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
proses pelepasan.
TONJOLAN
BAUT/CINCIN WASHER
LENSA LAMPU SEIN
SEKRUP
BOLA LAMPU
SEKRUP
UNIT LAMPU SEIN
17-3
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 267
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
PENGGANTIAN
BOLA
LAMPU
SEIN
BELAKANG
Lepaskan sekrup dan tutup belakang (hal 2-7)
Lepaskan sekrup-sekrup dan lensa lampu
belakang/rem dan lensa lampu sein.
Lepaskan bola lampu dan gantilah dengan yang
baru.
LAMPU KOMBINASI BELAKANG
PENGGANTIAN BOLA LAMPU
Lepaskan sekrup-sekrup dan lensa lampu
belakang/rem.
Lepaskan bola lampu belakang/rem dan gantilah
dengan yang baru.
17-4
LENSA LAMPU SEIN
LENSA LAMPU BELAKANG/REM
SEKRUP
BOLA LAMPU
LENSA LAMPU BELAKANG/REM
SEKRUP
BOLA LAMPU
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 268
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
PEMASANGAN/PELEPASAN UNIT LAMPU
KOMBINASI BELAKANG
Lepaskan tutup belakang (hal 2-5).
Lepaskan kotak serba guna (hal 2-11).
Lepaskan konektor 6P unit lampu kombinasi
belakang.
Lepaskan baut-baut pemasangan unit lampu
kombinasi belakang.
Tarik unit lampu kombinasi ke belakang, kemudian
lepaskan unitnya.
Proses pemasangan adalah kebalikan daripada
proses pelepasan.
CATATAN
Pada pemasangan, tepatkan boss - boss pada
unit kombinasi belakang dengan grommet-
grommet pada spakbor belakang.
SPEEDOMETER
PENGGANTIAN BOLA LAMPU
Lepaskan tutup depan stang kemudi (hal 2-6).
Lepaskan sekrup-sekrup dan tutup belakang stang
kemudi.
KONEKTOR 6P
BAUT
UNIT LAMPU KOMBINASI BELAKANG
UNIT LAMPU KOMBINASI BELAKANG
BOSS
GROMMET
SEKRUP
17-5
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 269
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Tarik soket bola lampu instrumen dan indikator keluar
dari speedometer.
Lepaskan bola lampu dari soket dan gantilah dengan
yang baru.
PELEPASAN
Lepaskan tutup stang kemudi (hal 2-6).
Lepaskan konektor 9P (Hitam) dan 6P (Putih) speed-
ometer.
Lepaskan kabel speedometer dari speedometer.
Lepaskan kedua sekrup pemasangan speedometer
dan lepaskan unit speedometer.
PEMBONGKARAN
Buka kait empat tonjolan penahan dan lepaskan
panel depan dan kotak speedometer.
17-6
BOLA LAMPU INSTRUMEN
SOKET BOLA LAMPU
KONEKTOR - KONEKTOR
SEKRUP
UNIT SPEEDOMETER
KABEL SPEEDOMETER
TONJOLAN
PANEL DEPAN
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 270
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan cabang kabel
bodi, kemudian lepaskan bola lampu instrumen dan
indikator dari panel belakang.
Lepaskan ketiga sekrup terminal kabel.
Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan speedometer
dan pisahkan panel belakang dari unit speedometer.
PERAKITAN
Rakit speedometer kebalikan daripada pelepasan.
FRONT PANEL
METER FRAME
SPEEDOMETER
CATATAN
Hubungkan terminal-terminal dan pasang
soket-soket sesuai dengan kode-kode warna
yang terdapat pada tutup bagian bawah.
Tempatkan cabang kabel bodi seperti
ditunjukkan pada gambar.
PEMASANGAN
Pasang speedometer kebalikan daripada pelepasan.
CATATAN
Letakkan kabel speedometer pada posisinya
(hal 1-11).
SEKRUP
SUB-HARNESS
PANEL BELAKANG
SUB-HARNESS
SUB-HARNESS
SEKRUP
17-7
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 271
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
KUNCI KONTAK
PEMERIKSAAN
Lepaskan tutup atas depan (hal 2-2).
Lepaskan konektor kabel 4P (Putih) kunci kontak.
Periksa kontinuitas antara terminal-terminal kabel
pada konektor kunci kontak pada setiap posisi saklar.
Kontinuitas harus ada antara kabel-kabel berkode
warna sebagai berikut:
KUNCI KONTAK
BAT
BAT 1
IG
E
ON
OFF
LOCK
WARNA
MERAH
HITAM
HITAM/
HIJAU
PUTIH
KONEKTOR 4P (PUTIH)
PELEPASAN/ PEMASANGAN
Lepaskan konektor 4P (Putih) kabel kunci kontak.
Lepaskan poros kemudi (hal 12-21)
Lepaskan kedua sekrup dan kunci kontak.
Pasang kunci kontak kebalikan daripada pelepasan.
CATATAN
Lumasi cairan pengunci ke ulir-ulir baut
pemasangan.
17-8
KUNCI KONTAK
KONEKTOR 4P (PUTIH)
KUNCI KONTAK
KUNCI KONTAK
SEKRUP
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 272
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
SAKLAR-SAKLAR STANG KEMUDI
Lepaskan tutup atas depan (hal 2-2).
Lepaskan konektor kabel 9P (Putih) kunci kontak.
Periksa kontinuitas antara terminal-terminal kabel
pada konektor saklar stang kemudi.
Kontinuitas harus ada antara kabel-kabel berkode
warna sebagai berikut:
SAKLAR STARTER
ST
BAT 1
BEBAS
TEKAN
WARNA
KUNING/MERAH
HIJAU
SAKLAR LAMPU
C1
HL
TL
RE
N
H
WARNA
KUNING
COKLAT
SAKLAR LAMPU JAUH
HL
Lo
Hi
Lo
N
Hi
WARNA
PUTIH
BIRU
SAKLAR LAMPU SEIN
R
R
WR
L
N
L
WARNA BIRU MUDA ABU-ABU ORANYE
SAKLAR KLAKSON
Ho
BAT 1
BEBAS
TEKAN
WARNA
HIJAU MUDA
HITAM
SAKLAR STARTER
SAKLAR LAMPU
SAKLAR LAMPU JAUH
SAKLAR LAMPU SEIN
SAKLAR KLAKSON
17-9
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 273
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
SAKLAR LAMPU REM
DEPAN
Lepaskan tutup depan stang kemudi (hal 2-6).
Lepaskan konektor saklar lampu rem depan dan
periksa kontinuitas antara terminal-terminal.
Harus ada kontinuitas dengan ditekannya tuas rem,
dan seharusnya tidak ada kontinuitas jika tuas rem
dilepaskan.
BELAKANG
Lepaskan tutup samping kanan (hal 2-4).
Lepaskan konektor saklar lampu rem belakang dan
periksa kontinuitas antara terminal-terminal.
Harus ada kontinuitas dengan ditekannya tuas rem,
dan seharusnya tidak ada kontinuitas jika tuas rem
dilepaskan.
SAKLAR/INDIKATOR POSISI GIGI
PEMERIKSAAN
Putar kunci kontak ke posisi “ON” dan pindahkan
transmisi.
Periksa lampu-lampu indikator posisi gigi pada tiap
posisi gigi.
Jika indikator posisi gigi tidak menyala, periksa bola
lampu indikator.
Jika bola lampu indikator tidak bermasalah, periksa
sebagai berikut:
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan konektor 6P (Putih) saklar posisi gigi.
17-10
SAKLAR REM DEPAN
KONEKTOR SAKLAR REM BELAKANG
INDIKATOR POSISI GIGI
KONEKTOR 6P (PUTIH) POSISI GIGI
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 274
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-termi-
nal pada setiap posisi gigi.
SAKLAR POSISI GIGI
GIGI
MASSA
KUNING/
MERAH
HITAM/
BIRU
PUTIH/
BIRU
MERAH/
PUTIH
HIJAU
MUDA/
MERAH
1
N
2
3
4
PELEPASAN
Lepaskan hubungan konektor 6P (Putih) saklar posisi
gigi.
Lepaskan tutup belakang bak mesin sebelah kiri (hal
10-2).
Lepaskan baut dan rakitan pemegang/saklar posisi
gigi.
Lepaskan baut dan saklar posisi gigi dari pemegang.
PEMASANGAN
Pasang saklar posisi gigi pada pemegang dan
kencangkan baut.
Periksa apakah cincin-O berada dalam kondisi baik,
ganti jika perlu.
Lumasi oli mesin pada cincin-O dan pasangkan pada
alur saklar posisi gigi.
Pasang saklar posisi gigi dengan mentepatkan
pinnya dengan alur collar tromol pemindah gigi.
KONEKTOR 6P (PUTIH) SAKLAR POSISI GIGI
SAKLAR POSISI GIGI
BAUT
PEMEGANG
BAUT
SAKLAR POSISI GIGI
TEPATKAN
CINCIN-O
PEMEGANG/SAKLAR POSISI GIGI
17-11
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 275
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Pasang dan kencangkan baut dengan erat.
Hubungkan konektor saklar posisi gigi.
Pasang bagian-bagian yang dilepaskan kebalikan
daripada pelepasan.
SENSOR TINGGI PERMUKAAN
BAHAN BAKAR
PEMERIKSAAN METERAN BAHAN BAKAR
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4).
Lepaskan hubungan konektor-konektor 3P unit sen-
sor tinggi permukaan bahan bakar.
Hubungkan kabel penyambung antara terminal-terminal
kabel Kuning/Putih dan Hijau pada sisi kabel bodi.
Putar kunci kontak ke posisi ON dan pastikan jarum meteran
tinggi permukaan bahan bakar menunjukkan “FULL”.
Hubungkan kabel penyambung antara terminal-terminal
kabel Biru/Putih dan Hijau pada sisi kabel bodi.
Meteran bahan bakar berada dalam kondisi baik jika jarum
kembali ke posisi “EMPTY”.
PERHATIAN
Jangan meninggalkan terminal-terminal dalam
keadaan terhubung dengan kabel penyambung untuk
jangka waktu yang lama, karena dapat menyebabkan
kerusakan pada meteran bahan bakar.
PEMERIKSAAN UNIT SENSOR TINGGI PERMUKAAN
BAHAN BAKAR
Lepaskan hubungan konektor 3P unit sensor tinggi
permukaan bahan bakar.
Putar plat pemegang unit bahan bakar berlawanan dengan
arah jarum jam dengan tang lancip lonjong dan lepaskan
unit sensor tinggi permukaan bahan bakar dan lepaskan
plat penahan unit.
PERHATIAN
Hati-hati jangan sampai merusak kabel unit.
Hati-hati jangan sampai lengan pelampung unit
bengkok.
17-12
BAUT
SAKLAR GIGI
KONEKTOR 3P (PUTIH) SENSOR TINGGI
PERMUKAAN BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR
PLAT PEMEGANG
SENSOR TINGGI PERMUKAAN
BAHAN BAKAR
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 276
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Ukur resistansi antara terminal-terminal sebagai
berikut:
FULL
EMPTY
Hijau - Biru/Putih
426 - 706 Ω
23 - 43 Ω
Hijau - Kuning/Putih
23 - 33 Ω
426 - 706 Ω
Biru/Putih - Kuning/Putih
426 - 706 Ω
23 - 43 Ω
Hubungkan kembali konektor-konektor kabel unit
bahan bakar dan putar kunci kontak ke posisi ON.
Gerakkan pelampung unit bahan bakar ke atas dan
bawah dan pastikan bahwa jarum meteran bahan
bakar bergerak dengan lancar.
PELAMPUNG NAIK
: Jarum pada posisi “FULL”
PELAMPUNG TURUN: Jarum pada posisi “EMPTY”
PEMASANGAN
UNIT
SENSOR
TINGGI
PERMUKAAN BAHAN BAKAR
Periksa apakah cincin-O berada dalam keadaan baik,
ganti jika perlu.
Pasang plat penahan unit sensor tinggi permukaan
bahan bakar pada unit.
Pasang unit sensor tinggi permukaan bahan bakar
dan plat pemegangnya pada tangki bahan bakar.
Pasang plat pemegang dengan “tanda panah”nya
menghadap ke depan.
Kemudian, putar plat penahan searah jarum jam
dengan tang lancip lonjong dan kemudian kunci.
UNIT SENSOR BAHAN BAKAR
METERAN BAHAN BAKAR
UNIT SENSOR BAHAN BAKAR
ATAS
BAWAH
PLAT PEMEGANG
UNIT SENSOR
CINCIN-O
PLAT PEMEGANG
TANDA PANAH
SENSOR TINGGI PERMUKAAN BAHAN BAKAR
17-13
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Halaman 277
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKLAR-SAKLAR
Tempatkan kabel unit sensor bahan bakar pada
posisinya dan hubungkan konektor-konektor 3P.
Pasang tutup-tutup bodi (hal 2-6).
KLAKSON
Lepaskan pelindung kaki (hal 2-2).
Lepaskan hubungan konektor kabel dari klakson.
Hubungkan batere 12 V ke terminal klakson dan
hubungkan ke massa secara langsung.
Klakson adalah normal jika berbunyi pada saat batere
12 V dihubungkan dengan terminal-terminal klakson.
RELAY LAMPU SEIN
PEMERIKSAAN
Periksa hal-hal berikut:
Kondisi batere
Bola lampu yang terbakar atau watt yang tidak
sesuai dengan yang ditentukan
Sekring yang terbakar
Kunci kontak dan fungsi saklar lampu sein
Konektor-konektor yang longgar
Jika semua hal tersebut di atas normal, periksa hal-
hal berikut:
Lepaskan tutup bodi (hal 2-4)
Lepaskan hubungan konektor-konektor lampu sein
dari relay.
1.
Hubung singkatkan terminal-terminal hitam dan abu-abu pada konektor relay lampu sein dengan kabel
penyambung. Periksa lampu sein dengan menggeser saklar ke posisi ON.
Lampu hidup
Lampu tidak hidup
Relay lampu sein rusak
Konektor tidak terhubung dengan baik.
17-14
KONEKTOR 3P (PUTIH) SENSOR TINGGI PERMUKAAN
UNIT KLAKSON
RELAY SINYAL BELOK
KONEKTOR SINYAL BELOK
Kabel bodi rusak
DIAGRAM LISTRIK
Halaman 278
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
DIAGRAM LISTRIK
18
DIAGRAM LISTRIK
Halaman 279
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
18. DIAGRAM LISTRIK
18-1
CARA MENGATASI KESUKARAN
Halaman 280
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
CARA MENGATASI KESUKARAN
19
CARA MENGATASI KESUKARAN
Halaman 281
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
19. CARA MENGATASI KESUKARAN
MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU SULIT
PERFORMA MESIN JELEK
DIHIDUPKAN
19-1
PADA KECEPATAN TINGGI
19-4
MESIN KEKURANGAN DAYA
19-2
PENGENDALIAN JELEK
19-4
PERFORMA MESIN JELEK PADA KECEPATAN
RENDAH DAN PUTARAN STASIONER
19-3
MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU SULIT DIHIDUPKAN
1. Periksa apakah bensin
TIDAK MENCAPAI
(1) Tidak ada bensin di dalam tangki
mencapai karburator
KARBURATOR
(2) Saluran bahan bakar tersumbat
(3) Klep pelampung tersumbat
MENCAPAI KARBURATOR
(4) Saringan bahan bakar tersumbat
2. Coba test busi
LEMAH ATAU TIDAK
(1) Busi rusak
ADA PERCIKAN API
(2) Busi kotor
PERCIKAN API KUAT
(3) Unit CDI rusak
(4) Kabel tegangan tinggi putus atau ada
hubungan singkat
(5) Alternator rusak
(6) Koil pengapian patah atau ada hubungan
singkat
(7) Koil pengapian rusak
(8) Kabel-kabel tidak tersambung dengan
baik, terputus atau ada hubungan
singkat
(9) Pembangkit pulsa rusak
3. Test kompressi silinder
KOMPRESSI RENDAH
(1) Cuk tertutup secara berlebihan
(2) Jarak renggang klep terlalu kecil
KOMPRESSI NORMAL
(3) Klep terbuka terus (macet)
(4) Silinder dan cincin torak aus
(5) Gasket kepala silinder rusak
(6) Klep macet
(7) Tertib buka klep tidak tepat
4. Hidupkan mesin mengikuti
MESIN HIDUP
(1) Cuk terbuka secara berlebihan
prosedur start normal
TETAPI SEGERA
(2) Sekrup udara karburator terlalu tertutup
MATI LAGI
(3) Ada kebocoran udara pada manifold
MESIN TIDAK MAU HIDUP
(4) Waktu pengapian tidak tepat
5. Lepaskan busi
BUSI BASAH
(1) Karburator banjir
(2) Cuk karburator tertutup secara berlebihan
KERING
(3) Skep terbuka secara berlebihan
6. Hidupkan mesin dengan cuk
dalam keadaan tertutup
Kemungkinan penyebabnya
19-1
CARA MENGATASI KESUKARAN
Halaman 282
CARA MENGATASI KESUKARAN
MESIN KEKURANGAN DAYA
1. Naikkan roda-roda
RODA TIDAK BERPU-
(1) Rem menyangkut
terlepas tanah dan putar
TAR DENGAN BEBAS
(2) Bantalan roda aus atau rusak
dengan tangan
(3) Bantalan roda memerlukan pelumasan
RODA BERPUTAR DENGAN BEBAS
(4) Rantai roda terlalu kencang
(5) Mur poros belakang terlalu kencang
2. Periksa tekanan udara ban
TEKANAN TERLALU
(1) Ban bocor
dengan alat pengukur ban
RENDAH
(2) Pentil ban rusak
TEKANAN NORMAL
3. Coba berakselerasi
PUTARAN MESIN
(1) Kopeling slip
dengan cepat dari gigi 1 ke 2
TIDAK BERUBAH
(2) Kanvas/pelat kopeling aus
(3) Kanvas/pelat kopeling bengkok
PUTARAN MESIN TURUN
(4) Teromol kopeling sentrifugal atau kanvas
kopeling aus
4. Akselerasikan mesin
PUTARAN MESIN
(1) Cuk karburator tertutup
dengan ringan
TIDAK BERUBAH
(2) Saringan udara tersumbat
(3) Aliran bahan bakar tertahan
PUTARAN MESIN NAIK
(4) Lubang pernapasan tutup tangki tersumbat
(5) Knalpot tersumbat
5. Periksa waktu pengapian
TIDAK TEPAT
(1) Unit CDI rusak
(2) Alternator rusak
TEPAT
(3) Pembangkit pulsa rusak
6. Periksa renggang klep
TIDAK TEPAT
(1) Penyetelan klep tidak tepat
(2) Dudukan klep aus
TEPAT
7. Periksa tekanan kompressi
TERLALU RENDAH
(1) Klep macet terbuka
silinder menggunakan alat
(2) Silinder dan cincin torak aus
ukur kompressi
(3) Gasket kepala silinder bocor
NORMAL
(4) Tertib buka klep tidak tepat
8. Periksa karburator apakah
TERSUMBAT
(1) Karburator kurang dirawat
tersumbat
TIDAK TERSUMBAT
9. Lepaskan busi
KOTOR ATAU
(1) Busi kurang dirawat
BERUBAH WARNA
(2) Penggunaan busi dengan derajat panas
TIDAK KOTOR ATAU
yang tidak tepat
UBAH WARNA
10. Lepaskan tangkai pengukur
TINGGI PERMUKAAN
(1) Permukaan minyak pelumas terlalu tinggi
minyak pelumas dan periksa
MINYAK PELUMAS
(2) Permukaan minyak pelumas terlalu
tinggi permukaan minyak pelumas
rendah
TEPAT
(3) Minyak pelumas kotor
19-2
Kemungkinan penyebabnya
CARA MENGATASI KESUKARAN
Halaman 283
TECHNICAL SERVICE DIVISION - HSO
11. Lepaskan tutup kepala
PERALATAN KLEP
(1) Saluran oli tersumbat
silinder dan periksa
TIDAK MENDAPAT-
(2) Pompa oli rusak
terhadap pelumasan
KAN CUKUP PELUMAS
PELUMASAN CUKUP
12. Periksa apakah mesin
TERLALU PANAS
(1) Ada kerak-kerak karbon berlebihan di
terlalu panas
dalam ruang pembakaran
(2) Penggunaan bahan bakar dengan
TIDAK TERLALU PANAS
kualitas yang kurang baik
(3) Campuran bahan bakar/udara terlalu
miskin
13. Berakselerasi atau jalan-
MESIN MENGGELITIK
(1) Torak atau silinder aus
kan pada kecepatan tinggi
(2) Campuran bahan bakar/udara terlalu
miskin
MESIN TIDAK MENGGELITIK
(3) Penggunaan bahan bakar dari golongan
yang tidak tepat
(4) Ada kerak-kerak karbon berlebihan di
dalam ruang pembakaran
(5) Waktu pengapian terlalu maju
PERFORMA MESIN JELEK PADA
KECEPATAN RENDAH DAN PUTARAN
STASIONER
1.
Periksa waktu pengapian
TIDAK TEPAT
(1) Jarak renggang klep tidak tepat
dan jarak renggang klep
(2) Waktu pengapian tidak tepat
TEPAT
2.
Periksa penyetelan sekrup
TIDAK TEPAT
(1) Campuran bahan bakar/udara terlalu
udara karburator
miskin
(2) Campuran bahan bakar/udara terlalu
TEPAT
kaya
3.
Periksa apakah ada ke-
BOCOR
(1) Insulator cincin-O memburuk
bocoran udara melalui
(2) Karburator tidak terpasang erat
manifold
(3) Cincin-O pipa pemasukan aus
TIDAK BOCOR
(4) Gasket rusak (pipa pemasukan atau
insulator)
4.
Coba test busi
PERCIKAN BUNGA
(1) Busi rusak, ada kerak karbon atau basah
API LEMAH ATAU
(2) Unit CDI rusak
TIDAK TERATUR
(3) Alternator rusak
PERCIKAN BUNGA API KUAT
(4) Koil pengapian rusak
(5) Pembangkit pulsa rusak
(6) Kabel telanjang atau ada hubungan
singkat
CARA MENGATASI KESUKARAN
Kemungkinan penyebabnya
Kemungkinan penyebabnya
19-3
CARA MENGATASI KESUKARAN
Halaman 284
CARA MENGATASI KESUKARAN
PERFORMA MESIN JELEK PADA KECEPATAN TINGGI
1.
Periksa waktu pengapian
TIDAK TEPAT
(1) Renggang klep tidak tepat
dan renggang klep
(2) Unit CDI rusak
(3) Pembangkit pulsa rusak
TEPAT
(4) Alternator rusak
2.
Lepaskan kran bahan
ALIRAN BAHAN
(1) Bahan bakar di dalam tangki tinggal
bakar pada karburator
BAKAR TERHAMBAT
sedikit
dan putar ke posisi "ON"
(2) Saluran bahan bakar tersumbat
(3) Lubang pernapasan tangki bahan bakar
BAHAN BAKAR MENGALIR
tersumbat
DENGAN BEBAS
(4) Kran bahan bakar tersumbat
3.
Lepaskan karburator dan
TERSUMBAT
(1) Bersihkan
periksa terhadap spuyer
yang tersumbat
TIDAK TERSUMBAT
4.
Periksa tertib buka klep
TIDAK TEPAT
Sprocket bubungan tidak dipasang dengan
tepat
TEPAT
5.
Periksa tegangan pegas klep
LEMAH
Pegas rusak
TIDAK LEMAH
PENGENDALIAN JELEK
Periksa tekanan udara ban
1.
Jika kemudi terasa berat
(1) Penyetelan poros kemudi terlalu kencang
(2) Bantalan kepala kemudi rusak
2.
Jika salah satu roda bergoyang
(1) Ada speling berlebihan pada bantalan
roda
(2) Pelek bengkok
(3) Hub roda tidak terpasang dengan baik
(4) Bos-bos engsel lengan ayun aus secara
berlebihan
(5) Rangka bengkok
(6) Baut engsel lengan ayun longgar
3.
Jika sepeda motor menarik ke satu arah
(1) Roda depan dan belakang tidak segaris
(2) Garpu depan bengkok
(3) Lengan ayun bengkok
(4) Rangka bengkok
19-4
Kemungkinan penyebabnya
Kemungkinan penyebabnya